Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Puisi » Angin Dingin Akhir Juni

Angin Dingin Akhir Juni

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
  • visibility 159
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Melkianus Nino

Biasanya jelang Agustus, angin ingin menyapu hamparan lapangan utama. Ada banyak sampah- sampah berserakan dari tangan-tangan ringan. Rajin membuang sembarangan hingga berantakan.

Saat desau, Abu terbang menutup langit-langit cakrawala, menggulung seperti gulungan kertas terisi es krim. Berpindah haluan, lalu pulang pangkuan. Tertampak di puncak tiang Merah Putih, berlinang kemerdekaan.

Bila musiman semi tiba di akhir Juni ini, selalu menjadi perhatian mata. Biar terhindar dari sesak nafas dan pilek memoles merah di ujung mancung. Bahkan bibir akan kering mengeriput .

Sekiranya musim semi sudah tiba . Sebentar ribuan daun-daun siap jatuh tak lagi siaga. Menangis sedih kepada dahan-dahan kosong tak berkuping.

Bila kicauan Elang bermain bersama awan-gemawan. Para Cilik akan bersukaria memegang sepasang bendera kecil, menjemput tamu. Tamu itu, muara Angin.

Dia semangat mendahului dan meniup sepoi. Anak-anak cilik, separuh baya dengan kebaya panjang dan berambut terurai periklan sampo Sunsilk . Mereka telah berdamai dengan Dia, Sang Angin.

Rambut-rambut muda makin tumbuh kembang, tertiupnya belum ingin dipikul bahu.

Rumput itu memohon maaf, Aku masih ingin menari.

Mereka sedang berlibur sebulan seusai bergembira karena naik kelas. Juga akan terus terhibur oleh libur tak membuat janji. ‘Oleh-oleh’ dari Covid yang belum bubar biar lekas pudar.

Mereka telah tumbuh besar dan makin tambah panjang rambut. Sebuah kado dari Si Waktu.

“Ibu, Aku telah bertambah usia lagi!”.

Ibu-ibu tersenyum dari balik Masker menyaksikan sandiwara anak. Sembari berdiri di halaman sambil menyapu puing-puing sampah. Serius mengemban tugas pokok.

Anak-anak itu, berkejaran memanggil satu dan dua nama kawanan hanya tak terjawab oleh kuping. Masker Upin-ipin membalut hidung dan seutuh mulut, hanya pelotot dua bola mata indah memotret wajah alam senja yang akan  terdampar di karam barat.

Mereka, sekelompok cilik telah ditakuti Wabah tak berwajah.

Mereka terus berkejaran meramaikan senja, sebentar pun punah ditelan jingga. Menantinya, menyaksikan seribu langkah dengan tawa malu-malu tanpa suara. Senja lambat-laun hilang.

Anak-anak tadi, satu persatu  melangkah belakang tinggalkan kesunyian. ‘Pulanglah’!, karena jam rehat dihujung pukul 18.00. Air panas telah dihangatkan dingin.

Sapuan raung meniup daun-daun, Mereka saling menampar satu dengan yang lainnya. Tawa tak menyimpan amarah, ego, kebencian nan dengki. Mereka terus menunjukkan pentas Tarian Likurai ala Penari Belu, dihibur senandung bunyi desau Angin kedamaian.

Bila gelap tiba,

Dalam balik selimut, kuping didengungkan misteri raung serigala.

“Jangan untuk panik, kemari berpiknik di buta malam agar terhibur sepanjang telah liburan panjang ” bisik si Angin.

Kini, mata telah terpejam oleh kelopak yang lelah sepanjang sehari. Mimpi membuka lembar baru, entah apa pun pemberiannya terima dengan haru. Biarkan itu hanya belaka semata.

Raungan masih mengantar malam. Pepohonan di belakang rumah, berdahan tua dihinggapi jago piaraan kakek yang lekas kawin. Berjejer melepas suara sapa dengan paduan kokokan membuka pagi.

Hadir harapan baru penuh haru, berharap badai cepat berlalu. Pergi dan bersemayam dalam kalbumu. Benak menuai tanya, jawab sungguh tak terjanji.

“Kapan?”.

Akhir-akhir Juni, bermula di lembar kalender Juli, dua kembar yang berbeda. Angin terus menghembuskan aroma. Terbang mengelilingi  dunia semakin renta oleh usia. Terhirup hidung dan susah terhirup lagi dari sesakkan kepanikan.

Mereka takut kalau terjadi apa-apa. Hadiah kepada ibu, ‘Seribu Kegelisahan’.

Anak-anak yang telah dibahagiakan oleh naik kelas bersyarat. Seragam sekolah jarang dikenakan. Semua buku-buku dalam tas beranak cucu, kosong tanpa tulisan. Kertas-kertas mengerut kusut dilahap kesedihan karena kerinduan.

