Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Komitmen Pemkot Kupang Lanjutkan Program Bedah Rumah

Komitmen Pemkot Kupang Lanjutkan Program Bedah Rumah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 21 Jul 2020
  • visibility 112
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wabah Covid-19 masih terus mengancam, tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kota Kupang untuk terus menyejahterakan warganya lewat perwujudan visi dan misinya. Salah satu visi yang saat ini mendapat perhatian serius adalah terwujudnya Kota Kupang yang layak huni, dengan membangun rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang merupakan sasaran program rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi MBR, bedah rumah yang telah menikmati bantuan ini. Ke depan dipastikan program ini akan terus berlanjut dan masih banyak rumah lagi yang akan dibedah.

Ungkapan terima kasih dan apresiasi terus mengalir kepada Pemkot Kupang, tidak hanya dari para penerima bantuan, tetapi juga dari warga sekitar yang turut menyaksikan langsung kebahagiaan tetangga mereka yang telah menikmati bantuan Pemkot Kupang. Seperti yang terjadi ketika Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore bersama Anggota DPD RI sekaligus Ketua TP PKK Kota Kupang, Hilda Riwu Kore – Manafe mengantar Viktor Kamaleng dan istrinya Linda Kamaleng – Solukh kembali ke rumahnya yang telah selesai dibedah di RT 22, Kelurahan Fatufeto, pada Jumat, 17 Juli 2020. Selama 14 hari rumahnya dibedah Viktor Kamaleng bersama keluarganya tinggal sementara di Hotel Maya, yang dibiayai oleh donatur, Ibu Hilda Manafe dan Pak Herman Heri. Tangis haru Viktor Kamaleng dan istri pecah ketika melihat bangunan rumahnya yang baru. Riuh tepukan tangan dan ungkapan haru seraya terima kasih dari warga menyambut kedatangan Wali Kota beserta rombongan.

Sehari sebelumnya, pada Kamis, 9 Juli 2020, Wali Kota Kupang dan Ibu Hilda Riwu Kore – Manafe menjemput Ibu Anantjie Djara bersama anak dan cucunya dari Hotel Gajah Mada Kelurahan Nunleu, untuk diantar kembali menempati rumahnya yang terletak di RT 09/RW 03, Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja yang telah selesai dibedah oleh Pemkot Kupang. Janda anak 1 yang telah berusia senja itu terharu menyaksikan rumahnya yang semula hanya gubuk berdinding bebak dan seng serta berlantai tanah berubah menjadi bangunan tembok yang layak serta siap huni.

Selama bedah rumah, Ina Djara sapaan akrabnya Anantjie Djara bersama keluarganya tinggal sementara di Hotel Gajah Mada yang dibiayai dengan uang pribadi Wali Kota Kupang. Wali Kota Kupang bahkan menyumbangkan sebuah televisi, sembako dan perabot rumah tangga yang dibeli dengan uang pribadinya, “Kita ada bawa sembako untuk Ina Djara, kami juga belikan tempat tidur supaya oma sonde tidur di bale bale lagi seperti dulu,” ujar sosok yang akrab disapa Jeriko ini.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat melihat progress pekerjaan bedah rumah salah satu warga

Hal yang sama juga dialami Luter Masu, Wali Kota Kupang juga berkesempatan menjemput dan mengantar pulang Luter Masu dan keluarga menempati untuk rumah barunya yang terletak di RT 18, RW 07 Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak. Secara spontan istrinya Rut Baitanu, menangis terharu sembari spontan memeluk Ny. Hilda Manafe ketika gubuk reot berlapis bebak yang biasa ia tempati bersama keluarga telah berubah menjadi bangunan kokoh berdinding batako. Berbeda dengan Viktor Kamaleng, Luther Masu beserta keluarga ditampung sementara di Rumah Jabatan Wali Kota selama 14 hari rumahnya dibedah.

Ketua RT 18 RW 7 Kelurahan Manulai 2, Ibrahim Baitanu, mengaku telah lama prihatin dengan kondisi rumah salah satu warganya, Luther Masu. Sehingga ketika mengetahui Luther akhirnya menerima bantuan dirinya mengaku turut senang, “Awalnya Lurah datang untuk mendata Pak Luther dalam usulan penerima bantuan, selang dua minggu kemudian datang lagi dan menyampaikan pesan bahwa Pak Wali berkenan bertemu Luther dan keluarga untuk diberikan bantuan ini,” ucap Ibrahim.

