Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Lafaek Viqueque : Eurico Guteres Tak Pantas Terima Penghargaan Pemerintah RI

Lafaek Viqueque : Eurico Guteres Tak Pantas Terima Penghargaan Pemerintah RI

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 20 Des 2021
  • visibility 58
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang–NTT, Garda Indonesia | Lafaek Viqueque, julukan eks pejuang Timtim, Afonsu Hendrique Dacosta Soares Pinto mengatakan, bahwa Eurico Guteres berasal dari kelompok fretelin, tidak pantas menerima penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia (RI). Seorang Eurico Guteres diberikan tanda jasa utama merupakan kekeliruan besar dari pemerintah RI.

“Eurico Guteres itu siapa sih? Dia anak kecil yang baru lahir tahun 1969. Dia tidak pantas mewakili seluruh eks pejuang Timtim untuk terima tanda jasa utama dari pemerintah RI,” sebut Lafaek dengan suara keras di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 17 Desember 2021.

Lafaek mengakui bahwa Eurico Guteres memang seorang pejuang tetapi perjuangannya itu dalam barisan fretelin. “Makanya, hari ini kita jangan mau direndahkan oleh fretelin melalui Eurico. Hari ini kami menjadi warga negara Indonesia, kami beli dengan nyawa, darah dan air mata, tulang belulang bercecer di daerah Timor – Timur. Eurico itu mau hilangkan Indonesia dari Asia Tenggara! Saya, komandan pro Indonesia di Viqueque, saya yang tangkap dia dan bapaknya di Foho Matebian. Jadi, kita omong begini bukan mencemarkan nama mereka. Itu fakta!” kata Lafaek, pria kelahiran 22 April 1948.

Pemberian piagam penghargaan dan medali kepada eks pejuang Timor – Timur, lanjut Lafaek, harus berdasarkan kriteria yang jelas. “Jangan, Pemerintah Indonesia dikendalikan oleh fretelin yang berada di tengah – tengah kita. Jangan pasang bongkar veteran karena negara Indonesia bukan negara pasang bongkar. Kita, masyarakat Timtim yang ada di Indonesia harus tolak permainan Eurico. Jangan, kita mau ikut Eurico Guteres untuk membentuk veteran cabang khusus pejuang eks Timor – Timur,” ucap Lafaek.

Bahkan, Lafaek menyebutkan bahwa jika Eurico Guteres terus melakukan misinya untuk memisahkan pejuang asal Timor – Timur dari pejuang lokal maka segera bersatu untuk mengusir mereka keluar dari Indonesia dengan cara kasar. “Kalau itu terjadi, saya mengajak kita berpihak ke teman – teman kita lokal untuk geserkan mereka dengan tanpa kepala atau dengan kepala ke Motaain. Kalau kamu mau bikin kacau, bikin kacau di Dili sana. Pulang! Jangan di Indonesia,” tutur Lafaek.

Lafaek mengawatirkan, ulah Eurico dan kelompoknya itu untuk membentuk negara Timor Raya. Karena itu, Eurico bersama kelompoknya tidak boleh mengadu domba warga eks pejuang Timtim dan warga lokal dengan berbalut penipuan demi kepentingan politik. Apalagi, sejarah mencatat bahwa Eurico Guteres berasal dari kelompok Fretelin.

“Musuh utama saya di Timor – Timur adalah fretelin,” tandas Lafaek.

Pada masa Revolusi Bunga, 25 April 1974, kata Lafaek, dirinya sudah berumur 25 tahun. Waktu itu, Pemerintah Portugal memberikan kebebasan kepada koloni – koloninya di seberang laut untuk menentukan nasibnya, termasuk Timor Portugis. Misi Eurico membentuk kubu veteran khusus eks pejuang Timtim, dikawatirkan menyulut amarah warga lokal, warga lokal bisa saja tersinggung. Pasukan dari Atambua wilayah Indonesia yang ke sana membela NKRI, mempunyai hak yang sama untuk menjadi veteran. Veteran Seroja 21 Mei 1975 – 17 Juli 1976.

Lafaek pun meminta maaf kepada warga lokal, apabila pernah terjadi gesekan antara warga eks Timtim dan lokal. Menurutnya, warga lokal sudah dengan susah payah menerima pengungsi Timor – Timur, dikasih tanah, sawah, dan lain – lain. “Sekarang Eurico buat begini, nanti  masyarakat lokal yang selama ini simpatik dengan kita, bisa berbalik dan menghantam kita,” ungkap Lafaek.

Ditekankan Lafaek, bahwa pengurus veteran dari tingkat pusat hingga ranting sudah ada saat ini. Ketentuan perekrutan sudah tercatat dalam Veteran Seroja April 1975 – Juli 1976.

