Komitmen PLN UP2B NTT Bulan K3 Nasional 2026, Karyawan Sehat Listrik Andal
- account_circle Penulis
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 32
- comment 0 komentar

![]()
Manager UP2B NTT, Andi Martha Siswahyudi, menegaskan bahwa kesehatan pegawai merupakan fondasi utama dari keandalan operasional. Ia berharap kegiatan ini dapat mentransformasi perspektif pegawai mengenai keselamatan kerja.
Kupang | Menjamin keandalan pasokan listrik di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan hanya soal menjaga mesin dan jaringan, melainkan juga memastikan kesiapan fisik para personel di baliknya. Bertepatan dengan peringatan Bulan K3 Nasional 2026, PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) NTT menghelat kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan pegawai.
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid untuk menjangkau seluruh personel. Pegawai di sistem Timor mengikuti kegiatan secara tatap muka di kantor UP2B NTT, sementara personel di sistem Flores bergabung melalui platform zoom meeting. Pengaturan ini dilakukan guna memastikan pesan kesehatan tersampaikan secara merata tanpa mengganggu pengawasan operasional sistem kelistrikan NTT yang berlangsung 24 jam.
Pada agenda ini, PLN UP2B NTT berkolaborasi dengan Prodia menghadirkan dr. Fenny Melita Pranoto sebagai narasumber ahli. Dalam paparannya, dr. Fenny menekankan bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang bagi setiap pekerja.
“Kesehatan adalah aset paling berharga. Melalui deteksi dini dan pola hidup sehat, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga memastikan produktivitas tetap berada di level optimal untuk terus melayani masyarakat,” ujar dr. Fenny.
Manager UP2B NTT, Andi Martha Siswahyudi, menegaskan bahwa kesehatan pegawai merupakan fondasi utama dari keandalan operasional. Ia berharap kegiatan ini dapat mentransformasi perspektif pegawai mengenai keselamatan kerja.
“Pegawai adalah jantung dari operasional kami. Jika jantungnya sehat, maka seluruh sistem akan berjalan dengan baik. Kami ingin membangun budaya di mana K3 bukan sekadar aturan formalitas, melainkan gaya hidup yang berawal dari kesadaran menjaga kesehatan diri sendiri,” ungkap Andi.
Sejalan dengan hal tersebut, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menambahkan bahwa tuntutan pekerjaan di sektor pengatur beban memerlukan ketahanan fisik yang tinggi.
“Operasional pengatur beban menuntut fokus dan konsentrasi tinggi tanpa henti. Melalui pemeriksaan kesehatan ini, kami memitigasi risiko kelelahan kerja (fatigue) dan memastikan tim di Sistem Timor maupun Flores memiliki kesiapan fisik prima untuk mengawal kestabilan sistem tenaga listrik di bumi Flobamora,” tegas Eko.
Sebagai langkah konkret, kegiatan ditutup dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up) bagi seluruh pegawai. Langkah preventif ini diharapkan mampu memetakan kondisi kesehatan tim sedini mungkin, sehingga setiap personel PLN selalu siap menjalankan mandat dalam menerangi seluruh pelosok NTT.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Tim PLN UIW NTT











Saat ini belum ada komentar