Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Cinta Itu Harus Dirayakan

Cinta Itu Harus Dirayakan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 7 Feb 2021
  • visibility 81
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Lejap Yuliayant Angelomestius. S. Fil.

Angin berembus lembut, menyapu dedaunan Gamal kering yang belum juga hancur oleh bakteri. Di atas langit awan kemerahan telah berganti rupa menjadi gelap.  Terang telah menjelma ke dalam malam. Malam ini alam lebih bersahabat karena hujan telah beristirahat setelah hampir seharian mengguyur bumi.

Di atas tempat tidur, gadis kecil berbaring. Ia tak bicara atau bernyanyi seperti halnya yang biasa dilakukannya pada malam-malam sebelumnya. Di bibirnya tak ada gairah untuk mengucapkan kata. Tak ada hasrat untuk mendengungkan nada. Ia benar-benar lebih memilih diam meski sesekali terlihat tersenyum dan sesekali ia juga mengeratkan giginya dengan emosi. Entah kepada siapa ekspresi itu ditujukan. Mungkin kepada angin atau kepada malam. Entah.

Lama ia berbaring, dan kemudian berjalan menuju potret yang tersimpan rapi di atas meja belajarnya. Matanya dalam menatap tak berkedip pada potret itu. Potret wanita separo tua yang tersenyum dengan tubuh yang berselimutkan gaun putih di hadapannya.

Di kepalanya ada pikiran untuk menyentuh  potret itu namun ada keengganan di tangannya. Di dadanya ada juga hasrat untuk mengangkat potret itu, namun tak ada nafsu pada tangannya.

Hampir sejam lamanya, ia bergulat pada keengganan tangan dan hasrat pikirannya. Hingga akhirnya tangannya mendapat gairah dan ia pun menyentuh potret itu, mengangkat  dan kemudian mendekapkan ke dadanya.

“Mama…,” panggilnya lirih dengan warna suara yang berat dan serak, dan air matanya pun mulai berjatuhan. Ia menangis dengan nada isak yang parau.

Di ruang tamu ayahnya sedang berkumpul dengan para sahabat dan keluarganya. Mereka terlihat sibuk mempersiapkan perayaan ulang tahun gadis kecil itu. Ada kue ulang tahun yang dihiasi pernak-pernik coklat dengan lilin angka sembilan yang diletakan persis di depan patung Yesus. Ada juga ikan goreng dan ayam panggang yang telah tersusun rapi di meja hidangan.

“Sayang,,” ayahnya memanggil.

Mendengar suara panggilan ayah gadis kecil itu cepat-cepat menyeka air mata dan kemudian berjalan menuju lemari kayu yang berada tidak jauh dari meja belajarnya. Ia menarik sehelai pakaian dan berjalan menuju cermin kaca yang tergantung pada dinding kamarnya.

Dengan lihai ia merias dirinya dengan secantik mungkin meskipun pakaian yang digunakan seadanya.  Bermodalkan beberapa botol bedak dan minyak wangi pembelian ayahnya beberapa saat yang lalu ia  mendandani diri. Gadis kecil itu sadar bahwa ia harus tampil lebih anggun malam ini.

Setelah merias dirinya, ia berjalan menuju ruang tamu tempat di mana ayah, sahabat dan keluarganya berkumpul. Di ruang tamu lilin sudah menyala, dan di balik samar-samar nyala lilin gadis kecil itu melihat senyuman yang merekah pada bibir semua yang hadir. Senyuman yang begitu indah sebagai ungkapan syukur dan bahagia pada hari ulang tahun yang kesembilan yang boleh di alaminya.

“Selamat hari Ulang Tahun, sayang” kata ayahnya sambil merangkul gadis kecil itu. Perempuan kecil  itu membiarkan dirinya terlelap dalam pelukan ayahnya dan seketika itu juga air matanya pun mulai berjatuhan. Ia menangis tanpa melepas suara, entah karena sakit yang dialaminya karena perayaan ulang tahun kali ini tanpa ibu atau karena bahagia ulang tahun yang dialaminya, hanya dia sendiri saja yang tahu.

Menyaksikan momen haru itu, semua yang hadir dengan kompak menyanyikan lagu happy birthday, lagu yang selalu dinyanyikan ketika hari ulang tahun tiba. Suasana di ruang tamu malam itu pun menjelma dalam perayaan syukur ulang tahun yang meriah. Ada ceria dan senyum di wajah gadis kecil itu seakan hendak mengungkapkan terima kasih kepada semua yang hadir dan kepada Sang Khalik.

Sesaat kemudian setelah lagu happy birthday itu dinyanyikan mereka pun kembali hening dan salah satu dari sahabat ayahnya pun akhirnya mengajak mereka dalam doa.

Gadis kecil itu pun melepaskan tubuh dari rangkulan ayahnya. Sambil menyilang kan kaki dan mengatupkan kedua tangannya ia mempersiapkan diri untuk ikut dalam doa bersama.

Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus…. doa pun di mulai. Gadis kecil itu khusuk dalam doa. Di celah-celah khusuknya doa ketika nama ayah dan ibunya disebut air matanya kembali berjatuhan. Dadanya kembali terasa sesak. Ia ingin ibunya juga ada di sini bersamanya. Namun, itu tak mungkin. Ibunya masih punya banyak urusan yang membuatnya tak bisa hadir.

