Alfin Nomleni Asal NTT Sabet Tiga Emas ASEAN Para Games 2025 Thailand
- account_circle Penulis
- calendar_month Ming, 1 Feb 2026
- visibility 545
- comment 0 komentar

![]()
Alfin Nomleni menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan fisik (difabel) bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi. Tiga medali emas ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
Jakarta | Prestasi Alfin Nomleni, atlet National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) membuktikan bahwa atlet disabilitas Nusa Tenggara Timur (NTT) mampu bersaing dan berjaya di tingkat Asia Tenggara.
Alfin Nomleni menorehkan kejayaan dengan menyabet tiga emas pada tiga nomor lari sekaligus, nomor 400 meter, 800 meter, dan 1.500 meter di ASEAN Para Games XIII di Nakhon Ratchasima, Thailand.
Alfin Nomleni menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi. Tiga medali emas ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Alfin Nomleni pun bukan cuma bertanding, dia datang dan mengharumkan nama bangsa dan daerah.
Apresiasi Gubernur NTT
Pada Jumat, 30 Januari 2026, Gubernur NTT, Meki Laka Lena menerima kunjungan Alfin Nomleni. Audiensi ini menjadi momen penuh kebanggaan bagi Nusa Tenggara Timur, menyusul prestasi luar biasa Alfin yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dan NTT.
Gubernur Laka Lena menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya atas capaian Alfin. Prestasi ini bukan sekadar membawa pulang medali, tetapi juga mengangkat martabat daerah dan menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat NTT.
“Ini kebanggaan bagi NTT dan Indonesia,” ucap Laka Lena.
Pemerintah Provinsi NTT, imbuh Laka Lena, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan atlet paralimpik melalui pembinaan berkelanjutan, peningkatan fasilitas, serta dukungan kesejahteraan atlet. “Kami ingin prestasi Alfin menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya atlet disabilitas di NTT, bahwa mereka memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” tandas Laka Lena.

Alfin Nomleni saat beraudiensi dengan Gubernur NTT, Melki Laka Lena. Foto : Facebook
Sebelumnya, pada klasemen akhir, Minggu malam, 25 Januari 2026, Indonesia mampu mengoleksi 135 medali emas, 143 medali perak dan 114 medali perunggu. Menpora Erick Thohir menyampaikan terima kasih kepada atlet hingga ofisial sehingga mampu mempertahankan nama besar Bangsa Indonesia di panggung internasional.
“Terima kasih untuk para atlet, pelatih, ofisial, CDM dan NPC yang telah mengerahkan upaya terbaik untuk hasil yang baik pula. Berkat kerja keras kalian, Indonesia berhasil mempertahankan nama sebagai salah satu negara yang mendominasi persaingan papan atas ajang ASEAN Para Games,” ucapnya.
Menurut Menpora Erick, negara akan selalu hadir dalam mendukung langkah putra putri terbaik sekaligus memberikan apresiasi kepada Kontingen Indonesia yang telah usai menunaikan tugas negara.
Indonesia posisi ketiga ASEAN Para Games XIII 2025
Thailand selaku tuan rumah penyelenggara kokoh dipuncak sekaligus menjadi juara umum dengan meraih koleksi 176 medali emas, 155 medali perak, dan 157 medali perunggu.
Malaysia yang berada di peringkat ketiga mampu mengumpulkan 64 medali emas, 64 perak, dan 73 perunggu. Peringkat keempat diraih Filipina dengan 45 emas, 37 perak dan 52 perunggu. Vietnam diposisi kelima dengan 38 medali emas, 48 perak dan 58 perunggu.
Kontingen Merah Putih sejatinya hanya di patok meraih 82 medali emas 77 medali perak dan 77 medali perunggu untuk masuk di posisi ketiga klaseman akhir dengan mengirimkan 290 atlet yang tersebar pada 18 cabang olahraga.
Apa itu ASEAN Para Games?
Pesta Olahraga Difabel Asia Tenggara (bahasa Inggris: ASEAN Para Games) adalah ajang olahraga dua tahunan yang diadakan setelah Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) untuk atlet-atlet yang mengalami keterbatasan fisik (difabel). ASEAN Para Games diikuti oleh 11 negara yang terletak di Asia Tenggara. Ajang ini mengikuti konsep dan merupakan ajang persiapan Paralimpiade.
Dengan mengikuti pola Paralimpiade, ASEAN Para Games merupakan pesta olahraga dua tahunan. Atlet-atlet difabel dari negara-negara ASEAN – Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam berkompetisi di acara ini.
ASEAN ParaGames di bawah pengawasan ASEAN Para Sports Federation (APSF). Tuan rumah penyelenggaraan ajang ini sama dengan negara penyelenggara SEA Games.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Facebook & Wikipedia











Saat ini belum ada komentar