Hujan Badai Terjang Sistem Kelistrikan Lembata, Petugas PLN Sigap Pulihkan
- account_circle Penulis
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 104
- comment 0 komentar

![]()
Manager ULP Lembata, Vincentsius Leonardo Dwi Putra, mengungkapkan seluruh personel dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak, seperti Desa Imulolong, Desa Posiwatu, wilayah Bengkari, hingga Omesuri dan Buyasuri.
Lembata | Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir berdampak pada sistem kelistrikan di Kabupaten Lembata. Sejumlah pohon tumbang dilaporkan menimpa jaringan PLN, yang menyebabkan terhentinya pasokan listrik di beberapa titik pada Minggu, 11 Januari 2026.
Merespons kondisi ini, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lembata langsung bergerak cepat. Meski harus berhadapan dengan hujan deras dan medan yang licin, para petugas tetap bersiaga di lapangan demi memastikan masyarakat kembali menikmati aliran listrik secepat mungkin.
Manager ULP Lembata, Vincentsius Leonardo Dwi Putra, mengungkapkan seluruh personel dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak, seperti Desa Imulolong, Desa Posiwatu, wilayah Bengkari, hingga Omesuri dan Buyasuri.
“Prioritas kami adalah keselamatan dan kecepatan. Cuaca ekstrem menyebabkan banyak ranting dan pohon tumbang menimpa jaringan kami. Meski hujan masih mengguyur, petugas kami tidak berhenti melakukan penelusuran dan perbaikan. Kami ingin memastikan sistem benar-benar aman sebelum dialirkan kembali ke rumah warga,” ujar Vincentsius.
Hingga saat ini, beberapa wilayah sudah berhasil dinormalkan secara bertahap. Namun, tantangan di lapangan tidaklah mudah. Selain faktor cuaca, akses menuju lokasi gangguan sering kali menuntut kehati-hatian ekstra dari para petugas.
Senada, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras tim di lapangan dan memohon doa serta dukungan dari masyarakat. “Kami bekerja sepenuh hati untuk memberikan pelayanan paripurna, namun ada kondisi alam yang di luar kendali kami. Kami sangat mengharapkan dukungan masyarakat, salah satunya dengan merelakan pohon atau ranting yang sudah mendekati jaringan untuk dipangkas oleh petugas. Ini demi keamanan dan kenyamanan kita bersama,” tegasnya.
Eko juga berpesan kepada para petugas untuk tetap mengutamakan prosedur keselamatan kerja (safety) di tengah kondisi alam yang berisiko tinggi.
Imbauan keselamatan bagi masyaraka, PLN mengimbau warga Lembata untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya listrik selama cuaca ekstrem. Apabila melihat ada kabel yang terputus, pohon yang menyentuh jaringan, atau percikan api pada tiang listrik, masyarakat diminta untuk tidak mendekat dan segera melapor melalui Aplikasi PLN Mobile (tersedia di Play Store/App Store) dan Contact Center PLN 123.
PLN berkomitmen untuk terus memantau situasi hingga seluruh jaringan di Kabupaten Lembata kembali normal sepenuhnya. Terpangkasnya jarak karena komunikasi dan sigapnya petugas di lapangan adalah wujud dedikasi PLN untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apa pun.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Tim PLN UIW NTT











Saat ini belum ada komentar