Jibrael Kolo salah satu tetangga Luther Masu turut mengapresiasi kepedulian Wali Kota Kupang yang nyata dirasakan masyarakat melalui program bedah rumah, “Terima kasih Bapa Wali telah membantu tetangga kami, sehingga mereka dapat memiliki rumah yang layak huni. Semoga semakin banyak warga yang tersentuh perhatian pemerintah,” kata Jibrael.

Wali Kota juga mengantar pulang Elisabet Saves Toto, seorang janda 8 anak di Kelurahan Manulai II. Elisabet merupakan salah satu penerima bedah rumah yang juga ditampung sementara di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang selama rumahnya dibedah. Ester tak kuasa menahan harunya ketika melihat kondisi rumahnya yang semula hanya berdinding seng, telah berubah menjadi bangunan tembok sederhana bertipe 36 hasil bedah Pemkot. Imo Giri salah satu tetangga Elisabet pun turut berkomentar, “Kami prihatin dengan kondisi rumah Ibu Elisabeth yang sudah sudah hampir roboh dan berlubang. Syukurlah, akhirnya doa ibu Elisabeth terjawab melalui program bedah rumah Pemkot ini, berkat perhatian Wali Kota, ibu Elisabet akhirnya terbantu,” kata Imo.

Wali Kota Kupang mengatakan, program bedah rumah merupakan salah satu misi untuk mewujudkan hunian layak huni bagi masyarakat Kota Kupang, “Hati kami terketuk untuk memperhatikan warga yang kurang beruntung, belum memiliki rumah layak di kota ini, dengan segala keterbatasan kami berupaya untuk membantu mereka,” ucap Wali Kota.

Kepedulian Wali Kota Jefri membelikan satu unit televisi bagi salah satu warga penerima manfaat bedah rumah Pemkot Kupang

Pemkot melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Kupang menganggarkan Rp.2,5 miliar untuk Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Bedah Rumah. Dengan prioritas penanganan didahulukan bagi pekerjaan bedah rumah yaitu pembangunan baru. Karena dari hasil survei di lapangan, ditemukan bahwa rumah MBR yang akan direhabilitasi secara konstruksi cukup memprihatinkan bahkan beberapa di antaranya ada yang sudah hampir roboh, sehingga tidak dapat ditingkatkan kualitasnya melainkan diprioritaskan untuk dibangun baru.

Mantan Anggota DPR RI dua periode ini juga mengatakan ke depan program ini akan menjadi prioritas dan Pemkot Kupang berkomitmen untuk terus membantu warga yang kurang mampu lewat program ini. Menurutnya, pemkot berencana untuk melanjutkan program ini di tahun mendatang agar semakin banyak masyarakat yang terbantu, bukan saja bagi rumah MBR yang tidak layak huni namun juga bagi masyarakat tidak mampu dan belum memiliki rumah.

“Ke depan, mudah-mudahan dengan didukung oleh teman-teman DPRD kita dapat menganggarkan pendanaan yang lebih besar sehingga lebih banyak masyarakat yang terbantu, tidak terbatas pada yang rumahnya tidak layak huni saja, kalau bisa kami juga akan bantu masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah atau bahkan tidak punya lahan untuk bangun rumah,” ujar Wali Kota Jefri.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kota Kupang, Ir. Cornelis Isak Benny Sain menjelaskan pelaksanaan program ini berdasarkan nama paket yang tertuang dalam dokumen pelaksanaan anggaran Dinas Perumahan Rakyat Kota Kupang tahun 2020 yaitu rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi MBR, bedah rumah (DAU). Pelaksanaan rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi MBR, bedah rumah dengan prioritas penanganan didahulukan bagi pekerjaan bedah rumah yaitu pembangunan baru sedangkan untuk peningkatan kualitas akan dilaksanakan setelah selesainya pekerjaan pembangunan baru.

