Arsip Tag: kepala perwakilan bank indonesia ntt

Presentasi Final dan Wisuda BI ‘Young Entrepreneur School Batch’ II 2021

127 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Indonesia secara kontinu senantiasa mendukung keberlangsungan pengembangan kapasitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak perekonomian nasional. Pada Kamis, 7 Oktober 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT mengadakan kegiatan pitching final ‘presentasi verbal akhir’ dan graduation ‘wisuda’ BI YES (Young Entrepreneur School) angkatan kedua tahun 2021.

Acara ini merupakan puncak dari kegiatan BI YES (Bank Indonesia–Young Entrepreneur School), program capacity building ‘pengembangan kapasitas’ UMKM di NTT yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT dan dikemas dalam bentuk kurikulum terintegrasi selama tiga bulan. Total peserta sebanyak 59 yang terdiri atas 42 peserta kelas basic dan 17 peserta kelas advance, para pelaku UMKM diberikan pembinaan secara berkala dalam kelas online setiap minggu.

Pembinaan dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai instansi seperti pemerintah, KADIN, HIPMI, OJK, BPOM, MUI, perbankan, Trinity Academia, serta pihak lain yang terlibat dalam pengembangan kompetensi dan kapasitas UMKM peserta BI-YES.

Setelah tiga bulan diadakan kelas pengembangan kapasitas yang intensif, dari 59 peserta BI-YES dipilihlah 10 kelompok terbaik untuk menghadiri acara pitching dan graduation ceremony secara hybdrid dengan kombinasi daring via zoom meeting dan presentasi on site di ruang Lasiana Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT.

Saat tersebut, kesepuluh perwakilan peserta BI-YES menyampaikan materi terkait ide bisnis yang mengakomodir keseluruhan materi yang sudah diterima saat pembekalan kelas. Presentasi tersebut kemudian diberikan masukan, penajaman, dan penilaian oleh empat juri yang terdiri dari Yohanes Mau Sekretaris Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT), Djemy Lassa Ketua HIPMI NTT, Yulian Messah Perwakilan Direktur Pemasaran Kredit BPD Provinsi NTT), dan Andree Hartanto, Direktur La Moringa.

Acara pitching dan graduation ceremony dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja yang menyampaikan bahwa UMKM memegang peran penting dalam perekonomian di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hampir 99% kelompok usaha yang ada di Provinsi NTT termasuk dalam sektor UMKM. Secara serapan tenaga kerja, menyerap 97% tenaga kerja.

Dua hal inilah, tekan I Nyoman Ariawan Atmaja, yang mendorong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT untuk menginisiasi program kelas pelatihan Wirausaha BI-YES (Bank Indonesia Young Entrepreneur School). Kelas ini diharapkan dapat mendorong meningkatnya jumlah para pelaku usaha. Peningkatan jumlah pelaku usaha apabila dihubungkan dengan akses keuangan yang tepat akan mampu menghasilkan sebuah multiplier efect yang besar mulai dari tenaga kerja yang digunakan di lingkungan sekitar bahkan areal Nusa Tenggara Timur.

Adapun 3 (tiga) pemenang pitching competition yaitu Papalele, Lulur Rempah Bedda’ Lotong Koe, dan Beati Qui Center untuk kategori basic serta Antoni Herbal, Nendy’s Bakrie, dan Radhisti Modern Farm untuk kategori advance. Kegiatan BI-YES ini mendapatkan antusiasme yang besar dari pelaku UMKM di Provinsi NTT sehingga direncanakan akan menjadi agenda tetap yang dilakukan periode selanjutnya.

Melalui tersebut, Bank Indonesia berharap mampu berkontribusi secara aktif dalam mencetak UMKM yang berdaya saing sebagai upaya perbaikan perekonomian nasional.(*)

Sumber dan foto (*/tim Humas BI NTT)

Editor (+roni banase)

Pecut Sektor Pertanian NTT, VBL Ajak Perbankan Biayai Proyek Pertanian

585 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov  NTT meminta perbankan maupun lembaga jasa keuangan nonbank untuk memberikan kontribusi nyata pembiayaan pada proyek pertanian seperti pengadaan alat untuk mendukung produktivitas hasil pertanian serta tercapainya transformasi digital pada sektor tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), dalam acara pertemuan triwulan III Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FLJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur, bertempat di Aula Nembrala Lantai 3 Gedung Bank Indonesia pada Rabu malam, 22 September 2021.

