Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Asal-usul, Pesona, dan Keseruan Trekking Gunung Meja di Ende

Asal-usul, Pesona, dan Keseruan Trekking Gunung Meja di Ende

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
  • visibility 313
  • comment 0 komentar

Loading

Gunung Meja Ende mencerminkan keunikan dan kekayaan alam Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memesona. Puncaknya yang datar menyerupai meja, gunung ini menjadi simbol alam yang ikonik sekaligus menyimpan nilai-nilai historis yang erat dengan kehidupan masyarakat Ende.

Keberadaannya tidak hanya memberikan keindahan visual, tetapi juga menjadi saksi perjalanan waktu yang memadukan tradisi, mitos, dan kehidupan sehari-hari.

Asal-usul Gunung Meja

Dikutip dari laman uns.ac.id, sejarah Gunung Meja Ende terdiri atas banyaknya kisah menarik yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat lokal.

Terletak di depan Pantai Nanganesa, Kota Ende, ibu kota Kabupaten Ende, gunung ini memiliki ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Namanya diambil dari bentuk puncaknya yang menyerupai meja, hasil dari proses pemotongan puncak gunung pada 1970-an.

Langkah ini dilakukan oleh pemerintah daerah karena puncak Gunung Meja dianggap mengganggu pendaratan dan keberangkatan pesawat di Bandara Haji Hasan Aroeboesman, yang berjarak sekitar lima kilometer dari Pulau Koa. Material hasil pemotongan tersebut dibuang ke dasar laut, meninggalkan bentuk datar seperti yang terlihat saat ini.

Sejarah Gunung Meja Ende juga erat kaitannya dengan legenda kuno yang diwariskan secara turun-temurun.

Kisah ini melibatkan tiga tokoh utama yaitu Meja, seorang gadis cantik yang sopan, lalu Iya, seorang pria kaya dengan sifat jahat dan juga Wongge, seorang pria miskin yang berbudi pekerti baik.

Dalam cerita tersebut, cinta Meja terhadap Wongge menimbulkan kecemburuan pada Iya, yang akhirnya membunuh Meja dengan memenggal kepalanya.

Kepala Meja dibuang ke arah timur, membentuk Pulau Koa. Wongge, yang datang dan menyaksikan kejahatan tersebut, melawan Iya hingga berhasil membunuhnya dengan parang panjang.

Parang tersebut kemudian dilempar ke arah selatan, yang dipercaya masyarakat berubah menjadi Pulau Ende, berbentuk seperti parang.

Sejarah Gunung Meja Ende tidak hanya memberikan warisan mitos, tetapi juga menginspirasi berbagai karya seni dan tradisi lokal. Dari kisah ini, lahir tarian, teater rakyat, drama, dan adat istiadat yang terus dilestarikan hingga kini.

Gunung Meja, dengan keunikan bentuk dan kekayaan legenda yang menyelimutinya, menjadi simbol keindahan sekaligus saksi perjalanan panjang budaya masyarakat Ende. (DANI)

Cara trekking menjangkau puncak Gunung Meja

Dilansir dari atourin.com, pilihan rute yang dapat kamu tempuh dengan menggunakan mobil dan sepeda motor. Dari pusat Kabupaten Ende, kamu bisa mengendarai kendaraanmu di Jalan Pelabuhan IPPI menuju Gunung Meja. Perjalanan hanya sekitar 2 km dengan waktu tempuh 7—10 menit untuk sampai di pintu masuk Gunung Meja di Desa Rukun Lima. Selanjutnya, kamu bisa memarkirkan kendaraanmu dan trekking menuju puncak gunung selama 1,5 jam perjalanan.

