Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Doktor Twen dan PPL Latih Tani Organik Saat Musim Tanam II di Desa Kuanheun

Doktor Twen dan PPL Latih Tani Organik Saat Musim Tanam II di Desa Kuanheun

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 22 Sep 2020
  • visibility 163
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tak hanya mengandalkan musim tanam pertama (Oktober—Maret), para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Oemathonis di Desa Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya melakukan terobosan menanam pada musim kemarau atau musim tanam II (kedua) pada periode April—September.

Bermodalkan sebuah sumur bor, lahan kering seluas 2 hektar lebih milik Arnold Lassi tersebut yang sebelumnya hanya ditanam jagung; kini, mulai ditanam sayur mayur, tomat, dan bawang merah berbasis organik.

Keputusan bertani organik yang dilakukan oleh 22 petani yang sebelumnya hanya mengandalkan musim hujan tersebut, atas dorongan dari Doktor Twen Dami Dato dari Fakultas Peternakan Undana Kupang dan 2 (dua) Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yakni Jose de A. Freitas, S.Pt. dan Maria Kristela Tuames, S.P.

Panen perdana ketimun oleh Kelompok Tani Oemathonis di Desa Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang

Jose de A. Freitas, S.Pt. Koordinator Penyuluh Pertanian Provinsi NTT mengungkapkan bahwa Kelompok Tani Oemathonis merupakan kelompok baru (berdiri sejak Juli 2020, red) yang masih menerapkan teknik mengolah pertanian tradisional. “Kelompok Tani ini kami kenal saat memproduksi pupuk bokashi bersama doktor Twen Dami Dato dan para pemulung di TPA Alak, kemudian kami sarankan tak hanya berproduksi kompos, namun dapat diterapkan teknologi dengan memanfaatkan bahan organik sehingga dapat menghasilkan produk pertanian organik,” ujarnya.

Walaupun kelompok tani ini baru, imbuh Jose, dan belum melakukan pengaturan jarak tanam, termasuk belum diakomodir dan tercatat dalam Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kupang Barat, namun telah diupayakan dikomunikasikan sehingga ke depan dapat memperoleh bantuan pupuk. “Pada saat ada pupuk bersubsidi, maka mereka (Kelompok Tani Oemathonis, red) dapat memperoleh bantuan,” ungkapnya sembari mengatakan para petani lebih tertarik pada komoditi hortikultura.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Provinsi NTT, Jose Frietas dan Telda Tuames sedang memberikan arahan kepada para petani

Semoga, tambah Jose, bersama doktor Twen, Petani di Desa Kuanheun dapat lebih maju dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern untuk mendukung produksi mereka. “Termasuk pengolahan lahan yang baik dengan menggunakan banyak pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah dan membuat pertanian terintegrasi (terdapat ternak sehingga kotoran dari ternak dapat dijadikan pupuk bokashi),” tandasnya.

Senada, Maria Kristela Tuames, S.P. Penyuluh Pertanian Provinsi NTT mengungkapkan bahwa pola tanam yang dilakukan oleh para petani sudah baik, meski tanpa pendampingan telah dilakukan dengan baik. “Namun, masih ada kekurangannya adalah masih kurang penggunaan pupuk bokashi belum maksimal, dapat dilihat dari hasil panen dan tanah belum gembur,” urai Telda sapaan akrabnya.

Seperti dari budidaya bawang, jelas Telda, dapat dilihat dari hasil panen bawang. “Dari hasil panen bawang, ketika tanah gembur, maka 1 rumpum bawang dapat mencapai 12—14 siung dengan diameter bawang lebih besar,” tandasnya.

Kebahagiaan Doktor Twen Dami Dato  ( berbaju biru dan bertopi) saat panen perdana bawang merah varietas unggulan bersama Petani di Desa Kuanheun

Sementara itu, Arnoldus Lasi, pemilik lahan menyampaikan dirinya memberikan lahan seluas 2 hektar untuk diolah, namun sementara ini, hanya sekitar setengah hektar (5.000 meter persegi) yang diberdayakan sebagai lahan pertanian organik. “Saya memberikan lahan ini, agar para petani musiman dapat mengolah lahan ini dengan memanfaatkan air sumur bor yang dialirkan ke 6 (enam) penampungan buatan yang terbuat dari terpal,” urainya.

