Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Anakalang, Siap Bersaing di Festival Desa Binaan Bank NTT

Anakalang, Siap Bersaing di Festival Desa Binaan Bank NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 28 Okt 2022
  • visibility 103
  • comment 0 komentar

Loading

Anakalang, Garda Indonesia | Desa Anakalang, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah kini terus bersolek. Ketika didatangi juri Festival desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD 2022, Stenly Boymau bersama Kasubdiv Parekraf dan Desa Binaan Direktorat Kredit Bank NTT, Reinhard Djo pada Rabu, 26 Oktober 2022, Kepala Desa setempat, Pedi Gamu Djadji dan staf memberi sejumlah bukti kemajuan desa itu.

Untuk diketahui, pada Agustus 2022, juri mengunjungi desa ini, dan saat itu Kades Pedi membeber sejumlah “mimpinya” untuk membangun tanah kelahirannya itu. Dan, Rabu pagi ketika juri tiba, tanpa ragu, dia mengajak juri menuju ke sebuah lokasi yang berada di halaman belakang kantor desa. Ternyata sudah ada dua kolam berukuran besar, dengan ukuran 4 X 6 meter kedalaman 160 cm

Di sana, mereka sudah sebar sekitar 3.000 benih ikan Nila, Karper, serta Mas di setiap kolam. Sedangkan di titik kedua, yang lokasinya tak jauh dari sana, mereka membangun kolam yang lebih besar lagi  berukuran 9 X 8 M, juga dengan bibit ikan yang sama.

“Setiap kolam kami sebar 3.000 ekor ikan. Kolam-kolam ini baru kami bangun, dengan harapan memenuhi permintaan ikan di Anakalang dan sekitarnya. Kami punya dua kolam alam, yang baru bisa dipanen saat kemarau, namun dengan tiga kolam besar yang kami bangun, kami harap bisa menjawab kebutuhan ikan air tawar di sini,” tegas Pedi sembari menambahkan, selama ini untuk memenuhi kebutuhan ikan, mereka datangkan dari Mamboro bahkan ada yang dari NTB

“Namun sekarang kami sudah bisa memproduksi ikan sendiri, dan semuanya akan dipakai untuk kebutuhan di sini, yakni kami bekerja sama dengan Posyandu, sehingga untuk pemberian makanan tambahan anak-anak, jadi uangnya tidak keluar melainkan berputar di Anakalang,” jelas dia bangga.

Juri pun diajak ke lokasi berikut yakni sebuah lahan seluas hampir 1 hektar sudah dicangkul, dan sebentar lagi akan ditanami ribuan anakan cabai yang disemai persis di samping puluhan bedeng siap tanam itu.

“Di sinilah akan kami tanami cabe-cabe yang sementara disemai. Kami memilih cabai karena kebutuhan akan pasar sangat tinggi. Selama ini kami pasok dari NTB, tapi dengan cabai yang kami tanam, bisa menjawab kebutuhan masyarakat Anakalang,” jelas Kades Pedi lagi.

Ternyata dia memilih cabai karena sudah tiga tahun ini, mempraktikkan bagaimana cara menanam dan dia sudah mendapatkan keuntungan dari tanaman ini.
Dia mengajak juri menuju ke lahan miliknya, berukuran hampir setengah hektar yang dipadati tanaman cabai siap panen. Dengan harga Rp50.000/Kg, setiap minggu mereka mendapat keuntungan dari hasil panen yang melimpah.

Lokasi berikutnya, adalah Kelompok Tenun Kalunga Pauma Yaga yang artinya tunas yang baru muncul. Kelompok yang baru mulai aktif sejak Januari ini dipimpin mama Mariana Rambu Jola. Di sini ada dua penenun, dengan motif khas Sumba Tengah. Para penenun setiap empat hari memproduksi selembar kain seharga Rp 700.000.

Banyaknya kemajuan yang sudah dicapai oleh Kepala Desa Anakalang bersama warganya ini mendapat apresiasi dari  juri Festival Desa Binaan Bank NTT, Stenly Boymau. Menurutnya, warga sudah bekerja dengan sangat serius, hingga menghasilkan capaian-capaian yang spektakuler.

“Agustus kemarin saya kesini, dan saat itu kita disuguhi data-data serta mimpi. Namun hari ini mereka memberi bukti, bahwa kerja keras itu sudah membuahkan hasil. Sudah ada kolam ikan berisi ribuan ekor ikan siap panen. Bahkan seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan ikan warga desa khususnya anak-anak balita. Kita tahu bahwa ikan sangat baik bagi anak-anak pada golden age,” tegas Stenly.

Lebih jauh, konsultan Humas Bank NTT ini pun memberi masukan agar nantinya pihak pemerintah desa harus memastikan keberlanjutan dari usaha-usaha tersebut.

Seusai panen, maka harus memastikan benih yang baru dan juga manajemen keuangannya agar ditata secara baik. Karena itu BUMDES mesti diaktifkan sehingga merekalah yang akan bertanggungjawab terhadap keberlanjutan program dengan manajemen keuangan yang transparan. Bahkan hal yang sama di sentra produksi cabe, yang menjadi hortikultura andalan dari Anakalang selain tanaman lainnya.

