Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Asal-usul, Pesona, dan Keseruan Trekking Gunung Meja di Ende

Asal-usul, Pesona, dan Keseruan Trekking Gunung Meja di Ende

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
  • visibility 75
  • comment 0 komentar

Loading

Gunung Meja Ende mencerminkan keunikan dan kekayaan alam Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memesona. Puncaknya yang datar menyerupai meja, gunung ini menjadi simbol alam yang ikonik sekaligus menyimpan nilai-nilai historis yang erat dengan kehidupan masyarakat Ende.

Keberadaannya tidak hanya memberikan keindahan visual, tetapi juga menjadi saksi perjalanan waktu yang memadukan tradisi, mitos, dan kehidupan sehari-hari.

Asal-usul Gunung Meja

Dikutip dari laman uns.ac.id, sejarah Gunung Meja Ende terdiri atas banyaknya kisah menarik yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat lokal.

Terletak di depan Pantai Nanganesa, Kota Ende, ibu kota Kabupaten Ende, gunung ini memiliki ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Namanya diambil dari bentuk puncaknya yang menyerupai meja, hasil dari proses pemotongan puncak gunung pada 1970-an.

Langkah ini dilakukan oleh pemerintah daerah karena puncak Gunung Meja dianggap mengganggu pendaratan dan keberangkatan pesawat di Bandara Haji Hasan Aroeboesman, yang berjarak sekitar lima kilometer dari Pulau Koa. Material hasil pemotongan tersebut dibuang ke dasar laut, meninggalkan bentuk datar seperti yang terlihat saat ini.

Sejarah Gunung Meja Ende juga erat kaitannya dengan legenda kuno yang diwariskan secara turun-temurun.

Kisah ini melibatkan tiga tokoh utama yaitu Meja, seorang gadis cantik yang sopan, lalu Iya, seorang pria kaya dengan sifat jahat dan juga Wongge, seorang pria miskin yang berbudi pekerti baik.

Dalam cerita tersebut, cinta Meja terhadap Wongge menimbulkan kecemburuan pada Iya, yang akhirnya membunuh Meja dengan memenggal kepalanya.

Kepala Meja dibuang ke arah timur, membentuk Pulau Koa. Wongge, yang datang dan menyaksikan kejahatan tersebut, melawan Iya hingga berhasil membunuhnya dengan parang panjang.

Parang tersebut kemudian dilempar ke arah selatan, yang dipercaya masyarakat berubah menjadi Pulau Ende, berbentuk seperti parang.

Sejarah Gunung Meja Ende tidak hanya memberikan warisan mitos, tetapi juga menginspirasi berbagai karya seni dan tradisi lokal. Dari kisah ini, lahir tarian, teater rakyat, drama, dan adat istiadat yang terus dilestarikan hingga kini.

Gunung Meja, dengan keunikan bentuk dan kekayaan legenda yang menyelimutinya, menjadi simbol keindahan sekaligus saksi perjalanan panjang budaya masyarakat Ende. (DANI)

Cara trekking menjangkau puncak Gunung Meja

Dilansir dari atourin.com, pilihan rute yang dapat kamu tempuh dengan menggunakan mobil dan sepeda motor. Dari pusat Kabupaten Ende, kamu bisa mengendarai kendaraanmu di Jalan Pelabuhan IPPI menuju Gunung Meja. Perjalanan hanya sekitar 2 km dengan waktu tempuh 7—10 menit untuk sampai di pintu masuk Gunung Meja di Desa Rukun Lima. Selanjutnya, kamu bisa memarkirkan kendaraanmu dan trekking menuju puncak gunung selama 1,5 jam perjalanan.

