Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Prabowo Marah, Minta Bupati Aceh Selatan Dicopot

Prabowo Marah, Minta Bupati Aceh Selatan Dicopot

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Kam, 11 Des 2025
  • visibility 407
  • comment 0 komentar

Loading

Presiden Prabowo Subianto sedang memimpin rapat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, ketika laporan-laporan bencana datang menghantam seperti badai raksasa yang menerjang negeri tanpa ampun. Data BNPB menggelegar seperti petir di langit gelap. Ada 921 orang meninggal (se-Sumatra), 392 hilang, lebih dari 4.200 luka-luka. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat seakan berada dalam genggaman amarah alam sejak hujan ekstrem 24 November 2025 menumpahkan murkanya. Rumah-rumah terseret, jembatan runtuh, dan tubuh-tubuh manusia ditemukan bersimbah lumpur. Negara sedang diterjang badai sesungguhnya.

Tiba-tiba, muncul badai lain. Badai politik yang tak kalah destruktif. Laporan masuk ke meja Presiden, Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, tidak hadir. Ia sedang umrah.

Ruangan yang penuh ketegangan itu mendadak membeku. Prabowo menoleh pelan, seperti mata badai yang terbuka dan mulai mengisap apa pun yang ada di sekitarnya. Tatapannya tidak perlu diterjemahkan. Ia marah. Marah setingkat badai yang menjungkirbalikkan kapal-kapal besar.

“Umrah? Saat rakyatnya tenggelam?” suaranya menggelegar, memantul di dinding ruangan seperti gelegar petir yang menghancurkan kesunyian. Tidak ada satu pun yang berani menjawab. Para pejabat menunduk, menahan napas, tahu bahwa kemarahan semacam ini bukan kemarahan biasa. Ini adalah kemarahan seorang presiden yang merasa amanah rakyatnya dilecehkan.

Lalu datanglah kalimat yang membuat karier politik Mirwan roboh seketika, seperti pohon besar diterjang angin topan, “Pak Tito, proses. Copot dia. Itu desersi.”

Prabowo tidak sedang berperan. Ia tidak sedang menggertak. Kata desersi keluar seperti pedang petir yang memutus seluruh benang alasan. Bagi seorang berlatar belakang militer, desersi adalah dosa paling memalukan. Prabowo menempelkannya tepat di dada Mirwan.

Seakan badai belum cukup, dari Mekah Mirwan mengakui, ia berangkat tanpa izin Mendagri, ia sudah menandatangani surat ketidaksanggupan sejak 27 November 2025, dan ia memilih berangkat umrah bersama istrinya saat rakyatnya diseret arus. Foto-foto mereka di Tanah Suci viral, membuat rakyat naik darah karena melihat pemimpin mereka tersenyum di tempat suci sementara 921 nyawa telah hilang.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menambah hantaman telak lain. Seorang pemimpin yang meninggalkan rakyat saat bencana besar tidak layak memimpin. Ia bahkan meminta Mirwan mundur. Partai Gerindra lebih cepat lagi, sejak 5 Desember 2025 Mirwan sudah dicopot dari Ketua DPC Aceh Selatan. Tekanan dari pusat, provinsi, dan partai menyatu seperti badai dari tiga arah sekaligus.

Di tengah gelapnya berita bencana ini, sempat terselip sedikit kabar baik yang membuat rakyat bisa bernapas sejenak. Timnas putri Indonesia bangkit setelah dihajar Thailand 0-8, dan membalas di laga kedua Grup A SEA Games 2025 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Singapura pada Minggu, 7 Desember 2025. Sebuah kemenangan kecil yang seolah menjadi pelipur lara di tengah gelombang kesedihan bangsa.

Namun badai besar yang sedang melanda negeri ini belum reda. Rakyat masih menggali puing, mencari 392 jiwa yang hilang, menenangkan lebih dari 4.200 korban luka yang berjuang untuk bertahan hidup.

