Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 6 Jun 2020
  • visibility 114
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jahe Merah atau empon-empon (bahasa Jawa, red) atau Zingiber officinale var. Rubrum adalah tanaman dengan rimpang berwarna merah dan ukurannya lebih kecil dari jahe putih/kuning (jahe badak).

Dilansir dari Kompas.com, Jahe merah menjadi salah satu ramuan tradisional yang paling sering diolah menjadi minuman yang dapat menghangatkan badan saat cuaca hujan. Namun, ada lain manfaat jahe merah untuk kesehatan yang dapat kita rasakan seperti memiliki sifat antiradang, mengatasi gejala osteoartritis, memperbaiki gairah seksual, dan meningkatkan kesuburan pria.

Selain itu, riset membuktikan bahwa manfaat jahe merah untuk kesehatan adalah peluruh kentut (karminatif), antimuntah, pereda kejang, antipengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, antimikroba dan parasit, antipiretik, antirematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

Di samping itu, jahe merah memiliki aktivitas sebagai immunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Efek ini yang bermanfaat dalam pencegahan dan membantu dalam pemulihan melawan virus Corona.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, jika ada ingin membeli jahe merah dalam bentuk olahan bubuk yang telah dikemas dan dijamin higienis, maka dapat dijangkau sekaligus membantu industri rumahan Jahe Merah Mbak Retno yang berlokasi di Jalan Nangka RT 05 RW 02 Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara (NTT).

Selain itu, Mbak Retno juga mengolah kelor [marungga, red) menjadi berbagai jenis olahan makanan, minuman dan kecantikan. Lantas, bagaimana geliat industri rumahan kelor dan Jahe Merah dari pemilik nama lengkap B. Retno Kusumastuti, S.H. dan istri dari Ir. Eldy Toka ini, di tengah pandemi Covid-19 ini dapat bertahan? Simak wawancara Garda Indonesia dan Mbak Retno pada Kamis siang, 4 Juni 2020, di bawah ini:

Garda Indonesia : Bagaimana awal mula sampai dirintisnya usaha ini?

Mbak Retno : Fokus kita saat ini yaitu bagaimana mendapatkan uang untuk kelangsungan hidup kita, kebetulan saat ini kondisinya saat ini bisa dibilang sulit, tapi saya melihat ada peluang. Bahwa situasi saat ini adalah situasi yang abnormal, kondisi yang luar biasa, jadi saya tahu bahwa peluang yang bagus saat ini adalah jahe. Intinya supaya orang ke mana-mana itu harus sehat. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi empon-empon [jahe merah, red].

Garda Indonesia : Apa alasan utama menekuni usaha olahan jahe merah?

Mbak Retno: Alasan saya tertarik dengan ini tentu saja karena ada bakat turunan, jadi orang tua saya sudah menekuni jamu-jamuan baik itu kunyit putih, jahe, sencang maupun temulawak itu sejak 25 tahun yang lalu di Yogyakarta semenjak beliau pensiun dari kejaksaan. Makanya, mencari kesibukan dengan home industry.

Garda Indonesia : Sejak tahun berapa, Mbak Retno pindah ke sini [Kota Kupang, red) dan menekuni usaha ini?

Mbak Retno: Sebelum ke sini tahun 2016, saya memang biasa kerja dengan orang lain selama 30 tahun di Jakarta dan di sini juga mencoba kerja dengan orang lain, tetapi saya lebih rindu untuk punya usaha sendiri. Saya tertantang karena saya ingin mengasah talenta saya di mana saja. Setelah itu saya mencoba usaha kelor karena di sini budidaya kelor luar biasa. Kualitasnya sudah diakui dunia nomor 2 setelah Spanyol, hanya orang-orang masih sebatas mengonsumsi untuk makanan sehari-hari. Padahal kelor itu miracle tree. Pohon itu mempunyai banyak manfaat bahkan sangat tinggi kandungan gizinya sehingga ketika orang menganggap itu sebagai pilihan terakhir, bagi kami harus diangkat. Kita tidak hanya mengonsumsi itu saja tetapi dijadikan kapsul kelor atau nutrisi yang mempunyai manfaat untuk segala penyakit.

Garda Indonesia : Apa saja hasil olahan kelor yang dihasilkan oleh industri rumahan di sini?