Di hadapan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Robert Sianipar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Direktur Utama Bank NTT/Ketua FLJK Provinsi NTT, Alex Riwu Kaho, Para Pimpinan Lembaga Perbankan serta Lembaga Jasa Keuangan Nonbank; Gubernur VBL mengatakan bahwa pembiayaan dari perbankan selama ini menjadi kendala dalam mendukung majunya sektor pertanian di Provinsi NTT.

VBL menegaskan agar perbankan maupun lembaga jasa keuangan nonbank tetap diharapkan mendukung pembiayaan pada sektor pertanian, dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko. Alasannya, karena kondisi lahan NTT yang sangat membutuhkan alat berat dalam proses penggarapan. Hal ini berbeda dengan provinsi atau daerah lain di luar NTT yang hanya membutuhkan traktor dalam pengolahan lahan.

“Yang kita butuhkan sekarang ini adalah investasi dalam dunia pertanian, dalam kondisi ini pertanian di NTT sangat membutuhkan alat berat. Karena ini menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani oleh kita semua. Tapi jika kita intervensi dengan alat berat, otomatis lahan-lahan di NTT yang sebelumnya susah digarap, akan jadi berguna untuk kita olah secara maksimal,” tegas Gubernur VBL.

Bayangkan saja, imbuh VBL, dengan banyak bendungan yang sudah diberikan Bapak Jokowi untuk NTT, cadangan air yang  semula menjadi masalah utama kita, tapi perlahan sudah mulai teratasi, namun jika tidak kita dukung dengan kondisi lahan yang tidak bisa kita olah, sama saja percuma.

VBL menambahkan, kebutuhan alat-alat berat tersebut tidak hanya berhenti pada pengolahan lahan tetapi juga penanaman hingga masa panen. Terlebih, jika potensi lahan di NTT mencapai lebih dari 5.000 hektar tentu tidak akan dapat dilakukan dengan cara-cara konvensional.

Bank Indonesia maupun OJK pun diharapkan mendorong perbankan maupun lembaga jasa keuangan nonbank untuk mendukung pembiayaan alat-alat berat di NTT sehingga mampu menyelesaikan lahan yang belum banyak dikerjakan.

“Kita semua yang hadir di sini, baik BI dan OJK, saya harapkan mendorong teman-teman industri keuangan baik bank maupun nonbank untuk mendukung kebutuhan alat-alat berat ini, sehingga kita mampu menyelesaikan yang begitu banyak belum dikerjakan selama ini,” tekan VBL.

Sementara itu, Ketua FLJK Provinsi NTT Alex Riwu Kaho, mengatakan semua lembaga perbankan dan lembaga nonbank siap berkolaborasi memberikan kontribusi khususnya untuk program pemerintah dalam sektor pertanian.

“Tentunya sesuai arahan Bapak Gubernur, dalam waktu, singkat ke dapan kami akan hadirkan para off taker bersama seluruh lembaga jasa keuangan perbankan dan nonbank untuk langsung fokus terhadap alat berat sesuai porsinya masing-masing. Untuk pertanian kali ini, sarana produksi akan menjadi perhatian kita, baik pada proses pembukaan lahan, tanam dan serta panen. Kami juga akan sinkronkan kembali data-data pertanian, sehingga tak ada masalah dengan para calon debitur,” urai Alex Riwu Kaho. (*)

Sumber dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Warga Respons “Pesta di Pulau Semau NTT” Ini Klarifikasi Panitia Penyelenggara

2.638 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-perhelatan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Jumat, 27 Agustus 2021 di Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang dan dihelat sesi entertaint & dinner yang mana tampak kerumunan orang tak mengindahkan protokol kesehatan (menjaga jarak dan memakai masker, red) dengan hiburan musik di Pantai Otan, maka bermunculan berbagai respons masyarakat berupa kritikan bahkan hujatan memenuhi ruang media sosial.

Simak Video “Pesta di Pulau Semau” di link ini : https://youtu.be/RtP0UReuwrQ

Sepertu akun Ningsih Lema menuliskan di dinding status facebook: “Sangat memalukan. Rakyat kecil, yang makan dari berjualan di suruh tetap di rumah. Keluarga meninggal di beri status Covid dan dikubur tanpa ada jeda bagi keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir. Tapi dong (mereka, red) pesta seperti orang gila. Terlalu he lalu kasih keluar zona hijau. Bebal sekali.” Postingan ini telah dibagikan lebih kurang 19 kali.

