Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Antara Lona dan Lena

Antara Lona dan Lena

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
  • visibility 41
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh. Melkianus Nino

Tak terdengar lagi bunyi ucap manusia. Kesibukan awal bias hingga petang membungkus lelah. Dan saat telah telat malam, sunyi sudah dihantam hitam. Tepatnya pada kesepian, hanya terdengar sang Master of Ceremony membuka kata per kata-cakapan sedikit lelucon juga terpaut histori Valentine. Aku duduk membelakangi daun pintu kamar, menatap ratusan buku menumpuk hampir semester. Ketegangan jiwa mengusik kalbu, mana yang tepat untuk membaca temani malam.

Namun, sulit berteman temani tumpukan itu. Sudah kupilah-pisah buku fiksi dambaanku, Pesastra Khalil Gibran. Tiada kesan penuhi gundah naluriku, yang ada hanya belaka. Aku lempari dan jatuh mengecup lantai. Aku kembali meneteskan setetes air mata, saat buku itu, kupeluk erat kayaknya cinta membendung tegang jiwa ini.

Aku tak tahu, apa yang harus dilakukan terhadap tegangnya sang jiwa. Buntung benar untung, jiwa masih menyatu-setubuh. Sedangkan cinta yang aku lamar menjadi penyatuan malah belum sama sekali hadir. Sebagai penghiburan duniawi.

Setiap rutinitas keseharianku, selalu bertemu rupa-rupa wajah dengan paras berbeda. Namun, Aku sulit memilih dan tersentuh hati. Waktu yang akan memastikan jika layak. Dan bila kayak nanti, akan kusemayamkan dengan hari lalu.

“Apakah sedemikiannya, ketegangan jiwa”.

Aku mengenakan jaket putih, menutup kepala oleh kedinginan juga pening-pusing yang menusuk kening. Aku beranjak keluar bilik dan menuju sumber suara.

Semunya bayangan serupa, seruan banyak insani datang silih berganti tanggalkan mimpi tinggalkan cerita tiada batas finis. Inginnya, jika membawa berkat. Tetapi tetap sama dan benar semua tak sama. Hanyalah mungkin kembaran yang sama tetapi Aku akan salah memilih jika rupa wajah semiripan. Nama yang berbeda dengan ciri khas pembawaan diri.

Si kembar, serahim Lona dan Lena.

Terurai rambut panjang yang sama, kulit sawo matang, hidung mancung ala Pinocio, dagu memanjang bundar ke bawah dan kedua taring yang tepat jika melepas tawa. Apalagi jika sedang merobek-nikmati seutuh pizza, serta masih banyak yang sukar dibedakan.

Aku menghadiri acara tanpa undang di acara Valentine Day di tetangga sebelah. Aku turut menyaksikan dansa perpasangan. Banyak tanya menggugah benak, saat ada suara di belakangku.

“Sukar memastikan kedua kembar cantik itu!”kata seorang lelaki.

Aku mendengar dengan perasaan dengan luapan sindiran ringan yang mengundang senyum, di hari penuh kasih sayang. Aku kembali duduk di kursi sewaan kosong sembari melumat sebatang rokok L.A merah. Kepulan asap membuat suasana di plafon tenda biru terasa berbeda.

Saat pencinta dansa merehab sejenak dari operator musik masih melirik lantunan lainnya. Aku tak menyadari kalau kursi yang Aku tempati adalah, salah satu dari si kembar itu. Perangahku, saat ada suara ringan membangunkan jiwa meranaku.

“Maaf Kak, permisi!”.

Aku membangunkan diri dari kursi hangat itu, dan bangkit dan tempati lainnya. Sedikit terkesan, tiada respons balik kepadanya. Pikiran terpaut dan terkerat batuan karang. Sulit untuk memutarnya kembali. Jiwa yang menegangkan terasa tersembuhkan oleh kedua sosok yang berdampingan denganku. Aku ingin memulai membuka suara, hanya terpaut rasa gulana.

Pemandangan malam menyerupai siang dengan mata yang tak mengedip memandang indah. Gemawan sungguh bersahabat di hujung pukul 10.00 malam. Aku ingin bersahabat lebih jauh kepada harapan yang menunda selama ini. Kemampuan masih jauh dari ambang pintu. Pintu hati terketuk untuk mengetuk salah satu kembar itu, hati menginginkan seuntai ucap perkenalan namun menjauh pada keraguan dulangi kebimbangan.

Putaran waktu dan lirikan terus menghibur persahabatan malam. Alam malam sangat bersahabat, yang sebetulnya malam adalah gerimis, namun menjauh hilang. Ada satu harapan biarkan sampai esok hingga petang nanti.

