Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Konsistensi Gerakan Peduli Sampah Bersihkan Wajah Kotor Kota Kupang

Konsistensi Gerakan Peduli Sampah Bersihkan Wajah Kotor Kota Kupang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 27 Jun 2020
  • visibility 79
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gerakan Peduli Sampah (GPS) yang terbentuk pada Februari 2019 konsisten dan berkomitmen membersihkan sampah yang bertebaran yang merusak wajah Kota Kupang.

Aksi simpatik, edukasi, dan duplikasi yang dilakukan oleh GPS konsisten dihelat pada setiap akhir pekan [setiap sabtu pagi], seperti pada Sabtu pagi, 27 Juni 2020 pukul 07.30 WITA—selesai di areal sekitar Jembatan Petuk, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komunitas GPS terbentuk karena tergugah oleh aksi spontanitas Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat membersihkan sampah di beberapa lokasi di Kota Kupang; dengan komposisi Pelindung/ Inspirator Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nai Soi. Koordinator Utama Orson Basoeki. Koordinator Lapangan/ Team Inti : Don Paulus, Stef Surat, Samuel Pakereng, Imma Blegur, Vecky Taseseb, Nyoman Sanimbara, Petra Bilaut, Haji Indra, Hadi Djawas, Ayu Tafilus & Nyoman dari Bappeda Provinsi NTT, dan Nonny Chirilda.

Foto bersama GPS usai pembersihan sampah di area sekitar Jembatan Petuk pada Sabtu pagi, 27 Juni 2020

Pantauan Garda Indonesia di lokasi kegiatan, semua unsur yang terlihat dan terlibat dalam aksi bersih sampah antara lain 45 orang relawan yang dipimpin oleh Plt. Karo Umum Setda NTT, George Hadjo; 15 org Relawan PT.Flobamora; Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Don Paulus; 2 relawan dari Kelurahan Oepura; 3 relawan dari ESDM; Staf Ahli Gubernur, Samuel Pakereng; 2 Relawan dari Dinas Perindustrian; Stef Surat (ASN); Dokter dari RS.Siloam (dr Indira & dr. Kresna); 2 relawan ULTRAS; Garda Pemuda NasDem; Aca & Tim; 2 GPS cilik (Faith dan Hope); Relawan GPS (Nonny, Ayu, Rara dan lainnya).

Plt Karo Umum Setda NTT, George Hadjo bersama personilnya ikut serta membersihkan sampah

Untuk menunjang aktivitas penampungan sampah hasil pembersihan oleh GPS, turut mendukung 1 (satu) unit truk sampah dari Dinas Kebersihan Kota Kupang dan 1 (satu) mobil dari BPBD Kota Kupang.

Kepada Garda Indonesia, Koordinator GPS Orson Basoeki mengatakan bahwa komunitas kecil yang terbentuk terus membersihkan area yang telah disurvei. “Tujuan kami (GPS, red) untuk mengubah perilaku masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya dan peduli pada kebersihan Kota Kupang,” terangnya.

Aksi simpatik GPS Cilik (Faith dan Hope) turut membantu membersihkan sampah

Di samping itu, tegas Orson, pihaknya melihat belum ada keseriusan Pemkot Kupang untuk mengedukasi masyarakat [di tingkat RT/RW dan Kelurahan] agar dapat mengubah perilaku masyarakat. “Perilaku tersebut dapat dilakukan dengan memilah dan mengumpulkan sampah pada kantong plastik lalu dibuang pada tempat sampah yang telah disediakan.

Orson juga melakukan survei sebelum pelaksanaan GPS pada setiap sabtu. Menurutnya, meski GPS telah rutin melakukan pembersihan sampah, namun masyarakat seakan tak peduli dan tak mengubah perilaku membuang sampah.

Senada, Plt. Karo Umum Setda NTT George Hadjo pun menegaskan bahwa Gubernur peduli pada sampah, oleh karena itu pihaknya pasti akan sangat mendukung. “Kami mengarahkan personil dari Biro Umum Kantor Gubernur NTT,” ungkapnya seraya berkata semoga dengan aksi ini, masyarakat akan tergugah untuk peduli dan tidak membuang sampah sembarangan.

Dua unit mobil (BPBD dan Kebersihan Kota Kupang) turut mendukung aktivitas pembersihan sampah

Begitu pun dengan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Don Paulus yang telah bergabung dalam Komunitas GPS sejak 2 (dua) lalu sangat bersyukur dan memberikan apresiasi kepada GPS. “Mereka (GPS, red) setia sejak 13 bulan lalu melakukan pembersihan sampah secara rutin setiap sabtu,” bebernya sembari berujar sebagai penyelenggara pemerintah harus peduli terhadap kebersihan Kota Kupang.

