Pasukan PLN Flores Andal, Pasokan Listrik Flores Tetap Tangguh
- account_circle Penulis
- calendar_month Rab, 21 Jan 2026
- visibility 135
- comment 0 komentar

![]()
Program sertifikasi ini mencakup pengujian komprehensif, mulai dari pemahaman teknis mesin diesel, prosedur pemeliharaan, hingga kesiapsiagaan penanganan kondisi darurat.
Ende | Di balik terangnya cahaya lampu di rumah warga dan aktivitas ekonomi yang berdenyut di Flores, terdapat tangan-tangan terampil para operator pembangkit yang bekerja tanpa henti. Menyadari peran krusial tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Flores bersama PT Nusa Bunga Ende menggelar Pelatihan dan Uji Kompetensi bagi para operator mesin pembangkit di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Mautapaga, Ende.
Kegiatan berlangsung pada 15 hingga 19 Januari 2026 ini menggandeng PT ELESKA IATKI (Ikatan Ahli Teknik Kelistrikan Indonesia) Bandung sebagai lembaga penguji independen. Langkah ini merupakan bentuk investasi nyata PLN pada sumber daya manusia demi memastikan pasokan listrik yang tidak hanya andal, tetapi juga aman bagi petugas dan masyarakat.
Standar Nasional untuk keandalan lokal
Program sertifikasi ini mencakup pengujian komprehensif, mulai dari pemahaman teknis mesin diesel, prosedur pemeliharaan, hingga kesiapsiagaan penanganan kondisi darurat. Hal ini penting untuk memastikan setiap operator memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional.
Manager PLN UPK Flores, Tri Handoko, menekankan bahwa teknologi mesin yang canggih harus diimbangi dengan kemampuan operator yang mumpuni.
“Operator pembangkit adalah garda terdepan dalam menjaga keandalan listrik. Melalui sertifikasi ini, kami memastikan mereka tidak hanya bekerja dengan rutinitas, tetapi bekerja dengan profesionalisme tinggi dan siap menghadapi tantangan operasional di lapangan,” tutur Tri.
Komitmen berkelanjutan untuk keselamatan
Direktur PT Nusa Bunga Ende, Yohanes B. Gedu, menambahkan bahwa sertifikasi di Ende ini merupakan langkah awal.
“Ini adalah komitmen kami untuk mensertifikasi seluruh tenaga kerja operator kami. Setelah Ende, kegiatan serupa segera kami laksanakan di Maumere guna memastikan standarisasi layanan di seluruh wilayah kerja,” jelasnya.
Senada, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah harga mati. Menurutnya, kompetensi teknik sangat erat kaitannya dengan keselamatan jiwa di lapangan.
“Kegiatan ini wajib dilakukan secara berkala, minimal setiap tiga tahun sekali sesuai regulasi. Tujuannya satu: operasional lancar dan seluruh pekerja pulang dengan selamat,” tegas Eko.
Makna bagi petugas di lapangan
Bagi Rusman Hamid, salah satu peserta yang sehari-hari bertugas di PLTD Mautapaga, sertifikasi ini lebih dari sekadar selembar sertifikat.
“Sertifikasi ini membuka wawasan kami lebih dalam mengenai tanggung jawab besar dalam menjaga sistem kelistrikan. Kami jadi lebih paham cara bekerja yang benar-benar sesuai standar prosedur dan keselamatan,” ungkap Rusman.
Melalui penguatan kompetensi ini, PLN terus berupaya meminimalkan risiko gangguan operasional dan memastikan masyarakat Flores dapat menikmati listrik dengan rasa aman dan nyaman, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah kepulauan.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Tim PLN UIW NTT











Saat ini belum ada komentar