Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kisah Inspiratif » Perjuangan Serda Nurul, Buruh Serabutan Jadi Korps Wanita TNI AD

Perjuangan Serda Nurul, Buruh Serabutan Jadi Korps Wanita TNI AD

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
  • visibility 404
  • comment 0 komentar

Loading

Pekerjaan serabutannya sebagai personel band dan karyawan agen di pasar, dirasa masih ada waktu luang yang bisa diisinya. Abang atau sapaan akrab kakak laki-laki Nurul, mengajak dirinya jadi tukang parkir.

 

Jambi | Menjadi bagian dari Korps Wanita TNI AD menjadi impian bagi sebagian besar perempuan. Sebuah tantangan besar yang patut diperjuangkan. Termasuk oleh Serda Nurul Aisawa yang kini bertugas di Direktorat Ajudan Jenderal Angkatan Darat (Ditajenad).

Masa lalu yang berat pernah dialami Nurul, baik dari buruh serabutan hingga jadi pemain musik black metal. Gadis asal Jambi ini berhasil membuktikan pada kedua orang tua bahwa dirinya bisa mengharumkan nama keluarga.

Ingin tahu kisah inspiratif Serda Nurul Aisawa, seorang mantan buruh serabutan jadi Kowad TNI AD? Berikut ulasannya.

Lulus SMA gagal tes Polwan

Nurul, begitulah teman-teman memanggilnya, seorang gadis yang bercita-cita menjadi bagian dari abdi negara. Setelah tamat SMA pada 2014, dia berusaha mendaftar menjadi Polwan, ternyata gagal.

Tidak pantang menyerah, dia mencoba masuk dalam bagian akademi militer TNI. Ternyata masih pupus harapan di percobaan pertama. Demikian dilansir dari Channel YouTube TNI AD.

Sebagai tulang punggung keluarga

Melihat kondisi bapak yang tengah sakit, hingga terpaksa menggunakan kursi roda, membangkitkan hati Nurul. Dia ingin bisa mandiri dan tidak menyusahkan orang tua. Nurul mengatakan, biarlah pendapatan mamaknya untuk kebutuhan pengobatan bapak.

Dia mencoba berbagai pekerjaan atau buruh serabutan untuk menyambung hidupnya. Baik dari jadi personel band metal, hingga pekerjaan kasar.

Sejak kelas 3 SMP, Nurul sudah belajar bermain musik, baik gitar, drum, hingga bass dengan temannya. Keahliannya di bidang musik, menghantarkannya sebagai pemain band kecil-kecilan.

Nurul yang suka bermain musik, pernah ditentang oleh mamaknya karena dianggap sebagai buang-buang waktu. Tapi dia tetap melaju dan terus tekun belajar gitar dari kakak laki-lakinya.

Akhirnya Nurul diajak oleh temannya untuk bergabung dalam band Black Metal. Dia bermain gitar dan bass begitu handal. Banyak panggilan manggung di wilayah Jambi. Uangnya sengaja ditabung untuk membeli motor.

Karyawan warung cabai di pasar

Perjalanan hidup Nurul semakin ditempa. Dia ingin mencari sambilan pekerjaan lagi. Akhirnya mendapat tawaran dari teman untuk bekerja di pasar.

Setiap malam Nurul bekerja di warung agen cabai di pasar, terkadang sampai tengah malam. Jika cabai sedang banyak, dia bisa kerja sampai subuh tiba. Nurul akan menerima uang tambahan Rp5 ribu atas jasa menggendong setiap karung cabai ke pembeli.

Pekerjaan serabutannya sebagai personel band dan karyawan agen di pasar, dirasa masih ada waktu luang yang bisa diisinya. Abang atau sapaan akrab kakak laki-laki Nurul, mengajak dirinya jadi tukang parkir.

Pendapatan yang cukup besar baginya kala itu. Meski termasuk pekerjaan kasar bagi seorang perempuan. Kemudian berlanjut bersama abangnya memberi jasa mencuci motor.

Jadi karyawan foto kopi dan warnet

Seiring berjalannya waktu, dia merasa ingin memiliki pekerjaan tetap yang bisa memenuhi keinginannya memiliki motor. Nurul mendapat pekerjaan sebagai karyawan foto kopi.

Memiliki pemimpin yang baik dan murah hati, dia mendapat tawaran untuk rangkap kerja sebagai penjaga warnet. Nurul merasa puas bisa bekerja di tempat itu.

Rela jual motor daftar Kowad

Mengetahui bahwa ada pembukaan pendaftaran Korps Wanita TNI AD, Nurul kembali bersemangat untuk memenuhi cita-citanya dulu. Saat membawa berkas ke Jambi, ternyata pendaftaran tahun itu hanya telah berpindah ke Palembang.

Karena sesampainya di Palembang, ternyata pendaftaran tinggal 2 hari. Demi bisa mendapat uang untuk membeli tiket pesawat bolak-balik dari Jambi dan Palembang, dia rela menjual motor hasil tabungannya selama ini.

“Untuk bolak-balik dari Jambi ke Palembang, terus ke Jambi sama Palembang lagi, saya jual motor saya,” ujar Nurul.

Sempat putus asa

Kondisi Nurul yang sudah tidak memiliki motor, untuk biaya pesawat itu dirasa sudah menjadi perjuangan puncaknya jadi anggota Akmil TNI.

