Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Asal-usul, Pesona, dan Keseruan Trekking Gunung Meja di Ende

Asal-usul, Pesona, dan Keseruan Trekking Gunung Meja di Ende

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
  • visibility 235
  • comment 0 komentar

Loading

Gunung Meja Ende mencerminkan keunikan dan kekayaan alam Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memesona. Puncaknya yang datar menyerupai meja, gunung ini menjadi simbol alam yang ikonik sekaligus menyimpan nilai-nilai historis yang erat dengan kehidupan masyarakat Ende.

Keberadaannya tidak hanya memberikan keindahan visual, tetapi juga menjadi saksi perjalanan waktu yang memadukan tradisi, mitos, dan kehidupan sehari-hari.

Asal-usul Gunung Meja

Dikutip dari laman uns.ac.id, sejarah Gunung Meja Ende terdiri atas banyaknya kisah menarik yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat lokal.

Terletak di depan Pantai Nanganesa, Kota Ende, ibu kota Kabupaten Ende, gunung ini memiliki ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Namanya diambil dari bentuk puncaknya yang menyerupai meja, hasil dari proses pemotongan puncak gunung pada 1970-an.

Langkah ini dilakukan oleh pemerintah daerah karena puncak Gunung Meja dianggap mengganggu pendaratan dan keberangkatan pesawat di Bandara Haji Hasan Aroeboesman, yang berjarak sekitar lima kilometer dari Pulau Koa. Material hasil pemotongan tersebut dibuang ke dasar laut, meninggalkan bentuk datar seperti yang terlihat saat ini.

Sejarah Gunung Meja Ende juga erat kaitannya dengan legenda kuno yang diwariskan secara turun-temurun.

Kisah ini melibatkan tiga tokoh utama yaitu Meja, seorang gadis cantik yang sopan, lalu Iya, seorang pria kaya dengan sifat jahat dan juga Wongge, seorang pria miskin yang berbudi pekerti baik.

Dalam cerita tersebut, cinta Meja terhadap Wongge menimbulkan kecemburuan pada Iya, yang akhirnya membunuh Meja dengan memenggal kepalanya.

Kepala Meja dibuang ke arah timur, membentuk Pulau Koa. Wongge, yang datang dan menyaksikan kejahatan tersebut, melawan Iya hingga berhasil membunuhnya dengan parang panjang.

Parang tersebut kemudian dilempar ke arah selatan, yang dipercaya masyarakat berubah menjadi Pulau Ende, berbentuk seperti parang.

Sejarah Gunung Meja Ende tidak hanya memberikan warisan mitos, tetapi juga menginspirasi berbagai karya seni dan tradisi lokal. Dari kisah ini, lahir tarian, teater rakyat, drama, dan adat istiadat yang terus dilestarikan hingga kini.

Gunung Meja, dengan keunikan bentuk dan kekayaan legenda yang menyelimutinya, menjadi simbol keindahan sekaligus saksi perjalanan panjang budaya masyarakat Ende. (DANI)

Cara trekking menjangkau puncak Gunung Meja

Dilansir dari atourin.com, pilihan rute yang dapat kamu tempuh dengan menggunakan mobil dan sepeda motor. Dari pusat Kabupaten Ende, kamu bisa mengendarai kendaraanmu di Jalan Pelabuhan IPPI menuju Gunung Meja. Perjalanan hanya sekitar 2 km dengan waktu tempuh 7—10 menit untuk sampai di pintu masuk Gunung Meja di Desa Rukun Lima. Selanjutnya, kamu bisa memarkirkan kendaraanmu dan trekking menuju puncak gunung selama 1,5 jam perjalanan.