Ia pun mendorong masyarakat Kota Kupang untuk hidup bersih dan berupaya untuk penegakan Perda tentang sampah [Perda Kota Kupang Nomor 4 Tahun 2011. Namun perda yang juga mengatur denda sebesar Rp.50 ribu dan denda kurungan selama enam bulan jika masyarakat kedapatan membuang sampah di sembarang tempat].

“Seharusnya Pol PP turut serta memberikan edukasi dan penegakan Perda tersebut,” tegasnya sambil menandaskan akan mengupayakan penegakan Perda dengan pemberlakuan sanksi.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • TERPANTAU, Siklon Tropis Olga, Waspada Sumba & Sabu Raijua

    TERPANTAU, Siklon Tropis Olga, Waspada Sumba & Sabu Raijua

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Nusa Tenggara Timur (Forum PRB NTT), Norman Riwu Kaho mengungkapkan, Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) BoM Australia menyampaikan rilis pada Sabtu, 6 April 2024, menyatakan bahwa bibit siklon 96S dipastikan makin meningkat intensitasnya mencapai kekuatan siklon tropis kategori dan “resmi” dinamakan siklon tropis Olga. Dipaparkan Norman […]

  • Stimulus Ekonomi, 97% Pelanggan PLN Rumah Tangga Dapat Diskon 1/2 Harga

    Stimulus Ekonomi, 97% Pelanggan PLN Rumah Tangga Dapat Diskon 1/2 Harga

    • calendar_month Kam, 19 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | PLN (Persero) mendukung penuh langkah Pemerintah dalam menyalurkan paket stimulus ekonomi bagi 81,4 juta pelanggan atau 97 persen dari total 84 juta pelanggan golongan rumah tangga. Melalui stimulus tersebut, Pemerintah melalui PLN akan memberikan potongan tarif listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 2.200 VA ke bawah pada Januari hingga […]

  • “NTT Bagaya” 14 Hari Tambah Daya Listrik PLN Diskon 50 Persen

    “NTT Bagaya” 14 Hari Tambah Daya Listrik PLN Diskon 50 Persen

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Loading

    General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa program “NTT Bagaya” ini merupakan inisiatif murni dan khusus untuk masyarakat NTT dan pertama kali dilakukan memperingati HUT ke-67 NTT.   Kupang | Guna menyemarakkan hari ulang tahun (HUT)ke-67 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), PLN Unit Induk Wilayah (UIW) meluncurkan program spesial: Diskon 50% Biaya […]

  • GRATIS! PLN dan SMKN 3 Mataram Serahkan 34 Motor Konversi KESDM

    GRATIS! PLN dan SMKN 3 Mataram Serahkan 34 Motor Konversi KESDM

    • calendar_month Sen, 18 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | Mitra binaan PLN Peduli PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), SMKN 3 Mataram, telah menyerahterimakan secara gratis 34 unit motor konversi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) kepada pemilik kendaraan, Jumat 15 Desember 2023. Sebanyak 34 motor BBM sudah berhasil dikonversi dan siap mengaspal melalui kolaborasi […]

  • Peluncuran di Malioboro, 1 Juta Pedagang Kali Lima & Warung Dapat Bantuan Tunai

    Peluncuran di Malioboro, 1 Juta Pedagang Kali Lima & Warung Dapat Bantuan Tunai

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Yogyakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran Program Penyaluran Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Sabtu, 9 Oktober 2021. Nanti, BT-PKLW akan diserahkan kepada 1 juta PKL dan warung di seluruh Indonesia masing-masing diberikan sebesar 1,2 juta rupiah. “1,2 juta rupiah cukup menurut hitungan kita […]

  • Juli-September Alami Deflasi; Kepala BPS Akui Andil TPID & Satgas Pangan

    Juli-September Alami Deflasi; Kepala BPS Akui Andil TPID & Satgas Pangan

    • calendar_month Sen, 1 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Gardaindonesia.id-Selama kurun waktu Juli-September 2018, Provinsi NTT mengalami deflasi yangmana Juli deflasi 0,13 persen; Agustus deflasi 0,45 persen; dan September 2018 alami deflasi sebesar 0,69 persen karena adanya penurunan Indeks harga pada 3 kelompok pengeluaran yaitu: bahan makanan, kesehatan dan transportasi. Komoditas yang mendorong deflasi diantaranya kangkung -0,17 angkutan Udara -0,11 Ikan tongkol -0,10 […]

expand_less