Sementara Reinhard Djo pun memberi masukan mengenai sentuhan digitalisasi dalam setiap transaksi, karena Bank NTT sudah menyediakannya. “Kolam ikan ikan ini bisa disulap menjadi sebuah destinasi wisata. Siapa yang masuk, membayar karcis, lalu mereka memancing dan dihitung berapa per kilogram. Kami dari Bank NTT siap mendukung dengan fasilitas-fasilitas dan layanan digital maupun elektronik sehingga tidak ada uang tunai di sini, uangnya lebih aman karena langsung masuk ke rekening,” tegas Reinhard sembari menambahkan, cabai adalah komoditi yang selalu dibutuhkan karena itu pemerintah desa diharapkan menjamin keberlanjutan masa tanamnya agar mengantisipasi kelangkaan produk di pasar yang berimbas pada terjadinya inflasi.

“Sementara mengenai tenunan, ini yang terus kita support. Sehelai tenunan akan menjadi mahal jika dibuat narasinya secara baik. Nah kekuatan kita ada di narasi, ini yang membuat dia mahal. Karena itu saya sarankan agar nantinya setiap produk harus disertai narasi yang kuat sehingga mudah kita lempar ke pasar digital, karena mereka membeli karena ada historinya,” tegas Reinhard yang disanggupi oleh para penenun.

Bank NTT memiliki website yang terkoneksi dengan pasar digital sehingga nantinya aneka produk UMKM milik masyarakat bisa dijual kesana dan Bank NTT akan melakukan pendampingan hingga warga mandiri. (*)

Sumber (*/tim/boy)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timor Creative People Konsisten Angkat Derajat Tenun Ikat NTT

    Timor Creative People Konsisten Angkat Derajat Tenun Ikat NTT

    • calendar_month Sab, 22 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Timor Creative People (TCP) sejak didirikan pada tahun 2014 hingga kini; sering berkecimpung di berbagai kegiatan dengan menampilkan berbagai hasil desain Tenun Ikat NTT yang dituangkan dalam peragaan busana dan dibawakan oleh anggota TCP. Di tahun 2018; TCP melaksanakan kegiatan workshop dan audisi TCP Model Hunt 2018 di Celebes Resto & Cafe, […]

  • Cara Tung Desem Memaknai Nilai-nilai Pancasila Saat Pandemi Covid-19

    Cara Tung Desem Memaknai Nilai-nilai Pancasila Saat Pandemi Covid-19

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Setiap orang memiliki caranya untuk memaknai nilai-nilai dalam Pancasila, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Begini cara seorang motivator dan pakar marketing Tung Desem Waringin memaknainya. Tung Desem yang juga sebagai penyintas Covid-19 menyampaikan agama-agama lain sebagai suatu keindahan. Keindahan itu tidak hanya di dalam agama yang dianut tetapi juga di dalam […]

  • Tak Harus Dipenjara, Mulai 2026 Pelanggar Hukum Kena Pidana Kerja Sosial

    Tak Harus Dipenjara, Mulai 2026 Pelanggar Hukum Kena Pidana Kerja Sosial

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Loading

    Pidana kerja sosial merupakan bagian dari implementasi KUHP baru Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 yang mulai berlaku pada 2026. Jenis hukuman ini akan diterapkan untuk pelanggaran ringan dengan ancaman pidana di bawah lima tahun.   Jakarta | Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan hukuman pidana kerja sosial akan mulai diterapkan setelah KUHP dan KUHAP […]

  • Langkah George Hadjoh Menuju Wali Kota Kupang (Bagian 2)

    Langkah George Hadjoh Menuju Wali Kota Kupang (Bagian 2)

    • calendar_month Sen, 15 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Anak muda diharapkan dapat menjadi pelopor kemajuan dan penggerak ekonomi. Demikian harapan George Hadjoh. Harapan itu dapat diejawantahkan dalam jumlah anak muda Kota Kupang yang mencapai 176.559 jiwa pada kondisi tahun 2023 (data BPS). Peran anak muda pun dapat melecutkan pertumbuhan ekonomi di era Society 5.0. pada sisi ekonomi digital merupakan […]

  • Panen Garam dan Rumput Laut di Raijua, Gubernur VBL Cari Pasar bagi Petani

    Panen Garam dan Rumput Laut di Raijua, Gubernur VBL Cari Pasar bagi Petani

    • calendar_month Jum, 23 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Raijua, Garda Indonesia | Saat melakukan panen garam di Tambak Garam Dahiae di Kecamatan Raijua, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) merespons kondisi para petani yang memprihatinkan, terlihat menumpuknya stok garam karena kesulitan pangsa pasar. Tindakan riil yang dilakukan Gubernur NTT yang suka melakukan sidak ke lokasi ini pun langsung menelepon Menteri Koordinator Bidang Perekonomian […]

  • Politeknik Negeri Kupang Bantu & Edukasi Kelompok Usaha Reparasi Sofa

    Politeknik Negeri Kupang Bantu & Edukasi Kelompok Usaha Reparasi Sofa

    • calendar_month Sab, 29 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Program Kemitraan Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari skema pengabdian kepada masyarakat dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi intens dilaksanakan oleh Politeknik Negeri Kupang (PNK). Politeknik Negeri Kupang melalui Program Kemitraan Masyarakat dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) memberikan perhatian dan dukungan kepada kelompok usaha yang dianggap layak dan […]

expand_less