Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Polri Tegaskan Komitmen Ungkap Pelaku
- account_circle Penulis
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 81
- comment 0 komentar

![]()
Jakarta | Kepolisian menyatakan keseriusannya dalam mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Penyelidikan terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah satuan kepolisian untuk memastikan pelaku segera teridentifikasi.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa kepolisian akan mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dan menangkap pelakunya siapa pun dia.
“Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri memberikan atensi, dan kita segenap personel Polri dalam hal ini penyidik, baik yang ada di Polres Jakarta Pusat, yang ada di Polda Metro Jaya, termasuk dari Mabes Polri yang mem-back up, akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia,” tegas Isir saat ditemui di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Isir mengatakan, penyidik dari Polres Metro Jakarta Pusat yang menangani perkara tersebut juga mendapat dukungan dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri dalam proses pengungkapan kasus.
Ia menjelaskan, hingga saat ini polisi masih mendalami sejumlah bukti, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. “Yang kemudian sedang dalam proses untuk analisis lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera,” ujarnya.
Selain itu, polisi juga telah meminta keterangan awal dari sejumlah saksi. Saat ini, setidaknya ada dua orang yang telah dimintai keterangan oleh penyidik.
“Saksi yang di-interview yang bersama-sama dengan pihak korban, yang menolong korban. Ini lagi ada pendalaman juga saksi-saksi kalau yang ada di sekitar TKP,” beber dia.
Sementara itu, lanjut Isir, korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat luka bakar di beberapa bagian tubuh. Isir mengungkapkan, luka akibat penyiraman air keras tersebut mengenai beberapa bagian tubuh korban, antara lain wajah, dada, dan tangan.
Sebelumnya diketahui, Andrie Yunus mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah ia selesai melakukan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: melihatindonesia & ragam literatur











Saat ini belum ada komentar