Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Agenda Kerja Perdana Pj Gubernur NTT, Bertemu 3 Tokoh Agama

Agenda Kerja Perdana Pj Gubernur NTT, Bertemu 3 Tokoh Agama

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 8 Sep 2023
  • visibility 118
  • comment 2 komentar

Loading

Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake tiba di Kupang pada Kamis, 7 September 2023 sekitar pukul 13.05 WITA, usai ramah tamah bersama jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkompinda), ia langsung melakukan agenda kerja perdana, bersilahturahmi dengan 3 (tiga) tokoh agama. Sementara untuk tokoh agama Hindu dan Budha bakal dilakukan pada Jumat, 8 September.

Pada kunjungan ini, Pj Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kosmas Lana dan rombongan, memulai kunjungan di Kantor Sinode GMIT dan diterima Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Merry Kolimon di ruang kerjanya.

Welcome home Bapak. Merupakan suatu kebanggaan seorang anak berdarah NTT kembali untuk melayani provinsi ini. Kami menyadari bahwa satu tahun merupakan masa yang singkat tetapi kiranya kepemimpinan ini membawa jejak-jejak positif bagi masyarakat NTT,” ungkap Pendeta Merry Kolimon.

Lanjut Pdt. Merry Kolimon, “Ada sejumlah agenda besar yang juga dikerjakan oleh kami Sinode GMIT seperti _human trafficking, stunting, ancaman kekeringan dampak badai El Nino serta kondisi-kondisi sekolah swasta yang membutuhkan perhatian. Selain itu, NTT juga mempunyai banyak potensi salah satunya adalah garam. Dan kami siap bekerja sama mendukung program pemerintah.”

Merespons Pdt. Merry Kolimon, Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake menyampaikan permohonan dukungan dari berbagai pihak untuk mengatasi berbagai agenda baik human trafficking hingga stunting.

“Terkait human trafficking , belajar dari pengalaman penanganan di Hongkong, perlu adanya sistem yang mampu mengontrol, memonitor dan melindungi para pekerja luar negeri. Sedangkan terkait stunting berikan saya waktu untuk penanganannya,” terang Ayodhia.

Ayodhia Kalake saat disambut hangat Ketua Sinode GMIT, Pdt Merry Kolimon. Foto oleh Dio Ceunfin

Bertolak dari Kantor Sinode GMIT, Penjabat Gubernur Odhi Kalake melanjutkan kunjungannya ke Istana Keuskupan Agung Kupang untuk mengunjungi Pemimpin Umat Katolik di Wilayah Keuskupan Agung Mgr. Petrus Turang, Pr.

Pada kunjungan tersebut, Yang Mulia Uskup Petrus Turang menyambut hangat kedatangan Ayodhia Kalake dengan memberikan beberapa pesan dalam mengemban tugasnya sebagai Penjabat Gubernur Provinsi Nusa tenggara Timur.

“Selamat datang dan selamat bekerja untuk kemuliaan nama Tuhan untuk menjadikan NTT lebih baik lagi,” ucap Uskup Turang sembari menyampaikan NTT merupakan daerah yang aspek maritimnya belum dikelola secara benar.

Lanjut Uskup Turang, “Saya selalu tekankan dari dulu agar bagaimana memaksimalkan potensi di daerah ini sehingga memperkuat aset-aset yang dimiliki daerah ini karena para investor dari luar kebanyakan cuma mengambil lalu kemudian terbang keluar.”

Jadi, tandas Uskup Turang, harus diperkuat pengusaha-pengusaha daerah ini. Intinya bahwa bagaimana orang-orang di NTT diberdayakan supaya keluar dari stunting, kemiskinan dan berbagai persoalan lainnya.

Mengakhiri pertemuan tersebut Uskup Turang berpesan agar terjalinnya hubungan yang baik antara pemerintah provinsi dan setiap kabupaten/kota yang ada juga senantiasa mendukungnya dengan memberikan dukungan dan doa agar semua program dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan.

“Terakhir, kembangkan kerja sama antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota supaya efektif pembangunan dengan mengedepankan partisipasi masyarakat. Kita tetap bawa dalam doa, semoga dapat melaksanakan semua target secara maksimal,” ucap Uskup Turang.

Silahturahmi Ayodhia Kalake dengan Ketua MUI NTT, Muhammad Wongso. Foto oleh Dio Ceunfin

Ayodhia Kalake mengungkapkan terima kasih untuk waktu dan kesempatan yang ada sehingga silaturahmi boleh terjadi tepat pada saat ia menginjakkan kaki di Bumi Flobamorata. “Hari ini, kami memohon waktu semua pemuka agama, di mana kami berharap agar tidak sekadar menerima, tetapi juga memberi masukan bagaimana membuat NTT maju ke depannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Odhi (sapaan akrab Penjabat Gubernur NTT, red) menjelaskan, “Ada isu penting yang menjadi prioritas seperti stunting dan hal-hal potensi garam yang luar biasa, tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kami juga sudah bertemu dengan Forkopimda untuk diskusi berbagai masalah ini. Sekarang, bagaimana kita maksimalkan potensi NTT, dengan alam yang indah, bahkan ada salah 1 resort terbaik dunia yang ada di Pulau Sumba. Kiranya berkat Tuhan ini bisa kita optimalkan. Sudah waktunya kita bekerja keras untuk NTT. Kami akan berusaha semaksimal mungkin sesuai tugas yang dibebankan Presiden untuk menjadi Penjabat Gubernur,” urainya.

