Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Pj Gubernur Didesak Selamatkan Bank NTT

Pj Gubernur Didesak Selamatkan Bank NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 1 Mei 2024
  • visibility 134
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang, Sikap dingin Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake atau yang akrab disapa Ody Kalake yang mana tidak kunjung menandatangani persetujuan kerja sama kelompok usaha bank (KUB) antara Bank NTT dengan Bank DKI memantik desakan dari pengamat hukum bisnis perbankan, Petrus E. Jemadu, SH.,Mhum.

“Kita minta Pak Ody sebagai Penjabat Gubernur NTT, selamatkan bank NTT. Karena selamatkan Bank NTT bukan hanya untuk kepentingan kurang lebih 3.000 karyawan, bukan hanya kepentingan direksi dan komisaris tetapi menyangkut kepentingan daerah ini,” tekan Petrus E. Jemadu kepada  wartawan di Kupang pada Selasa, 30 April 2024.

Dikatakan Piet Jemadu, keberadaan Bank NTT itu hal prinsipnya adalah punya kepentingan untuk pembangunan dan kepentingan sebagai pengelola kas daerah Provinsi NTT dan kabupaten/kota di NTT, serta kepentingan rakyat kecil, dan nasabah kecil di NTT.

“Saya amati relasi Penjabat Gubernur NTT dengan Bank NTT bahwa kepedulian terhadap daerah ini cukup baik. Hanya memang saya lihat butuh waktu untuk berdiskusi dengan pak Ody Kalake. Sudah lama saya ingin berdiskusi dengan beliau, namun melalui media ini bisa menjadi jembatan. Karena Penjabat Gubernur itu satu tahun masa jabatan dan akan berakhir pada 5 September 2024 ini, dan saya dengar akan ada pergantian,” ujar Piet Jemadu.

Dijelaskannya, Indonesia termasuk NTT, masalah makro perbankan pasca-COVID-19, semua ada tekanan risiko. Ada delapan risiko perbankan yakni likuditas, kredit, yang berdampak risiko operasional, risiko strategis dan lainnya. Itu pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat, tiap bank perlu ada peningkatan penyertaan modal.

“Mengapa ada penambahan penyertaan modal, untuk menjaga risiko. Ada risk coverage, menyangga risiko agar terjadi risiko, maka bank itu tidak kolaps. Karena itu perlu ada penambahan modal disetor,” katanya.

Menurut Piet Jemadu, Bank NTT itu adalah badan usaha milik daerah (BUMD) yang kredibel. Bahkan, saban tahun Bank NTT menyumbang deviden sangat besar. “Untuk provinsi itu sekitar puluhan miliar. Untuk kabupaten dan kota itu miliaran. Yang puluhan miliar itu Provinsi NTT, Kabupaten Kupang, dan Sumba Timur,” ungkapnya.

Piet Jemadu pun menyampaikan, meski sudah 5 (lima) tahun, dirinya berhenti dari Komisaris Independen, namun ia tetap mengamati terus perkembangan Bank NTT. “Saat pasca-covid, ada penurunan laba dan deviden. Dan kalau orang yang tidak paham perbankan mereka menilai Bank NTT dalam bahaya, itu salah. Masih ada profit dan itu ada tantangan yaitu pasca covid,” katanya.

Sehingga, lanjut Piet Jemadu, untuk survive Bank NTT, pemegang saham melakukan penyertaan modal untuk menyangga risiko. “Kalau mereka tidak lakukan karena anggaran dan APBD terbatas, maka ada jalan lain. Banyak jalan, dan yang terpenting adalah Penjabat Gubernur punya komitmen dan itikad baik untuk mencari jalan penyelamatan Bank NTT,” jelasnya.

