Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » CIRMA Entaskan Ratusan “WC Terbang” di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur 

CIRMA Entaskan Ratusan “WC Terbang” di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur 

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
  • visibility 441
  • comment 0 komentar

Loading

Habituasi membuang hajat besar sembarangan kerap dilakukan oleh ratusan kepala keluarga di Desa Tanah Merah dan Oebelo di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Kupang | Buang hajat besar sembarangan dapat menimbulkan banyak dampak negatif, baik untuk kesehatan maupun lingkungan seperti penyakit menular sebab kotoran manusia mengandung banyak bakteri, virus, dan parasit. Jika mencemari tanah atau air, ini bisa menyebabkan diare tifus, kolera, cacingan, hepatitis A, dan disentri.

Buang hajat besar sembarangan dapat mencemari sumber air sungai, sumur, dan mata air. Alhasil, air yang terkontaminasi ini kemudian digunakan untuk mandi, mencuci, atau minum sehingga memperbesar risiko penyakit.

Tak hanya itu, buang hajat besar sembarangan pun menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan bau. Lingkungan menjadi tidak nyaman, jorok, dan menarik lalat. Lalat lalu membawa kuman ke makanan. Selain itu, merusak citra desa dimana lingkungan yang masih melakukan buang air besar sembarangan biasanya dianggap tertinggal dan tidak sehat, sehingga berpengaruh pada pariwisata dan pembangunan.

Habituasi ini kerap dilakukan oleh ratusan kepala keluarga di Desa Tanah Merah dan Oebelo di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Habituasi ini telah dilakukan sejak tahun 2006 pasca-jajak pendapat atau eksodus warga eks Timor Leste yang memilih menjadi warga negara Indonesia. Mereka hidup di tempat penampungan (resettlement) tanpa tersedia kakus ataupun kamar mandi sehat.

Kakus darurat terbuat dari pelepah pohon lontar. Foto : korantimor

Menilik kondisi tersebut, maka Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) bekerja sama dengan SELAVIP CHILE, membangun 300 kakus sehat atau Healthy Latrines di Tanah Merah dan Oebelo. Program kemitraan yang menyasar keluarga miskin ini berlangsung sejak tahun 2020 hingga 2025.

Sebelumnya, CIRMA mencatat, terdapat sekitar 98 kepala keluarga (KK) tidak memiliki kakus sehat dan 78 KK hanya menggunakan kakus darurat yang terbuat dari bahan lokal (dinding dari pelepah gewang dan beratap daun gewang) dengan kondisi tidak layak pakai dan jauh dari standar kesehatan. Sementara 20 KK tidak memiliki kakus sehat.

Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar kepada media ini mengungkapkan kondisi sebagian besar kakus warga resettlement dalam kondisi rusak parah, dinding kakus terbuat dari bebak (pelepah pohon lontar) mulai runtuh terurai dengan lubang mengaga lebar, tanpa atap, lubang kakus bahkan pecah-pecah, bahkan sebagian kakus hanya ditutupi sehelai kain yang mana ternak seperti babi dan anjing serta ayam dapat leluasa masuk keluar.

“CIRMA melalui karya-karya kecil dan sederhana mengharapkan dampak besar dan jangka panjang sesuai spirit SDGs khususnya SDGs ke-6 yakni memastikan ketersediaan dan keberlanjutan ketersediaan air dan sanitasi bagi semua,” tekannya.

Kakus sehat, program kemitraan CIRMA dan SELAVIP CHILE. Foto : tim CIRMA

CIRMA, tandas John Ladjar, bermitra dengan SELAVIP CHILE telah mengembangkan program kemitraan kakus sehat sejak tahun 2019 hingga 2025 dan telah membangun 300 kakus sehat untuk rumah tangga miskin di Kabupaten Kupang.

Vicente Pinto, salah satu warga masyarakat dusun IV, dan merupakan penerima bantuan kakus sehat, mengungkapkan bahwa sebelum ada bantuan, mereka terbiasa buang hajat besar di alam (hutan). Ada pula warga dengan polosnya menyampaikan habituasi buang hajat besar di kantong plastik lalu dibuang. Habituasi ini dikenal dengan istilah ‘WC terbang’.

