Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » CIRMA Entaskan Ratusan “WC Terbang” di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur 

CIRMA Entaskan Ratusan “WC Terbang” di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur 

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
  • visibility 375
  • comment 0 komentar

Loading

Habituasi membuang hajat besar sembarangan kerap dilakukan oleh ratusan kepala keluarga di Desa Tanah Merah dan Oebelo di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Kupang | Buang hajat besar sembarangan dapat menimbulkan banyak dampak negatif, baik untuk kesehatan maupun lingkungan seperti penyakit menular sebab kotoran manusia mengandung banyak bakteri, virus, dan parasit. Jika mencemari tanah atau air, ini bisa menyebabkan diare tifus, kolera, cacingan, hepatitis A, dan disentri.

Buang hajat besar sembarangan dapat mencemari sumber air sungai, sumur, dan mata air. Alhasil, air yang terkontaminasi ini kemudian digunakan untuk mandi, mencuci, atau minum sehingga memperbesar risiko penyakit.

Tak hanya itu, buang hajat besar sembarangan pun menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan bau. Lingkungan menjadi tidak nyaman, jorok, dan menarik lalat. Lalat lalu membawa kuman ke makanan. Selain itu, merusak citra desa dimana lingkungan yang masih melakukan buang air besar sembarangan biasanya dianggap tertinggal dan tidak sehat, sehingga berpengaruh pada pariwisata dan pembangunan.

Habituasi ini kerap dilakukan oleh ratusan kepala keluarga di Desa Tanah Merah dan Oebelo di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Habituasi ini telah dilakukan sejak tahun 2006 pasca-jajak pendapat atau eksodus warga eks Timor Leste yang memilih menjadi warga negara Indonesia. Mereka hidup di tempat penampungan (resettlement) tanpa tersedia kakus ataupun kamar mandi sehat.

Kakus darurat terbuat dari pelepah pohon lontar. Foto : korantimor

Menilik kondisi tersebut, maka Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) bekerja sama dengan SELAVIP CHILE, membangun 300 kakus sehat atau Healthy Latrines di Tanah Merah dan Oebelo. Program kemitraan yang menyasar keluarga miskin ini berlangsung sejak tahun 2020 hingga 2025.

Sebelumnya, CIRMA mencatat, terdapat sekitar 98 kepala keluarga (KK) tidak memiliki kakus sehat dan 78 KK hanya menggunakan kakus darurat yang terbuat dari bahan lokal (dinding dari pelepah gewang dan beratap daun gewang) dengan kondisi tidak layak pakai dan jauh dari standar kesehatan. Sementara 20 KK tidak memiliki kakus sehat.

Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar kepada media ini mengungkapkan kondisi sebagian besar kakus warga resettlement dalam kondisi rusak parah, dinding kakus terbuat dari bebak (pelepah pohon lontar) mulai runtuh terurai dengan lubang mengaga lebar, tanpa atap, lubang kakus bahkan pecah-pecah, bahkan sebagian kakus hanya ditutupi sehelai kain yang mana ternak seperti babi dan anjing serta ayam dapat leluasa masuk keluar.

“CIRMA melalui karya-karya kecil dan sederhana mengharapkan dampak besar dan jangka panjang sesuai spirit SDGs khususnya SDGs ke-6 yakni memastikan ketersediaan dan keberlanjutan ketersediaan air dan sanitasi bagi semua,” tekannya.

Kakus sehat, program kemitraan CIRMA dan SELAVIP CHILE. Foto : tim CIRMA

CIRMA, tandas John Ladjar, bermitra dengan SELAVIP CHILE telah mengembangkan program kemitraan kakus sehat sejak tahun 2019 hingga 2025 dan telah membangun 300 kakus sehat untuk rumah tangga miskin di Kabupaten Kupang.

