Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Bali Bebas Kantong Plastik

Bali Bebas Kantong Plastik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 11 Sep 2022
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Roni Banase

Masyarakat Bali sempat bangga karena “Pulau Seribu Pura” ini sempat menduduki posisi nomor satu tujuan wisata dunia dalam daftar Traveler Choice Award versi Trip Advisor pada 2021. Namun, pada 2022, tersingkir oleh London, yang sempat digeser Bali pada 2021, yang mana tahun 2022 kembali ke posisi puncak seperti tahun 2020.

Tersingkirnya Bali dari daftar 10 tujuan wisata terpopuler dunia tahun 2022, membuat banyak pihak mempertanyakan penyebabnya. Ada yang menuding pandemi Covid-19 dengan segala konsekuensinya, namun, tak sedikit yang menuding bahwa sampah, terutama plastik, yang jadi masalahnya. Benar kah demikian?

Sebuah studi yang dilakukan Bali Partnership pada 2019 menunjukkan lebih dari 33.000 ton sampah plastik setiap tahunnya yang dilakukan sungai-sungai di Bali ke laut. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), provinsi Bali menghasilkan 915,5 ribu ton timbunan sampah sepanjang tahun 2021. Ini menjadikan Bali sebagai provinsi penghasil sampah terbesar ke-8 di Indonesia.

Dan Organisasi lingkungan hidup non-profit, Systemiq, yang selama ini fokus pada permasalahan sampah plastik, menemukan bahwa produksi sampah plastik di Bali mencapai 829 ton per hari. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang berhasil didaur ulang.

Pada tahun 2019, Pemerintah Bali, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Gubernur Bali Wayan Koster telah menetapkan aturan pengurangan sampah plastik. Regulasinya berupa Peraturan Wali Kota Denpasar No.36/2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Peraturan Gubernur Bali No.97/2018 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Pemprov Bali pun memberikan waktu 6 (enam) bulan bagi produsen, pemasok, dan pelaku usaha untuk mengikuti Pergub sejak ditetapkan pada 21 Desember 2018. Pemprov Bali akan membentuk tim pengawasan dan pendampingan kebijakan ini.

Peraturan ini telah berjalan hampir 3 (tiga) tahun sejak ditetapkan pada Desember 2018, namun kenyataan di lapangan seperti pada pasar tradisional, pedagang pinggir jalan, dan penjual makanan kaki lima, masih banyak ditemukan menggunakan plastik sekali pakai. Padahal, dalam peraturan ini terdapat tiga jenis plastik sekali pakai (PSP) yang dilarang, yakni kantong plastik, polistirena (styrofoam), dan sedotan plastik (pipet).

Aturan itu mewajibkan setiap orang dan lembaga baik pemasok, distributor, produsen, penjual menyediakan pengganti atau substitusi PSP. Peraturan ini juga melarang peredaran, distribusi, dan penyediaan PSP baik oleh masyarakat, pelaku usaha, desa adat, dan lainnya.

Kunjungan saya ke Bali pada 2—15 Agustus 2022, menginap di kawasan Jimbaran, Kuta, dan Sanur, Bali tampak bersih dan indah. Di sepanjang jalan utama, tersedia petugas dari DKLH yang sigap membersihkan sampah dan tak didapati orang membuang sampah dari dalam mobil.

Saat beristirahat bersama keluarga di salah satu hotel di Jimbaran, kondisi hotel ini tak terawat, sampah plastik berserakan hingga ke kolam renang. Komplain dilayangkan. Penuturan petugas hotel, kondisi tersebut akibat pandemi Covid-19 hingga pengurangan tenaga kerja. Sampah plastik juga tampak berserakan di pedestrian.

Jika Anda hendak berbelanja ke mini market, super market dan swalayan, di sana tak disediakan kantong plastik. Anda disarankan membawa kantong belanjaan sendiri. Kami telah mengantisipasi kondisi tersebut, membawa tas dari Bank NTT yang selalu dipakai saat hendak berbelanja.

Namun, miris kondisi tak serupa terlihat di sepanjang pedestrian pantai Sanur, tampak sampah plastik berupa kemasan air mineral dan ragam lain berserakan. Apakah itu dari para pekerja pedestrian atau dari para wisatawan?

