Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » AKSI SIAGA, Tekan Angka Kemiskinan NTT Menjadi 10 Persen

AKSI SIAGA, Tekan Angka Kemiskinan NTT Menjadi 10 Persen

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
  • visibility 99
  • comment 0 komentar

Loading

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS Provinsi NTT) memotret tren kemiskinan setahun terakhir menunjukkan garis kemiskinan (GK) rata-rata NTT mengalami peningkatan dari Rp461 ribu pada Maret 2022 menjadi Rp507 ribu per kapita per bulan pada Maret 2023 atau mengalami peningkatan sebesar 10,1 persen. GK makanan sebesar Rp389,5 ribu dan GK non-makanan Rp117,7 ribu.

Secara spasial, Kota Kupang tetap menjadi wilayah dengan GK tertinggi pada Maret 2023 yakni Rp733 ribu per kapita per bulan. Kabupaten lain yang memiliki GK relatif tinggi adalah Sabu Raijua dan Ende yakni masing-masing Rp526,8 ribu dan Rp518,9 ribu per kapita per bulan. Sedangkan Sumba Tengah merupakan kabupaten dengan GK terendah yaitu Rp362 ribu. Kabupaten lainnya memiliki GK antara Rp400 sampai 500 ribuan per kapita per bulan.

Kemiskinan di NTT terkonsentrasi di wilayah perdesaan di mana angka kemiskinannya sebesar 23,76 persen sedangkan di perkotaan hanya 9,12 persen. Jumlah penduduk miskin di NTT pada Maret 2023 sebanyak 1,14 juta orang atau 19,96 persen dari total penduduk NTT meningkat dibanding Maret 2022 yang sebesar 1,13 juta orang. Jumlah penduduk miskin di perdesaan sebanyak 1,06 juta orang, sedangkan di perkotaan hanya 135,57 ribu orang.

Permasalahan kemiskinan bukan hanya pada jumlah atau persentase yang tinggi, tapi juga pada disparitas antarwilayah. Jika kabupaten/kota dipetakan, maka kabupaten yang memiliki persentase kemiskinan tinggi adalah Sumba Tengah 31,78 persen, Sabu Raijua 28,37 persen, dan Sumba Timur 28,08 persen, Sumba Barat Daya 27,48 persen, Sumba Barat 27,17 persen, Rote Ndao 27,05 persen, dan TTS 25,18 persen. Sedangkan kabupaten/kota yang memiliki persentase rendah adalah Kota Kupang 8,61 persen, Flores Timur 11,77 persen, Ngada 12,06 persen, Nagekeo 12,33 persen, Sikka 12,56 persen, Malaka 14,42 persen, Manggarai Barat 16,82 persen, dan Manggarai 19,69 persen. Disparitas antarwilayah terjadi karena keragaman faktor ekonomi dan sosial budaya di NTT.

Dari sisi jumlah, maka 3 (tiga) kabupaten yang memiliki jumlah penduduk miskin paling banyak adalah Timor Tengah Selatan (TTS) 119,5 ribu orang, Sumba Barat Daya 101,4 orang, dan Kupang 90,2 ribu orang. Sedangkan tiga kabupaten yang paling sedikit jumlah penduduk miskinnya adalah Nagekeo 18,6 ribu orang, Ngada 20,6 ribu orang, dan Sumba Tengah 24,2 ribu orang.

Pasca-pandemi, perkembangan jumlah penduduk miskin di kabupaten/kota di NTT berfluktuasi atau naik turun. Beberapa kabupaten yang konsisten menurunkan angka kemiskinan dalam 2 tahun terakhir ini adalah Malaka, Belu, dan Sikka dengan rata-rata penurunan masing-masing sebesar 4,74 persen; 3,28 persen; dan 2,65 persen. Sedangkan kabupaten yang angka kemiskinannya naik terus adalah Rote Ndao dengan rata-rata kenaikan 1,76 persen. Kabupaten Flores Timur juga patut mendapat perhatian karena mengalami kenaikan paling tinggi di tahun 2023 sebesar 10,15 persen.

