Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Bali Bebas Kantong Plastik

Bali Bebas Kantong Plastik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 11 Sep 2022
  • visibility 130
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Roni Banase

Masyarakat Bali sempat bangga karena “Pulau Seribu Pura” ini sempat menduduki posisi nomor satu tujuan wisata dunia dalam daftar Traveler Choice Award versi Trip Advisor pada 2021. Namun, pada 2022, tersingkir oleh London, yang sempat digeser Bali pada 2021, yang mana tahun 2022 kembali ke posisi puncak seperti tahun 2020.

Tersingkirnya Bali dari daftar 10 tujuan wisata terpopuler dunia tahun 2022, membuat banyak pihak mempertanyakan penyebabnya. Ada yang menuding pandemi Covid-19 dengan segala konsekuensinya, namun, tak sedikit yang menuding bahwa sampah, terutama plastik, yang jadi masalahnya. Benar kah demikian?

Sebuah studi yang dilakukan Bali Partnership pada 2019 menunjukkan lebih dari 33.000 ton sampah plastik setiap tahunnya yang dilakukan sungai-sungai di Bali ke laut. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), provinsi Bali menghasilkan 915,5 ribu ton timbunan sampah sepanjang tahun 2021. Ini menjadikan Bali sebagai provinsi penghasil sampah terbesar ke-8 di Indonesia.

Dan Organisasi lingkungan hidup non-profit, Systemiq, yang selama ini fokus pada permasalahan sampah plastik, menemukan bahwa produksi sampah plastik di Bali mencapai 829 ton per hari. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang berhasil didaur ulang.

Pada tahun 2019, Pemerintah Bali, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Gubernur Bali Wayan Koster telah menetapkan aturan pengurangan sampah plastik. Regulasinya berupa Peraturan Wali Kota Denpasar No.36/2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Peraturan Gubernur Bali No.97/2018 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Pemprov Bali pun memberikan waktu 6 (enam) bulan bagi produsen, pemasok, dan pelaku usaha untuk mengikuti Pergub sejak ditetapkan pada 21 Desember 2018. Pemprov Bali akan membentuk tim pengawasan dan pendampingan kebijakan ini.

Peraturan ini telah berjalan hampir 3 (tiga) tahun sejak ditetapkan pada Desember 2018, namun kenyataan di lapangan seperti pada pasar tradisional, pedagang pinggir jalan, dan penjual makanan kaki lima, masih banyak ditemukan menggunakan plastik sekali pakai. Padahal, dalam peraturan ini terdapat tiga jenis plastik sekali pakai (PSP) yang dilarang, yakni kantong plastik, polistirena (styrofoam), dan sedotan plastik (pipet).

Aturan itu mewajibkan setiap orang dan lembaga baik pemasok, distributor, produsen, penjual menyediakan pengganti atau substitusi PSP. Peraturan ini juga melarang peredaran, distribusi, dan penyediaan PSP baik oleh masyarakat, pelaku usaha, desa adat, dan lainnya.

Kunjungan saya ke Bali pada 2—15 Agustus 2022, menginap di kawasan Jimbaran, Kuta, dan Sanur, Bali tampak bersih dan indah. Di sepanjang jalan utama, tersedia petugas dari DKLH yang sigap membersihkan sampah dan tak didapati orang membuang sampah dari dalam mobil.

Saat beristirahat bersama keluarga di salah satu hotel di Jimbaran, kondisi hotel ini tak terawat, sampah plastik berserakan hingga ke kolam renang. Komplain dilayangkan. Penuturan petugas hotel, kondisi tersebut akibat pandemi Covid-19 hingga pengurangan tenaga kerja. Sampah plastik juga tampak berserakan di pedestrian.

Jika Anda hendak berbelanja ke mini market, super market dan swalayan, di sana tak disediakan kantong plastik. Anda disarankan membawa kantong belanjaan sendiri. Kami telah mengantisipasi kondisi tersebut, membawa tas dari Bank NTT yang selalu dipakai saat hendak berbelanja.

Namun, miris kondisi tak serupa terlihat di sepanjang pedestrian pantai Sanur, tampak sampah plastik berupa kemasan air mineral dan ragam lain berserakan. Apakah itu dari para pekerja pedestrian atau dari para wisatawan?

