Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Lebaran 2026 Diprediksi Berbeda, Ini Versi Empat Lembaga dan Pemerintah

Lebaran 2026 Diprediksi Berbeda, Ini Versi Empat Lembaga dan Pemerintah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 90
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta | Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, umat Islam di Indonesia mulai menantikan kepastian Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Sejumlah lembaga dan organisasi telah merilis prediksi masing-masing, meski penetapan resmi tetap menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat.

Penentuan 1 Syawal menjadi momen penting karena menandai berakhirnya ibadah puasa. Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal bulan hijriah dengan menggabungkan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Hasil perhitungan posisi Bulan akan dipadukan dengan laporan pengamatan hilal dari berbagai daerah sebelum diumumkan secara resmi. Meski demikian, perbedaan metode yang digunakan sejumlah pihak membuat potensi perbedaan tanggal Lebaran tetap terbuka.

Dari sisi ilmiah, Badan Riset dan Inovasi Nasional memprediksi 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026. Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin menyebut posisi hilal pada 19 Maret 2026 belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan MABIMS.

“Pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, maka 1 Syawal 1447 = 21 Maret 2026,” kata Thomas dalam tulisan di blognya pada Juni 2025.

Ia juga menjelaskan bahwa hasil bisa berbeda jika menggunakan kriteria lain.

“Maka menurut kriteria Turki, 1 Syawal 1447 = 20 Maret 2026,” tambahnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika turut merilis data pengamatan hilal. Berdasarkan perhitungan, ketinggian hilal pada 19 Maret 2026 berkisar antara 0,91 derajat hingga 3,13 derajat, dengan elongasi antara 4,54 derajat hingga 6,1 derajat.

Mengacu pada kriteria MABIMS, kondisi tersebut menunjukkan hilal diperkirakan belum terlihat. Jika demikian, maka bulan Ramadhan akan digenapkan menjadi 30 hari dan Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026. Penetapan ini menggunakan metode hisab dengan pedoman Kalender Hijriah Global Tunggal.

Adapun pemerintah bersama Nahdlatul Ulama akan menunggu hasil sidang isbat yang dijadwalkan pada 19 Maret 2026.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menegaskan proses penetapan dilakukan secara terbuka dan berbasis data.

“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” ujarnya.

Berdasarkan kalender resmi Kementerian Agama, 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, kepastian tanggal Lebaran tetap akan ditentukan melalui sidang isbat yang mempertimbangkan hasil perhitungan dan pengamatan langsung hilal.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NTT Butuh Sosok Pemimpin Seperti Simon Petrus Kamlasi

    NTT Butuh Sosok Pemimpin Seperti Simon Petrus Kamlasi

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Lewoleba | Robet Eri Suciadi, warga Kabupaten Lembata menyebut calon gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi (SPK) sebagai titisan dari mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ben Mboi. Simon Petrus Kamlasi (SPK) disebut sebagai titisan mantan Gubernur NTT, Ben Mboi dikarenakan program – program yang diutarakan sama persis atau sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Ben […]

  • PLN UIP Nusra Sabet Penghargaan dari Kementerian Desa PDTT

    PLN UIP Nusra Sabet Penghargaan dari Kementerian Desa PDTT

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Loading

    Langkah ini sekaligus menjawab persoalan gizi dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan di tiga desa sekitar PLTP Ulumbu dengan angka stunting, yakni Desa Wewo 22,9%, Desa Lungar 18,4%, dan Desa Mocok 20,2%. Sementara, lebih dari 23 ribu jiwa atau 6,64% penduduk Manggarai juga masih hidup dalam kemiskinan tinggi.   Mataram | Upaya PT PLN (Persero) […]

  • Bank NTT Tegaskan Tidak Menerima Calon Pegawai Yang Telah Menikah

    Bank NTT Tegaskan Tidak Menerima Calon Pegawai Yang Telah Menikah

    • calendar_month Sel, 10 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tes penerimaan calon pegawai Bank Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak ada kaitan dengan Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) dan Bank NTT mau transparan dalam proses penerimaan calon pegawai Bank NTT tahun buku 2019. Demikian penegasan Kepala Divisi Manajemen Risiko Bank NTT, Louis K.Gonsalves Atie mewakili Kepala Divisi SDM yang sedang bertugas […]

  • Tanggapi Demo AMMARA, VBL Janji Kaji Dampak Investasi di Manggarai Timur

    Tanggapi Demo AMMARA, VBL Janji Kaji Dampak Investasi di Manggarai Timur

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov NTT di bawah kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; senantiasa terbuka untuk menerima setiap masukan dan kritik dari berbagai elemen masyarakat termasuk para demonstran. “Ya, tadi mereka menyampaikan aspirasi untuk menolak tambang dan pabrik semen di Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Tentu semua […]

  • “Kurang 12 Jam” Gerak Cepat PLN Pulihkan Listrik Padam di Bali

    “Kurang 12 Jam” Gerak Cepat PLN Pulihkan Listrik Padam di Bali

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Menurut Gubernur Koster, ratusan personel PLN telah berjuang keras di lapangan untuk menghadirkan kembali keandalan listrik di Bali.   Denpasar | Gubernur Bali, I Wayan Koster mengapresiasi gerak cepat PLN mengatasi gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di Bali pada Jumat, 2 Mei 2025. Sejak awal terjadinya gangguan, dirinya menjelaskan bahwa PLN langsung menindaklanjuti dengan menghelat […]

  • BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac Bagi Lansia

    BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac Bagi Lansia

    • calendar_month Sab, 6 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menerbitkan surat izin bernomor RG.01.03.32.322.02.21.00605/NE, tertanggal  Jumat, 5 Februari 2021, kepada PT. BIO FARMA yang beralamat di Jalan Pasteur No.28 Bandung, Kota Bandung. Dengan mempertimbangkan keadaan emergensi wabah pandemi COVID-19 dan terbatasnya bukti kemanfaatan dan keamanan vaksin tersebut di atas untuk pencegahan COVID-19, maka […]

expand_less