Serupa, akun Tommy Aquino menuliskan, “Pintar Berkelit. Saat kita mengkritisi acara kumpul-kumpul di Semau, ada yang mulai sodor lampiran Instruksi Mendagri Nomor 36 tahun 2021 mengenai PPKM. Katanya, hanya Kota Kupang dan Sumba Timur yang masih terapkan PPKM Level 4. Tapi perlu kalian ingat, semua level PPKM (level 1—4), yang berbeda cuma soal metode kerja, kapasitas peserta/pengunjung, waktu operasional, dsb. Sedangkan protokol kesehatan (jaga jarak, pakai masker, tidak berkerumun, dsb) tidak pernah berubah untuk semua level PPKM. Jadi entah itu level 1,2,3 atau 4, prokes harus tetap dijaga.”

“Coba lihat yang terjadi di Semau. Apakah prokes benar-benar dijaga? Faktanya, ada yang bagaya lepas masker, tidak jaga jarak (ini yang paling fatal), dll. Dan perlu diingat juga bahwa acara di semau itu bukan acaranya Pemkab Kupang semata. Di situ hadir Gubernur, Wagub, anggota DPRD NTT, pejabat pemprov, serta kepala daerah/perwakilan kepala daerah se-NTT. Sponsor utama kegiatan adalah Bank NTT. Jadi yang dari provinsi harusnya jadi contoh karena masih ada daerah di NTT yang terapkan PPKM level 4. Bupati yang daerahnya tidak lagi terapkan PPKM level 4 juga harus jadi contoh karena di desa-desa, aparat desa masih terapkan PPKM yang sangat ketat.”

Akhir kata, tulis Tommy Aquino di dinding status facebook, saya ucapkan terima kasih untuk kalian semua para pejabat (termasuk anggota DPRD NTT) yang sudah berpesta di atas penderitaan rakyat. Postingan ini per Minggu malam, 29 Agustus 2021 pukul 00.05 WITA  telah direspons oleh 274 orang dengan 127 komentar dan 80 kali dibagikan.

Pelatihan Tenun Ikat dan Pemanfaatan Layanan Perbankan oleh Bank NTT kepada masyarakat di Pulau Semau

Dan masih banyak lagi pergunjingan terkait “Pesta di Pulau Semau” tersebut dibicarakan di berbagai grup Whatsapp dan viral di media sosial hingga dipublikasikan oleh media mainstream.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho (sebagai salah satu pihak penyelenggara di antara OJK, Pemprov NTT, dan Pemda Kupang) kepada Garda Indonesia pada Minggu siang, 29 Agustus 2021 menegaskan bahwa penerapan protokol kesehatan ketat wajib dan telah diterapkan kepada peserta pengukuhan TPAKD di Pulau Semau. “Semua undangan wajib dites antigen dan difasilitasi panitia (wajib negatif Covid-19, red),” ungkapnya seraya menandaskan bahwa semua izin lengkap.

Selain itu, imbuh Alex Riwu Kaho, terdapat  pergerakan kesehatan dan ekonomi yang terjadi (H-1 Pengukuhan TPKAD), kegiatan itu dapat berjalan karena banyak hal misalnya ada sektor jasa transportasi darat, konsumsi, UMKN yang produknya langsung dikontrak oleh offtaker.

Di samping itu, terang Alex Riwu Kaho, ada kehadiran pihak Pelindo, PLN, Pertamina, yang memberikan langkah-langkah maju peningkatan kapasitas pelabuhan, jejaring perdagangan untuk ekspor. “PLN memberikan kerja sama dengan para petani untuk penyediaan jaringan dan daya  listrik langsung ke lahan-lahan pertanian milik petani secara bertahap. Pertamina juga menawarkan produk Langit Biru dan Perta Shop bagi Desa dan BumDes dan masih banyak lagi kegiatan positif yang terjadi saat itu,” ungkap Alex Riwu Kaho.

Adapun kegiatan yang dilakukan oleh Bank NTT saat acara pengukuhan TPAKD oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat pada Jumat, 27 Agustus 2021 pukul 15.00 WITA—selesai antara lain : Penyerahan beasiswa Simpanan Pelajar kepada Siswa SD, SMP, dan SMA (KEJAR); Penyerahan Kredit Mikro Merdeka; Penyerahan Sertifikat Capacity Building Homestay, Petani Rumput Laut dan Tenun Ikat; Penyerahan BAST Kegiatan Pembangunan Jaringan Irigasi Perpompaan Peternakan Sapi; Penyerahan 500 Paket Sembako Bantuan Presiden RI untuk PPKM Level 4 Pemprov NTT dan 250 paket sembako dari BMPD; dan Peluncuran Aplikasi Marketplace kerja sama BPD NTT dan PT Telkom.

