Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Pj Gubernur Didesak Selamatkan Bank NTT

Pj Gubernur Didesak Selamatkan Bank NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 1 Mei 2024
  • visibility 56
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Sikap dingin Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake atau yang akrab disapa Ody Kalake yang mana tidak kunjung menandatangani persetujuan kerja sama kelompok usaha bank (KUB) antara Bank NTT dengan Bank DKI memantik desakan dari pengamat hukum bisnis perbankan, Petrus E. Jemadu, SH.,Mhum.

“Kita minta Pak Ody sebagai Penjabat Gubernur NTT, selamatkan bank NTT. Karena selamatkan Bank NTT bukan hanya untuk kepentingan kurang lebih 3.000 karyawan, bukan hanya kepentingan direksi dan komisaris tetapi menyangkut kepentingan daerah ini,” tekan Petrus E. Jemadu kepada  wartawan di Kupang pada Selasa, 30 April 2024.

Dikatakan Piet Jemadu, keberadaan Bank NTT itu hal prinsipnya adalah punya kepentingan untuk pembangunan dan kepentingan sebagai pengelola kas daerah Provinsi NTT dan kabupaten/kota di NTT, serta kepentingan rakyat kecil, dan nasabah kecil di NTT.

“Saya amati relasi Penjabat Gubernur NTT dengan Bank NTT bahwa kepedulian terhadap daerah ini cukup baik. Hanya memang saya lihat butuh waktu untuk berdiskusi dengan pak Ody Kalake. Sudah lama saya ingin berdiskusi dengan beliau, namun melalui media ini bisa menjadi jembatan. Karena Penjabat Gubernur itu satu tahun masa jabatan dan akan berakhir pada 5 September 2024 ini, dan saya dengar akan ada pergantian,” ujar Piet Jemadu.

Dijelaskannya, Indonesia termasuk NTT, masalah makro perbankan pasca-COVID-19, semua ada tekanan risiko. Ada delapan risiko perbankan yakni likuditas, kredit, yang berdampak risiko operasional, risiko strategis dan lainnya. Itu pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat, tiap bank perlu ada peningkatan penyertaan modal.

“Mengapa ada penambahan penyertaan modal, untuk menjaga risiko. Ada risk coverage, menyangga risiko agar terjadi risiko, maka bank itu tidak kolaps. Karena itu perlu ada penambahan modal disetor,” katanya.

Menurut Piet Jemadu, Bank NTT itu adalah badan usaha milik daerah (BUMD) yang kredibel. Bahkan, saban tahun Bank NTT menyumbang deviden sangat besar. “Untuk provinsi itu sekitar puluhan miliar. Untuk kabupaten dan kota itu miliaran. Yang puluhan miliar itu Provinsi NTT, Kabupaten Kupang, dan Sumba Timur,” ungkapnya.

Piet Jemadu pun menyampaikan, meski sudah 5 (lima) tahun, dirinya berhenti dari Komisaris Independen, namun ia tetap mengamati terus perkembangan Bank NTT. “Saat pasca-covid, ada penurunan laba dan deviden. Dan kalau orang yang tidak paham perbankan mereka menilai Bank NTT dalam bahaya, itu salah. Masih ada profit dan itu ada tantangan yaitu pasca covid,” katanya.

Sehingga, lanjut Piet Jemadu, untuk survive Bank NTT, pemegang saham melakukan penyertaan modal untuk menyangga risiko. “Kalau mereka tidak lakukan karena anggaran dan APBD terbatas, maka ada jalan lain. Banyak jalan, dan yang terpenting adalah Penjabat Gubernur punya komitmen dan itikad baik untuk mencari jalan penyelamatan Bank NTT,” jelasnya.

