Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » BP PAUD Dikmas Sesalkan Indikasi Pungli PIP oleh PKBM Harapan Bangsa

BP PAUD Dikmas Sesalkan Indikasi Pungli PIP oleh PKBM Harapan Bangsa

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 20 Nov 2018
  • visibility 171
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Sesuai Permendikbud RI Nomor 5 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (disingkat BP PAUD dan Dikmas) dan sebagai bagian dari 21 (dua puluh satu) BP PAUD dan Dikmas yang baru dibentuk di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; BP PAUD dan Dikmas Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) mengambil langkah cepat dan taktis dalam menangani indikasi pungutan liar(pungli) yang dilakukan oleh PKBM Harapan Bangsa.

Berbekal informasi berita dari media daring (online) gardaindonesia.id; tim investigasi BP PAUD dan Dikmas NTT langsung menuju lokasi penyaluran dana beasiswa PIP (Program Indonesia Pintar) di Desa Bismarak Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Provinsi NTT, (Senin,19/11/18)

Hasil investasi Tim BP PAUD dan Dikmas NTT dirangkum dan dibahas bersama Kepala BP PAUD dan Dikmas NTT, Maria Bernadeta Advensia L, S.H.,M.Hum. Kepada media ini (Senin,19/11/18) petang, Bertha Salem (nama panggilan akrab Kepala BP PAUD dan Dikmas NTT) merasa bersyukur dengan pemberitaan media atas proses penyaluran beasiswa PIP oleh PKBM Harapan Bangsa.

“Kita bersyukur dengan apa yang ditulis dan diangkat media, akhirnya kami tahu adanya kejadian ini. Kami sangat menyayangkan terkait pencairan dana PIP tersebut, harusnya melalui mekanisme yang ada dalam juknis yaitu pencairan harus langsung kepada anak penerima PIP dan tidak diambil oleh lembaga atau pihak tertentu dan dibagikan,” tutur Bertha Salem.

Baca juga

http://gardaindonesia.id/2018/11/17/pkbm-harapan-bangsa-akui-telah-salurkan-dana-pip-sesuai-prosedur/

Lebih lanjut Bertha Salem menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian bagi BP PAUD dan Dikmas NTT untuk lebih berhati-hati dan lebih gencar melakukan sosialisasi terkait bantuan-bantuan kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu apa yang menjadi haknya sehingga di kemudian hari tidak terjadi pungutan atas penyaluran PIP.

“Penyaluran beasiswa PIP yang dilakukan oleh PKBM Harapan Bangsa sangat tidak sesuai prosedur karena dalam juknis jelas, keuangan berasal dari pusat dan langsung kepada rekening yang berhak menerima,” tegas isteri dari Mantan Sekda NTT Frans Salem kepada media ini.

Bertha Salem juga menyampaikan tentang tugas dari PKBM dan BP PAUD dan Dikmas terpusat pada koordinasi dengan seluruh PKBM Kab/Kota untuk menjaring anak-anak penerima PIP.
“Hasil penjaringan lalu diseleksi lagi apakah telah sesuai juknis, usia yang ditentukan sesuai atau tidak; baru kita dinyatakan bisa atau tidak mendapatkan PIP karena PIP yang dikelola oleh PKBM diperuntukan bagi Anak Sekolah Tapi Tidak Sekolah (ATS).

Saat dikonfirmasi apakah anak yang masih bersekolah boleh mendapatkan PIP? dengan tegas Kepala BP PAUD dan Dikmas NTT menyatakan bahwa mereka tidak berhak peroleh PIP.

“BP PAUD dan Dikmas NTT dan PKBM yang tersebar di Kab/Kota termasuk PKBM Harapan Bangsa saling menunjang untuk peningkatan SDM bagi anak putus sekolah. Namun disayangkan sekali melakukan penyaluran dana PIP yang tidak sesuai mekanisme,” ujar Bertha Salem.

Baca juga

http://gardaindonesia.id/2018/11/18/anita-gah-sidak-dana-pip-temukan-pungli-oleh-pkbm-harapan-bangsa/

Bertha Salem juga menyorot tentang area kerja dari PKBM Harapan Bangsa yang berada di Kota Kupang kenapa harus merekrut di Kabupaten Kupang.
“PKBM Harapan Bangsa ada di Kota Kupang, mengapa merekrut penerima PIP disana. Kalau pun merekrut, proses belajar mengajar harus mempunyai ijin dari Pemkab Kupang,” pangkas Bertha Salem.

Kedepan, BP PAUD dan Dikmas NTT akan lebih gencar mensosialisasikan jenis bantuan termasuk juknis untuk di publish kepada masyarakat agar masyarakat paham dan tahu.