‘WC terbang’ istilah buang air besar di kantong plastik, lalu dibuang atau dilemparkan ke sembarang tempat, termasuk ke jalan raya ketika kendaraan melintas. Diungkapkan warga bahwa tindakan itu sebagai bentuk protes warga terhadap pemerintah yang kurang memperhatikan kondisi mereka.(*)

  • Penulis: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forkomnas P3A Berkolaborasi Menghelat Penguatan Peran Keluarga

    Forkomnas P3A Berkolaborasi Menghelat Penguatan Peran Keluarga

    • calendar_month Sab, 1 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Depok, gardaindonesia.id | Menyadari pentingnya peran keluarga dalam memperkuat tumbuh kembang anak dan perlindungan perempuan maka Kementerian PPPA melalui Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Bidang Perlindungan Hak Anak Forum Komunikasi Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Forkomnas P3A) menyelenggarakan seminar dan kursus Penguatan Peran Keluarga untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak, Sabtu, 1 Desember 2018 di […]

  • IKIP Komisi Informasi NTT 2025 Potret Faktual Keterbukaan Informasi

    IKIP Komisi Informasi NTT 2025 Potret Faktual Keterbukaan Informasi

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    FGD IKIP tahun 2025 merupakan program prioritas Komisi Informasi secara nasional untuk melihat dan memotret sejauh mana kondisi faktual pelaksanaan keterbukaan informasi publik dapat berjalan di semua provinsi di Indonesia.   Kupang | Guna memotret kondisi faktual implementasi keterbukaan informasi publik di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Komisi Informasi Pusat kembali menghelat forum group discussion (FGD) […]

  • Gubernur VBL Ajak Gereja Kolaborasi Tuntaskan Persoalan Pekerja Migran

    Gubernur VBL Ajak Gereja Kolaborasi Tuntaskan Persoalan Pekerja Migran

    • calendar_month Rab, 24 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua-Belu, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) turut hadir sebagai pembicara pada pertemuan pastoral ke-11 di Hotel Matahari, Atambua Kabupaten Belu, Rabu, 24 Juli 2019 yang dihelat oleh 8 (delapan) Keuskupan Wilayah Nusa Tenggara (NTT dan Bali) yang mengusung tema ‘Gereja Peduli Migran dan Perantau’. Dalam kesempatan itu, Gubernur mengajak pihak gereja […]

  • GP Ansor Klarifikasi Penyusupan Bendera HTI dalam Acara Hari Santri Nasional

    GP Ansor Klarifikasi Penyusupan Bendera HTI dalam Acara Hari Santri Nasional

    • calendar_month Rab, 24 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id | Mencermati peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang terjadi pada 22 Oktober 2018 saat peringatan Hari Santri Nasional di Limbangan, Garut, Jawa Barat, Gerakan Pemuda Ansor melalui surat yang ditanda tangan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat, H Yaquat Choll Qoumas dan Sekretaris Jenderal, Abdul Rochman, Rabu/24 Oktober 2018; merasa perlu untuk menjelaskan […]

  • Deklarasi 2 Desa Sanitasi, Wabup Belu Harap Masyarakat Terapkan Ikrar

    Deklarasi 2 Desa Sanitasi, Wabup Belu Harap Masyarakat Terapkan Ikrar

    • calendar_month Jum, 25 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. mendeklarasikan Desa Halimodok dan Desa Fatubaa, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di halaman Kantor Desa Halimodok pada Kamis, 24 Juni 2021. Deklarasi Desa STBM itu merujuk pada 5 (lima) Pilar STBM, yakni […]

  • Mohammad Tonny Harjono Jadi Kepala Staf Angkatan Udara

    Mohammad Tonny Harjono Jadi Kepala Staf Angkatan Udara

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mohammad Tonny Harjono merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Udara lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1993. Ia pun mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Marsekal TNI. Kenaikan pangkatnya didasarkan pada surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 26/TNI/Tahun 2024 tentang Kenaikan Pangkat dalam Golongan Perwira Tinggi TNI. Mohammad Tonny Harjono […]

expand_less