Arsip Tag: Rony Banase

Jurnalis di Rote Ndao Kecewa, Gugus Tugas Covid-19 Tidak Terbuka Terkait Data

138 Views

Rote Ndao, Garda Indonesia | Para jurnalis sangat kecewa dengan kinerja Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao karena terkesan tertutup dalam penyampaian informasi penanganan kasus Corona.

Bermula dari jumlah kasus Covid-19 berdasarkan hasil rapid test di Kabupaten Rote Ndao terus bertambah pasca pengumuman dua Orang Dalam Pemantauan (ODP) oleh Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Rote Ndao, Sabtu, 11 April 2020.

Jurnalis sudah menanyakan ke Jubir Gugus Tugas pada Senin, 13 April 2020, terkait informasi hasil rapid test dua orang kerabat dekat ODP yang positif, namun dikatakan belum ada perkembangan, hingga media di Rote Ndao tidak mendapatkan penjelasan resmi terkait penambahan satu ODP dan dua ODP ( 3 ODP Positif Hasil Rapid Test) karena Gugus Tugas tidak merespons pertanyaan wartawan di Rote Ndao.

Menyikapi sikap Gugus Tugas Covid-19 Rote Ndao ini, beberapa jurnalis media cetak, elektronik dan online menganggap bertentangan dengan Protokol Komunikasi Publik Penanganan Covid-19 secara nasional yang mengatur, antara lain memberikan akses media untuk mengetahui informasi terkini terkait virus; harus memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada publik, juru bicara harus bisa ditemui dan bisa dihubungi setiap saat; selalu menyampaikan update informasi secara berkala; memastikan dapat mencantumkan keterangan waktu untuk menjamin ketepatan informasi, dan pada setiap perubahan yang terjadi, harus diinformasikan bahwa ini merupakan perubahan dari informasi sebelumnya.

Mencermati kondisi itu, Ketua Ikatan Media Online (IMO) Provinsi NTT, Rony Banase berupaya membangun komunikasi dan menjembatani kondisi tersebut dengan menghubungi Kabag Humas dan Protokol Setda Pemda Rote Ndao, Handryans Bessie dan Kepala RSUD Ba’a dr Widyanto P Adhy.

Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Rote Ndao menyampaikan bahwa sejak awal telah membuat rilis berita setiap hari terkait perkembangan Covid-19 secara rutin untuk para jurnalis. “Namun, pada perkembangan, usai hasil tes cepat atau Rapid Test dari beberapa ODP dan terkait teknis klinis lainnya agak sulit diperoleh dari Direktur RSUD Ba’a,” ungkap Handri pada Minggu, 19 April 2020 pukul 10.23 WITA.

Lanjutnya, upaya fasilitasi telah dilakukan, dengan menyampaikan beberapa pertanyaan media terkait hal teknis klinis, namun sulit diperoleh penjelasan yang mendetail dan tidak digubris. “Dijawab, namun hanya satu atau dua kata saja, kondisi tersebut sulit bagi teman-teman media untuk mengembangkan pemberitaan dan Direktur RSUD Ba’a tidak mengikuti perkembangan pemberitaan,” beber Handri sembari menyampaikan bahwa upaya membangun komunikasi dan menyampaikan informasi satu pintu dan terarah telah dilakukan dengan dr Adhy.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Rote Ndao, Handri Bessie. Foto oleh roolnews.id

Terpisah, Direktur RSUD Ba’a saat dihubungi via telepon pada Minggu, 19 April 2020 pukul 11.32 WITA, menyampaikan akan berupaya untuk membangun komunikasi dua arah dengan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Rote Ndao.

dr Adhy juga menyampaikan telah berupaya menyampaikan hal teknis klinis kepada teman-teman media melalui Kabag Humas. “Hal tersebut telah dilakukan secara terus-menerus dan disampaikan kepada Kabag Humas,” katanya menjawab pertanyaan Ketua IMO NTT terkait kerja kolaborasi penyampaian update informasi penanganan Covid-19 di Rote Ndao. (*)

Penulis (*/Tim IMO NTT)

Hikmah di Balik Orang NTT Pertama Positif Covid-19

646 Views

Hikmah di Balik Orang NTT Pertama Positif Covid-19

Oleh : Rony Banase

Membayangkan kita terpapar Covid-19, dinyatakan positif lalu diumumkan dan masuk dalam list orang positif Covid-19, ibarat peristiwa paling menyeramkan dalam sejarah hidup kita. Namun, kondisi ini berbeda terhadap seorang Putra Terbaik asal Pulau Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama El Asamau.