Vicente Pinto, salah satu warga masyarakat dusun IV, dan merupakan penerima bantuan kakus sehat, mengungkapkan bahwa sebelum ada bantuan, mereka terbiasa buang hajat besar di alam (hutan). Ada pula warga dengan polosnya menyampaikan habituasi buang hajat besar di kantong plastik lalu dibuang. Habituasi ini dikenal dengan istilah ‘WC terbang’.

‘WC terbang’ istilah buang air besar di kantong plastik, lalu dibuang atau dilemparkan ke sembarang tempat, termasuk ke jalan raya ketika kendaraan melintas. Diungkapkan warga bahwa tindakan itu sebagai bentuk protes warga terhadap pemerintah yang kurang memperhatikan kondisi mereka.(*)

  • Penulis: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korlantas Tak Rekomendasi Mudik Sebelum 6 Mei 2021

    Korlantas Tak Rekomendasi Mudik Sebelum 6 Mei 2021

    • calendar_month Sab, 17 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan tidak merekomendasikan masyarakat untuk mudik sebelum diberlakukannya peniadaan mudik pada tanggal 6—17 Mei 2021. “Pada hakikatnya sebelum tanggal 6 Mei 2021, tidak direkomendasikan untuk mudik mendahului,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, pada Jumat, 16 April 2021, meralat pernyataannya pada Kamis, 15 April 2021 yang […]

  • Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025—2034, PLN Siap Laksanakan

    Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025—2034, PLN Siap Laksanakan

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Diproyeksikan sebanyak 1,7 juta lapangan kerja baru akan tercipta melalui RUPTL terbaru ini, yang terdiri dari 836 ribu tenaga kerja di sektor pembangkitan dan 881 ribu di sektor transmisi serta gardu induk.   Jakarta | PT PLN (Persero) siap melaksanakan rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2025—2034 demi meningkatkan investasi, menyerap tenaga kerja dan memperkuat […]

  • Cara PPA Kluster TTS Barat & PPA Kupang Tenggara Peringati HAN 2023

    Cara PPA Kluster TTS Barat & PPA Kupang Tenggara Peringati HAN 2023

    • calendar_month Ming, 30 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Guna memperingati dan memeriahkan Hari Anak Nasional (HAN) pada tanggal 23 Juli, maka Pusat Pengembangan Anak (PPA) Kluster TTS Barat dan Kluster Kupang Tenggara menghelat berbagai kegiatan yang berlangsung di aula BPKSDM Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Jumat, 28 Juli 2023. Ketua Kluster TTS Barat, Fredik Faot, kepada media menyampaikan, […]

  • KPID NTT Ajak Mahasiswa Kupang Cerdas Konsumsi Informasi

    KPID NTT Ajak Mahasiswa Kupang Cerdas Konsumsi Informasi

    • calendar_month Sen, 14 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyajikan materi literasi media ke mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kanokar Liurai (Itakanrai) dalam momentum penerimaan anggota baru (PAB) di kompleks Kapela Santo Markus Kaniti, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang pada Sabtu, 12 Maret 2022. Kegiatan […]

  • Kamis/6 September; Gubernur & Wagub NTT Tiba di Kupang

    Kamis/6 September; Gubernur & Wagub NTT Tiba di Kupang

    • calendar_month Rab, 5 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Usai dilantik sebagai Gubernur & Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu/5 September 2018 pukul 10.00 Wib, Viktor Laiskodat dan Josef Nai Soi bertolak kembali ke Kota Kupang-Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis/6 September 2018. Informasi yang diperoleh gardaindonesia.id dari Kepala Biro Humas Setda NTT, […]

  • Dokter Reisa:  ‘Rapid Test’ Tidak Digunakan Untuk Kepentingan Diagnostik

    Dokter Reisa: ‘Rapid Test’ Tidak Digunakan Untuk Kepentingan Diagnostik

    • calendar_month Ming, 19 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perlindungan kepada masyarakat, pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menghargai masukan dari berbagai pihak. Termasuk masukan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik atau PDS Patklin, tentang penggunaan rapid test. Pada pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 revisi kelima oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dijelaskan […]

expand_less