Mbak Retno : Kami membuat teh seduh dan teh celup. Ada teman kami yang memanfaatkan kernel atau biji kelor kering untuk membuat minyak kelor karena minyak kelor ini sangat mahal sekali. Harganya itu bisa dibilang berkisar Rp.2 juta per liternya. Itu mereka gunakan untuk campuran kosmetik maupun parfum. Kami belum punya keahlian dibidang itu sehingga kita hanya masih memproduksi dan mencari pembeli. Dari ampas biji itu bisa dijadikan masker kelor. Manfaatnya tentu untuk kecantikan seperti kulit menjadi cerah, anti flek, anti keriput karena sangat alami dan tidak ada campuran apa pun. Kulit sensitif pun sebenarnya sangat aman, sejauh ini dipakai tidak ada komplain.

Garda Indonesia : Apakah semua olahan kelor tersebut memiliki waktu kedaluwarsa?

Mbak Retno : Kalau ditanya kedaluwarsa itu mengawetkan diri sendiri, mungkin di atas 2 tahun selama penyimpanannya benar.

Garda Indonesia : Apakah usaha kelor masih terus berlanjut?

Mbak Retno : Akhirnya, saat ini kami belum fokus pada kelor karena kami sedang berusaha membangun suatu jaringan di mana nanti kelor itu akan tetap dibudidayakan untuk lahan penghasilan bagi banyak orang. Terus kami beralih ke jahe walaupun mahal harganya tetapi kita ikuti pasar dan sangat dibutuhkan. Buktinya, kami mendapat undangan dari Disperindag Provinsi NTT untuk mengikuti bimtek selama 10 hari. Mereka sangat antusias karena ini untuk mengikis Covid-19 cepat berhenti.

Garda Indonesia : Apakah usaha ini sudah mempunyai izin termasuk label halal?

Mbak Retno : Kami sudah mengurus untuk izin usaha kecil lewat koperasi sehingga keluar izinnya agar lebih layak untuk beredar di masyarakat. Saya rasa dari pemerintah semakin mempermudah UKM di sini. Dari kemarin kita ketemu banyak orang itu ternyata usaha produksi minuman herbal itu lebih dari 20 orang di Kota Kupang. Itu luar biasa sekali karena berarti kita mencoba menjadikan empon-empon ini sebagai habit atau gaya hidup sehat. Jangan hanya berpikir hanya orang Jawa saja yang minum. Sebenarnya sangat bagus mengimbangi apa yang kita konsumsi sebab ada manfaatnya. Ini baru saya tekuni baru 3 bulan.

Garda Indonesia : Bagaimana respons Disperindag Provinsi NTT terhadap usaha kelor dan jahe merah di sini?

Mbak Retno : Menurut bapak Perindag ini sudah sangat bagus hasilnya untuk pemula. Kami menggunakan cara yang sangat sederhana tetapi kualitasnya sangat bagus. Saya mengedepankan heginitas atau kebersihan. Saya pastikan ini tidak ada pengawet, kimia dan sangat alami dengan campuran bahan-bahan yang sifatnya double action. Jahenya sudah bagus ditambah rempah-rempah pilihan kami yang kualitasnya sama dengan jahe. Jadi manfaatnya dobel. Sekarang banyak sekali pengetahuan tentang herbal dan kami sudah lihat semua itu.

Untuk mengenal dan memesan olahan Kelor dan Jahe Merah Mbak Retno, silakan menghubungi no whatsapp 081287860392.

Disperindag Provinsi NTT Dukung Industri Rumahan Mbak Retno 

Pose bersama Mbak Retno dan tim Disperindag Provinsi NTT saat kunjungan ke industri rumahan kelor dan jahe merah di Jalan Nangka Oeba

Sementara itu, Richye Manbait, S.T selaku PPK dan Dominggus Karvalfo selaku Kasie Fasilitas Industri Disperindag Provinsi NTT, saat kunjungan ke industri rumahan kelor dan jahe merah Mbak Retno pada Kamis, 4 Juni 2020 menyampaikan Disperindag Provinsi NTT melalui dana APBN mengalokasi anggaran untuk pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM) dalam penanganan Covid-19.

“Salah satunya seperti ini yaitu minuman herbal. Kita budayakan teman-teman IKM yang membuat minuman herbal untuk nanti hasil dari semua produk ini akan kita salurkan ke Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT dan selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Richye.

Selain itu, imbuhnya, Ini stimulus untuk teman-teman IKM di saat kondisi yang sulit seperti ini agar mereka punya harapan dalam kondisi seperti ini. Konsistensi mereka tetap kita pertahankan. “Bukan hanya kegiatan ini, kita juga mempunyai kegiatan lain. Kemarin kita baru selesai dengan pembuatan masker untuk 30 orang IKM. Olahan kelor dan sabun cuci tangan dan hand sanitizer yang akan kita laksanakan dalam waktu dekat. Kita rencanakan di bulan ini kita selesaikan semua kegiatan dan semua hasilnya akan kita serahkan ke gugus tugas provinsi,” beber Richye.