Pengukuhan TPKAD oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

Sementara itu, giat pendahuluan oleh Bank NTT sebelum hari pengukuhan TPKAD di Pantau Otan Semau yakni memberikan Vaksinasi Covid-19 kepada 1.250 warga di 2 (dua) kecamatan yakni di Semau dan Semau Selatan.

Senada, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja kepada Garda Indonesia pada Sabtu malam, 28 Agustus 2021 pukul 22.41 WITA menyampaikan bahwa pengukuhan TPAKD di Pulau Semau telah mendapat persetujuan dari Gugus Tugas Covid-19.

“Acara tersebut sudah mendapat persetujuan dari gugus tugas. Dan menggunakan protokol kesehatan. Kita semua menggunakan antigen sebelum menghadiri acara tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, pada konferensi pers bersama awak media pada Selasa, 24 Agustus 2021 di lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Lery Rupidara menjelaskan TPAKD dibentuk untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong akses keuangan yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi. “Pengukuhan TPAKD ini akan dilakukan pada minggu ini yang akan dikukuhkan langsung oleh Gubernur NTT di Pulau Semau pada Jumat, 27 Agustus,” ujar Lery.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengungkapkan ditunjuknya Pulau Semau menjadi lokasi pengukuhan TPAKD karena pulau tersebut memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang cukup besar seperti budidaya rumput laut, bawang merah, mangga, dan alpukat serta perairannya mulai dimanfaatkan untuk budidaya ikan Kerapu.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto oleh Humas Bank NTT & Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Teman Sejatiku Kembali Pulang Berkat AFRO Farm Ayam KUB

479 Views

Oleh : Roni Banase

Kisah sederhana, namun bermakna ini tak luput dari bayang respons naluri menulisku. Tak hanya hal luar biasa yang bisa kita torehkan dalam sebuah tulisan, namun sebuah penggalan kisah sederhana pun patutnya kita toreh lalu isi dalam ruang tulisan digital yang menghabiskan 2/3 waktu kita setiap hari (termasuk waktu tidur).

Kisah ini bermula saat saya mendapat pesan whatsapp dari saudara Henry Djowenyi pada Minggu pagi, 8 Agustus 2021 pukul 09.02 WITA yang berbunyi,

“Pagi Om, rencana bos (Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja) mau ke lokasi peternakan ayam di Baumata. Om dengan mas Gun bisa pergi ko?” tanyanya seraya mengirim peta lokasi peternakan Ayam Kampung di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Jam 11 di sana om,” pinta Henry yang bertugas mengatur jadwal kunjungan kerja Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT.

Saya pun menyanggupi dengan menjawab, “Bisa, beta (Bahasa Melayu Kupang untuk saya, red) siap diri dan meluncur.” Padahal baru saja terjaga dari waktu tidur pada pukul 04.00 WITA dan waktu telah menunjukkan pukul 10.30 WITA.

Dengan sigap, saya pun berbenah diri dan menyiapkan perangkat kerja sebagai “Peternak Kata” (meminjam istilah dari Dr. Marsel Robot, meski sudah menjadi trade mark bagi diri sendiri. Karena lebih suka dapat predikat tersebut dibanding wartawan, hehehe).

Dari kamera Canon 1100D, smartphone, earphone, hingga kacamata baca, karena kalau tak ada, maka rentetan huruf dan angka di layar smartphone Samsung Galaxy J7 Prime tampak berbeda seperti hamparan pasir yang tak dapat dibedakan.

Bermodalkan peta lokasi, saya pun menuju ke daerah Penfui lalu ke Baumata menyusuri jalan yang lumayan berlubang. Meski dua kali tersesat, namun akhirnya tiba di lokasi dengan menggunakan bantuan tambahan berupa bertanya ke beberapa penduduk lokal di mana lokasi AFRO Farm, pusat peternakan Ayam Kampung Unggul Balibangtan (Ayam KUB) tersebut.

Pose bersama dari kiri ke kanan, Viktor Manek, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kakak Making, dan Andre Asa

Di sana, telah ada Bli Guntara bersama pengelola AFRO Farm, Mardianus Epafroditus Ili jebolan Fakultas Peternakan Undana Kupang; duduk di bawah rindangnya rumpun bambu hijau di depan deretan kandang Ayam KUB berbahan bambu.