Tingkat kemiskinan cenderung menurun, namun perlu diperhatikan adanya indikasi kemiskinan kronis di antara 1,14 juta penduduk di NTT. Mereka adalah kaum marginal dalam kehidupan sosial maupun ekonomi. Banyak sekali di antaranya yang masuk kategori sangat miskin (ekstrem) dengan pengeluaran per kapita sangat jauh di bawah GK sehingga perlu program pengentasan yang berlapis. Meskipun sudah menerima bantuan sosial tunai, program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan, program keluarga harapan, dan bantuan lainnya namun mereka tetap sulit untuk keluar dari perangkap kemiskinan.

Mengulik kondisi kemiskinan di NTT, maka pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) mengejawantahkan dalam Nawa Aksi SIAGA yakni :

1. SIAGA air, energi dan infrastruktur

  • Pemenuhan, tatakelola dan ketersedian air bersih melalui pembangunan jaringan perpipaan dan teknologi pompa hidram;
  • Tata kelola air di DAS dan Kali untuk menangkap dan menampung air sekaligus mereduksi risiko bencana;
  • Pembangunan ketahanan energi melalui pengembangan energi baru terbarukan/EBT (Flores Geothermal Island, Sumba Iconic Island and Timor Biomass Island);
  • Pengembangan irigasi dan embung untuk pertanian dan peternakan;
  • Penurunan indeks risiko bencana menjadi 100 poin;
  • Penurunan ketimpangan pembangunan antar wilayah dan kepulauan.

2. SIAGA Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Sosial

  • SMU/SMK unggulan di setiap kabupaten dan kota;
  • Bridging program bagi lulusan SMU/SMK dan PT untuk studi lanjut keluar negeri (1000 orang selama 5 tahun);
  • Peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan;
  • Peningkatan dana hibah rumah ibadah, lembaga keagamaan, pendidikan swasta dan lembaga pendidikan berbasis agama;
  • Penurunan stunting menuju satu digit;
  • Penurunan kematian ibu dan anak menuju nol kasus;
  • Peningkatan jumlah dokter ahli, perhatian insentif perawat, bidan, kader posyandu dan tenaga gizi;
  • Pemberdayaan 10.000 bisnis star up untuk generasi Y-Z;
  • Penurunan kemiskinan menuju 10 persen dan nol persen kemiskinan ekstrem;
  • Optimalisasi destinasi wisata yang sudah dikembangkan termasuk Kawasan Astro Wisata Langit Malam Gunung Timau;
  • Peningkatan kunjungan 1 juta wisatawan per tahun dan lama tinggal 5 hari;
  • PAD meningkat 40 persen dari total APBD selama lima tahun;
  • Memberi akses kaum difabel dan sektor formal dan informal;
  • Revitalisasi rumah adat dan pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT).

3. SIAGA Tata Kelola Birokrasi dan Hukum

  • Peningkatan mutu sumber daya manusia aparatur sipil negara (SDM ASN [250 S2, 50 S3 selama lima tahun]), dan kesejahteraan ASN (lanjut TPP);
  • Pemenuhan target Standar Pelayanan Minimum (SPM) 100 persen;
  • Peningkatan indeks reformasi birokrasi menjadi 70.00, sistem pelayanan berbasis elektronik (SPBE) menjadi 4—5 poin dan pelayanan publik menjadi 4—5 poin;
  • Peningkatan kepatuhan hukum dan restoratif justice (mengedepankan kearifan lokal setempat);
  • Pemberantasan praktik mafia hukum dan tindak pidana perdagangan orang (human trafficking);
  • Pemberantasan praktik illegal di bidang perikanan, kehutanan, pertambangan, migrasi dan perdagangan;
  • Pencapaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) berkategori tinggi.

Persoalan pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem pun menjadi atensi khusus Pemerintah Provinsi NTT dalam kurun beberapa dasawarsa. Pemprov NTT mengejawantahkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengarahkan semua kepala daerah agar memprioritaskan mandiri pangan untuk mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur dan akan dicapai dalam jangka panjang pada tahun 2045 mendatang.