Lanjutnya, “Kita dibidang perindustrian sendiri tidak bisa memberikan bantuan langsung ke IKM. Maka kita bungkus semuanya dalam kegiatan Bimtek yang fokusnya pemberdayaan IKM untuk Covid. Jadi teman-teman IKM ini kita berikan bahan, kemasan, insentif, uang saku dan uang transpor selama kegiatan.”

Ada pun besaran insentif yang diberikan Disperindag, beber Richye, teman-teman IKM akan menerima Rp.700.000,- selama 5 (lima) hari. Format Bimtek yang biasa kita lakukan terkontrol di dalam satu daerah, maksudnya kita kumpulkan di tempat latihan sekarang tidak bisa kita lakukan karena covid sehingga mesti menerapkan physical distancing.

“Kami mengubah formatnya dengan teman-teman IKM tetap berproduksi di tempat masing-masing dan kita yang mendampingi ke rumah produksi. Karena kalau kita kumpulkan dalam satu tempat akan melanggar protokol kesehatan,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat 3.064, Kasus Meninggal Tembus Angka 1.007

    Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat 3.064, Kasus Meninggal Tembus Angka 1.007

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali mencatat jumlah penambahan kasus sembuh Covid-19 per Selasa, 12 Mei 2020 pukul 12.00 WIB menjadi 3.063 setelah ada penambahan sebanyak 182 orang. “Kasus sembuh meningkat 182 orang menjadi 3.063 orang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di […]

  • ‘Dedikasi Awards & Gerakan Patuh Bank NTT 2019’—Apresiasi Loyalitas Nasabah, Cabang & Pegawai

    ‘Dedikasi Awards & Gerakan Patuh Bank NTT 2019’—Apresiasi Loyalitas Nasabah, Cabang & Pegawai

    • calendar_month Sab, 14 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Untuk ketiga kalinya, Bank NTT menyampaikan rasa terima kasih atas loyalitas nasabah yang terus setia memanfaatkan layanan jasa keuangan yang disediakan oleh Bank NTT dan memberikan penghargaan atas pencapaian kinerja cabang terhadap target Dana Pihak Ketiga (DPK) dan program Flobamora Cashback. Bank NTT juga memberikan penghargaan kepada pegawai atas teladan Gerakan […]

  • Wakil Bupati Belu Deklarasi Desa Sanitasi & Stop BAB Sembarangan

    Wakil Bupati Belu Deklarasi Desa Sanitasi & Stop BAB Sembarangan

    • calendar_month Sel, 22 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. mendeklarasikan Desa Mandeu dan Faturika sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta Desa Teun sebagai Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free/ODF) yang dihelat di Kantor Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 22 Juni […]

  • Waspada ! Tiga Lokasi Zona Merah Covid-19 di Kota Kupang

    Waspada ! Tiga Lokasi Zona Merah Covid-19 di Kota Kupang

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam sesi konferensi pers pada Jumat malam, 15 Mei 2020, mengungkapkan 3 (tiga) pasien Covid-19 baru di Kota Kupang baru terkonfirmasi melalui transmisi atau penularan lokal yang berada tiga zona merah. “Tiga Lokasi Zona Merah tersebut yakni di Oepoi, Bakunase […]

  • Surat Terbuka Kepada Joko Widodo Panglima Tertinggi TNI

    Surat Terbuka Kepada Joko Widodo Panglima Tertinggi TNI

    • calendar_month Ming, 16 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Dari Padri Hans Syalom Bapak Panglima Tertinggi TNI yang saya hormati; banggakan, dan kasihi dengan kasih Yesus Kristus. Mungkin ada beberapa surat terbuka yang telah dikirimkan kepada bapak selaku Presiden RI oleh beberapa anak bangsa yang sangat mencintai NKRI ini. Tetapi kali ini saya menulis surat terbuka ini bukan kepada Presiden, melainkan kepada bapak selaku […]

  • Mudik Saat Pandemi Covid-19, Membebani Moral Orang Tua di Rumah

    Mudik Saat Pandemi Covid-19, Membebani Moral Orang Tua di Rumah

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, MA. Ph.D. mengatakan bahwa aktivitas mudik pada saat pandemi Covid-19 justru dapat menambah beban moral baru bagi orang tua yang ada di kampung halaman. Menurut Nasaruddin, hal itu dapat terjadi karena pemudik pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini juga berpotensi mengundang kekhawatiran […]

expand_less