Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Bupati Paulina Haning Dukung Bahasa Rote Jadi Muatan Lokal

Bupati Paulina Haning Dukung Bahasa Rote Jadi Muatan Lokal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 3 Agu 2022
  • visibility 143
  • comment 0 komentar

Loading

Rote Ndao, Garda Indonesia | Sebanyak 40 guru SD dan SMP di Kabupaten Rote Ndao mengikuti Pelatihan Guru Utama/Training of Trainers (TOT) yang diadakan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur, bertempat di New Ricky Hotel, Kabupaten Rote Ndao, pada Selasa, 2 Agustus 2022.

Pelatihan Guru Utama tersebut merupakan tahap lanjutan setelah rapat koordinasi pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah bersama seluruh pemangku kebijakan di wilayah lima bahasa sasaran. Kegiatan tersebut akan diadakan selama empat hari dari tanggal 2 –5 Agustus 2022. Para peserta akan mendapatkan materi mengenai cerita pendek/cerita rakyat, puisi, pidato, nyanyian rakyat, syair adat, komedi tunggal (stand up comedy), dan lain sebagainya. Adapun, materi-materi dalam pelatihan akan diajarkan oleh para maestro, yaitu Eduard Pellondou (budayawan) dan Leksi Ingguoe (penulis).

Tujuan lanjutan Revitalisasi Bahasa Daerah tersebut untuk meningkatkan kompetensi bagi para guru utama dalam pembelajaran bahasa daerah sehingga diharapkan para guru utama dapat mengimplementasikan pembelajaran bahasa daerah, khususnya bahasa Rote, yang lebih inovatif dan menyenangkan di sekolah masing- masing.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu. Beliau mengapresiasi kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah di Rote Ndao.

“Terima kasih pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi yang mau mengadakan pelatihan pada hari ini.” ucap Bupati Rote Ndao sembari juga mengungkapkan terima kasih karena Rote menjadi pilihan. “Sehingga ibu guru dan bapak guru harus memberikan pelatihan kepada anak murid untuk mengenal bahasa ibunya.” lanjutnya.

Bupati Rote Ndao juga mendukung kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah dengan tindak lanjut bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga setempat untuk menjadikan bahasa daerah sebagai mulok (muatan lokal).

“Jadi, saya menyarankan kepada Kadis PKO (Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga), setelah selesai pelatihan ini, segera tindak lanjut dengan Keputusan Bupati supaya (bahasa daerah) bisa masuk dalam mulok ataupun kurikulum. Hal ini dilakukan supaya materi-materi tersebut segera dapat diterapkan. Ketika di kelas para guru bisa menyampaikannya sesuai dengan yang disampaikan para narasumber,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diwakilkan oleh Koordinator Tata Usaha Kantor Bahasa, Irwan Alfreed Pellondou, dalam sambutannya berharap agar tiap model pembelajaran bahasa daerah dapat diterapkan dengan baik.

“Kami mengharapkan agar model pembelajaran yang diajarkan nanti dapat memuat proses secara utuh dan tiap model dapat dipelajari serta dipilih secara terpisah tanpa mengurangi makna dalam pencapaian empat keterampilan berbahasa.” jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur memohon dukungan kepada para pemangku kepentingan untuk mendukung Revitalisasi Bahasa Daerah.

“Dalam rangka menyukseskan Revitalisasi Bahasa Daerah untuk Festival Tunas Ibu di Rote Ndao, bersama ini kami memohon dukungan kepada pemangku kepentingan dalam hal ini Ibu Bupati Rote Ndao, Bapak Kadis, Bapak Sekretaris, dan kita semua untuk berkomitmen bersama mendukung kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah.” pintanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Rote Ndao dan penyerahan piagam penghargaan dari Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Diharapkan para pemangku kepentingan di Rote Ndao dapat bersinergi dengan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur serta dapat berperan aktif dalam kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah.

Acara pembukaan tersebut juga diisi pemaparan materi mengenai pentingnya berbahasa Rote oleh Sekretaris Dinas, Simon Zacharias, S.H.. Dalam materinya, Simon Zacharias memaparkan peta jalan Revitalisasi Bahasa Daerah yang akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao sebagai bentuk tindak lanjut jangka panjang dari pemerintah daerah dalam implementasj Merdeka Belajar Episode ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah.