Saya pun menelisik kiprah Pemuda Lembata yang menggunakan lahan I Gusti Jelantik sejak tahun 2017 bersama PT. Sumber Unggas Indonesia. Pemuda yang memegang perspektif bahwa “NTT Tidak Miskin” tersebut pun menguraikan sistem kerja AFRO Farm yang telah mendidik mitra binaan di 20 kabupaten.

Berselang 60 menit kemudian, tibalah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kadis PMD Provinsi NTT, Viktor Manek; Hadrianus Asa selaku Manager Pengembangan UMKM beserta rombongan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, lalu meninjau dan menelisik usaha Ayam KUB yang dapat memproduksi 50 butir telur per hari.

Kemudian, kami pun menuju ke lokasi milik Kadis PMD Provinsi NTT yang sementara disiapkan menjadi lokasi pengembangan biakan Ayam KUB dan menjadi sangat produksi telur Ayam Kampung.

Selepas dari kunjungan tersebut, kami pun bersyukur mendapat suguhan makan siang berupa Ayam Kampung Bakar dan Jagung Bose khas NTT, sambil bercengkerama di bawah desiran lembut angin dari Pohon Bambu Hijau.

Tepat pukul 16.00 WITA, kami pun kembali ke rumah masing-masing. Dan di dalam perjalanan pulang, saya merasa sesuatu lenyap dari diri. Berhenti sejenak di Bundaran Patung Tirosa, lalu melongok ke dalam tas hasil kreasi Nice Handicraft dari bahan kain tenun Pulau Koja Doi (pemberian dari Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho saat kunjungan kami pada Desember 2020, red).

Ternyata benar, kacamata baca plus 1,25 bergagang hitam yang menjadi teman kerja merilis berbagai berita edukatif dan komunikatif di Portal Daring Garda Indonesia pun lenyap entah ke mana. Rasa panik membuyarkan logika berpikir, entah jatuh atau diambil orang merasuki pikiran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat meninggalkan lokasi rencana lahan pengembangan biakan Ayam KUB milik Viktor Manek

Lalu, upaya menanyakan keberadaan kacamata yang menemani kerja sejak tahun 2017 tersebut saya arahkan Kakak Making dan Saudara Andre Asa dengan hasil nihil. Pikiran pun beralih ke rumah, dengan alasan apa harus meyakinkan bendahara rumah bahwa kacamata tersebut hilang entah di mana.

Dan ternyata apa yang saya bayangkan terjadi, bendahara rumah atau istri tercinta sangat marah dan mengarahkan predikat pikun dan tak konsentrasi ke diriku.

“Saat di Atambua lupa celana di hotel, lalu lupa ATM, dan sekarang kacamata,” ucapnya dengan nada kesal seraya mengurai apa saja yang telah saya tinggalkan maupun hilangkan sejak beberapa tahun silam.

Meski demikian dengan berbagai rayuan dan kesepakatan, lalu kami sepakat membeli dan membayar pesanan kacamata baru di salah satu toko kacamata di Kota Kupang Lama, Kelurahan Lai Lai Besi Kopan (LLBK). Namun, berhubung hari Minggu malam, toko tutup dan dengan terpaksa saya harus rela menggunakan kacamata plus yang dijual di beberapa pedagang kacamata di pinggir jalan.

Keesokan hari, pada Senin sore, 9 Agustus 2021, Kakak Making menelepon saya dan menyampaikan kabar gembira.

“Abang, adik menemukan kacamatanya di lahan Pak Viktor Manek,” ucapnya sembari berkata bahwa esok (Selasa, 10 Agustus) akan diantar ke rumah usai mengantar pesanan telur Ayam KUB dari Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone.

Bahagia pun datang silih berganti, mulai saat ini, Peternak Kata memiliki 2 (dua) teman sejati pendamping kerja melahirkan tulisan edukatif dan komunikatif.