Dengan predikat baru yang disandang “Pasien 01” pemilik nama lengkap Elyas Y. Asamau, S.IP., MPP. Tak urungkan niat baik untuk secara terbuka mengumumkan jati dirinya (melalui chanel youtube https://youtu.be/uw1b9YvJwjo  mengidap Corona Virus Disease (Covid-19) yang melanda dunia dan tercatat (Hingga 10 April 2020) ada 1.600.984 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 95.604 jiwa dan yang telah sembuh sebanyak 355.671 orang (data dari Worldometer).

Kondisi ini drastis mengubah predikat “Zona Hijau NTT Negatif Covid-19” menjadi Zona Merah dan mereposisi provinsi dengan julukan New Tourism Territory sebagai provinsi ke-33 yang terpapar Covid-19 diumumkan oleh Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19 di Indonesia (baca : https://gardaindonesia.id/2020/04/09/ntt-1-positif-covid-19-total-nasional-capai-3-293-kasus/

Kondisi tersebut tak pelak menjawab teka-teki siapa orang positif pertama Covid-19 (karena muncul berbagai spekulasi warga media sosial [citizen journalism]), dalam hitungan detik berbagai sudut medsos dibanjiri oleh viralnya pengakuan tulus El dengan bumbu penguatan dan edukasi bagi seluruh masyarakat NTT agar siap mental dan tenang menghadapi pandemi Covid-19.

Tak lazim? Memang, siapa di dunia ini yang berani dan berbesar hati mengumbar kondisi positif Covid-19 (meski protap Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19, wajib merahasiakan identitas pasien Covid-19). Berbanding terbalik bagi El Asamau, pegiat literasi yang sempat viral beberapa waktu (sekitar 2—3 bulan) lalu di berbagi platform media sosial karena kegigihan dan ketabahan berupaya mencari jalan agar saudari perempuan tersayangnya sembuh dari penyakit kejiwaan dan kembali waras.

Sontak berbagai pemberitaan bermunculan ibarat jamur di musim hujan, mulai dari postingan ala kadar di medsos hingga karya jurnalistik merebak seisi pengguna smartphone yang setiap detik menelusuri berita Covid-19 yang mengalahkan rating berita hubungan asmara pejabat publik, kasus pemerkosaan, pelecehan seksual, korupsi, pembunuhan, hingga berita edukatif dan komunikatif di media daring (online), elektronik dan cetak.

Warganet pun menggapai ide dan memperoleh ruang ekspresi mengumbar dan menjual berita hot “Orang NTT Pertama Positif Covid-19” berbagai sudut dihiasi potret El Asamau, beragam corak pemberitaan hingga meme kaya ragam menghiasi dinding layar hp android teman kita sehari-hari.

Lantas, apa hikmah dari pengakuan tulus El Asamau? Itu sebuah pelajaran berharga bagi kita Orang NTT yang dikenal gigih dan berwatak keras layaknya batu karang. Kita diedukasi oleh anak seorang petani yang mengenyam pendidikan hingga jenjang S3 (Doktor) di American University. Lagi pula, Tuhan amat baik bagi kita karena peneguhan positif Covid-19 El Asamau bertepatan pada rentetan momentum sakral umat kristiani di Provinsi Nusa Terindah Toleransi.

Masa Paskah 2020, bersanding mesra dengan masa tanggap darurat Covid-19, masa ini memaksa kita memindahkan lokasi altar pemujaan, puji-pujian dan penyembahan dari gereja ke rumah masing-masing. Masa Paskah tahun ini memotret sejarah dan bakal dikenang oleh anak cucu kita bahwasanya tergores dalam tatanan budaya, Prosesi Semana Santa di Kota Reinha Flores Timur dibatalkan, Pawai Paskah di Kupang pun demikian, hingga pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengekang ekspresi di beberapa kota.

Lalu, sebuah pesan menggantung manja di benak saya, apa pesan Tuhan bagi kita melalui Pandemi Covid-19 ini? El tertular Covid-19 bukanlah sebuah kebetulan, tetapi Tuhan punya rancangan dan rencana yang luar biasa, Tuhan menyiapkan El Asamau menjadi saluran berkat dan bermanfaat lebih besar bagi Nusa Tenggara Timur.

Namun, kita dituntut lebih memproteksi diri dari Covid-19, kita dipaksa dengan pertimbangan keselamatan jiwa untuk melakukan pembatasan interaksi sosial (social distancing), jaga jarak interaksi (physical distancing), membudayakan diri cuci tangan, memakai masker, dilarang berjabat tangan hingga menakar tradisi cium hidung (Henge’do) yang menjadi budaya keakraban dan pemutus sengketa.

