Pemerintah NTT Komplimen Kampung SABU Binaan Pertamina
- account_circle Penulis
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 93
- comment 0 komentar

![]()
Kupang | Komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan terus diperkuat Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal Tenau. Semangat kolaborasi tersebut mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam kunjungan kerja Gubernur NTT di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Jumat, 27 Februari 2026.
Kunjungan ini menjadi momentum sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendorong solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berdampak nyata secara sosial maupun ekonomi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Wali Kota Kupang Christian Widodo, Bupati Kupang Yosef Lede, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT Viktorinus Manek. Rombongan disambut langsung oleh Integrated Terminal Manager Tenau, Muhammad Imam Syafii, beserta jajaran manajemen.
Kunjungan pemerintah provinsi NTT meninjau aktivitas Kelompok Depo Sampah Harapan NBS, kelompok binaan Integrated Terminal Tenau yang tergabung dalam Program Kampung SABU (Sampah Bersih dan Unggul). Program ini merupakan bagian dari implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan, dirancang mendorong sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan warga.
Melalui Program Kampung SABU, masyarakat tidak hanya didorong untuk memilah dan mengelola sampah secara mandiri, tetapi juga memperoleh penguatan kapasitas kelembagaan dan akses ekonomi sirkular. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada aspek lingkungan dan pemberdayaan komunitas.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antar pihak, sehingga inisiatif yang telah berjalan dapat direplikasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya sekaligus menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Tenau guna mewujudkan masyarakat yang berdaya, lingkungan yang bersih, dan pembangunan berkelanjutan di Kota Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sampah plastik diolah menjadi ecobrick, kemudian dirangkai menjadi produk kreatif seperti ecoSofa. Foto : tim Pertamina
Melalui program tersebut, masyarakat didorong untuk mengelola sampah rumah tangga secara sistematis dan produktif. Salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan adalah pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick, yaitu botol plastik yang diisi dan dipadatkan dengan limbah plastik hingga keras, kemudian dirangkai menjadi produk kreatif seperti ecoSofa yang memiliki nilai ekonomis. Inovasi ini tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan volume sampah plastik, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi anggota kelompok.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan lingkungan dan sosial di daerah. “Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah fondasi utama dalam menghadapi persoalan lingkungan. Pengelolaan sampah yang dilakukan secara tepat tidak hanya menghadirkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Senada, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT, Viktor Manek, menyampaikan apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan desa melalui program TJSL berkelanjutan. “Program Kampung SABU menjadi contoh nyata kolaborasi yang produktif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Inisiatif seperti ini tidak hanya memperkuat ekonomi warga, tetapi juga membangun budaya lingkungan bersih yang berkelanjutan di tingkat komunitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Ahad Rahedi selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menegaskan program CSR perusahaan dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.
“Program TJSL Pertamina Patra Niaga tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi dan peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui pembinaan yang terstruktur dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kami mendorong lahirnya kelompok-kelompok mandiri yang mampu mengelola potensi lokal secara produktif. Harapannya, program seperti Kampung SABU dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” jelasnya.
Integrated Terminal Tenau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat. Kehadiran gubernur dan jajaran pemerintah daerah diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas program pemberdayaan serta memperluas dampak positif bagi masyarakat. (*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Tim Pertamina











Saat ini belum ada komentar