Ragam empati terhadap “Bali Bebas Plastik” bermunculan dari berbagai komunitas yang mencintai Bali Bersih. Seperti Bye Bye Plastic Bags komunitas anak-anak muda berusia 10—15 tahun, berasal dari lokal dan internasional dengan tagline say no to plastic bags on. Komunitas multi-layer activity’s ini mengedukasi dan berbagi informasi mengenai dampak negatif dari penggunaan kantong plastik. Mereka juga melakukan kampanye mengumpulkan tanda tangan menjalankan desa binaan guna mengurangi sampah plastik di sungai dan pantai serta membuat Bali menjadi pulau hijau.

Semoga!

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tokoh Gendang Lale & Warga Dukung Penuh PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok

    Tokoh Gendang Lale & Warga Dukung Penuh PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok

    • calendar_month Ming, 22 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | Tokoh masyarakat Gendang Lale, Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Manggarai, NTT, Petrus Pamor, mengungkapkan bahwa  warganya mendukung penuh proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu 5—6 di Poco Leok. Hal itu disampaikan Petrus Pamor usai sosialisasi free prior informed consent (FPIC) dihelat PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa […]

  • Renovasi Sekolah untuk Dukung Pengembangan SDM Indonesia

    Renovasi Sekolah untuk Dukung Pengembangan SDM Indonesia

    • calendar_month Jum, 21 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Pekanbaru, Garda Indonesia | Pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu dari lima fokus kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo pada periode 2019—2924. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah salah satunya melakukan renovasi bangunan-bangunan sekolah sebagai sarana bagi siswa untuk menuntut ilmu. “Lima tahun ke depan kita ingin pengembangan sumber daya manusia. Kalau sarana dan prasarana […]

  • Respons Keluhan Masyarakat, Pemda Belu Segera Punya Layanan KIR Kendaraan

    Respons Keluhan Masyarakat, Pemda Belu Segera Punya Layanan KIR Kendaraan

    • calendar_month Jum, 11 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Daerah Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah pimpinan Bupati dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M. melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Belu merespons cepat keluhan masyarakat terkait belum tersedianya Layanan Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR). Demikian, dikatakan Plt. Kepala Dinas Perhubungan Lalulintas Angkutan […]

  • LP3K Nasional Luncurkan Logo dan Mars Pesparani II

    LP3K Nasional Luncurkan Logo dan Mars Pesparani II

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebulan lebih berproses dan mengumpulkan begitu banyak karya, maka sesuai jadwal pada Sabtu, 28 Maret 2020 pukul 17.00 WITA, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) mengumumkan kepada publik dua orang pemenang sayembara Logo dan Mars Pesparani II Tahun 2020. Acara pengumuman sekaligus peluncuran Logo dan Mars Pesparani II Nasional […]

  • 1 Positif Covid-19 Transmisi Lokal & 1 sembuh dari Kota Kupang, Total 92 Kasus

    1 Positif Covid-19 Transmisi Lokal & 1 sembuh dari Kota Kupang, Total 92 Kasus

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hasil pemeriksaan 48 sampel swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, berasal dari Flores Timur, Sabu Raijua, Lembata, Sikka, dan Kota Kupang dari RST Wirasakti, RSUD Prof Dr W.Z Johannes Kupang, dan RS Siloam. Diperoleh 1 positif Covid-19 dari Kota Kupang. Demikian penjelasan Sekretaris I Gugus Tugas […]

  • Sinergi Bupati Karangasem dengan Yayasan Konstruksi Indonesia

    Sinergi Bupati Karangasem dengan Yayasan Konstruksi Indonesia

    • calendar_month Ming, 6 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Yayasan Konstruksi Indonesia menjalin sinergitas dengan Kabupaten Karangasem-Bali dalam memperluas jaringan pengusaha dan pendampingan di bidang konstruksi dan Infrastrukstur. “Momentum tersebut diselenggarakan tepat di hari ulang tahun Bupati yang juga dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat karena bertepatan dengan pergantian tahun,” ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Konstruksi Indonesia Bachtiar Ravenala Ujung, BA.,SE.,MM, Kamis […]

expand_less