Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Bermain di Gedung Tua, Satu Anak Tewas di TTS, Kontrol Orang Tua Dipertanyakan

Bermain di Gedung Tua, Satu Anak Tewas di TTS, Kontrol Orang Tua Dipertanyakan

  • account_circle Gery Rudolf Liu
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 51
  • comment 0 komentar

Loading

Timor Tengah Selatan | Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, ketika sebuah bangunan bekas sekolah dasar yang telah lama terbengkalai roboh dan menewaskan seorang anak, Rabu sore, 18 Maret 2026.

Peristiwa nahas itu terjadi di bekas Sekolah Dasar Inpres Oepula, Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat. Bangunan yang diketahui sudah tidak digunakan sejak 2023 itu ambruk saat sejumlah anak tengah bermain dan berteduh di dalamnya.

Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 18.43 Wita. Saat itu, sekelompok anak sedang bermain sepak bola di halaman sekolah.

“Karena cuaca gerimis, mereka kemudian berteduh di dalam bangunan lama yang sudah tidak difungsikan tersebut,” ujar Hendra dalam keterangan tertulis, Kamis, 19 Maret.

Tak lama kemudian, terdengar suara dentuman keras sebelum bangunan tersebut runtuh dan menimpa anak-anak yang berada di dalamnya.

Saksi dengar dentuman keras

Saksi mata, Agustinus Talan, seorang petani setempat, mengaku mendengar suara keras sekitar pukul 17.30 Wita dari arah lokasi kejadian. Ia kemudian berlari menuju bekas sekolah tersebut dan mendapati bangunan telah roboh.

Saat tiba di lokasi, Agustinus melihat seorang anak, Noldi Kause (9), tertimpa tiang penyangga bangunan di bagian depan. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat di bagian kepala.

Bersama dua warga lainnya, Mateos Nenoliu dan Yakobus Nenoliu, saksi kemudian melakukan pencarian di antara reruntuhan dan menemukan korban lain, Juliana Nenohai (13), yang masih tertimbun puing. Korban segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Soe untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, satu korban lainnya, Mikael Jekson Nenoliu (9), yang mengalami luka ringan pada kaki dan punggung, mendapatkan penanganan awal dari warga sekitar.

Bangunan lama tak digunakan dan tak diamankan

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bangunan SD Inpres Oepula tersebut telah berdiri sejak tahun 1991 dan tidak lagi digunakan sejak 2023 karena kondisinya yang sudah tidak layak.

Meski demikian, bangunan tersebut tidak dilengkapi pengamanan sehingga masih kerap dimasuki anak-anak dan dijadikan tempat bermain, terutama saat berada di sekitar lingkungan sekolah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTS, Dianar Ari Aty, menyebut kondisi bangunan yang sudah lapuk diperparah oleh faktor cuaca menjadi penyebab utama robohnya struktur.

“Bangunan ini sudah tidak kokoh lagi dan roboh saat anak-anak berteduh di dalamnya. Warga segera melakukan evakuasi setelah kejadian,” ujarnya.

Pengawasan orang tua jadi perhatian

Peristiwa ini memunculkan sorotan terhadap pengawasan anak-anak, terutama saat berada di sekitar bangunan yang sudah tidak digunakan dan berpotensi membahayakan.

Kapolres TTS menegaskan pentingnya peran semua pihak, termasuk orang tua, dalam memastikan keselamatan anak-anak saat bermain di lingkungan sekitar.

“Ini menjadi perhatian bersama, baik pihak sekolah, pemerintah, maupun masyarakat. Anak-anak perlu diawasi agar tidak bermain di lokasi yang berisiko seperti bangunan tua yang sudah tidak layak,” tegas Hendra.

Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian, sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mengevaluasi bangunan-bangunan terbengkalai di wilayah TTS.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bahwa bangunan yang sudah tidak difungsikan tanpa pengamanan memadai dapat menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak yang kerap memanfaatkannya sebagai tempat bermain. (*)

  • Penulis: Gery Rudolf Liu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Jokowi Lantik 9 Anggota Kompolnas Masa Bakti 2020—2024

    Presiden Jokowi Lantik 9 Anggota Kompolnas Masa Bakti 2020—2024

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo melantik 9 (sembilan) anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) masa bakti 2020—2024 di Istana Negara, pada Rabu, 19 Agustus 2020. Pengangkatan anggota Kompolnas ini dituangkan dalam surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 54/M Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Keanggotaan Komisi Kepolisian Nasional. Keppres ini ditetapkan pada tanggal […]

  • Ramadan 1445H, YBM PLN UIP Nusra Santuni 725 Anak Yatim & Fakir Miskin

    Ramadan 1445H, YBM PLN UIP Nusra Santuni 725 Anak Yatim & Fakir Miskin

    • calendar_month Sab, 30 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menyambut keberkahan Ramadan 1445 Hijriah dengan menghelat Safari Ramadan bertema “Sambut Ramadhan 1445 H dengan Aktif dan Produktif Raih Keberkahan untuk Menggapai Kemenangan di Hari yang Fitri” di area kantor PT PLN (Persero) UIP Nusra dan dirangkai berbagi santunan anak yatim, fakir […]

  • Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita Mendalam Atas Wafatnya Gus Sholah

    Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita Mendalam Atas Wafatnya Gus Sholah

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gus Sholah, sapaan akrab almarhum, putra pahlawan nasional K.H. Wahid Hasyim sekaligus adik kandung dari Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid, diketahui berpulang dalam usia 77 tahun di Rumah Sakit Harapan Kita pada Minggu, 2 Februari 2020 sekitar pukul 20.55 WIB. Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya pengasuh Pondok Pesantren […]

  • Bertemu Megawati, Pimpinan MPR RI Bahas Rekomendasi Tentang Amandemen

    Bertemu Megawati, Pimpinan MPR RI Bahas Rekomendasi Tentang Amandemen

    • calendar_month Kam, 10 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama pimpinan MPR RI menemui Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, pada Kamis, 10 Oktober 2019. Ini merupakan kunjungan resmi pertama Pimpinan MPR RI ke para tokoh bangsa, khususnya yang pernah memimpin Indonesia. “Selain silaturahmi mengantarkan undangan pelantikan Presiden-Wakil Presiden […]

  • Webriamata, Desa Binaan Bank NTT Hasilkan Gerabah, Tenun & Holtikultura

    Webriamata, Desa Binaan Bank NTT Hasilkan Gerabah, Tenun & Holtikultura

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Loading

    Betun, Garda Indonesia | Juri Festival Desa Binaan Bank NTT, Dr. James Adam dan pendamping dari Divisi Kredit Kantor Pusat Bank NTT Kristoforus Seda, mengunjungi desa Webriamata di Kabupaten Malaka, Selasa, 15 November 2022. Kunjungan ini, dalam rangka menilai perkembangan dan keunggulan setiap Desa Binaan Bank NTT yang ikut serta di ajang Festival Desa Binaan […]

  • Delapan Kabupaten di NTT Catat 58 Kekayaan Intelektual Komunal

    Delapan Kabupaten di NTT Catat 58 Kekayaan Intelektual Komunal

    • calendar_month Ming, 3 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Mencatat warisan budaya sebagai Kekayaan Intelektual Komunal ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperoleh perlindungan hukum secara defensif. Kekayaan Intelektual Komunal merupakan Kekayaan Intelektual yang kepemilikannya bersifat kelompok dan merupakan warisan budaya tradisional yang perlu dilestarikan, hal ini mengingat budaya tersebut merupakan identitas suatu kelompok atau masyarakat. “Dari sisi teknis pelayanan […]

expand_less