Dengan tenang tanpa seorang pun tahu gadis kecil itu  menundukkan kepalanya dan di dalam dada,  jiwanya mengadu kepada Tuhan: Tuhan berkatilah ibuku, berkatilah ayahku. Jagalah mereka. Berilah mereka kesehatan jiwa dan raga serta perlindungan dari segala bahaya. Tuan….. Terima kasih untuk semua cinta yang selalu kuterima. Terima kasih untuk semua yang Kau beri.

Gadis kecil itu sadar bahwa perayaan ulang tahun itu kali ini memang berbeda. Ia harus merayakannya tanpa ada ibu. Tapi ia tahu bahwa meskipun ibunya tak ada bersamanya malam ini,  ia harus merayakannya. Perayaan ulang tahun itu selalu memiliki arti yang istimewa karena selain itu merupakan perayaan syukur. Ulang tahun juga merupakan perayaan cinta.

Perayaan cinta tak akan pernah bisa dibatalkan oleh hal apa pun meskipun itu orang yang kita cintai. Itulah keistimewaan cinta; cinta itu seperti malam yang terangnya yang menuntun lebih terang dari pada fajar.

Gadis kecil itu menginginkan ibunya turut hadir dalam perayaan ulang tahunnya dan ketika ibunya tak sempat hadir, ia juga tidak membatalkan perayaan ulang tahun itu. Ia tahu, bahwa ibunya mencintainya, dan cinta itu harus dirayakan.

Di akhir doa syukur bersama, gadis itu terlihat tersenyum. Wajahnya seakan kehilangan lupa untuk bersedih. Ia kini terlihat lebih kuat dan tegar sebelum mereka menikmati santap malam bersama.(*)

Foto utama (*/istimewa/koleksi pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Buruh 2020, Kapolda Sumut Salurkan 5.000 Paket Sembako ‘Door to Door’

    Hari Buruh 2020, Kapolda Sumut Salurkan 5.000 Paket Sembako ‘Door to Door’

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Medan, Garda Indonesia | Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen. Pol. Drs. Martuani Sormin M.Si. melalui Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto SIK., M.Hum. melaksanakan pelepasan penyaluran bantuan sosial yang diberikan Polda Sumut untuk masyarakat dan disalurkan oleh para Bhabinkamtibmas dan Babinsa di jajaran Wilayah Sumut, pada Kamis, 30 April 2020. Dalam kegiatan pelepasan […]

  • Warisan waktu

    Warisan waktu

    • calendar_month Rab, 26 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Yelinri Juana Martha Taosu Kupang-NTT, Garda Indonesia | Penggalan puisi oleh Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Semester 4 Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Perihal menunggu Mati Ia telah menyisipkan beberapa pucuk doa Di saku langit Sebelum meninggalkan tatapnya pada malam yang tengah lahap mengunyah remah-remah senja Setibanya di […]

  • KPK Datang ke NTT – Jadikan Pemerintahan yang Bersih & Berwibawa

    KPK Datang ke NTT – Jadikan Pemerintahan yang Bersih & Berwibawa

    • calendar_month Sel, 25 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id-Pertemuan rutin yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dimaksudkan untuk menindaklanjuti Pencegahan Korupsi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di NTT. Gubernur 1 NTT, Viktor Laiskodat memberikan pernyataan usai mengikuti Rapat Paripurna Penyampaian tanggapan Gubernur Atas Nota Keuangan Daerah di Gedung DPRD NTT, Senin/24 September 2018 petang, mengatakan pertemuan […]

  • “Demokrat Murka” Dituding Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi

    “Demokrat Murka” Dituding Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Loading

    Roy Suryo yang sempat dikaitkan karena pernah menjadi kader Demokrat, turut memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa partai yang dulu ia naungi tidak ada sangkut pautnya dengan kasus tersebut.   Jakarta | Partai Demokrat secara tegas membantah tudingan yang menyebut mereka berada di balik maraknya isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Ketua Dewan Kehormatan Demokrat, […]

  • Karpet Merah Prabowo- Gibran, Analisis & Survei LSI Denny JA

    Karpet Merah Prabowo- Gibran, Analisis & Survei LSI Denny JA

    • calendar_month Sen, 25 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Opini publik sudah kondusif “menggelar karpet merah” bagi konsolidasi pemerintahan baru di bawah komando Prabowo- Gibran, 2024—2029. Sebesar 89,8 % publik luas representasi pemilih Indonesia menerima hasil resmi KPU. Tapi koalisi partai Prabowo-Gibran yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju belum cukup untuk menguasai mayoritas suara di DPR.  Agar pemerintahan kuat, Prabowo-Gibran perlu dukungan partai tambahan. […]

  • IMO-Indonesia Dukung Dewan Pers Sukseskan Pilkada Serentak 2024

    IMO-Indonesia Dukung Dewan Pers Sukseskan Pilkada Serentak 2024

    • calendar_month Sab, 22 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024, Ikatan Media Online (IMO) Indonesia terus mendukung Dewan Pers memerangi pemberitaan palsu (hoax) yang tersebar di berbagai platform baik media sosial maupun media massa. Ketua Umum IMO Indonesia Yakub F. Ismail menuturkan organisasinya selama ini selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan pihak Dewan Pers guna membangun iklim […]

expand_less