Kondisi tersebut selaras dengan dijadikannya sektor pariwisata dan pertanian sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan daerah yang mana memperoleh dukungan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT yang berfokus pada peningkatan sektor pertanian dan pariwisata yang selalu menjadi unggulan dan penopang pertumbuhan perekonomian NTT.(*)

Sumber (*/tim media SIAGA)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca-peluncuran, Kredit Kendaraan Bermotor Bank NTT Tuai 47 Unit

    Pasca-peluncuran, Kredit Kendaraan Bermotor Bank NTT Tuai 47 Unit

    • calendar_month Sel, 2 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Prestasi dicatatkan oleh Bank NTT, khusus untuk program yang inovatif, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Usai diluncurkan pada 29 Mei 2022 di atrium Lippo Plaza Kupang, hingga kini bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur ini sukses memfasilitasi masyarakat untuk memiliki kendaraan impian mereka. Hingga Jumat, 29 Juli 2022 atau 62 hari, (berdasar […]

  • Hari Batik Nasional – Dharma Pertiwi Koorcab NTT Daerah J Membatik Motif Lokal

    Hari Batik Nasional – Dharma Pertiwi Koorcab NTT Daerah J Membatik Motif Lokal

    • calendar_month Sel, 2 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id– Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO. Hari Batik Nasional yang diperingati pada setiap tanggal 2 Oktober bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang pengakuan terhadap batik […]

  • Belajar Filsafat Proses, Mencintai Sesama & Lingkungan dalam Bingkai Organisme

    Belajar Filsafat Proses, Mencintai Sesama & Lingkungan dalam Bingkai Organisme

    • calendar_month Sen, 28 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Sebuah Pesan Untuk Para Remaja Oleh : Paulus Pedro Langoday Dunia sedang tidak baik-baik saja. Sepenggal kalimat ini mungkin sudah disadari oleh hampir semua orang. Beberapa orang mengungkapkan kesadaran akan hal ini dengan membeberkan fakta tentang masalah-masalah lingkungan yang terjadi, baik itu masalah lingkungan alam seperti banjir, polusi udara dan air, tsunami, tanah longsor, ataupun […]

  • Eddy Ganefo: Majukan Perekonomian, Kadin Harus Bersinergi dengan Pemda

    Eddy Ganefo: Majukan Perekonomian, Kadin Harus Bersinergi dengan Pemda

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Sulut, Garda Indonesia | Musyawarah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Utara secara aklamasi mempercayakan Jemmy Tumimoor sebagai Ketua Umum Kadin Sulawesi Utara (Sulut) Periode 2020—2025 dan dilantik oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo di hadapan seluruh Pengurus Kadin se-Sulut pada Jumat, 21 Februari 2020. Dalam sambutannya, Eddy Ganefo menyampaikan bahwa Kadin Indonesia […]

  • Valentine Day ala Rumah Musik Siloam & Lippo Plaza Kupang

    Valentine Day ala Rumah Musik Siloam & Lippo Plaza Kupang

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Anak-anak hingga remaja binaan Rumah Musik Siloam menerjemahkan makna Hari Kasih Sayang atau Valentine Day dengan cara berbeda dari biasanya. Menghelat pentas musik selama 6 (enam) hari pada tanggal 9 Februari hingga pada puncak perayaan Valentine Day, 14 Februari 2023. Mengambil venew di lantai 1 Lippo Plaza Kupang, beragam genre musik […]

  • Yeskial Loudoe Resmi Pimpin DPRD Kota Kupang Periode 2019—2024

    Yeskial Loudoe Resmi Pimpin DPRD Kota Kupang Periode 2019—2024

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | PDI-Perjuangan sebagai partai politik yang mendapatkan suara terbanyak pertama untuk pemilihan DPRD Kota Kupang berhak untuk menempati kursi Ketua DPRD Kota Kupang periode 2019-2024. Rapat paripurna penetapan pimpinan DPRD Kota Kupang yang digelar pada Jumat, 20 September 2019, bertempat di ruang sidang gedung DPRD Kota Kupang resmi menetapkan Yeskial Loedoe, […]

expand_less