Di tengah semua itu, Prabowo berdiri seperti benteng baja, menghadang badai dengan tubuh tegak, memimpin operasi, memutuskan, dan memastikan negara hadir. Sementara Mirwan lari dari posnya, berharap badai tak mencarinya.

Sayangnya, badai selalu menemukan yang lari. Mirwan tenggelam di dalamnya, sendirian, menyesali semuanya ketika sudah terlambat.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulai Februari 2026, BGN Angkat 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi P3K

    Mulai Februari 2026, BGN Angkat 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi P3K

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Loading

    Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebut seleksi tahap ketiga dan keempat akan dibuka secara umum setelah berkoordinasi dengan Kementerian PANRB.   Jakarta | Badan Gizi Nasional (BGN) bakal mengangkat sebanyak 32 ribu pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai 1 Februari 2026. Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan seluruh pegawai […]

  • BP PAUD Dikmas Sesalkan Indikasi Pungli PIP oleh PKBM Harapan Bangsa

    BP PAUD Dikmas Sesalkan Indikasi Pungli PIP oleh PKBM Harapan Bangsa

    • calendar_month Sel, 20 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Sesuai Permendikbud RI Nomor 5 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (disingkat BP PAUD dan Dikmas) dan sebagai bagian dari 21 (dua puluh satu) BP PAUD dan Dikmas yang baru dibentuk di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; BP PAUD dan Dikmas Provinsi […]

  • Himpunan Wartawan Ekonomi Segera Berkiprah di Seluruh Indonesia

    Himpunan Wartawan Ekonomi Segera Berkiprah di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Loading

    Selain kegiatan diskusi sebagai agenda bulanan, Hiwami juga akan berkarya menghadirkan “berkat” untuk anggotanya melalui kerja sama saling menguntungkan dengan korporasi maupun pihak lain.   Jakarta | Kalangan wartawan dari berbagai latar belakang liputan dan media di Indonesia sepakat berhimpun dalam satu wadah yang mereka namakan Himpunan Wartawan Ekonomi (Hiwami). Krista Riyanto, selaku insiator Hiwami […]

  • NTT Negatif Corona, RS Umbu Rarameha &  Gabriel Manek Jadi Tambahan Rujukan

    NTT Negatif Corona, RS Umbu Rarameha & Gabriel Manek Jadi Tambahan Rujukan

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Penyakit Infeksi Emerging (IPE) Covid-19 atau Corona Virus di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga Senin, 16 Maret 2020, masih dalam status negatif atau belum ada pasien yang terpapar.  Penyakit yang merebak di seluruh dunia ini telah berdampak pada 172 orang di Indonesia, merenggut 5 nyawa dan 9 orang berhasil sembuh. […]

  • Tujuh Spot Wisata Unggulan 2026 Alternatif Pilihan Utama Berlibur

    Tujuh Spot Wisata Unggulan 2026 Alternatif Pilihan Utama Berlibur

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Ferdy Daud
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Loading

    Memasuki tahun 2026, sektor pariwisata diprediksi memasuki fase pertumbuhan signifikan, ditandai dengan hadirnya berbagai destinasi baru yang menawarkan pengalaman berlibur yang lebih menakjubkan. Pemerintah Indonesia secara strategis terus mendorong pengembangan destinasi wisata berkualitas, dengan fokus pada peningkatan akses transportasi, fasilitas publik, konektivitas digital, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Hal tersebut bertujuan untuk menghadirkan pengalaman wisata yang […]

  • Seminar Nasional BEM Undana Hadirkan Staf Kepresidenan Sebagai Pembicara

    Seminar Nasional BEM Undana Hadirkan Staf Kepresidenan Sebagai Pembicara

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar Seminar Nasional pada Sabtu, 12 Oktober 2019. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Cahaya Bapa Kota Kupang mengangkat tema ‘Mempersiapkan Pemuda yang Kompeten dan Berintegritas dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045’. Hadir sebagai pemateri, Deputi IV Staf Kepresidenan, Eko Rahardjo, S.Sos., M.Ikom. membagikan […]

expand_less