Pekerjaan bedah rumah yaitu pembangunan baru diprioritaskan bagi rumah MBR yang secara konstruksi tidak dapat ditingkatkan, yaitu rumah warga yang memenuhi kriteria misalnya struktur atap yang dapat membahayakan penghuni, misalnya rapuh, jebol, atau bocor parah. Ditambah dengan rangka rumah atau dinding yang tidak layak serta lantai yang masih tanah. Juga pertimbangan dari aspek kesehatan yang belum memadai seperti pencahayaan dan sirkulasi udara yang buruk dan dari sisi utilitas, tidak memiliki sarana mandi cuci kakus (MCK). Mengenai pengawasan pekerjaan, menurut Beny Sain dilakukan langsung oleh tim teknis dinas yang berkompeten. (*)

Sumber berita dan foto (*/PKP/KP)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Listrik Masuk Desa di Alor Tengah, Profit Usaha Kecil Meningkat

    Listrik Masuk Desa di Alor Tengah, Profit Usaha Kecil Meningkat

    • calendar_month Jum, 13 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Alor, Garda Indonesia | Tiga desa di Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Desa Welai Selatan, Desa Fuisama, dan Desa Tominiku, resmi menikmati listrik dari PLN pada Juni 2021. Salah satu warga Desa Welai Selatan Lambertus Alopada mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran listrik yang sudah masuk […]

  • Presiden Jokowi Serahkan 1 Juta Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Secara Virtual

    Presiden Jokowi Serahkan 1 Juta Sertifikat Tanah Untuk Rakyat Secara Virtual

    • calendar_month Sel, 10 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyerahkan 1 juta sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat secara virtual, pada Senin siang, 9 November 2020, di Istana Negara. Satu juta sertifikat tersebut diserahkan kepada masyarakat di 31 provinsi dan 201 kabupaten/kota. Penyerahan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang. “Satu juta sertifikat adalah […]

  • SEGERA RAMPUNG, Pendataan Lahan PLTP Ulumbu 5—6 Poco Leok

    SEGERA RAMPUNG, Pendataan Lahan PLTP Ulumbu 5—6 Poco Leok

    • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai, Garda Indonesia | Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai, Siswo Hariyono menyebutkan proses pengukuran serta pengumpulan data pengadaan tanah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu-Poco Leok akan segera rampung. Project pengadaan tanah pengembangan PLTP Ulumbu pada unit 5–6 berkapasitas 2×20 Megawatt (MW) di Poco Leok, kecamatan Satar Mese, kabupaten Manggarai, tersebar di […]

  • Masyarakat Adat Poco Leok NTT Angkat PLN Jadi Saudara Gendang

    Masyarakat Adat Poco Leok NTT Angkat PLN Jadi Saudara Gendang

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai | Masyarakat Adat Gedang Mesir, Desa Lungar, Kabupaten Manggarai, NTT, menganugerahi status Ase Kae (saudara gendang) kepada PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) dalam rangkaian upacara adat penti pada Selasa, 17 September 2024. Penganugerahan status Ase Kae ini, menurut adat Manggarai, sebab PLN UIP Nusra kini telah memiliki lahan di wilayah […]

  • Belajar dari Covid-19, Webinar Edukasi IGI Flores Timur Jadi Wahana Belajar

    Belajar dari Covid-19, Webinar Edukasi IGI Flores Timur Jadi Wahana Belajar

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka, Garda Indonesia | Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia, membuat banyak perubahan di segala bidang kehidupan manusia pada skala besar maupun kecil, pada tingkat desa maupun nasional bahkan internasional. Pandemi Covid-19 begitu kuatnya mengguncang dunia hingga dalam jangka waktu yang begitu singkat, sang virus sudah menjadi objek yang mengerikan karena memakan jutaan […]

  • SMP Katolik Giovanni Kupang Memanggil Alumni

    SMP Katolik Giovanni Kupang Memanggil Alumni

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    SMPK Giovanni Kupang telah mencetak puluhan ribu lulusan yang kini telah bekerja dan berkarya di berbagai instansi/lembaga pemerintah maupun swasta di dalam negeri maupun luar negeri.   Kupang | Pada Jumat, 1 Agustus 2025, SMP Katolik Giovanni Kupang (sebelumnya bernama SMK Katolik Frater Kupang) bakal berusia 75 tahun. Dari sekolah yang hanya memiliki tiga ruang […]

expand_less