Foto (*/koleksi pribadi)

Super Ketat dan Prokes Ketat Perayaan HUT Ke-59 Bank NTT ‘Super Smart Bank’

507 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perayaan HUT Ke-59 PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT), pada Sabtu sore, 17 Juli 2021 pukul 15.00—17.00 WITA di halaman Kantor Pusat Bank NTT dilaksanakan super ketat dengan penerapan protokol kesehatan ketat di mana hanya diikuti oleh 56 undangan yang tertera dalam list undangan dan telah melakukan swab antigen dengan hasil negatif Covid-19.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/07/16/hut-ke-59-bank-ntt-sedia-mesin-tarik-setor-tunai-di-cabang-khusus-utama/

Selain itu, panitia HUT Ke-59 Bank NTT hanya mengundang 8 (delapan) media cetak, elektronik, dan online (termasuk Portal Berita Daring Garda Indonesia, red) dan hanya diberikan kesempatan meliput saat penandatanganan memory of understanding (MoU) tentang ekosistem layanan pertanian, kolaborasi pemanfaatan komunikasi digital sumber daya perusahaan, pemanfaatan layanan informasi dan teknologi komunikasi, dan kerja sama APEX BPR antara Bank NTT, BI Perwakilan NTT, PT. Telkom Indonesia, Tbk; DPD Perbarindo, dan Pemprov NTT.

Dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Henda dan Marlis,  HUT Ke-59 Bank NTT yang dihelat secara ketat tepat di lokasi parkir dan bernuansa biru tersebut ditayangkan secara virtual dan dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja; Kepala OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar; dan Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore.

Layanan Digital Super Smart Bank di Kantor Cabang Khusus Bank NTT

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menegaskan, berbeda dengan tahun lalu, tahun 2021, Bank NTT mempertegas posisi sebagai Super Smart Bank. Ini tidak serta merta sebuah slogan belaka, melainkan didukung dengan peningkatan sumber daya manusia maupun IT, dan pelayanan yang berbasis digital.

Bank NTT memang terus mengubah pola pelayanannya agar terus eksis di era disrupsi digital. Saat seluruh aspek kehidupan masyarakat, berbasis digital, maka Bank NTT dituntut bergerak cepat mengimbangi pesatnya perkembangan jaman. “Ada kekuatan dalam rasa bersyukur dalam kemampuan menemukan solusi cerdas bertransformasi dari tahun ke tahun. Dan teknologi digital mengubah perilaku secara online menembus fondasi pergerakan ekonomi mikro. Dalam situasi ini, Bank NTT di ulang tahunnya yang ke-59, ada semangat yang melandasi dalam bekerja melayani masyarakat NTT, yakni Super Smat Bank untuk NTT Maju,” urai Alex Riwu Kaho.

Di akhir perayaan HUT Ke-59 Bank NTT, Gubernur VBL meresmikan New Mobile Banking Bank NTT dan bersama Wagub Nae Soi melihat langsung dan meresmikan layanan digital di smart branch di Kantor Cabang Khusus (KCK) dan Kantor Cabang Utama (KCU) yang  ditandai pengguntingan pita dan peninjauan operasional seluruh sistem pelayanan smart branch di lantai satu kantor pusat.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

BI NTT Kerja Sama Pemkot Kupang & Telkom Pecut Transaksi Pakai QRIS di Pasar

239 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang dan PT. Telkom Indonesia, melaksanakan program digitalisasi pasar di Kota Kupang, diawali dengan pencanangan transaksi digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dengan QR Code di Pasar Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu pagi, 2 Mei 2021.

Digitalisasi Pasar yang dilakukan mencakup penerimaan retribusi serta digitalisasi transaksi pembayaran melalui QRIS dan terus dipecut Bank Indonesia agar dapat direplikasi dan diimplementasikan pada pasar-pasar lainnya di Kota Kupang dan di seluruh NTT.

Bank Indonesia melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya akan terus mendorong upaya digitalisasi  dengan meningkatkan akseptansi QRIS sehingga dapat mencapai target nasional 12 juta merchant. Saat ini, secara nasional jumlah merchant QRIS telah mencapai 7,09 juta merchant dan untuk Provinsi NTT sebanyak 35.095 merchant, meningkat sebesar 12.8% dibandingkan dengan awal tahun 2021.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sesi doorstop pencanangan QRIS bertema “Ayo ! Ketong Samua Belanja Pake QRIS, Biar Mudah, Cepat, dan Aman” di Pasar Oebobo mengatakan Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi keuangan melalui Standar Nasional Pembayaran melalui QR atau yang disingkat menjadi QRIS, sekaligus mendorong kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI).

“Kita berharap masyarakat dapat mengenal dan menggunakan digitalisasi di pasar tradisional guna membangun masyarakat digital dan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) karena transaksi melalui QRIS, uangnya langsung ke rekening pemerintah daerah,” ucap I Nyoman Ariawan Atmaja didampingi Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore; Direktur PD Pasar Kota Kupang, Kardinad Leonard Kale Lena; Kepala Bank NTT Cabang Utama, Boy Nunuhitu, dan Perwakilan Telkom Indonesia, CEO QREN Fajar Eridianto.