Piet Jemadu pun mengurai kondisi saat tahun 2017—2018. Antara lain, saham seri B. “Dulu sebelum berhenti, kita menyatakan kepada RUPS bahwa penyertaan modal seri A sebesar Rp3 triliun, dan seri B Rp1 triliun itu di anggaran dasar, istilahnya capital statuta jadi modal di dalam anggaran dasar. Sedangkan modal saat itu sekitar Rp1 triliun. Sedangkan saham seri B sekitar Rp400 juta. Ini yang perlu didorong yaitu saham seri B. Selain itu bisa dengan banyaknya Koperasi di NTT seperti Obormas atau Singosay yang asetnya besar juga ada Swastisari, juga yang bernaung di bawah TLM, ada Serviam dan lainnya. Maksudnya pemegang sahamnya rakyat yang bersatu dalam Koperasi,” imbuhnya.(*)

Sumber (*/tim/Laurens)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkara Komoditas Timah, JAM Pidsus Serahkan 10 Tersangka

    Perkara Komoditas Timah, JAM Pidsus Serahkan 10 Tersangka

    • calendar_month Kam, 13 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung melaksanakan serah terima tanggung jawab tersangka dan barang bukti (tahap II) atas 10 (sepuluh) orang tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 13 Juni 2024. Pelaksanaan tahap II tersebut terkait dengan […]

  • Siapa Pilihan Rakyat NTT, Mampukah Transformasi Tantangan Jadi Peluang?

    Siapa Pilihan Rakyat NTT, Mampukah Transformasi Tantangan Jadi Peluang?

    • calendar_month Rab, 9 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : dr.Eky Gonang Pemilihan gubernur NTT pada Rabu, 27 November 2024 adalah momentum penting bagi seluruh masyarakat. Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah provinsi yang penuh potensi, namun tidak bisa diabaikan bahwa wilayah ini juga menghadapi tantangan signifikan. Dengan data yang ada, pertanyaan besar yang muncul adalah: pemimpin seperti apa yang mampu memimpin NTT dan mengubah […]

  • Seluruh Sumba Tengah Dialiri Listrik, 45 Desa di Sumba Belum Ada Listrik

    Seluruh Sumba Tengah Dialiri Listrik, 45 Desa di Sumba Belum Ada Listrik

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | PLN UP2K Sumba mencatat sejarah penting berhasil menyelesaikan jaringan listrik di seluruh desa di Sumba Tengah pada akhir Juli 2024. Pencapaian ini tak lepas dari sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat, yang bersama-sama mewujudkan impian panjang: menerangi setiap sudut wilayah Sumba Tengah. Merujuk pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor […]

  • Kementerian Hukum dan HAM Raih Sertifikat Sistem Merit “Sangat Baik”

    Kementerian Hukum dan HAM Raih Sertifikat Sistem Merit “Sangat Baik”

    • calendar_month Sel, 24 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) berhasil menerapkan sertifikat sistem merit dengan nilai sangat baik, luar biasa. Ini merupakan kerja keras Pak Menteri (Menteri Hukum dan HAM RI, Yasona Laoly, red) dan jajarannya. Kami menyiapkan mulai dari audiensi, coaching dan sebagainya sejak Februari, hari ini kita serahkan sertifikat itu,” ucap Ketua KASN […]

  • Suku Bunga Dasar Kredit Konsumsi di Bank NTT Turun dari 14% ke 10%

    Suku Bunga Dasar Kredit Konsumsi di Bank NTT Turun dari 14% ke 10%

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sektor usaha mikro kecil dan menengah menjadi pusat perhatian pemerintah (Bank Indonesia) maupun OJK sebagai lembaga regulator dan pengawas guna menopang perekonomian negara. Di masa pandemik Covid ini kebijakan-kebijakan dari regulator dan pengawas muncul sebagai respons cepat guna memulihkan stabilitas perekonomian negara dan mengembalikan semangat usaha para pelaku usaha. Sebagai respons […]

  • Lepas Jabatan Ketua Partai Demi Rakyat! Nubatonis Lelaki Sejati

    Lepas Jabatan Ketua Partai Demi Rakyat! Nubatonis Lelaki Sejati

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Pernyataan mundurnya Jonathan Nubatonis sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo Nusa Tenggara Timur (NTT) sontak mengejutkan publik. Apalagi, selama 10 tahun partai besutan Hary Tanoesudibjo ini dipimpinnya, terjadi penambahan 46 kursi di DPRD hasil pemilihan legislatif (Pileg) 2024, dan tercatat sebagai yang terbanyak di Indonesia untuk Partai Perindo. Alasan pengunduran diri Jonathan […]

expand_less