Ragam empati terhadap “Bali Bebas Plastik” bermunculan dari berbagai komunitas yang mencintai Bali Bersih. Seperti Bye Bye Plastic Bags komunitas anak-anak muda berusia 10—15 tahun, berasal dari lokal dan internasional dengan tagline say no to plastic bags on. Komunitas multi-layer activity’s ini mengedukasi dan berbagi informasi mengenai dampak negatif dari penggunaan kantong plastik. Mereka juga melakukan kampanye mengumpulkan tanda tangan menjalankan desa binaan guna mengurangi sampah plastik di sungai dan pantai serta membuat Bali menjadi pulau hijau.

Semoga!

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmikan Sarana Air Bersih, Gubernur VBL Dorong Pariwisata di Desa Pusu-TTS

    Resmikan Sarana Air Bersih, Gubernur VBL Dorong Pariwisata di Desa Pusu-TTS

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    TTS-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Sabtu 3 Agustus 2019, menghadiri acara Peresmian Sarana Air Bersih di Desa Pusu, Dusun Tillo B, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Gubernur memberikan apresiasi kepada para pemuda yang telah memberikan pendampingan.  “Terima kasih kepada pemuda yang telah memberikan pendampingan selama pekerjaan ini dilaksanakan. […]

  • Larang Mudik Lebaran 2021, Korlantas & Kemenhub Siap 333 Titik Sekat

    Larang Mudik Lebaran 2021, Korlantas & Kemenhub Siap 333 Titik Sekat

    • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghelat rapat bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono membahas persiapan pengamanan “Larang Mudik Lebaran 2021” di gedung NTMC Polri, Jakarta, pada Jumat, 2 April 2021, guna menindaklanjuti surat keputusan bersama (SKB) Menko PMK Muhadjir Effendy tentang Larangan Mudik 2021. Sejumlah persiapan pengamanan arus lalu lintas dibahas […]

  • Jam Masuk Sekolah Pukul 5 Pagi di NTT Bersifat Uji Coba

    Jam Masuk Sekolah Pukul 5 Pagi di NTT Bersifat Uji Coba

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Polemik wacana jam belajar siswa SMA/SMK dimulai pada pukul 05.00 WITA, diklarifikasi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi dalam sesi jumpa media pada Selasa siang, 28 Februari 2023 di lantai 1 kantor Gubernur NTT. Disampaikan Linus Lusi telah melakukan langkah kongkret dari arahan Gubernur NTT bahwa mutu […]

  • Pemerintah Bakal Redenominasi Uang Rupiah

    Pemerintah Bakal Redenominasi Uang Rupiah

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle Ragam literatur
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Loading

    Namun, para ekonom menilai, stabilitas kurs dan kepercayaan publik terhadap rupiah harus lebih dulu terjaga sebelum kebijakan tersebut benar-benar diterapkan.   Jakarta | Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa telah menyiapkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah (RUU Redenominasi). Berdasarkan PMK Nomor 70 Tahun 2025, rancangan ini menjadi bagian dari strategi Kementerian Keuangan untuk periode 2025–2029 […]

  • Tolok Ukur Pariwisata NTT Lewat Urusan Toilet

    Tolok Ukur Pariwisata NTT Lewat Urusan Toilet

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Karolus Ngambut Memperingati Hari Toilet Sedunia pada 19 November tahun 2019 Saya menduga tidak banyak yang tahu bahwa tanggal 19 November adalah Hari Toilet Internasional (World Toilet Day) disingkat ‘WTD’. Toilet bagi banyak orang mungkin identik dengan jamban atau kakus, tapi sebenarnya toilet itu merupakan satu bangunan yang terdiri atas jamban, dan dilengkapi dengan […]

  • Bendungan Rotiklot Jadi Sumber Air Siram Lahan ‘Food Estate’

    Bendungan Rotiklot Jadi Sumber Air Siram Lahan ‘Food Estate’

    • calendar_month Sel, 10 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. didampingi Plt. Kepala Kesbangpol, Patrisius Mau, S.IP. meninjau kesiapan lahan food estate ‘lumbung pangan’ yang berada di bawah Bendungan Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 9 Agustus 2021. Pantauan media, ketika tiba di lokasi food […]

expand_less