Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Yapeka Inisiasi Restorasi Terumbu Karang di Perairan Laut Sawu

Yapeka Inisiasi Restorasi Terumbu Karang di Perairan Laut Sawu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 10 Mei 2023
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Pasca-badai Seroja pada April 2021 dan perilaku penangkapan ikan menggunakan bom mengakibatkan ekosistem terumbu karang rusak di seputar perairan Laut Sawu. Menilik kondisi tersebut, maka Yayasan Rumah Yapeka menginisiasi proyek penguatan komunitas lokal dalam restorasi atau transplantasi terumbu karang yang bakal dilaksanakan dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun.

Kick off atau peluncuran proyek restorasi terumbu karang ditandai dengan pengguntingan pita bersama perwakilan Yapeka, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT, Pemerintah Desa Lifuleo, dan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) dilaksanakan di Pantai Oesina, Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 8 Mei 2023.

Team leader Yayasan Rumah Yapeka, Picessylia Safiransi Anakay kepada Garda Indonesia menyampaikan, Yapeka telah mengembangkan ekosistem masyarakat pesisir sejak tahun 2020 dan menanam sekitar 1.000 fragmen terumbu karang.

“Salah satunya dibangun pusat informasi ekowisata yang memiliki kerangka Paus Pilot Sirip Pendek di Pantai Oesina,” terang Cessy panggilan akrabnya.

Yapeka sendiri, imbuh Cessy, telah masuk ke NTT (pulau Sumba) sejak tahun 2015 dengan mengembangkan proyek pengembangan rendah emisi. Kemudian, pada tahun 2020 dilakukan penanaman terumbu karang sekitar 0,4 hektare di pantai Oesina yang masuk ke dalam area perairan Laut Sawu.

Yapeka pun terus membangun kemitraan dan berkolaborasi dengan PLN UIW NTT dan Blue Partnership Action Fund dengan memberikan penguatan kepada komunitas lokal dalam proses restorasi terumbu karang yang rusak akibat badai siklon tropis Seroja.

“Kami berharap komunitas lokal dapat melanjutkan kerja (restorasi terumbu karang) yang telah dimulai (dilakukan) Yapeka,” tandas Cessy.

Pada kesempatan sama, Wiyudha Pandu Laksana, S.Pi. sebagai Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama dari BKKPN Kupang menyampaikan, ekosistem terumbu karang memelihara kualitas perairan sekitar, mengurangi erosi dan bahaya badai di wilayah pesisir, sebagai penghasil produksi ikan tertinggi dengan mendukung berbagai jenis ikan ekonomis penting.

Adapun jenis terumbu karang yang bakal ditanam bakal beragam jenis dan disesuaikan dengan jenis arus laut, dan hasil penelitian yang bakal dilakukan oleh Yapeka dan tim ahli.

Penulis (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garuda Sakti Atambua 2024, Rupiah Berdaulat di Batas RI-Tiles

    Garuda Sakti Atambua 2024, Rupiah Berdaulat di Batas RI-Tiles

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menghelat edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dan sistem pembayaran digital di Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini merupakan rangkaian “Gerakan Rupiah Berdaulat di Perbatasan Negeri” (GARUDA SAKTI) Atambua dilaksanakan tanggal 6—10 Agustus 2024 di Kota Atambua. GARUDA SAKTI Atambua 2024 […]

  • NTT: Nusa Tempat Titip?

    NTT: Nusa Tempat Titip?

    • calendar_month Sab, 6 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Darius Beda Daton, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT Hari ini, ramai nian ocehan, sindiran dan umpatan di media sosial dan WhatsApp group. Umpatan dipicu oleh pengumuman nama-nama calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) asal panitia daerah Polda NTT Tahun 2024. Pasalnya dari 11 nama yang diumumkan, tak nampak nama marga asal NTT. Saya […]

  • Tiga Desa di Rote Ndao, 1 Dusun di Sikka dan 17 Desa di NTT Nikmati Listrik

    Tiga Desa di Rote Ndao, 1 Dusun di Sikka dan 17 Desa di NTT Nikmati Listrik

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN terus berupaya melistriki kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) guna mewujudkan keadilan energi untuk seluruh masyarakat Indonesia. Sepanjang bulan Agustus, PLN berhasil melistriki 20 Desa dan 1 Dusun di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran listrik membawa banyak dampak dalam kehidupan masyarakat, mulai dari menggerakkan roda perekonomian, meningkatkan kualitas pendidikan […]

  • Gempa Tektonik M5,8 Manggarai Tidak Berpotensi Tsunami

    Gempa Tektonik M5,8 Manggarai Tidak Berpotensi Tsunami

    • calendar_month Sel, 22 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai, Garda Indonesia | Pada Senin 21 Februari 2022 pukul 19.35.59 WIB atau 20.35.59 WITA wilayah Pantai Utara Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,12° LS ; 120,70° BT, atau tepatnya berlokasi di […]

  • HUT Ke-77 TNI AL, Danlantamal VII Tabur Bunga di TMP Dharma Loka

    HUT Ke-77 TNI AL, Danlantamal VII Tabur Bunga di TMP Dharma Loka

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VII Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. Heribertus Yudho Warsono, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. CHRMP., CIQnR., CIQaR., CRMP. memimpin ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Loka, Pasir Panjang, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 9 September 2022. Ziarah dan tabur bunga […]

  • Selama Pandemi Covid-19, Masuk ke Kabupaten TTU Wajib Dikarantina 14 Hari

    Selama Pandemi Covid-19, Masuk ke Kabupaten TTU Wajib Dikarantina 14 Hari

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Utara (T.T.U) telah memberlakukan aturan ketat bagi semua orang yang masuk ke TTU, melalui semua pintu masuk di Pos Oeperigi, pos Napan Eban, Oepoli Noelelo dan Malaka Belu di Marobo; bakal diperiksa. Demikian penegasan Bupati T.T.U, Raymundus Sau Fernandes dalam percakapan telepon dengan Garda Indonesia pada […]

expand_less