“Persoalan ini menjadi pembelajaran bagi kami BP PAUD dan Dikmas NTT yang bekerja sama dengan PKBM yang menjadi mitra kami untuk saling mengingatkan agar berhati-hati bekerja sesuai mekanisme dan juknis, jangan aneh-aneh supaya jangan timbul masalah; karena yang dirugikan adalah masyarakat karena mereka sangat membutuhkan bantuan sedangkan kita menilap apa yang menjadi hak mereka,” tutup Bertha Salem.

Untuk diketahui; Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat yang selanjutnya disebut BP-PAUD dan Dikmas merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bidang pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat.

BP-PAUD dan Dikmas berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

BP-PAUD dan Dikmas memiliki tugas untuk melaksanakan pengembangan program dan mutu pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat. BP-PAUD dan Dikmas memiliki fungsi: pengembangan program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; pemetaan mutu pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; supervisi satuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; pengembangan sumber daya pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; pengelolaan sistem informasi pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; pelaksanaan kemitraan di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; dan pelaksanaan urusan administrasi BP-PAUD dan Dikmas. (+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahagia Warga Sumba, Beli Token Listrik PLN Dapat Hadiah Motor Listrik

    Bahagia Warga Sumba, Beli Token Listrik PLN Dapat Hadiah Motor Listrik

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Loading

    Manager PLN UP3 Sumba, Ronald Tilman, menyampaikan bahwa kebahagiaan pelanggan adalah prioritas utama.   Waingapu | Sebagai wujud cinta dan apresiasi bagi masyarakat di Pulau Sumba, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba menghelat pengundian program “Gebyar Transaksi Token Berhadiah” pada Kamis, 22 Januari 2026. Program ini khusus dipersembahkan bagi pelanggan rumah tangga kategori daya […]

  • Tambah Daya Listrik HARPELNAS 2023 Berakhir 30 September

    Tambah Daya Listrik HARPELNAS 2023 Berakhir 30 September

    • calendar_month Rab, 20 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Hari Pelanggan Nasional (HARPELNAS) yang setiap tahun selalu diperingati pada tanggal 4 September merupakan momentum bagi seluruh perusahaan nasional untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan istimewa kepada pelanggan. PLN sebagai salah satu perusahaan BUMN terbesar di Indonesia tidak ketinggalan dalam berinovasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggannya. Pada momentum […]

  • Cerita Sukses Bank NTT Terapkan Transaksi Nontunai Pemerintah

    Cerita Sukses Bank NTT Terapkan Transaksi Nontunai Pemerintah

    • calendar_month Rab, 28 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya, Garda Indonesia | Dirut Bank NTT, Harry Alexader Riwu Kaho mengurai cerita sukses Bank NTT dalam penerapan aplikasi milik BPKP di Kabupaten Belu sebagai yang pertama di Indonesia. Tak hanya Kabupaten Belu, menyusul diterapkan pada 13 kabupaten lainnya di Nusa Tenggara Timur dalam tahun 2022. Cerita sukses tersebut disampaikan Alex Riwu Kaho (sapaan akrabnya, […]

  • Hapus Kekerasan di Sekolah Melalui Disiplin Positif

    Hapus Kekerasan di Sekolah Melalui Disiplin Positif

    • calendar_month Rab, 19 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Berau-Kaltim,gardaindonesia.id – Tingkat kekerasan pada anak sudah sangat mengkuatirkan. Hasil penelitian Plan International dan ICRW tahun 2015 menunjukkan bahwa 84% pelajar di Indonesia pernah mengalami kekerasan di sekolah. Sedangkan catatan KPAI, 1700-an kasus kekerasan pada anak terjadi setiap tahunnya. Faktanya, cukup banyak dari kasus kekerasan tersebut dilakukan oleh oknum guru. Motifnya, menjadikan hukuman yang dibungkus […]

  • Jinakkan Api, Latihan Keselamatan PLN UP2B NTT dan Damkar Kota Kupang

    Jinakkan Api, Latihan Keselamatan PLN UP2B NTT dan Damkar Kota Kupang

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Loading

    Manager UP2B NTT, Andi Martha Siswahyudi, menekankan pentingnya meredam kepanikan dalam situasi genting seperti pada saat terjadi kebakaran.   Kupang |Guna mengutamakan keselamatan jiwa di atas segalanya, PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) NTT bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kupang, menyosialisasikan dan simulasi pemadaman kebakaran di lingkungan kantor, pada Jumat, 6 […]

  • Registrasi SIM Card Pakai Wajah Resmi Diterapkan Mulai 1 Januari 2026

    Registrasi SIM Card Pakai Wajah Resmi Diterapkan Mulai 1 Januari 2026

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Loading

    Komdigi mencatat kerugian akibat penipuan digital telah mencapai triliunan rupiah, dengan puluhan juta panggilan penipuan terjadi setiap bulan.   Jakarta | Para pengguna kartu seluler harus melakukan registrasi SIM card pakai wajah resmi mulai diterapkan di Indonesia pada 1 Januari 2026. Kebijakan ini ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh […]

expand_less