Bagi yang belum punya penampungan, ungkap Arnol, mereka mengambil air dari penampungan dengan cara dipikul lalu disiram ke masing-masing bedeng.

Salah satu petani yang memperoleh air dari pemilik lahan, Agustinus Besie yang memiliki lahan sendiri sekitar 1.200 m2 yang memberdayakan lahannya berkat dukungan air, maka dapat dimaksimalkan untuk ditanam sayuran organik, bawang, dan tomat. “Ini tahun pertama kami menanam di sini. Kalau ada bantuan pemerintah, kami sangat bersyukur, namun jika tak ada, ya kami usahakan sendiri,” ujar ayah dari enam orang anak tersebut.

Penulis, editor, foto, dan video (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Sedia Listrik Gratis Mei—Oktober 2020 bagi Pelanggan Bisnis & Industri Kecil

    PLN Sedia Listrik Gratis Mei—Oktober 2020 bagi Pelanggan Bisnis & Industri Kecil

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo memperluas program perlindungan rakyat yang terdampak akibat Covid-19 dan mengupayakan pemulihan ekonomi, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Termasuk program khusus bagi usaha ultramikro dan usaha mikro yang selama ini tidak tersentuh atau terjangkau lembaga keuangan maupun perbankan. Ada 5 (lima) skema besar program yang diperuntukkan […]

  • Rakor PTSP Prima : Wagub Josef Pinta Pelayanan Perizinan Dipermudah

    Rakor PTSP Prima : Wagub Josef Pinta Pelayanan Perizinan Dipermudah

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) NTT menghelat Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah (Rakorpimda) Terkait Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Prima di Hotel Sahid T-More, Kupang, pada 27—29 Agustus 2019. Dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Rakor ini dihadiri oleh Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan […]

  • Perpanjangan PSBB DKI Jakarta Jadi Penentu Transisi ke ‘New Normal’

    Perpanjangan PSBB DKI Jakarta Jadi Penentu Transisi ke ‘New Normal’

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi DKI Jakarta hingga 4 Juni 2020 mendatang, menjadi fase penentu masa transisi menuju kenormalan baru atau New Normal. Hal itu dikatakan Anies dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan […]

  • Empati & Apresiasi Wagub Josef bagi Pemulung TPA Alak dalam Giat PUSPA

    Empati & Apresiasi Wagub Josef bagi Pemulung TPA Alak dalam Giat PUSPA

    • calendar_month Jum, 9 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Jumat, 9 November 2018 merupakan sesi terakhir dalam rangkaian kegiatan PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) yang diinisiasi dan didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPPA). Dinas PPPA NTT melalui dukungan Kementerian PPPA melakukan rangkaian kegiatan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat di Tempat Pembuangan Akhir(TPA) Sampah Alak Kota Kupang. Rangkaian […]

  • Bergulir Pelarangan Pendaki Pemula Naik Puncak Gunung Rinjani

    Bergulir Pelarangan Pendaki Pemula Naik Puncak Gunung Rinjani

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Loading

    Balai TNGR bahkan berencana menerapkan sistem identifikasi melalui gelang berteknologi radio frekuensi untuk melacak pendaki, sekaligus mengevaluasi kelayakan berdasarkan riwayat pendakian.   Lombok | Pasca-meninggalnya wisatawan asal Brasil, Juliana Marins, saat mendaki Gunung Rinjani memicu desakan publik untuk melarang pendaki pemula naik ke puncak gunung tersebut. Juliana ditemukan tewas setelah dilaporkan jatuh pada Sabtu pagi, […]

  • Dua Pejabat Kemendag Korupsi Pengadaan Gerobak UMKM

    Dua Pejabat Kemendag Korupsi Pengadaan Gerobak UMKM

    • calendar_month Kam, 8 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dittipikor Bareskrim Polri menetapkan 2 (dua) pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan gerobak dagang pada tahun anggaran 2018 dan 2019. Keduanya berinisial PIW dan BP. “Untuk yang tersangka pertama itu di tahun 2018 adalah saudara PIW, jadi selaku PPK di tahun anggaran 2018,” […]

expand_less