Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ahok Bongkar di Sidang Tipikor Pertamina, Banyak Pihak Bisa Ditangkap Hingga Alasan Mundur

Ahok Bongkar di Sidang Tipikor Pertamina, Banyak Pihak Bisa Ditangkap Hingga Alasan Mundur

  • account_circle Penulis
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 125
  • comment 0 komentar

Loading

Sidang kasus minyak mentah ini masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya. Keterangan Ahok sebagai mantan pimpinan Pertamina menjadi bagian penting dalam mengungkap fakta-fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut.

 

Jakarta | Mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir sebagai saksi dalam sidang perkara kasus minyak mentah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Kehadiran Ahok menarik perhatian karena keterangannya di persidangan disertai sejumlah pernyataan tegas yang menyinggung praktik di internal perusahaan hingga proses penegakan hukum.

Pada persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026, Ahok menyampaikan bahwa selama menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, ia kerap menemukan berbagai persoalan serius. Ahok bahkan melontarkan pernyataan keras kepada jaksa penuntut umum.

“Banyak yang bisa ditangkap kalau bapak mau,” kata Ahok di ruang sidang.

Ahok juga mengungkap pengalamannya terkait proses negosiasi dalam pengadaan minyak. Ia menyebut bahwa lapangan golf justru menjadi tempat negosiasi yang dianggap “paling murah” dibandingkan lokasi lain. Pernyataan tersebut disampaikan untuk menggambarkan bagaimana praktik lobi dan pertemuan kerap terjadi di luar forum resmi.

Menurut Ahok, pola-pola seperti itu sudah menjadi rahasia umum dan perlu dicermati dalam penegakan hukum, terutama dalam perkara yang kini sedang disidangkan.

Pada kesaksiannya, Ahok juga menjelaskan alasan dirinya mundur dari Pertamina. Ia mengungkap bahwa salah satu faktor yang melatarbelakanginya adalah perbedaan jalan politik dengan Presiden Joko Widodo.

Ahok menegaskan bahwa keputusannya mundur bukan semata-mata soal jabatan, melainkan karena arah dan sikap politik yang tidak lagi sejalan. Hal tersebut disampaikannya secara terbuka di hadapan majelis hakim.

Sidang kasus minyak mentah ini masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya. Keterangan Ahok sebagai mantan pimpinan Pertamina menjadi bagian penting dalam mengungkap fakta-fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Persidangan terus menjadi sorotan publik karena melibatkan tokoh nasional serta menyentuh isu tata kelola dan dugaan penyimpangan di sektor energi.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jurnalis Ngada On The Spot di Geotermal PLTP Mataloko

    Jurnalis Ngada On The Spot di Geotermal PLTP Mataloko

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    PLTP Mataloko 2×10 MW diharapkan menjadi salah satu proyek strategis yang mendukung bauran energi bersih di NTT, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.   Ngada | PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 2 terus menunjukkan komitmen dalam mendukung transisi energi di Nusa Tenggara dengan […]

  • Panglima TNI : TNI Dukung Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020

    Panglima TNI : TNI Dukung Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020

    • calendar_month Sab, 14 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan senantiasa memberikan bantuan dan dukungan baik personel maupun alutsista yang sudah digelar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) apabila diperlukan dalam mengamankan perayaan Natal tahun 2019 dan Tahun Baru 2020. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., pada Rapat […]

  • Konferda Anak NTT 2019, Merajut Perbedaan dalam Persaudaraan

    Konferda Anak NTT 2019, Merajut Perbedaan dalam Persaudaraan

    • calendar_month Jum, 21 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Konferensi Anak (Konferda) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2019 diawali karnaval dengan start awal di Depan Kantor Gubernur NTT (Gedung Sasando) pada Kamis, 20 Juni 2019 pukul 15:00 WITA dengan menempuh perjalanan sekitar 2,2 km dan tiba di garis finish (Hotel Romyta) pada pukul 16:15 WITA Konferda Anak dari 22 […]

  • Imbauan Wali Kota Kupang Terkait Isu dan Penyebaran Virus Corona (Covid-19)

    Imbauan Wali Kota Kupang Terkait Isu dan Penyebaran Virus Corona (Covid-19)

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Menyikapi situasi dan kondisi terkait penyebaran virus corona atau Covid-19 yang terjadi di berbagai negara di dunia saat dan maraknya pemberitaan serta informasi yang beredar, maka Wali Kota Kupang mengeluarkan pernyataan guna meredam kepanikan warga terhadap berbagai informasi mengenai penyakit tersebut. Pemerintah Kota Kupang bekerja sama penuh dengan Pemerintah Provinsi […]

  • BERAKHIR! Sengketa Tanah Keluarga Herewila 2,5 Hektar di Tarus

    BERAKHIR! Sengketa Tanah Keluarga Herewila 2,5 Hektar di Tarus

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sengketa panjang sekitar 7,6 tahun atas tanah warisan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, Elisa Rame Herewila, kini berakhir. Tanah sekitar 2,5 hektar ini berlokasi di RT 07 RW 03 Desa Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), lebih tepatnya berada di Jalan Timor Raya, perbatasan Kota Kupang dan […]

  • Delapan Anak Buah Purbaya Kena OTT KPK, Sindiran Prabowo Maut

    Delapan Anak Buah Purbaya Kena OTT KPK, Sindiran Prabowo Maut

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rosadi Jamani Benar-benar maut sindiran Prabowo di hadapan Menkeu Purbawa soal pegawai pajak yang nakal. Beberapa hari kemudian delapan pegawai pajak yang notabene anak buah Purbaya kena OTT KPK. Mari kita marah. Jangan ditahan. Negara ini terlalu sering meminta kita sabar, sementara kesabarannya sendiri sudah lama bangkrut. Saya ini rakyat jelata yang taat. […]

expand_less