Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » PLN UIP Nusra dan Komunitas GELISAH Ubah Sampah Plastik Jadi Bernilai

PLN UIP Nusra dan Komunitas GELISAH Ubah Sampah Plastik Jadi Bernilai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • visibility 156
  • comment 0 komentar

Loading

Pada dua bulan terakhir, komunitas GELISAH telah mengolah 105 kilogram sampah tutup botol plastik menjadi 25 produk asbak yang seluruhnya sudah terjual. Untuk membuat satu asbak dibutuhkan sekitar 100 gram plastik.

 

Mataram | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama komunitas Gerakan Lingkungan Sampah Nihil (GELISAH) memperkuat inisiatif peduli lingkungan melalui program Bottle Up. Program ini mengolah botol plastik bekas menjadi produk kreatif bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.

Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) ini diluncurkan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2025. Sejak itu, pegawai PLN bersama masyarakat setempat mengumpulkan botol plastik melalui drop box yang ditempatkan di lingkungan kerja UIP Nusra. Sampah yang terkumpul kemudian diserahkan kepada komunitas GELISAH untuk diolah menjadi produk bermanfaat.

Pendiri komunitas GELISAH, Lailatul Ulfah, menyebut program ini berhasil mengumpulkan tiga karung besar botol plastik. Bahan baku tersebut diolah menjadi asbak, tatakan gelas, papan ujian, jam dinding, hingga berbagai kerajinan rumah tangga.

“Alhamdulillah, lewat dukungan TJSL PLN kami mendapat mesin cacah, oven, dan perlengkapan produksi lainnya. Dengan alat ini kapasitas produksi meningkat. Bahkan, beberapa produk mulai dilirik hotel-hotel di sekitar Mataram meski belum resmi diluncurkan ke pasar,” ujar Ulfah.

Program Bottle Up juga mendorong partisipasi warga Kampung Banjar, Ampenan, tempat rumah produksi komunitas berada. Warga bisa menukar sampah botol plastik seharga Rp5.000 per kilogram, dan Rp7.000 per kilogram untuk tutup galon.

“Selain membuka peluang kerja bagi remaja dan ibu rumah tangga, sebagian hasil penjualan produk kami salurkan untuk kegiatan sosial di kampung. Jadi manfaatnya tidak hanya lingkungan yang lebih bersih, tapi juga berdampak ekonomi langsung bagi warga,” kata Ulfah.

Pada dua bulan terakhir, komunitas GELISAH telah mengolah 105 kilogram sampah tutup botol plastik menjadi 25 produk asbak yang seluruhnya sudah terjual. Untuk membuat satu asbak dibutuhkan sekitar 100 gram plastik. Total sampah plastik yang terkumpul hingga saat ini mencapai 330 kilogram, mencakup tutup botol, galon, dan plastik HDPF. Sebagian sudah berhasil didaur ulang menjadi produk bernilai guna.

Berbekal kapasitas saat ini, komunitas mampu memproduksi rata-rata lima produk kecil per hari, sedangkan produk berukuran besar seperti jam dinding atau papan ujian baru bisa dibuat satu unit per hari karena keterbatasan alat produksi.

Jika didaur ulang, total 330 kilogram sampah plastik tersebut setara dengan pengurangan emisi karbon dioksida sekitar 660–825 kilogram dibandingkan jika berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar. Proses ini juga dinilai lebih efisien hingga 80 persen dalam menekan emisi dibandingkan penggunaan plastik baru.

Kini, komunitas GELISAH yang beranggotakan 15 pemuda-pemudi telah memiliki divisi media, pemasaran, dan produksi. Dengan sistem kerja lebih terstruktur, produk mereka semakin diterima pasar sekaligus memperluas ruang kolaborasi.

Menurut Ulfah, dukungan PLN juga meningkatkan kepercayaan diri komunitas dalam merambah pasar digital. Akun TikTok Gelisah Sampah yang baru dibuat dua bulan lalu langsung mendapat sambutan positif dengan ribuan pengikut.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan kolaborasi dengan komunitas GELISAH merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjalankan prinsip environmental, social, and governance (ESG). Upaya lingkungan ini, kata Rizki, sejalan dengan manfaat sosial dan tata kelola berkelanjutan untuk mendukung kehidupan masyarakat.

