Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Jokowi Soal Kereta Whoosh, Ini Tahun Pertama dan Bentuk Investasi Bangsa

Jokowi Soal Kereta Whoosh, Ini Tahun Pertama dan Bentuk Investasi Bangsa

  • account_circle melihatindonesia
  • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
  • visibility 353
  • comment 0 komentar

Loading

Selain mengurangi kemacetan, Jokowi menegaskan proyek Whoosh juga memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Jakarta | Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menanggapi polemik utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh yang menembus Rp116 triliun melalui konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Proyek yang diresmikan pada 2 Oktober 2023 ini sempat menuai sorotan setelah muncul usulan agar pelunasan utangnya dibayar menggunakan APBN, namun hal itu ditolak tegas oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebagai solusi, pemerintah memperpanjang tenor atau jangka waktu pelunasan hingga 60 tahun, tanpa memakai dana APBN.

Menanggapi isu tersebut, Jokowi menegaskan bahwa masyarakat seharusnya bersyukur atas kehadiran kereta Whoosh, bukan sibuk memperdebatkan soal untung atau rugi.

“Masyarakat patut bersyukur karena sudah ada pergerakan untuk berpindah dari kendaraan pribadi. Ini proses bertahap, tidak bisa langsung,” ujarnya di Mangkubumen, Banjarsari, Kota Solo, Senin, 27 Oktober 2025.

Ia mengakui bahwa mengubah kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum tidaklah mudah.

“Memindahkan masyarakat dari mobil pribadi dan sepeda motor ke transportasi umum tidak mudah. Mengubah karakter itu sulit,” kata Jokowi.

Presiden menilai dampak positif transportasi massal kini mulai terasa.

“MRT Jakarta, misalnya, telah mengangkut sekitar 171 juta penumpang sejak diluncurkan. Sementara Kereta Cepat Whoosh telah melayani lebih dari 12 juta penumpang,” ungkapnya.

Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan dan pengoperasian Whoosh dilatarbelakangi oleh kemacetan parah di Jabodetabek dan Bandung selama 20 hingga 40 tahun terakhir.

“Dari kemacetan itu negara rugi secara hitung-hitungan. Kalau di Jakarta saja sekitar Rp65 triliun per tahun. Kalau Jabodetabek plus Bandung kira-kira sudah di atas Rp100 triliun per tahun,” jelasnya.

Menurut Jokowi, kerugian akibat kemacetan itulah yang mendorong pemerintah membangun berbagai moda transportasi massal seperti KRL, MRT, LRT, Kereta Bandara, hingga Whoosh agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.

“Tujuannya agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal sehingga kerugian akibat kemacetan dapat ditekan,” tegasnya.

Jokowi juga mengingatkan bahwa pembangunan transportasi massal bukan proyek bisnis untuk mencari laba.

“Prinsip dasar transportasi massal itu layanan publik, bukan mencari laba. Jadi, transportasi umum tidak diukur dari keuntungan finansial, tetapi dari keuntungan sosial,” ujarnya.

Keuntungan sosial yang dimaksud meliputi penurunan emisi karbon, peningkatan produktivitas, pengurangan polusi, dan efisiensi waktu tempuh.

“Kalau ada subsidi, itu adalah investasi, bukan kerugian seperti MRT,” lanjut Jokowi.

Selain mengurangi kemacetan, Jokowi menegaskan proyek Whoosh juga memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Contohnya kereta cepat, yang menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru,” ucapnya.

Ia pun optimistis kondisi keuangan Whoosh akan membaik dalam beberapa tahun mendatang.

“Itu kalau setiap tahun naik, naik, naik, orang berpindah, ya kerugiannya akan semakin mengecil. Ini kan tahun pertama,” kata Jokowi.

Jokowi memprediksi dalam enam tahun ke depan, EBITDA Whoosh akan positif, seiring meningkatnya jumlah penumpang. “Mungkin diperkirakan EBITDA-nya juga sudah positif dan pergerakannya akan lebih turun lagi setelah enam tahun, karena ini tergantung perpindahan orang dari transportasi pribadi ke transportasi umum,” jelasnya.

Selain manfaat transportasi, Jokowi menuturkan Whoosh juga meningkatkan nilai ekonomi di sekitar jalur kereta cepat.

“Adanya Whoosh juga bisa meningkatkan nilai properti. Saya kira kemanfaatannya seperti itu, dan itu bisa jadi pembanding,” katanya.

