Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Harimau Rumah yang Menjengkelkan

Harimau Rumah yang Menjengkelkan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 4 Mei 2022
  • visibility 74
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Melkianus Nino 

“Hadapi mertua rumah, Ia hanya mampu sekadar menggonggong, sukar menggigit. Awalnya, para mertua sama begitu!”.

Setiap sore, ibu guru muda selalu pergi memberikan les musik pada anak bimbingannya. Memberikan latihan bermain musik, biar bisa jadi pemusik yang tulen, bila sewaktu sudah pandai. Jika, bisa semampu gitaris Slank, yang penting bisa membawa nama keluarga. Itu sudah rencana. Tapi,  jari Agung masih gemetar belajar piano. Karena Agung, bukan pemusik, terlahir dari olahragawan sejati. Keadaan demikian yang membuat niat sikapnya untuk membantu meringankan kekakuan Agung.

Ibu guru muda ini, karib disapa Ibu Inggrid. Ia tidak pernah tenang bila hari Selasa tiba, karena keesokan ia harus membesuk Agung yang rindu akan kelincahan bermain piano. Malah, ia harus memilih jalan diam-diam dari ‘Harimau Rumah’.

Harimau itu, ibunya yang melahirkan dan membesarkan sampai ia bisa pandai bermain piano, dan ketertarikan sekolah swasta di kota perbatasan itu, yang dijadikan ya!, sebagai Guru Musik di sana

Ibu, menjadi bahagia, dengan magnet talenta itu, sehabis wisuda dengan predikat memuaskan. Yang memuaskan lagi, jika sudah dewasa nanti, “Cari pasangan sejati yang tepat biar beragam secara ilmu,” pinta Harimau yang menyebalkan hatinya.

Guru muda mendengar dengan kuping kiri lalu keluar kuping kanan. “bila waktunya, yang makan enak dan tidaknya, hanya kami berdua, bukan mama (ibu),” bisikan dalam hati kecilnya sembari memikirkan pasangan hatinya, yang berbeda profesi.

Ibu guru muda sederhana, murah senyum yang super sibuk jelang pagi hingga siang di sekolah mengajarkan kebaikan demi masa depan para millenial yang menyukai musik dan juga ilmu musik, bakalan nanti, menyanyi sembari bermain musik. Apalagi zaman digital berubah , banyak insan cenderung menyiasati aplikasi kanal YouTube. Orang tua turut tertarik dan merencanakan Agung mengisi waktu les privat.

Rutinitasnya, tidak menghalangi untuk terus-menerus pergi-pulang sampai larut malam di antar kekasihnya, karibnya Harry, takut dicekal Harimau Rumah, sebagai alasan omel satu-satunya tempat berbagi kisah tentang, si Harimau, yang tiada hari tanpa omelan.

“hhhhhhhhae…” bunyi tawa yang sangat mengganggu anak-anak kecil kalau minta ditetek ASI.

Kadang memang demikian, terhadap nasib pun menentukan seseorang agar saat besar bisa berdiri pada kaki sendiri, tanpa harus mendengarkan banyak mulut yang membuat kita jatuh pada lubang yang sama. Harus melangkah beri senyum pada usik nyamuk pada telinga

Omel dikejutkan dengan sang Harimau yang ingin membatasi antara satu idaman, harapan dan status yang akur tiada sekat

“Mat sore!” Singkatnya, juga maksud penuh makna sembari membuang cerita-cerita kecil.

“Sore juga, dari?” Sedikit tanya, sore-sore sudah muncul. Tunjuk wajah senyum yang bermakna.

“Dari tetangga sebelah, ada bantu tanak nasi untuk orang-orang yang gantung Kain Merah” urai kisah si Harimau Rumah yang sudah menyadari seram dengan logat kampung.

” Oh, mantap biar cepat akur daripada pasang tampak tiada bedak,” kelakar Omel di hadapan liriknya,  bukan lirik mata tetapi lirik lantunan lagu masa lalu.

jangan suka marah-marah

Nanti tambah tua eee…

Tak percaya silakan bersaksi

Aduh mama eee….

Semua kemauan yang menjengkelkan makin memberikan warna, daripada `jengkel masuk bengkel, keluar tetap jadi Mama yang sama.

“Hehehe… biar senyum saja, nanti muntah tawa nanti dikata tersinggung lagi,” tawa Omel bersuara hati.