Banyak kertas putih disobeki dan terbuang menjadi sampah. Tertiup kian kemari. Suasana juga belum pulih

“Mengapa?”.

Anak-anak kini, bergurau dengan liburan wabah berwajah Sembilan Belas. Dibodohi angin membawa  badai, lalu bersembunyi  di tengah mereka.

Daun-daun terus berjatuhan di atas tanah, dekat kaki pepohonan Jati. Ruang hirup semakin meluas. Wadah wabah membuka sayap, terbang di sekitar penghirupan dan sentuhan rasa.

Angin belum akan berakhir, Juni mengakhiri  di parkir dekat tepian bibir pantai. Akan ada galungan dari gulungan gelombang untuk segera berpisah bersama dedaunan yang terpisah dari belai kandungannya.

Kini hadir kabar Angin, badai beriringan seiring roda-roda waktu.

“Aku, masih ada untuk kalian. Sematkan diri sedini mungkin sebelum dini hari tiba. Balutkan dengan topeng setengah wajah. Cukupkan bening bola mata yang menyaksikan skenario dunia ini,” bisiknya. (*)

Penulis merupakan Penggiat Literasi

Menetap di Nekafehan – Belu

Foto utama (*/koleksi pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiba 7 September, Simak Agenda Kerja Perdana Pj Gubernur NTT

    Tiba 7 September, Simak Agenda Kerja Perdana Pj Gubernur NTT

    • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Gehak Lakunama Kalake, S.H. MDC. dan Ketua TP PKK/Ketua Dekranasda NTT, Sofiana Milawati bersama keluarga dijadwalkan tiba di Kupang pada Kamis siang, 7 September 2023 pukul 12.45 WITA dan disambut dengan tutur adat atau Natoni. Selain Natoni, Pj Gubernur NTT besutan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan ini […]

  • Bareskrim Selidik Dugaan Dana ACT Mengalir ke Parpol

    Bareskrim Selidik Dugaan Dana ACT Mengalir ke Parpol

    • calendar_month Sab, 30 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri sementara menyelidiki dugaan aliran dana Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dari dan ke partai politik (parpol). Kasubdit IV Ditipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Andri Sudarmaji menyebut, hingga kini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh aliran uang hasil kejahatan para tersangka. “Masih pendalaman […]

  • Ormas di NTT Nilai Pemerintah Berlaku Tidak Adil

    Ormas di NTT Nilai Pemerintah Berlaku Tidak Adil

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejumlah ormas mendesak Gubernur NTT bertanggung jawab atas masalah tanah di Desa Patiala Sumba Barat, penetapan tapal batas Sumba Barat dan Sumba Barat Daya yang diklaim merugikan masyarakat pesisir, penetapan wilayah konservasi hutan di Amanuban Selatan dan penuntasan kasus Poro Duka. Tuntutan dan permasalahan ini disampaikan dalam aksi demonstrasi oleh Front […]

  • Hari Anak Nasional 2019—Kita Anak Indonesia, Kita Gembira

    Hari Anak Nasional 2019—Kita Anak Indonesia, Kita Gembira

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Makassar, Garda Indonesia | Disambut anak-anak Indonesia yang memutar-mutar alat permainan khas Makassar, katto’-katto’, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise yang akrab disapa Mama Yo datang ke Lapangan Karebosi, Makassar didampingi Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dan Menteri Keluarga, Tenaga Kerja, dan Layanan Sosial Republik Turki H.E. ZEHRA ZÜMRÜT SELCUK. Ribuan anak […]

  • Dandim 1417/Kendari : “Tentara Adalah Manusia yang Disempurnakan”

    Dandim 1417/Kendari : “Tentara Adalah Manusia yang Disempurnakan”

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Kendari, Garda Indonesia | Jam komandan merupakan kegiatan rutin yang diberikan sebagai forum komunikasi sekaligus bentuk kepedulian Komandan terhadap satuan serta anggotanya. Di mana di dalamnya, terdapat penekanan dan instruksi yang perlu dilaksanakan. Komandan Kodim 1417/Kendari Kol. Inf. Drs. Alamsyah, M.Si. memberikan jam komandan kepada seluruh Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Persit Kodim […]

  • Fordia Debora Kecam Aksi Kepala BMKG Alor, Diduga Lakukan TPPO & Pelecehan Seksual

    Fordia Debora Kecam Aksi Kepala BMKG Alor, Diduga Lakukan TPPO & Pelecehan Seksual

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Forum Diskusi dan Aksi (Fordia) Debora dalam rilisnya kepada media ini pada Senin, 3 Agustus 2020 mengecam aksi yang dilakukan oleh Kepala BMKG Kabupaten Alor. Aksi bejat yang diduga telah dilakukan oleh Kepala Stasiun Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Alor dan stafnya terhadap 3 (tiga) anak gadis, pelajar SMA di […]

expand_less