Kita pun dipinta oleh pemerintah untuk tidak panik dan melakukan protokol kesehatan diri, jangan menciptakan kerumunan, menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga, dan memakai masker, baca https://gardaindonesia.id/2020/04/10/pasien-positif-covid-19-dirawat-di-rs-w-z-yohanes-gubernur-pinta-jangan-panik/

Efek kejut dari pengakuan tulus dari pegiat literasi dan pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Alor ini justru agak memudahkan pemerintah melakukan penelusuran (contact tracing) dengan siapa saja El Asamau berinteraksi. Prosedur ini tampaknya bakal berbuntut pada kesadaran kita untuk lebih mawas diri memosisikan lokasi berdiri mengantri saat berbelanja obat di apotik, namun tidak serupa saat berbelanja di pasar tradisional, memesan makanan favorit via aplikasi, menghabiskan waktu membaca buku favorit, memainkan game online, berkumpul bersama keluarga tercinta (menepis sejenak kesibukan diri), bahkan menyadarkan kita membaca buku terlaris di dunia (Alkitab, red) guna mengisi waktu perpanjangan masa Pandemi Covid-19 entah sampai kapan.

Salam Sehat dan Jaga Jarak. Tuhan Memberkati Nusa Tenggara Timur

Sumba Jadi Target Operasi Human Trafficking

95 Views

NTT, gardaindonesia.id – Direktur Lembaga Padma Indonesia (Pelayanan Advokasi Untuk Keadilan.dan Perdamaian Indonesia) sekaligus Koordinator Pokja MPM (Kelompok Kerja Menentang Perdagangan Manusia) dan Ketua Satgas Anti Human Trafficking Partai Golkar NTT, Gabriel Goa, menyatakan mendukung total kerja keras Kanit Tipiter Polres Sumba Barat Bripka Martin Jurumana,SH dan jajaran Polres Sumba Barat.

Sesuai berita yang dirilis oleh satu media online bahwa Bripka Martin Jurumana beserta Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang Bareskrim Mabes POLRI yang telah menangkap dan memproses hukum TPPO terhadap satu orang tersangka inisial ANK  Ground Staff maskapai penerbangan di Bandara Kelas II Tambolaka (16/05/18) sebagai jaringan mafia Human Trafficking yang menjadikan Sumba sebagai target operasi Human Trafficking.

Melalui pesan Whatsapp kepada gardaindonesia.id, Rabu/13 Juni 2018 pukul 13.33 wita, Gabriel Goa juga mendesak Kapolri dan Kapolda NTT untuk memberikan penghargaan khusus kepada para Kasat, Kanit dan anggota Polri di NTT yang telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan “kocek” (=uang) pribadinya untuk menindak tegas dan memproses para pelaku dan aktor Intelektualis TPPO dengan Target Operasi Human Trafficking di NTT.

Ketua Satgas Anti Human Trafficking Partai Golkar NTT ini juga mengajak semua pihak baik Pemerintah Legislator, Lembaga Agama, Lembaga Adat, Aparat Penegak Hukum, Perusaahaan, Pers dan Masyarakat untuk bahu membahu selamatkan korban Human Trafficking dan mencari solusi bersama atasi Darurat Human Trafficking NTT.

“Stop Bajual Orang NTT!”, Tegas Gabriel Goa.

Koordinator Pokja MPM ini mendesak Pemerintah segera membangun dan merealisasikan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) dan Balai Latihan Kerja Standar Internasional bekerjasama dengan pihak Lembaga Agama dan Perusahaan Profesional serta Perguruan Tinggi di Kupang untuk layani wilayah Timor, Sabu Raijua, Semau, Rote Ndao dan di Tambolaka untuk melayani seluruh Wilayah Sumba dan di Maumere untuk wilayah Ende, Sikka, Flotim, Lembata dan Alor serta di Labuan Bajo untuk layani wilayah Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.

Direktur Lembaga Padma Indonesia asal Pulau Flores ini mendesak semua pihak yang terlibat dalam LTSA sesuai rekomendasi KPK RI agar bekerjasama, bukan main Sendiri sendiri lagi tapi bersatu dalam satu layanan yakni ImigrasiD Dukcapil, Kesehatan, BPJS, PPTKIS, Disnaker, BP3TKI, Polri dan lainnya di LTSA. (+rb)

*/Picture Of TOTPI