Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » 24 Tahun Jadi Gen Rahasia, Denada Mengaku Ressa Anaknya

24 Tahun Jadi Gen Rahasia, Denada Mengaku Ressa Anaknya

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
  • visibility 407
  • comment 0 komentar

Loading

Banyak pasangan suami istri tak punya anak. Segala cara ia usahakan demi mendapatkan momongan. Begitu hamil, apa lagi melahirkan, ia umumkan ke publik. Berbeda dengan Denada, ia punya anak justru dirahasiakan ke khalayak. Akhirnya, rahasia itu terbongkar oleh pengakuannya sendiri.

Kebenaran itu rupanya seperti sel kanker jinak yang terlalu lama disembunyikan. Awalnya kecil, tak terasa, lalu tiba-tiba meledak di layar ponsel jutaan orang. Indonesia pun terperanjat. Denada Tambunan, nama yang selama ini dikenal lewat panggung dan sorotan lampu, akhirnya melakukan operasi terbuka pada rahasia genetisnya sendiri. Tanpa bius, tanpa editan berlebihan. Lewat Instagram, laboratorium paling bising abad ini, ia menyatakan sesuatu yang membuat gosip kolaps seperti jaringan tubuh kehabisan oksigen. Ressa Rizky Rosano adalah anak kandungnya.

Pengakuan itu jatuh seperti hasil tes DNA yang dibacakan di ruang publik. Tidak bisa ditawar, tidak bisa diedit. “Saya Denada Tambunan menyatakan, Ressa Rosano adalah anak kandung saya,” ucapnya dengan suara bergetar, Senin 2 Februari 2026. Kalimat itu bekerja seperti impuls listrik pada sistem saraf netizen. Otak publik mendadak aktif, empati dan amarah bereaksi bersamaan. Sementara jari-jari sibuk mengetik vonis moral secepat refleks lutut.

Denada tampil sederhana. Tapi, kesedihannya berlapis-lapis seperti jaringan epitel yang pernah terluka berulang kali. Ia mengakui, Ressa, pemuda 24 tahun asal Banyuwangi, tidak tumbuh dalam dekapan biologis yang semestinya. Alasannya bukan drama sinetron, melainkan faktor internal. Kondisi psikis yang saat itu tidak layak untuk menjalankan fungsi keibuan. Dalam bahasa biologi, ia seperti organ vital yang sedang gagal fungsi, ada, tapi tak mampu bekerja. “Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya,” katanya, seolah sedang membedah dirinya sendiri di depan cermin yang tak bisa ditutup lagi.

Pengakuan ini sekaligus mengonfirmasi dugaan lama bahwa identitas Ressa disembunyikan seperti gen resesif, ada, tapi ditekan agar tak muncul ke permukaan. Selama 24 tahun, Ressa tumbuh di Banyuwangi, diasuh kerabat. Sementara pengakuan hanya beredar sebagai rumor dalam bentuk bisik-bisik dan spekulasi liar. Hingga akhirnya, tubuh hukum bereaksi. Pada November 2025, Ressa mengajukan gugatan perdata sebesar Rp7 miliar ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak. Gugatan itu seperti sinyal inflamasi, menyakitkan, tapi menandakan ada luka serius yang tak bisa lagi diabaikan.

Kuasa hukum Denada sempat menyatakan, biaya hidup dan pendidikan rutin dikirim. Namun Ressa menolak direduksi menjadi angka transfer. Yang ia tuntut bukan nutrisi finansial, melainkan pengakuan identitas, status hukum dan moral yang selama ini kosong seperti kromosom yang hilang. Maka ketika Denada akhirnya bicara, publik menyaksikan proses metabolisme emosional yang telat tapi tak terhindarkan.

Denada memohon maaf kepada Ressa, kepada mendiang ibunya Emilia Contessa, kepada adik-adiknya. Ia berharap pintu maaf masih terbuka, meski ia sadar waktu bukan obat yang selalu manjur. Sementara itu, satu variabel biologis masih mengambang, ayah kandung Ressa. Identitasnya tetap misteri, memicu spekulasi seperti mutasi liar di laboratorium netizen. Nama-nama muncul, dicocokkan lewat wajah, lalu gugur satu per satu sebagai cocoklogi murahan.