Aksesibilitas menuju objek wisata Gunung Meja dengan rute mudah ditempuh, jalan lebar, jalan naik turun, bisa naik motor, dan bisa naik mobil

Tips untuk kamu yang ingin trekking 

  • Pastikan fisik dan mentalmu dalam keadaan sehat untuk melewati trekking ke Gunung Meja;
  • Pastikan kamu menjaga sikap dan ucapan di sepanjang perjalanan menuju puncak gunung;
  • Kamu bisa membawa bekal makanan dan minuman;
  • Kamu bisa membawa kamera terbaikmu untuk menangkap momen-momen indah;
  • Pastikan kamu menggunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman;
  • Pastikan kamu hanya membawa barang-barang seperlunya saja agar tidak terlalu memenuhi isi tas.(*)

Sumber (*/ragam)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Lingkungan, PMI Belu Tanam 2.000 Anakan Pohon

    Peduli Lingkungan, PMI Belu Tanam 2.000 Anakan Pohon

    • calendar_month Sab, 21 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu bersama sekelompok relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) dan masyarakat Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menanam anakan Jambu Mente dan Asam Jawa, pada Sabtu, 21 Desember 2019. Salah satu pengurus PMI, Padrianus Kun kepada wartawan usai kegiatan, mengatakan […]

  • Takjil Ramadan UMKM Bank NTT di Kota Reinha Rosari Larantuka

    Takjil Ramadan UMKM Bank NTT di Kota Reinha Rosari Larantuka

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka, Garda Indonesia | Menyemarakkan momentum Ramadan 1445H, maka Bank NTT cabang Larantuka menghelat tenda bazar UMKM yang menjajakan takjil di depan kantor berlokasi di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Sarotari, Kota Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tenda bazar UMKM saat Ramadan 1445H tersebut merupakan bentuk dukungan konkret Bank NTT terhadap aktivitas ekonomi para […]

  • Tingkatkan Kreativitas Anak, Ayo Lestarikan Permainan Tradisional

    Tingkatkan Kreativitas Anak, Ayo Lestarikan Permainan Tradisional

    • calendar_month Ming, 15 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Anak-anak harus menjadi ‘penjaga’ kebudayaan Indonesia, salah satunya dengan melestarikan permainan tradisional. Jangan sampai permainan tradisional hilang dan tergantikan oleh gawai atau permainan modern lainnya,” ujar Menteri PPPA Republik Indonesia, Bintang Puspayoga, saat membuka acara EduAksi Anak. Gelaran acara EduAksi mengusung tema “Pelestarian Permainan Tradisional Anak” dalam rangka menyambut Peringatan Hari […]

  • Anakalang, Siap Bersaing di Festival Desa Binaan Bank NTT

    Anakalang, Siap Bersaing di Festival Desa Binaan Bank NTT

    • calendar_month Jum, 28 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Anakalang, Garda Indonesia | Desa Anakalang, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah kini terus bersolek. Ketika didatangi juri Festival desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD 2022, Stenly Boymau bersama Kasubdiv Parekraf dan Desa Binaan Direktorat Kredit Bank NTT, Reinhard Djo pada Rabu, 26 Oktober 2022, Kepala Desa setempat, Pedi Gamu Djadji dan staf memberi […]

  • Resesi Terjadi di NTT? BPS : NTT Alami Deflasi pada Juli dan Agustus 2020

    Resesi Terjadi di NTT? BPS : NTT Alami Deflasi pada Juli dan Agustus 2020

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Juli 2020, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami deflasi sebesar 0,32 persen dengan pertumbuhan ekonomi triwulan II (April—Juni 2020) mengalami kontraksi -1,96 persen year on year, meski tak sebesar provinsi lain di Indonesia bahkan secara nasional. Apakah kondisi pertumbuhan ekonomi serupa bakal dialami oleh NTT pada triwulan III? Apakah penurunan […]

  • Kemenkumham Tolak Kongres Luar Biasa Demokrat Deli Serdang

    Kemenkumham Tolak Kongres Luar Biasa Demokrat Deli Serdang

    • calendar_month Rab, 31 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah secara resmi memutuskan menolak permohonan pengesahan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatra Utara pada 5 Maret 2021. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly mengatakan hasil KLB tersebut tidak memenuhi kelengkapan dokumen yang telah diprasyaratkan. Yasonna Laoly menegaskan tata cara pemeriksaan dan […]

expand_less