Harimau seram makin ramah dan pergi dari sisi rumah itu. Dengan langkah cepat dan pasti, sio mama, Harimau yang pura-pura malu padahal mau.

******

Keterangan Isi cerpen  :

Harimau Rumah : Ibu/Mama, Harry : kekasihnya Si Guru Muda, Omel : Paman, Inggrid : Ibu Guru Muda, Agung :  Siswa, Pencinta Piano. Gantung kain Merah : Rumah yang siap dipasang atap, tiang utama di gantung selembar kain berwarna merah.

Penulis merupakan Pegiat Literasi dan Mahasiswa STISIP Fajar Timur Atambua

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPK Kuda Hitam Pilkada Gubernur NTT 2024

    SPK Kuda Hitam Pilkada Gubernur NTT 2024

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Drs. Ignatius Sinu, M.A. Sejak awal saya ingatkan dua Flores seangkatan ini, Melky dan Ansy. Ketika legislatif perolehan suara keduanya signifikan, ada modal. Yang diwaspadai jangan sampai muncul poros tengah. Gabungan partai kecil melawan partai besar. Ada figur untuk poros tengah yakni Simon Petrus Kamlasi (SPK). Jika dia lolos, maka Melky dan Ansy […]

  • Kinerja Bank NTT Semakin Profesional di Tengah Pandemi & Pasca-Badai Seroja

    Kinerja Bank NTT Semakin Profesional di Tengah Pandemi & Pasca-Badai Seroja

    • calendar_month Sel, 27 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadi kebanggaan masyarakat NTT, menunjukkan kinerja semakin profesional dalam mendorong dan membangun potensi NTT. Sejumlah tokoh berkompeten di bidangnya. Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) NTT, Abraham Paul Liyanto, kepada Timor Express menegaskan kondisi tersebut. “Kami dari Kadin mengamati, ada sebuah perubahan signifikan di Bank NTT. Baik dalam […]

  • Melihat Sisi Lain Konflik Palestina Israel, Siapa Hamas di Palestina?

    Melihat Sisi Lain Konflik Palestina Israel, Siapa Hamas di Palestina?

    • calendar_month Sab, 15 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mempunyai kisah yang unik ketika berkunjung ke Palestina dan Israel, jadi bisa melihat sisi lain dan sudut pandang yang berbeda. Ketika datang langsung ke Palestina atau Israel, tentunya kita akan melihat banyak fakta lain yang kadang di media sosial tidak sama alias agak berbeda. Terutama ketika […]

  • Wali Kota Kupang Kukuhkan dr. Ari Wijana Jadi Kepala Bapenda Kota Kupang

    Wali Kota Kupang Kukuhkan dr. Ari Wijana Jadi Kepala Bapenda Kota Kupang

    • calendar_month Sel, 21 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. mengambil sumpah jabatan dan mengukuhkan Pejabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang pada Selasa, 21 Januari 2020 di Ruang Rapat Garuda Lantai II Kantor Wali Kota Kupang. Berdasarkan Keputusan Wali Kota Kupang Nomor BKPPD.821 /70/D/I/2020 tanggal 20 Januari 2020 […]

  • Peduli Korban Lewotobi, SMK Kencana Sakti Kupang Salur Bantuan

    Peduli Korban Lewotobi, SMK Kencana Sakti Kupang Salur Bantuan

    • calendar_month Ming, 24 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Aksi peduli kemanusian dilakukan SMK Kencana Sakti Kupang dengan menyalurkan bantuan berupa, pakaian dan sembako untuk warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, melalui Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia Nusa Tenggara Timur (DPD HPI NTT). Sebelum penyerahan sumbangan kepada DPD HPI NTT, dilakukan ibadah bersama yang diikuti kepala sekolah, guru-guru […]

  • Posko Covid-19 Jadi Kunci Pengendalian di Kabupaten TTU

    Posko Covid-19 Jadi Kunci Pengendalian di Kabupaten TTU

    • calendar_month Jum, 8 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-TTU, Garda Indonesia | Sesuai hasil rapat Presiden, Juru bicara Covid dan Kemenko Perekonomian RI terkait penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia, untuk lebih memperketat pengawasan dan pengendalian Covid-19, maka wilayah kab/kota, Provinsi DKI dan Se-Jabotabek, terkhusus wilayah Jawa dan Bali dilakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten […]

expand_less