Dari 8 (delapan) pasar di Kota Kupang, tandas I Nyoman Ariawan Atmaja, 3 pasar akan segera digitalisasi oleh Telkom Indonesia dan PD Pasar Kota Kupang.

Penyerahan CSR dari Bank Indonesia Perwakilan NTT kepada pedagang di Pasar Oebobo

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore menyampaikan Pemkot Kupang telah menyediakan regulasi terkait penggunaan digitalisasi dengan pembayaran non-tunai melalui QRIS. “QRIS ini sebuah langkah luar biasa dan jika diterapkan di semua tempat pembayaran, maka dapat meminimalkan pungli dan korupsi. Saya hadir di sini untuk memastikan proses digitalisasi berjalan,” ulasnya.

Selain itu, imbuh Wali Kota Jefri, dari pengalaman penggunaan QRIS dapat meningkatkan PAD. “Karena uangnya langsung masuk ke PAD, karena memudahkan saat pembayaran,” ungkapnya seraya ditambahkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bahwa kenaikan PAD hingga 2—3 kali.

Sementara itu, Direktur PD Pasar Kota Kupang, Kardinad Leonard Kale Lena mengungkapkan terdapat kendala dalam pemungutan retribusi di level pedagang. “Tahap awal kami menggunakan 2 (dua) mesin EDC untuk pembayaran retribusi kebersihan dan retribusi harian,  jika telah berjalan maksimal, maka akan diterapkan pada pembayaran kios dan parkir,” urainya.

Penulis,  editor dan foto (+roni banase)

“Raih Total Herd Immunity” BI Perwakilan NTT Fasilitasi Vaksinasi Covid-19

234 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi NTT mendorong pencapaian kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap pencegahan penyebaran corona virus disease (Covid-19) dengan memfasilitasi pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Bekerja sama Pemerintah Kota Kupang, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Kupang, menyediakan sekitar 2.000 vaksin Covid-19 yang diperuntukkan bagi petugas Perbankan, pensiunan BI, juga lingkup Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bulog pada Jumat, 23 April 2021 pukul 09.00 WITA—selesai di rumah jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat membuka pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 tersebut menyampaikan pentingnya pencapaian herd immunity. “Kami memfasilitasi sehingga Perbankan dan masyarakat dapat dibantu, terlebih Perbankan sangat rentan karena setiap hari melayani masyarakat, makanya kami minta saat itu kepada Wali Kota Kupang untuk diprioritaskan. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Kupang,” ujar Nyoman Ariawan Atmaja yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Musyawarah Perbankan Nusa Tenggara Timur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat memantau tahapan Vaksinasi Covid-19

Herd Immunity, urai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, sangat penting. “Jika bisa mencapai 80 persen itu sangat bagus, makanya percepatan Vaksinasi Covid-19 sangat penting. Kenapa sangat penting? Kita lihat Amerika, per minggu lalu sudah 86 juta penduduk divaksin, pertumbuhan ekonomi mencapai di atas 8 persen. Begitu pun China, hal yang sama terjadi, proses vaksinasi dipercepat, sekarang posisi pertumbuhan ekonomi 18 persen,” urainya.

Oleh karena itu, imbuh I Nyoman Ariawan Atmaja, kita bekerja sama dengan Pemkot Kupang mempercepat proses Vaksinasi Covid-19 di Kota Kupang dan Provinsi NTT dengan tujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Meski telah divaksin, tandas, I Nyoman Ariawan Atmaja, harus tetap menggunakan protokol kesehatan ketat. “Kenapa harus tetap mengutamakan protokol kesehatan, kita ambil contoh di India, walaupun telah melakukan vaksinasi, namun tak mematuhinya, sekarang terjadi lonjakan kasus Covid-19,” pungkasnya.

Peserta Vaksinasi Covid-19 mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan

Senada, Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati menyampaikan pentingnya Vaksinasi Covid-19 untuk meningkatkan herd immunity. “Melalui vaksinasi kita mempunyai herd immunity untuk menangkal serangan Covid-19. Kami minta pro aktif masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi sehingga Kota Kupang dapat meraih herd immunity di atas 80 persen,” ucapnya.