Dia sudah begitu pasrah, kalau di kesempatan kali itu dia gagal lagi, maka sudahi saja. Nurul merasa putus asa, tidak akan lagi mencoba ke sekian kalinya lagi mendaftar Akmil.

Keahlian Nurul di bidang musik membawa keberuntungan tersendiri. Dia dipanggil untuk tes pertama, yakni berakting tengah memainkan musik, dari gitar, bass, dan drum.

Kala itu, corps Ditajenad memang tengah mencari bibit muda unggul yang memiliki kelebihan di seni musik. Nurul tidak menyangka, passion yang pernah dipandang rendah, kini berbuah manis.

Nurul mau berkembang

Nurul kerap memberikan sikap yang baik dan mau berkembang. Dia kerap dipuji kapten di corps nya, serta oleh Kolonel CAJ Eko Waluyo, selaku Kasubdit Binmindiasahprah Ditajenad.

Selain itu, menurut pelatih musiknya di TNI AD Mayor CAJ Prabu, Nurul termasuk sosok yang mau belajar, hanya dengan sedikit pancingan.

“Dia mencoba terus, mengeksplorasi dirinya. Padahal cuma di kasih pancingan. Cello kalau duet, kalau kuartet enak loh. Sampai dia akhirnya bisa buat untuk orkes,” ujar Mayor CAJ Prabu Kasi Sikmil Ditajenad.(*)

Sumber (*/moviekece)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Walk Out’ Retno Marsudi di Forum PBB Jadi Atensi IMO Indonesia

    ‘Walk Out’ Retno Marsudi di Forum PBB Jadi Atensi IMO Indonesia

    • calendar_month Sab, 27 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sikap diplomatis yang tegas ditunjukkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam memperjuangkan Palestina untuk menjadi negara yang diakui dunia melalui PBB tidak diragukan lagi. Berulang kali Srikandi Pejuang HAM internasional asal Indonesia itu menunjukkan komitmennya untuk membela hak-hak masyarakat dunia, utamanya Palestina di forum-forum internasional. Terbaru, sikap tegas Retno ia tunjukkan […]

  • Kecurangan, Lagu Lama Selalu Dinyanyikan Para Pecundang

    Kecurangan, Lagu Lama Selalu Dinyanyikan Para Pecundang

    • calendar_month Ming, 18 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Tuduhan terjadi kecurangan biasanya disampaikan oleh pihak yang kalah. Begitu pernah disampaikan Profesor Mahfud MD dengan sangat lugas. Itu terjadi beberapa tahun lalu ketika pihak rival Jokowi menggugat ke Mahkamah Konstitusi saat perhelatan pilpres 2019 usai. Sekarang (2024) terulang lagi, yang kalah melancarkan tuduhan curang. Namun situasinya agak anomali. Anomali bagaimana? […]

  • Komunis Kucing

    Komunis Kucing

    • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Dahlan Iskan Negara yang tergolong paling gagal di dunia adalah negara komunis: Kuba, Venezuela, Korea Utara. Negara yang paling berhasil di dunia sekarang ini adalah negara komunis: Tiongkok. Negara yang majunya biasa-biasa saja juga negara komunis: Vietnam dan Kamboja. Di luar komunis banyak juga negara yang berhasil, yang biasa-biasa saja, dan yang tidak […]

  • Dari Garda SIAGA Policy Bootcamp Menuju Resiliensi Berkelanjutan

    Dari Garda SIAGA Policy Bootcamp Menuju Resiliensi Berkelanjutan

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Resiliensi berkelanjutan merupakan kemampuan mewujudkan lingkungan yang tangguh dalam menghadapi bencana baik secara struktural maupun non-struktural. Tidak hanya memiliki kesiapan infrastruktur tahan bencana yang memadai namun juga kapasitas masyarakat yang sadar dan tangguh terhadap bencana.   Jakarta | Program SIAP SIAGA mendorong upaya penyelarasan pengetahuan di antara pelaku kebencanaan dan perubahan iklim lintas daerah dan […]

  • PDI Perjuangan Tegaskan Dukung Polri Langsung di Bawah Presiden

    PDI Perjuangan Tegaskan Dukung Polri Langsung di Bawah Presiden

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Loading

    Safaruddin menilai reformasi Polri seharusnya lebih menitikberatkan pada perubahan kultur dan profesionalisme, bukan pada perubahan sistem atau kedudukan institusional Polri.   Jakarta | Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI menyatakan dukungan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap berada langsung di bawah Presiden RI. Sikap ini ditegaskan Kepala Kelompok Fraksi PDI-Perjuangan di Komisi III DPR RI, […]

  • PLTP Ulumbu Buruk? Warga Desa Wewo Sebut Itu Tak Benar

    PLTP Ulumbu Buruk? Warga Desa Wewo Sebut Itu Tak Benar

    • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Loading

    Sebagai warga asli yang tinggal di sekitar kawasan geotermal PLTP Ulumbu, Lorens dan warganya tak pernah sekalipun mengeluhkan ketersediaan air bersih. Begitu pun dengan aktivitas pertanian para petani.   Ulumbu | Kepala Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT, Lorens Langgut, menampik rumor yang menyatakan bahwa kehadiran pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu […]

expand_less