Piet Jemadu pun mengurai kondisi saat tahun 2017—2018. Antara lain, saham seri B. “Dulu sebelum berhenti, kita menyatakan kepada RUPS bahwa penyertaan modal seri A sebesar Rp3 triliun, dan seri B Rp1 triliun itu di anggaran dasar, istilahnya capital statuta jadi modal di dalam anggaran dasar. Sedangkan modal saat itu sekitar Rp1 triliun. Sedangkan saham seri B sekitar Rp400 juta. Ini yang perlu didorong yaitu saham seri B. Selain itu bisa dengan banyaknya Koperasi di NTT seperti Obormas atau Singosay yang asetnya besar juga ada Swastisari, juga yang bernaung di bawah TLM, ada Serviam dan lainnya. Maksudnya pemegang sahamnya rakyat yang bersatu dalam Koperasi,” imbuhnya.(*)

Sumber (*/tim/Laurens)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanam Pohon di Kota Kupang, Yeri Padji : Dipelihara Pihak Ketiga Sampai April 2021

    Tanam Pohon di Kota Kupang, Yeri Padji : Dipelihara Pihak Ketiga Sampai April 2021

    • calendar_month Sel, 29 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang terus melakukan gebrakan dengan menanam pohon guna menuju kota yang berwawasan lingkungan sesuai dengan jabaran visi Pemerintah Kota Kupang untuk menjadikan ibu kota Provinsi NTT ini menjadi kota layak huni. Program tersebut dicanangkan dalam gerakan bersama yang dinamai Gerakan Kupang Hijau (GKH) dan dikomandoi langsung oleh Dinas Lingkungan […]

  • PDI Perjuangan Nilai Gelar Pahlawan Soeharto Abaikan Sejarah Kelam

    PDI Perjuangan Nilai Gelar Pahlawan Soeharto Abaikan Sejarah Kelam

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa gelar Pahlawan Nasional merupakan penghargaan moral tertinggi negara yang seharusnya diberikan kepada tokoh tanpa catatan kelam dalam sejarah bangsa.   Jakarta | Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menilai pemerintah telah mengabaikan aspirasi masyarakat yang menolak penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Ia […]

  • Proyek Air Bersih Gagal, Ketua Komisi III DPRD : Bupati TTS Tipu Masyarakat

    Proyek Air Bersih Gagal, Ketua Komisi III DPRD : Bupati TTS Tipu Masyarakat

    • calendar_month Sab, 26 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | David Boimau, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menilai Bupati Egusem P. Tahun, S.T., M.M. telah membohongi masyarakat Kota SoE. Hal ini diungkapkan David Boimau ketika menyaksikan gagalnya pekerjaan jaringan air bersih di sumber air Fatu Oni Desa Oinlasi, Kecamatan […]

  • World Water Forum 2024 di Bali, PLN Siaga Listrik Tanpa Kedip

    World Water Forum 2024 di Bali, PLN Siaga Listrik Tanpa Kedip

    • calendar_month Sab, 18 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, PLN (Persero) siap menghadirkan listrik yang andal mendukung perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (KTT WWF) ke–10 pada tanggal 18—25 Mei 2024. Hal ini tercermin melalui apel siaga kelistrikan KTT WWF di halaman kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali pada Jumat, 17 Mei. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh […]

  • 1.019 Sekolah di Kab Kupang Rawan Bencana Angin Puting Beliung & Banjir

    1.019 Sekolah di Kab Kupang Rawan Bencana Angin Puting Beliung & Banjir

    • calendar_month Rab, 27 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Oelamasi, Garda Indonesia | Banyak sekolah di Kabupaten Kupang yang tidak memadai dan tidak aman bencana, menurut data dari Dinas Pendidikan Prov NTT terdapat 1.019 sekolah rawan bencana dan tersebar hampir di 24 kecamatan di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Meski di Kabupaten Kupang telah terdapat 20 orang perempuan dan 15 orang laki-laki sebagai […]

  • Cerita Pilu Warga Demak Terdampak Banjir

    Cerita Pilu Warga Demak Terdampak Banjir

    • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Demak, Garda Indonesia | Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak tidak hanya meninggalkan genangan air, tetapi juga cerita keberanian dan harapan dari para korban banjir. Siti Maesaroh dan Sumartini adalah beberapa di antara banyak warga yang berbagi pengalaman mereka selama masa pengungsian. Siti Maesaroh, salah satu pengungsi banjir di SMK Ganesa Demak, Kabupaten […]

expand_less