Peta jalan Revitalisasi Bahasa Daerah akan dimulai dari penyusunan silabus muatan lokal bahasa Rote, penyusunan buku, implementasi pembelajaran, penguasaan bahasa daerah, dan pelestarian bahasa daerah. Simon Zacharias juga mengajak para guru utama untuk mulai menggunakan bahasa Rote dalam komunikasi. Pemaparan materi yang berlangsung selama satu jam pun disampaikannya dengan menggunakan bahasa Rote. (*)

Sumber (*/KBP  NTT)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda NTT Pinta DAK APBD 2019 Dipercepat

    Sekda NTT Pinta DAK APBD 2019 Dipercepat

    • calendar_month Sen, 20 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing meminta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT untuk mempercepat proses pelaksanaan paket proyek yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD NTT tahun 2019. “Sekarang sudah 20 Mei, sedikit lagi masuk bulan Juni, jadi tolong perhatikan program APBD DAK Fisik yang […]

  • Jelang Putusan MK, Plh. Bupati, Ketua DPRD & Kapolres Belu Imbau Masyarakat Tenang

    Jelang Putusan MK, Plh. Bupati, Ketua DPRD & Kapolres Belu Imbau Masyarakat Tenang

    • calendar_month Rab, 17 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2020 yang bakal dihelat pada Kamis, 18 Maret 2021, Plh. Bupati Belu, Frans Manafe; Kapolres Khairul Saleh; dan Ketua DPRD, Jeremias Manek Seran Junior mengimbau kepada  seluruh masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjaga […]

  • Antisipasi Eskalasi Kasus Covid–19, Bupati Belu Minta Jangan Panik

    Antisipasi Eskalasi Kasus Covid–19, Bupati Belu Minta Jangan Panik

    • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna mengantisipasi eskalasi (pertambahan jumlah) kasus penularan Covid–19 di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bupati dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM., didampingi Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M., secara tegas meminta agar masyarakat jangan panik dan jangan menganggap enteng pandemi Covid–19. “Kita tidak reaktif, tetapi responsif dan terukur. […]

  • “Bank NTT Peduli” Bersama Bantu Korban Bencana La Nina di NTT

    “Bank NTT Peduli” Bersama Bantu Korban Bencana La Nina di NTT

    • calendar_month Sen, 5 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badai siklon tropis dampak dari La Nina yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur memicu hujan lebat, angin kencang dan banjir bandang di beberapa wilayah, pada Sabtu dan Minggu, 4—5 April 2021, mengakibatkan ribuan warga terdampak, ratusan orang meninggal dunia, dan sebagian warga hilang. Kondisi dampak Badai Siklon Tropis, mengundang keprihatinan […]

  • Menteri Bintang Puspayoga : Hari Ibu Bukanlah Sekadar ‘Mothers Day’

    Menteri Bintang Puspayoga : Hari Ibu Bukanlah Sekadar ‘Mothers Day’

    • calendar_month Ming, 22 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Semarang, Garda Indonesia | “Hari Ibu bukanlah ‘mothers day’ karena makna Hari Ibu lebih pada memberikan ruang gerak dan dorongan semangat terhadap perempuan untuk terus berjuang, mengeksplorasi diri, dan menginspirasi sesama,” ungkap Menteri PPPA, Bintang Puspayoga pada Konferensi Pers Peringatan Hari Ibu Ke-91 pada Sabtu, 21 Desember 2019 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sesuai dengan […]

  • Yezkial Loude : Saya Minta Maaf & Tak Ada Niat Melecehkan Agama Katolik

    Yezkial Loude : Saya Minta Maaf & Tak Ada Niat Melecehkan Agama Katolik

    • calendar_month Ming, 30 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketua DPRD Kota Kupang, Yezkial Loude menyampaikan klarifikasi kepada media massa terkait beredarnya rekaman suara yang berisi pembicaraan mengandung SARA dan menimbulkan kekisruhan di tengah masyarakat. Kepada para awak media pada Minggu malam, 30 Mei 2021, ia menyatakan bahwa apa yang terpublikasi di media dalam bentuk foto dan rekaman suara adalah […]

expand_less