Drama ini bukan sekadar gosip artis. Ini kisah tentang darah, gen, dan pengakuan yang tertunda. Tentang seorang ibu yang akhirnya berani membaca hasil uji hidupnya sendiri, dan seorang anak yang sejak lama menunggu namanya diakui secara sah. Di negeri ini, kebenaran memang sering datang terlambat, tapi ketika ia datang, ia datang dengan suara keras, seperti detak jantung yang akhirnya kembali terdengar.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SLANK Siap “Performance Memorable” Bersama JNE di 7 Kota

    SLANK Siap “Performance Memorable” Bersama JNE di 7 Kota

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sebuah album sarat cerita dan bersejarah siap menjadi perayaan spesial bagi 5 (lima) rocker legendaris, Kaka (vokal), Abdee (gitar), Ridho (gitar/piano), Ivanka (bas) dan Bimbim (drum) di skema musik tanah air. Album Tujuh yang kini telah berusia 25 tahun, tak bisa dipungkiri telah menjadi penanda kebangkitan SLANK pasca ‘Re-formasi’. Dan tentu […]

  • Menanti 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran Atasi Kendala Gas Industri Banten

    Menanti 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran Atasi Kendala Gas Industri Banten

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Loading

    Banten | Peliknya dinamika gas industri di Banten ditengarai bakal bermuara ke pemerintahan Prabowo-Gibran yang akan segera dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2024 mendatang. Mayoritas pelaku usaha di Banten sampai saat ini masih mengeluhkan kendala pasokan gas lantaran kebijakan pembatasan gas yang dilakukan Perusahaan Gas Nasional. Menyikapi permasalahan ini, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha […]

  • Petani Rumput Laut Dapat Kredit Bank NTT, Camat Raijua : Itu Bukan Bagi Uang

    Petani Rumput Laut Dapat Kredit Bank NTT, Camat Raijua : Itu Bukan Bagi Uang

    • calendar_month Ming, 25 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Loading

    Sabu Raijua, Garda Indonesia | Bank NTT Unit Pembantu Raijua memberikan fasilitas kredit Merdeka kepada 10 (sepuluh) petani rumput laut di Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua. Penyerahan secara simbolis dilaksanakan pada acara tatap muka Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama para pimpinan SKPD, staf ahli gubernur dengan Bupati, Pimpinan Perangkat Daerah, Kepala Desa, Lurah, […]

  • Duta Lapas Perempuan Kupang Aktif Layani Keluarga Narapidana

    Duta Lapas Perempuan Kupang Aktif Layani Keluarga Narapidana

    • calendar_month Rab, 2 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Duta Layanan yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kupang selalu menunaikan tanggung jawab mereka dengan memberikan layanan maksimal dengan 5 (lima) S yakni berupa senyum, salam, sapa, sopan, dan santun kepada keluarga para napi atau warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kondisi tersebut, redaksi Garda Indonesia alami saat menyempatkan diri berkunjung pada […]

  • Pendukung Rizieq Shihab Bebas Merajalela, Negara ke Mana?

    Pendukung Rizieq Shihab Bebas Merajalela, Negara ke Mana?

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Rudi S Kamri Tanggal 10 November 2020, bagi saya bukan sekadar Hari Pahlawan, tapi lebih merupakan hari kekalahan negara dari sekelompok orang yang bebas leluasa memorak-porandakan semua aturan negara dan sekelompok orang yang menabrak semua aturan di jalan tol dan merusak fasilitas umum di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta adalah mengaku beragama Islam yang […]

  • ‘Update Covid-19 NTT’ Masih Negatif, Hingga 23 Maret 2020 ODP Capai 130

    ‘Update Covid-19 NTT’ Masih Negatif, Hingga 23 Maret 2020 ODP Capai 130

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga Senin, 23 Maret 2020 pukul 21.00 WITA, kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) terhadap risiko penularan infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 130 orang,” beber Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius saat dalam sesi konferensi pers pada Selasa, 24 […]

expand_less