“Upaya PLN dalam menjaga lingkungan akan semakin maksimal apabila dibarengi dengan dukungan berbagai pihak. Komunitas GELISAH adalah contoh nyata bagaimana sampah bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memberdayakan masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mendorong transisi energi ramah lingkungan serta pengelolaan limbah berkelanjutan,” ujar Rizki. (*)

Sumber (*/tim PLN UIP Nusra)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Perdagangan Musnahkan Barang Impor Bekas Rp10 Miliar

    Menteri Perdagangan Musnahkan Barang Impor Bekas Rp10 Miliar

    • calendar_month Sab, 18 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Pekanbaru, Garda Indonesia | Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan bersama Wakil Gubernur Riau, Edy Nasution dan Plt Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Moga Simatupang memusnahkan 730 bal pakaian, sepatu, dan tas bekas yang diduga asal impor senilai kurang lebih Rp10 miliar di Pekanbaru, Riau pada Jumat, 17 Maret 2023 Menurut Zulkifli Hasan, pemusnahan ini […]

  • ‘Update Covid-19 NTT’ 3 Pasien Dalam Pengawasan dan 301 ODP

    ‘Update Covid-19 NTT’ 3 Pasien Dalam Pengawasan dan 301 ODP

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga Kamis, 26 Maret 2020 pukul 14.00 WITA, jumlah orang dengan kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) Pandemi Covid-19 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 254 orang,” ungkap Kadis Kesehatan Provinsi NTT Dr. drg. Dominikus Minggu Mere yang didampingi oleh Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT Dr.Jelamu Ardu Marius […]

  • Bertambah 3 Kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT, Total 79 Kasus

    Bertambah 3 Kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT, Total 79 Kasus

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Dari 48 sampel swab yang di periksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, terkonfirmasi 3 kasus Positif Covid-19 di Provinsi NTT,” ujar Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. pada Rabu, 20 Mei 2020 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Baca juga: http://gardaindonesia.id/2020/05/19/3-positif-covid-19-dari-kota-kupang-hasil-transmisi-lokal-total-76-kasus-di-ntt/ […]

  • “Menang Satu Putaran!” SPK-AG Disambut Puluhan Ribu Warga SBD

    “Menang Satu Putaran!” SPK-AG Disambut Puluhan Ribu Warga SBD

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Tambolaka | Safari politik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SPK-AG) di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mendapat sambutan luar biasa dari puluhan ribu massa yang nampak bak lautan manusia. SPK-AG saat itu berkolaborasi dengan pasangan calon bupati dan wakil bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wula-Dominikus A. Rangga Kaka, atau […]

  • Membongkar Mitos Suci Survei Kompas

    Membongkar Mitos Suci Survei Kompas

    • calendar_month Sel, 12 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh : Mixil Mina Munir Mencermati hasil survei Kompas pada Senin, 11 Desember 2023 membuat para pendukung calon presiden dan calon wakil presiden pasangan nomor urut 1 dan 3 geram, kecewa dan marah. Bagi saya survei Kompas hasilnya biasa saja, tidak ada yang istimewa, tidak kaget bahkan tidak kecewa sama sekali. Survei Kompas memang dinanti […]

  • Bareskrim Sita 430 Kilo Sabu, Hasil Ungkap Kasus Besar Narkoba

    Bareskrim Sita 430 Kilo Sabu, Hasil Ungkap Kasus Besar Narkoba

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri berhasil mengungkap 10 kasus besar narkotika dalam kurun waktu satu bulan, dari 7 Februari hingga 3 Maret 2024. Dari pengungkapan tersebut, total barang bukti sabu yang disita mencapai 430 kilogram. Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Asep Edi Suheri mengatakan, kasus pertama diungkap oleh Satgas Penanggulangan Narkoba Polda Kaltara dengan total […]

expand_less