Ia menegaskan, proyek seperti Whoosh adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar proyek mencari keuntungan.

“Kalau kita lihat transportasi massal di negara lain juga sama. Hitungannya pasti adalah hitungan investasi, baik di Korea, di China, di Jepang, maupun di Eropa,” ujar Jokowi.

Bahkan, lanjutnya, negara maju juga tetap memberi subsidi besar untuk transportasi publik. “Seperti Metro Paris, itu subsidinya hampir 50 persen. Di London Underground, di metronya London juga sama, subsidinya hampir mencapai 50 persen,” pungkasnya.(*)

 

  • Penulis: melihatindonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Mengasah Ketajaman Bicara Tanpa Menjadi Sok Pintar

    Cara Mengasah Ketajaman Bicara Tanpa Menjadi Sok Pintar

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Logikafilsuf
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Loading

    Orang yang tajam bicaranya ternyata bukan yang paling banyak tahu, tetapi yang paling jernih cara berpikirnya. Fakta sederhananya begini. Penelitian Christopher Lynn mengungkap bahwa orang sering dianggap pintar bukan karena isi argumennya, tetapi karena struktur pikirannya rapi. Artinya, kemampuan berbicara yang dihargai orang bukan soal kecerdasan verbal, tetapi kejernihan logika. Pemahaman ini penting karena banyak […]

  • Gandeng Dompet Dhuafa, Karang Taruna Desa Sukajaya Bakti Sosial di Pesantren

    Gandeng Dompet Dhuafa, Karang Taruna Desa Sukajaya Bakti Sosial di Pesantren

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia |  Menjelang Idul Adha 1442 Hijriah, Pemuda-Pemudi Karang Taruna Berdikari Sabilulungan Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, tak tinggal diam. Meski di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat; melakukan gerakan berbagi sembako berupa beras 20 kg sebanyak 52 karung yang didistribusikan ke pesantren-pesantren. Ketua Karang Taruna Desa Sukajaya Kecamatan […]

  • Realisasi APBD 48,8%, Presiden Jokowi Pinta Percepat Realisasi Belanja Daerah

    Realisasi APBD 48,8%, Presiden Jokowi Pinta Percepat Realisasi Belanja Daerah

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Percepatan realisasi anggaran belanja pemerintah merupakan hal yang dibutuhkan untuk mendukung pemulihan ekonomi yang harus berjalan beriringan dengan pemulihan dampak kesehatan akibat pandemi. Saat memberikan pengarahan kepada para gubernur dalam rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 1 September 2020, Presiden Joko Widodo meminta agar […]

  • Kementerian PUPR Raih Penghargaan  dari Komisi Aparatur Sipil Negara

    Kementerian PUPR Raih Penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara

    • calendar_month Rab, 24 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meraih 2 penghargaan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dalam ajang Anugerah KASN 2018 untuk kategori Manajemen Talenta dan Katagori Pelaksanaan Manajemen SDM ASN. Penghargaan diterima oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang diserahkan Tim Panel Ahli Anugerah KASN […]

  • Riesta Megasari Apresiasi Para Pejuang Pemilu Serentak 2019

    Riesta Megasari Apresiasi Para Pejuang Pemilu Serentak 2019

    • calendar_month Rab, 24 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sosok Riesta Megasari, Ketua IWAPI Kota Kupang juga Caleg DPRD Provinsi Dapil Kota Kupang berempati dan memberikan apresiasi kepada para Pejuang Pemilu Serentak yang telah dilaksanakan pada Rabu, 17 April 2019 Empati Riesta Megasari tersebut muncul karena dedikasi dan loyalitas para Pejuang Demokrasi yang tak kenal lelah, konsisten dan berkomitmen menjalankan […]

  • “Gate Detector“ Jadi Palang Pintu Pleno Penetapan Paslon Gub/Wagub NTT 2018

    “Gate Detector“ Jadi Palang Pintu Pleno Penetapan Paslon Gub/Wagub NTT 2018

    • calendar_month Sel, 24 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Terpilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Tahun 2018. Bertempat di Swissbel Kristal, Selasa/24 Juli 2018, Pleno dilaksanakan dalam pengawasan ketat aparat keamanan dari Brigade Mobil (Brimob) Polda NTT. Setiap pengunjung dan tamu yang akan […]

expand_less