Buang Kentut Menyehatkan Otak, Studi : Kentut Perempuan Lebih Bau
- account_circle Penulis
- calendar_month Ming, 4 Jan 2026
- visibility 153
- comment 0 komentar

![]()
Rata-rata, manusia bisa kentut atau buang angin hingga 23 kali sehari, dan meskipun pria melakukannya lebih sering, sebuah studi mengungkapkan bahwa gas dari wanita memiliki bau yang lebih menyengat; namun, hal ini bisa jadi menguntungkan.
Pada tahun 1998, ahli gastroenterologi Dr. Michael Levitt, yang tak malu dijuluki sebagai “raja kentut”, memberi makan relawan dengan kacang dan pencahar, lalu mengumpulkan gas mereka dalam kantong khusus untuk dianalisis. Hasilnya jelas: gas dari wanita dinilai lebih intens, terutama karena memiliki konsentrasi hidrogen sulfida yang lebih tinggi, senyawa yang bertanggung jawab atas bau khas telur busuk.
Dan inilah kejutan yang tak terduga. Hidrogen sulfida yang sama, dalam dosis terkontrol, telah dipelajari karena kemungkinan efek protektifnya pada otak.
Pada tahun 2021, sebuah penelitian dari Johns Hopkins menunjukkan bahwa tikus yang diberi senyawa turunan dari zat ini mengalami peningkatan hingga 50% dalam memori dan keterampilan motorik mereka, dan bahkan sebagian membalikkan gejala kognitif yang terkait dengan penyakit neurodegeneratif.
Jadi, lain kali ketika seseorang mengeluhkan baunya, katakan: “Saya sedang melindungi otak saya”.
Kenapa kentut perempuan lebih bau?
Dr. Farhan, seorang dokter lewat akun TikTok Mad Medicine ini mendadak viral setelah memberi penjelasan kenapa kentut wanita bisa lebih bau daripada pria. Studi ini terbit di BMJ Journals dengan judul ‘Identification of gases responsible for the odour of human flatus and evaluation of a device purported to reduce this odour.’
Studi memilih 16 orang berusia antara 18 hingga 47 tahun untuk dijadikan subjek penelitian. Orang-orang tersebut juga sebelumnya menjalani diet 200 gram kacang pinto pada malam sebelum dan pagi penelitian, ditambah 15 gram laktulosa dua jam sebelum pengumpulan gas.
Mereka juga tidak memiliki riwayat penyakit gastrointestinal atau konsumsi antibiotik selama tiga bulan sebelumnya.
Dikatakan dalam studi tahun 1998 itu, pria lebih sering kentut ketimbang wanita. Meski wanita kentut lebih sedikit, namun mereka justru memiliki konsentrasi hidrogen sulfida yang lebih tinggi ketimbang pria.
Berdasarkan data yang terkumpul dari hasil penelitian, pria memiliki konsentrasi sulfur 0,59 di setiap kentutnya. Sedangkan wanita punya konsentrasi sulfur lebih tinggi yakni 1,77. Volume kentut pria adalah 119 ml. Wanita lebih sedikit yakni 88 ml. Kentutnya terlihat jaga image, namun baunya mengalahkan kentut cowok.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Ragam literatur











Saat ini belum ada komentar