Ayodhia Kalake pun meminta doa dan dukungan agar bisa membawa NTT maju. “Kami mohon dukungan berupa masukan dan kerja samanya, supaya benar-benar bisa membawa NTT maju dan sejahtera,” tandas Odhi.

Usai kunjungan di Istana Keuskupan Agung Kupang, Pejabat Gubernur NTT bersama rombongan bersilahturahmi di kediaman Ketua MUI Provinsi NTT, Muhammad Wongso yang juga dihadiri jajaran pengurus MUI.

Ketua MUI Provinsi NTT, Muhammad Wongso menyampaikan selamat datang serta mengapresiasi terpilihnya salah seorang putra terbaik Lamaholot sebagai Pejabat Gubernur NTT, serta siap mendukung program pemerintah Provinsi NTT.

Setelah silaturahmi dan dialog singkat, Ayodhia Kalake bersama Ketua MUI Provinsi NTT, Drs. H. Muhammad Wongso dan jajaran pengurus MUI kemudian melaksanakan salat bersama.(*)

Sumber (*/APim Setda NTT/Fara Therik & Via Da Costa)

  • Penulis: Penulis

Komentar (2)

  • Suryani Benga Tokan, S. Kom

    Sekiranya perjalanan dalam tugas dan pelayanan mengedepankan Tuhan. Bekerja dengan taat dan takut kepada Tuhan dan untuk kemulian nama Tuhan. Tuhan pasti memberkati.

    Balas8 September 2023 5:56 pm
  • YOSEPH RATU DANY

    Kami bangga terpilihx bapak Pj Gibetnur Ntt dari ptra Lamaholot sendiri,harapan kami Masyarakat Ntt,agar bapak memimpin Ntt dgn Hati,walaupun hanya setahun saja.

    Balas8 September 2023 5:00 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Pasien Covid–19 di Belu Meninggal Akibat Penyakit Penyerta

    Lima Pasien Covid–19 di Belu Meninggal Akibat Penyakit Penyerta

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Dua bulan terakhir (Juni—Juli 2021, red), pasien Covid–19 yang meninggal di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjumlah 5 (lima) orang. “Pasien – pasien yang meninggal ini adalah mereka yang datang  dengan penyakit penyerta. Tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi berat. Pasien yang pertama, penyakit jantung derajat 4, sudah […]

  • ‘Judicial Review’ UU Pers, Keterangan Saksi DP & Pemerintah Bertentangan

    ‘Judicial Review’ UU Pers, Keterangan Saksi DP & Pemerintah Bertentangan

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keterangan saksi Bambang Sadono yang dihadirkan Dewan Pers pada sidang lanjutan perkara: Nomor 38/PUU-XIX/2021 di Mahkamah Konstitusi pada Kamis, 21 April 2022, mengundang pertanyaan kuasa hukum pemohon dan majelis hakim. Bambang Sadono menyatakan Dewan Pers mempunyai kewenangan untuk membuat regulasi, termasuk memfasilitasi organisasi pers untuk membuat regulasi. Dan saksi juga mengatakan […]

  • “Peran Bank NTT” Provinsi NTT 10 Besar Inklusi & Literasi Keuangan

    “Peran Bank NTT” Provinsi NTT 10 Besar Inklusi & Literasi Keuangan

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Japarmen Manalu menegaskan bahwa di OJK, mereka selalu melakukan survei inklusi dan literasi keuangan secara nasional. Dan dalam survei yang dilakukan tiga tahun sekali itu, pada tahun 2016, Provinsi NTT masih di peringkat 33 dari 34 provinsi di Indonesia. Atau NTT nyaris menjadi juru […]

  • HIMAKEB & PERMADA Peduli Tragedi Kebakaran Kampung Adat Nggela

    HIMAKEB & PERMADA Peduli Tragedi Kebakaran Kampung Adat Nggela

    • calendar_month Rab, 31 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia|Kampung Adat Nggela, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (29/10/18) siang berduka akibat dilanda bencana kebakaran. Sebanyak 31 unit bangunan rumah termasuk 21 unit rumah adat di lokasi kejadian, ludes terbakar. “Dari 31 rumah yang terbakar, 21 rumah di antaranya adalah rumah adat. Sedangkan sisanya yakni rumah warga. Saat kejadian sekitar pukul […]

  • 320 ASN Pemprov NTT Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya

    320 ASN Pemprov NTT Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya

    • calendar_month Sel, 15 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 320 aparatur sipil negara (ASN) lingkup pemerintah provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dengan perincian masa kerja X (sepuluh) tahun sebanyak 184 orang, XX (dua puluh) tahun sebanyak 79 dan XXX (tiga puluh) tahun sebanyak 57 orang. Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X, […]

  • Gubernur NTT Panen Jagung Program TJPS Periode Oktober—Maret di Sulamu

    Gubernur NTT Panen Jagung Program TJPS Periode Oktober—Maret di Sulamu

    • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Sulamu-Kupang, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Panen Jagung Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) periode tanam Oktober—Maret di Desa Pontulan Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang, pada Senin, 22 Maret 2021. Adapun luas lahan TJPS periode tanam Oktober—Maret (Okmar) dengan data persebaran pada 16  Kabupaten di NTT yaitu Kabupaten Kupang 1.260 Ha, […]

expand_less