Aksesibilitas menuju objek wisata Gunung Meja dengan rute mudah ditempuh, jalan lebar, jalan naik turun, bisa naik motor, dan bisa naik mobil

Tips untuk kamu yang ingin trekking 

  • Pastikan fisik dan mentalmu dalam keadaan sehat untuk melewati trekking ke Gunung Meja;
  • Pastikan kamu menjaga sikap dan ucapan di sepanjang perjalanan menuju puncak gunung;
  • Kamu bisa membawa bekal makanan dan minuman;
  • Kamu bisa membawa kamera terbaikmu untuk menangkap momen-momen indah;
  • Pastikan kamu menggunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman;
  • Pastikan kamu hanya membawa barang-barang seperlunya saja agar tidak terlalu memenuhi isi tas.(*)

Sumber (*/ragam)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Covid-19, TWC Berlakukan Pembatasan Kunjungan di Tiga Candi

    Terkait Covid-19, TWC Berlakukan Pembatasan Kunjungan di Tiga Candi

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola 3 (tiga) candi yaitu Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Boko memberlakukan pembatasan kunjungan pengunjung selama 14 hari, yakni pada 16—29 Maret 2020 sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Direktur Utama PT. TWC Edy Setijono menjelaskan, pembatasan kunjungan diberlakukan untuk kunjungan umum, regular, […]

  • Surat Bawaslu Sabu ke Imigrasi Kupang, Ini Penjelasan Kemenkumham NTT

    Surat Bawaslu Sabu ke Imigrasi Kupang, Ini Penjelasan Kemenkumham NTT

    • calendar_month Jum, 5 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Upaya penelusuran status kewarganegaraan dari Saudara Orient Patriot Riwu Kore, yang dilakukan oleh Bawaslu Sabu Raijua dengan melayangkan surat kepada Kantor Imigrasi Kupang, terkait status warga negara; ditanggapi oleh Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone pada Jumat, 5 Februari 2021. Berdasarkan data yang dihimpun, terang […]

  • Diksi Duta Bahasa Provinsi NTT 2023

    Diksi Duta Bahasa Provinsi NTT 2023

    • calendar_month Ming, 26 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase “Silakan peserta nomor urut 1 (satu) mengambil nomor undian, menggunakan pelantang dan mempresentasikan krida yang telah tersedia di salin dia,” ucap pewara dalam sesi pemilihan Duta Bahasa Provinsi NTT 2023 pada Sabtu petang, 18 Maret 2023 di salah satu hotel di kota Kupang. Mungkin bagi sebagian dari Anda, tak memahami beberapa […]

  • Menanti 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran Atasi Kendala Gas Industri Banten

    Menanti 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran Atasi Kendala Gas Industri Banten

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Banten | Peliknya dinamika gas industri di Banten ditengarai bakal bermuara ke pemerintahan Prabowo-Gibran yang akan segera dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2024 mendatang. Mayoritas pelaku usaha di Banten sampai saat ini masih mengeluhkan kendala pasokan gas lantaran kebijakan pembatasan gas yang dilakukan Perusahaan Gas Nasional. Menyikapi permasalahan ini, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha […]

  • Hari Bumi, IAKN Kupang Luncur Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Matoa

    Hari Bumi, IAKN Kupang Luncur Gerakan Tanam 1 Juta Pohon Matoa

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Pohon Matoa tergolong besar dengan tinggi rata-rata 18 meter, berdiameter rata-rata maksimum 100 cm. Buah Matoa bermanfaat untuk kesehatan yakni menurunkan tekanan darah tinggi.   Kupang | Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang turut ambil bagian dalam peluncuran gerakan penanaman 1 juta pohon Matoa dan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Istiqlal Internasional Indonesia (PPIII). […]

  • Poktan Nubahaeraka Panen Bersama di Area PLTP Atadei Lembata

    Poktan Nubahaeraka Panen Bersama di Area PLTP Atadei Lembata

    • calendar_month Sen, 12 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Panen ini melibatkan 27 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Harapan dan Kelompok Tani Lala Matan. Lahan tanam 3 hektare untuk kacang tanah, para petani berhasil memanen 5 ton pada tahap pertama dengan omzet Rp70 juta.   Lembata | Kelompok Tani Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, binaan PLN UIP Nusra (Unit Induk Pembangunan Nusa […]

expand_less