Sementara itu, Lanny Lololawu (51) dari Bank Tabungan Negara (BTN) Kupang mengungkapkan apresiasi terhadap BI yang memfasilitasi Vaksinasi Covid-19. “Sebagai masyarakat kita terbantu karena difasilitasi,” ucapnya seraya menyampaikan terima kasih kepada BI Perwakilan NTT.

Serupa Triswelas Ulasjati dari BPS Provinsi NTT pun berterima kasih kepada BI yang telah memfasilitasi pegawai BPS. “Saya berterima kasih kepada BI agar dapat mencapai herd immunity dan semoga lebih banyak masyarakat yang memperoleh Vaksinasi Covid-19,” ucapnya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Badai Seroja di NTT Berpotensi Tahan Laju Pertumbuhan Ekonomi

189 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur tetap beroperasi normal pasca-Badai Seroja yang menerjang Kota Kupang dan sekitarnya pada Senin dini hari, 5 April 2021. Kantor Bl Nusa Tenggara Timur tetap memberikan layanan operasional kas dan kegiatan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Selanjutnya, BI Provinsi NTT akan terus memantau perkembangan yang terjadi dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga agar kegiatan operasional Bank Indonesia senantiasa dapat dilaksanakan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Demikian disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sesi jumpa media pada Senin siang, 12 April 2021.

Menurut Nyoman, adanya Badai Seroja dan Banjir Bandang yang terjadi di NTT, berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi NTT dan BI akan melakukan assesment ulang terkait pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Kemudian dari kualitas sistem keungan cenderung membaik dan transaksi keuangan meningkat baik itu tunai maupun non-tunai.

“Seberapa potensi menahan laju pertumbuhan ekonomi? Kami sementara berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD,” ujarnya didampingi Hery Catur Wibowo – Deputi Kepala Perwakilan (Tim Perumusan dan Implementasi KEKDA) dan Daniel Agus Prasetyo – Deputi Kepala Perwakilan (Tim Implementasi SP, PUR dan MI).

Seperti yang terjadi bencana di tahun sebelumnya, imbuh I Nyoman Ariawan Atmaja, bakal ada kebijakan-kebijakan khusus untuk memberikan stimulus ekonomi yang berdampak langsung tak hanya pandemi juga termasuk badai. “Mudah-mudahan di NTT, ada kebijakan khusus untuk pemulihan pasca-bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan (Tim Perumusan dan Implementasi KEKDA), Hery Catur Wibowo menuturkan kinerja perekonomian Provinsi NTT di tahun 2021 diperkirakan akan mengalami perbaikan yang didorong oleh Vaksinasi Massal Covid-19. “Vaksinasi yang telah dilakukan diharapkan dapat memulihkan aktivis ekonomi masyarakat secara perlahan, karena dengan Vaksinasi Covid-19 dapat menumbuhkan harapan, optimisme, dan semangat dari masyarakat dan pelaku usaha,” urainya.

Selain itu, imbuh Hery, berlanjutnya pembangunan proyek strategis nasional diperkirakan mampu mendorong investasi. “Pada triwulan I (Januari—Maret 2021), kinerja perekonomian Provinsi NTT diperkirakan membaik, seiring dengan berlakunya tatanan normal baru atau New Normal, yang bisa dilihat dari 2 (dua) sisi yakni Sisi Pengeluaran dan Lapangan Usaha,” jelasnya.

Dari sisi Pengeluaran, terang Hery, membaiknya perekonomian di Triwulan I didorong meningkatnya permintaan domestik yang diperkirakan terus  meningkatnya karena didorong 3 (tiga) hal yakni konsumsi rumah tangga yang didukung oleh perpanjangan stimulus pemerintah, perbaikan investasi seiring berlanjutnya pembangunan proyek strategis nasional, dan meningkatnya kepercayaan diri atau confidence pelaku usaha.

Dari sisi lapangan usaha, lanjut Hery,  diperkirakan didorong  oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, kemudian Lapangan Usaha Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, dan Lapangan Usaha Konstruksi dan Perdagangan. “Itu yang akan mendorong ekonomi di triwulan I 2021,” tandasnya.

Bagaimana dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi di seluruh tahun 2021? Diperkirakan akan membaik, seiring dengan Vaksinasi Covid-19. “Namun, Badai Seroja berpotensi akan sedikit menahan laju pertumbuhan ekonomi, tetapi BI akan melakukan kajian lebih lanjut atau  assesment, dengan mengumpulkan data lengkap sehingga tak dapat disampaikan secara mendetail,” pungkas Hery.

Penulis, editor dan foto utama (+roni banase)