Aksesibilitas menuju objek wisata Gunung Meja dengan rute mudah ditempuh, jalan lebar, jalan naik turun, bisa naik motor, dan bisa naik mobil

Tips untuk kamu yang ingin trekking 

  • Pastikan fisik dan mentalmu dalam keadaan sehat untuk melewati trekking ke Gunung Meja;
  • Pastikan kamu menjaga sikap dan ucapan di sepanjang perjalanan menuju puncak gunung;
  • Kamu bisa membawa bekal makanan dan minuman;
  • Kamu bisa membawa kamera terbaikmu untuk menangkap momen-momen indah;
  • Pastikan kamu menggunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman;
  • Pastikan kamu hanya membawa barang-barang seperlunya saja agar tidak terlalu memenuhi isi tas.(*)

Sumber (*/ragam)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jenderal Air ke Petani Belu: Panen Dua Kali Setahun

    Jenderal Air ke Petani Belu: Panen Dua Kali Setahun

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua | Calon gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi diarak ribuan massa di Kota Atambua pada Kamis, 19 September 2024. Kehadiran SPK, sapaan akrab Simon Petrus Kamlasi di Atambua adalah dalam rangka safari politik setelah sebelumnya di Kabupaten Alor. Arak-arakan dari Bandara A.A Bere Tallo menuju hotel Paradiso membuat kota Atambua macet. Di hadapan pendukung dan […]

  • Perpustakaan Digital Kemen PPPA bagi Kemajuan Literasi Perempuan & Anak

    Perpustakaan Digital Kemen PPPA bagi Kemajuan Literasi Perempuan & Anak

    • calendar_month Sel, 10 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan Perpustakaan Digital bernama I-Perempuan & Anak, pada Senin 9 Desember 2019. Menurut Sekretaris Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu saat ini jumlah pembaca buku fisik merosot berbanding terbalik dengan banyaknya pengguna gawai di Indonesia. Hal ini mendorong Kemen PPPA melakukan terobosan dan inovasi untuk meningkatkan […]

  • Hari Anak Nasional, Ketua KPK : Bentengi Penerus Bangsa Nilai Antikorupsi

    Hari Anak Nasional, Ketua KPK : Bentengi Penerus Bangsa Nilai Antikorupsi

    • calendar_month Sab, 24 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Anak-anak Indonesia kembali memperingati Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2021, mengusung tema ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju” tema tahun ini sangat tepat, mengingat anak-anak adalah generasi penentu arah, tujuan dan kemajuan bangsa kita. Melindungi anak-anak, sejatinya bukan hanya tugas para orang tua dan keluarganya semata, melainkan kewajiban segenap eksponen masyarakat […]

  • Pedis Oesapa Helat Kunjungan Jemaat Desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan

    Pedis Oesapa Helat Kunjungan Jemaat Desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan

    • calendar_month Sel, 30 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    So’E-TTS, Garda Indonesia | Upaya menjalin hubungan persaudaraan antar umat beragama, serta saling berbagi pengalaman untuk saling membangun dalam iman kepada Yesus Kristus, maka Pemuda Diaspora (Pedis) Danau Ina Oesapa melaksanakan Kegiatan Kunjung Jemaat Desa (KJD) yang berlangsung sejak tanggal 24—29 Juli 2019 bertempat di Jemaat GMIT Sion Nuntolas Falas, Desa Falas, Kecamatan Kie, Kabupaten […]

  • Forum Anak ASEAN, Delegasi Indonesia Rekomendasi Protokol Kesehatan Keluarga

    Forum Anak ASEAN, Delegasi Indonesia Rekomendasi Protokol Kesehatan Keluarga

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Empat anak terpilih sebagai delegasi resmi Indonesia membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh ketika mengikuti The 6th ASEAN Children Forum (ACF) 2020 atau Forum Anak ASEAN ke-6 Tahun 2020. Mereka adalah Belva Rehardini (Solo), Abdul Gilang Tawakkal (Makassar), M. Lukman (Jakarta) perwakilan Forum Anak Nasional (FAN) dan Ema Dilsiana (Bekasi) perwakilan […]

  • Perluasan MyRepublic Terpusat di Kupang Selaras 6 Kota Indonesia

    Perluasan MyRepublic Terpusat di Kupang Selaras 6 Kota Indonesia

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang menjadi pusat perluasan MyRepublic di wilayah timur Indonesia pada tahun 2025. Kondisi ini pun melecutkan internet cepat ke tujuh area baru. Perluasan ke Kota Kupang dan enam kota lainnya yakni Gorontalo, Kendari, Bangkalan, Bukit Tinggi, Palu, dan Lubuk Linggau ini sejalan dengan visi perusahaan.   Kupang | MyRepublic Indonesia (sebelumnya bernama Cepat.Net dan […]

expand_less