Terkait adanya dugaan kepentingan politis 2024, Lafaek menegaskan masyarakat jangan mau diperdaya dengan upaya pembodohan oleh Eurico Guteres. Bahwa, keputusan tertinggi ada di tangan rakyat. “Karena itu, masyarakat jangan pilih dia,” sebut Lafaek.

Terhadap tindakan pembodohan publik seperti adanya iming – iming akan diberikan 65 juta per anggota veteran dan lain – lain itu, pihak Lafaek bertekad untuk menyurati para petinggi di pusat. Eurico mengatasnamakan perjuangan integrasi, menggunakan nama besar Presiden RI dan Menhankam untuk menipu masyarakat.

Cancio Lopes De Carvalho menambahkan, bahwa ia sependapat dengan Lafaek untuk menyikapi situasi ini dengan berjuang meluruskan sejarah. Jangan ada satu manusia di Indonesia yang bisa mengubah fakta sejarah Timor – Timur. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

    Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Denny Siregar “Jantungmu Kena..” Begitu kata temanku seorang dokter spesialis jantung. Kaget ? Pasti. Karena selama ini saya sama sekali tidak merasa sakit apa-apa. Tapi sesudah melewati beberapa tes, kesimpulannya seperti itu. Kardiovaskular sering disebut sebagai silent killer, atau pembunuh senyap. Itu karena orang yang mengidapnya tidak sadar bahwa pembuluh darahnya yang berhubungan […]

  • Jadi Kepala BI NTT, Agus Widjajati Dikukuhkan Deputi Gubernur BI

    Jadi Kepala BI NTT, Agus Widjajati Dikukuhkan Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) menghelat pengukuhan kepala kantor baru mereposisi jabatan yang semula diemban oleh Stefanus Donny Heatubun yang telah purna tugas. Amanah sebagai penjaga kestabilan rupiah di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan jajaran kepulauan sejumlah 1.192 ini dihelat pada Rabu pagi, 7 Februari 2024 […]

  • Jembatan Gus Dur dan Kewarasan KRMT Roy Suryo

    Jembatan Gus Dur dan Kewarasan KRMT Roy Suryo

    • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Sebetulnya kita rada malas juga mengomentari fenomena patung Budha di Candi Borobudur ala Roy Suryo. Entah di mana letak kelucuannya? Kok malah lebih terkesan olok-olok yang – maaf ya – kampungan! Tapi beberapa teman minta komentarnya. Jadi ya begini saja deh tanggapan kita: Dipublikasi di akun twitter @KRMTRoySuryo2 yang katanya baru […]

  • SARASEHAN DPD RI, Anies Jabarkan Konsep Indonesia Adil Makmur

    SARASEHAN DPD RI, Anies Jabarkan Konsep Indonesia Adil Makmur

    • calendar_month Sab, 3 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menguji calon presiden dan wakil presiden pada pemilu 2024 pada acara sarasehan DPD RI bersama calon presiden 2024. Pada acara bertema ‘Menatap Kemajuan Daerah dan Sistem Ketatanegaraan’ itu, DPD RI menguji para capres dengan 8 (delapan) pertanyaan penting yang merupakan isu fundamental kebangsaan. Hadir […]

  • Paslon Pilkada Diimbau Kampanye Kreatif dengan Protokol Kesehatan

    Paslon Pilkada Diimbau Kampanye Kreatif dengan Protokol Kesehatan

    • calendar_month Sel, 6 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dalam rangka menyukseskan disiplin protokol kesehatan, Menko Polhukam Mahfud MD meminta pasangan calon yang mengikuti kontestasi Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020, untuk menjadikan protokol kesehatan sebagai bagian dari kampanye kreatif kepada masyarakat. “Khusus kepada Paslon di berbagai tempat Pilkada dan dari berbagai Parpol, termasuk yang independen. Saya mengusulkan, agar dalam […]

  • Natal Oikumene Kelurahan Oeba & Fatubesi Pererat Hubungan Interpersonal

    Natal Oikumene Kelurahan Oeba & Fatubesi Pererat Hubungan Interpersonal

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Inisiatif Pemuda Kelurahan Oeba mempererat hubungan interpersonal warga Kelurahan Oeba dan Kelurahan Fatubesi diwujudkan dalam kegiatan Natal Oikumene pada Jumat, 3 Januari 2020 pukul 17.00 WITA—selesai di Gereja Ebenhaezer Oeba. Kegiatan Natal Oikumene Kelurahan Oeba dan Fatubesi atas prakarsa pemuda Oeba didukung oleh Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, […]

expand_less