Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Wae Rebo Manggarai, Negeri di Atas Awan Warisan Budaya Asia Pasifik

Wae Rebo Manggarai, Negeri di Atas Awan Warisan Budaya Asia Pasifik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
  • visibility 205
  • comment 0 komentar

Loading

Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo kerap dijuluki “negeri di atas awan”. Lanskapnya yang unik membuat para pengunjung serasa berada di dunia lain melayang di antara langit dan bumi.

 

Manggarai | Tersembunyi di balik deretan pegunungan hijau yang menjulang curam di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah desa adat nan memikat hati yang menggapai pengakuan sebagai warisan budaya Asia Pasifik, Desa Wae Rebo.

Terletak di Kecamatan Satar Lenda, desa ini bukan hanya menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa, tetapi juga menyimpan kekayaan tradisi leluhur masyarakat Manggarai yang masih lestari hingga kini.

Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo kerap dijuluki “negeri di atas awan”. Lanskapnya yang unik membuat para pengunjung serasa berada di dunia lain melayang di antara langit dan bumi.

Suasana hening, udara yang sejuk, serta pemandangan yang memanjakan mata menjadi magnet kuat bagi siapa saja yang ingin sejenak menjauh dari kebisingan kehidupan perkotaan.

Salah satu ciri khas yang paling terkenal dari desa ini adalah rumah adat berbentuk kerucut yang dikenal dengan nama Mbaru Niang. Bangunan tradisional ini dibuat sepenuhnya dari bahan-bahan alami dan telah bertahan selama berabad-abad sebagai lambang arsitektur unik masyarakat Manggarai.

Namun, keindahan Desa Wae Rebo tidak datang dengan mudah. Pengunjung harus menempuh perjalanan pendakian sekitar tiga jam dari desa terakhir yang dapat dijangkau kendaraan. Medan yang curam dan menanjak membutuhkan kondisi fisik yang prima serta kewaspadaan ekstra sepanjang perjalanan.

Meskipun jalan menuju Wae Rebo berliku dan penuh liku, setiap jejak kaki menyulam kisah keindahan alam yang memukau jiwa. Perbukitan hijau merentang bagai lukisan hidup, sementara kabut lembut menari di atas desa, membalutnya dengan selimut misteri yang abadi sebuah pengalaman yang terpatri dalam sanubari, tak lekang oleh waktu.

Desa Wae Rebo tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata semata, melainkan juga merupakan pusat pelestarian budaya yang bersifat abadi. Desa ini merupakan ruang sakral di mana warisan leluhur tetap terjaga dengan penuh ketenangan dan keharmonisan.

Bagi Anda yang ingin menyatu dengan alam, mempelajari nilai-nilai kearifan lokal yang tertanam dalam setiap elemen lingkungan, serta menikmati panorama alam yang memukau, Wae Rebo merupakan tujuan yang sangat penting dan layak untuk dimasukkan dalam rencana perjalanan.(*)

Sumber (*/Ragam + Ferdy Daud)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Politeknik Negeri Kupang Berdampak, Latih Bantu Usaha Tenun Petuk

    Politeknik Negeri Kupang Berdampak, Latih Bantu Usaha Tenun Petuk

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Berbekal dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tim pelaksana PKM Politeknik Negeri Kupang memberikan penguatan kapasitas manajemen usaha dan strategi diversifikasi produk kepada kelompok usaha tenun ikat Petuk.   Kupang | Kelompok usaha tenun ikat Petuk, merupakan kelompok usaha kerajinan tenun ikat berlokasi di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Kelompok usaha ini telah […]

  • Dugaan Pungli di LVRI Belu, Ketua Marcab Veteran: Pungutan Itu Atas Dasar Sepakat

    Dugaan Pungli di LVRI Belu, Ketua Marcab Veteran: Pungutan Itu Atas Dasar Sepakat

    • calendar_month Rab, 11 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Diberitakan adanya dugaan pungutan liar (pungli) oleh Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Belu terhadap anggota veteran, Andreas Mali Liku, Ketua Markas Cabang Belu Stefanus Atok memberi klarifikasi di Kantor Markas Cabang LVRI Km. 16, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Propinsi NTT, pada Selasa, 10 Desember 2019 petang. Baca […]

  • Listrik Nyala 24 Jam di Pulau Tapak Gajah Mada, Warga Ucap Terima Kasih

    Listrik Nyala 24 Jam di Pulau Tapak Gajah Mada, Warga Ucap Terima Kasih

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Ledeunu, Garda Indonesia |  Kini, listrik telah menyala 24 jam di Pulau Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). PT PLN (Persero) menghabiskan biaya Rp 1,4 miliar untuk menerangi 572 warga di pulau yang dipercaya masyarakat setempat memiliki tapak kaki dan sumur Gaja Mada dan mendapat julukan Pulau Sejuta Lontar yang berbatasan langsung […]

  • Pemprov NTT Mulai Berlakukan Pendidikan Menengah Gratis

    Pemprov NTT Mulai Berlakukan Pendidikan Menengah Gratis

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Tim Ombudsman NTT
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Loading

    Sekolah dilarang memungut pungutan lain dalam bentuk apa pun yang mengikat peserta didik dan/atau orang tua/wali selain IPP. Tidak ada lagi pungutan lain sebagaimana selama ini kerap dilakukan sekolah.   Kupang | Proses perumusan dan penggodokan regulasi pendidikan menengah gratis di Nusa Tenggara Timur (NTT), membuahkan hasil. Dimulai sekitar April dan ditandatangani pada Oktober. Rapat-rapat […]

  • Kemen PPPA Pastikan Perempuan dan Anak di Palu & Donggala Terlindungi

    Kemen PPPA Pastikan Perempuan dan Anak di Palu & Donggala Terlindungi

    • calendar_month Kam, 11 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Palu,gardaindonesia.id  | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, melakukan kunjungan dan berdialog langsung dengan masyarakat penyintas gempa. Kedukaan yang mendalam melihat kondisi masyarakat palu, terutama kondisi perempuan dan anak pasca gempa ini. “Saya sangat bersedih atas bencana yang melanda kita saat ini, tapi kita tidak boleh patah semangat, kita tetap harus berjuang untuk mempertahankan […]

  • SBM Ajak Wartawan Tes Irit Suzuki Ertiga Hybrid

    SBM Ajak Wartawan Tes Irit Suzuki Ertiga Hybrid

    • calendar_month Sel, 25 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT. Surya Batara Mahkota (SBM) selaku diler utama atau main dealer mobil Suzuki di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal menghelat tes irit mobil Ertiga Hybrid terhadap penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Tes irit yang bakal dilakukan oleh SBM berbeda dengan tes irit yang telah dilakukan berbagai kalangan. Kali ini, SBM […]

expand_less