Gulir waktu saling menggantikan angka misteri. Hujung tadi, menutup selimut kesepian. Aku menunduk mengutak-atik media sosial. Aku kembali mengangkat wajah dan memandang pada Dua Paras Indah itu. Mereka telah pulang dan pergi lepaskan kasih sayang.

Keramaian dipintal tali sepi. Pintu histori Valentine malam tertutup legam sunyi. Aku meneropong dengan kotor mata, semua berpaling saling berpamitan. Dengan membalik arah, aku menuju kediaman.

Dalam bilik pembiasaan, aku terkenang ingatan tadi dan memenung kedua raut kembar. Aku telah menilai diri ini, bahwa aku terus disetrum tegangan listrik berjiwa.

Aku teringat empat jam tadi, bahwa Cinta adalah misteri. Karena misteri itu, sesuatu yang membuat getar dan teriris kata terpendam yang tak terungkap.(*)

*/Penulis merupakan Pegiat Literasi dan Menetap di Atambua

Foto utama oleh padangkita.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Tera Ulang 133 SPBU di NTT

    Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Tera Ulang 133 SPBU di NTT

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 2Komentar

    Loading

    Pelaksanaan tera ulang SPBU dilaksanakan pada Rabu, 20 November 2024 bersama dengan Penera Ahli Bidang Kemetrologian dengan hasil tera ulang takaran nozzle di SPBU telah sesuai dengan standar toleransi PASTI PAS SPBU Pertamina yaitu -03% atau -60ml/20L   Kupang | Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di […]

  • Gempa bumi 5,3 SR Guncang Morotai, 800 Warga Mengungsi

    Gempa bumi 5,3 SR Guncang Morotai, 800 Warga Mengungsi

    • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku Utara, gardaindonesia.id | Telah terjadi gempa dengan kekuatan 5.3 SR pada Kamis, 7 Februari 2019 pukul 17.03.07 WIB. Pusat gempa 37 km tenggara Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara. Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, gempa terasa kuat sekitar 3—4 detik di Kab. Kep. Morotai. “Masyarakat panik dan keluar dari rumah masing-masing. Gempa tidak […]

  • Banyak Zona Merah, LaNyalla Pinta Pemerintah Kaji Ulang Pilkada Desember

    Banyak Zona Merah, LaNyalla Pinta Pemerintah Kaji Ulang Pilkada Desember

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya, Garda Indonesia | Kesimpulan rapat kerja antara Komisi II DPR RI, Mendagri, KPU, Bawaslu dan DKPP yang menyepakati Pilkada serentak akan digelar pada 9 Desember 2020, mendapat tanggapan dari Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Berdasarkan rilis yang diterima Garda Indonesia, Dikatakan LaNyalla bahwa pemerintah sebaiknya melakukan kaji ulang keputusan tersebut, mengingat Kemenkes […]

  • Jasa Raharja Bayar Santunan Korban Kecelakaan Dari Kab Kupang

    Jasa Raharja Bayar Santunan Korban Kecelakaan Dari Kab Kupang

    • calendar_month Sel, 26 Jun 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    NTT,gardaindonesia.id – PT (Persero) Jasa Raharja Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) membayarkan santunan kepada Maria Suares Ahli Waris korban atas nama Grogerius Suares Santisa yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Timor Raya Desa Naibonat, Kabupaten Kupang,Senin/25 Juni 2018 di Kantor Samsat Babau . Adapaun kronologis kejadian kecelakaan maut berawal dari korban berboncengan dengan istrinya hendak […]

  • Pulihkan Papua, Panglima TNI & Kapolri Dapat Suport dari Lapisan Masyarakat

    Pulihkan Papua, Panglima TNI & Kapolri Dapat Suport dari Lapisan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pasca demo anarkis yang berujung ricuh di Jayapura, Papua, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkantor di Papua sejak Senin, 2 September 2019. Memasuki hari ke-4, situasi Papua semakin kondusif, aman dan terkendali. Masyarakat sudah kembali beraktivitas normal, perekonomian warga berjalan lancar, dan situasi kembali aman. Namun […]

  • Polri : Gangguan Kamtibmas dan Kejahatan Alami Penurunan

    Polri : Gangguan Kamtibmas dan Kejahatan Alami Penurunan

    • calendar_month Sab, 7 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri mengungkapkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) mengalami penurunan. Pada Rabu, 4 Januari 2023) sebanyak 1566 kasus, sedangkan pada Kamis, 5 November 2023 sebanyak 1554 kasus. “Kamtibmas mengalami penurunan 12 kasus atau 0,77 persen,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, pada Jumat, 6 Januari […]

expand_less