Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » CIRMA Entaskan Ratusan “WC Terbang” di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur 

CIRMA Entaskan Ratusan “WC Terbang” di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur 

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
  • visibility 373
  • comment 0 komentar

Loading

Habituasi membuang hajat besar sembarangan kerap dilakukan oleh ratusan kepala keluarga di Desa Tanah Merah dan Oebelo di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Kupang | Buang hajat besar sembarangan dapat menimbulkan banyak dampak negatif, baik untuk kesehatan maupun lingkungan seperti penyakit menular sebab kotoran manusia mengandung banyak bakteri, virus, dan parasit. Jika mencemari tanah atau air, ini bisa menyebabkan diare tifus, kolera, cacingan, hepatitis A, dan disentri.

Buang hajat besar sembarangan dapat mencemari sumber air sungai, sumur, dan mata air. Alhasil, air yang terkontaminasi ini kemudian digunakan untuk mandi, mencuci, atau minum sehingga memperbesar risiko penyakit.

Tak hanya itu, buang hajat besar sembarangan pun menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan bau. Lingkungan menjadi tidak nyaman, jorok, dan menarik lalat. Lalat lalu membawa kuman ke makanan. Selain itu, merusak citra desa dimana lingkungan yang masih melakukan buang air besar sembarangan biasanya dianggap tertinggal dan tidak sehat, sehingga berpengaruh pada pariwisata dan pembangunan.

Habituasi ini kerap dilakukan oleh ratusan kepala keluarga di Desa Tanah Merah dan Oebelo di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Habituasi ini telah dilakukan sejak tahun 2006 pasca-jajak pendapat atau eksodus warga eks Timor Leste yang memilih menjadi warga negara Indonesia. Mereka hidup di tempat penampungan (resettlement) tanpa tersedia kakus ataupun kamar mandi sehat.

Kakus darurat terbuat dari pelepah pohon lontar. Foto : korantimor

Menilik kondisi tersebut, maka Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) bekerja sama dengan SELAVIP CHILE, membangun 300 kakus sehat atau Healthy Latrines di Tanah Merah dan Oebelo. Program kemitraan yang menyasar keluarga miskin ini berlangsung sejak tahun 2020 hingga 2025.

Sebelumnya, CIRMA mencatat, terdapat sekitar 98 kepala keluarga (KK) tidak memiliki kakus sehat dan 78 KK hanya menggunakan kakus darurat yang terbuat dari bahan lokal (dinding dari pelepah gewang dan beratap daun gewang) dengan kondisi tidak layak pakai dan jauh dari standar kesehatan. Sementara 20 KK tidak memiliki kakus sehat.

Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar kepada media ini mengungkapkan kondisi sebagian besar kakus warga resettlement dalam kondisi rusak parah, dinding kakus terbuat dari bebak (pelepah pohon lontar) mulai runtuh terurai dengan lubang mengaga lebar, tanpa atap, lubang kakus bahkan pecah-pecah, bahkan sebagian kakus hanya ditutupi sehelai kain yang mana ternak seperti babi dan anjing serta ayam dapat leluasa masuk keluar.

“CIRMA melalui karya-karya kecil dan sederhana mengharapkan dampak besar dan jangka panjang sesuai spirit SDGs khususnya SDGs ke-6 yakni memastikan ketersediaan dan keberlanjutan ketersediaan air dan sanitasi bagi semua,” tekannya.

Kakus sehat, program kemitraan CIRMA dan SELAVIP CHILE. Foto : tim CIRMA

CIRMA, tandas John Ladjar, bermitra dengan SELAVIP CHILE telah mengembangkan program kemitraan kakus sehat sejak tahun 2019 hingga 2025 dan telah membangun 300 kakus sehat untuk rumah tangga miskin di Kabupaten Kupang.

Vicente Pinto, salah satu warga masyarakat dusun IV, dan merupakan penerima bantuan kakus sehat, mengungkapkan bahwa sebelum ada bantuan, mereka terbiasa buang hajat besar di alam (hutan). Ada pula warga dengan polosnya menyampaikan habituasi buang hajat besar di kantong plastik lalu dibuang. Habituasi ini dikenal dengan istilah ‘WC terbang’.

‘WC terbang’ istilah buang air besar di kantong plastik, lalu dibuang atau dilemparkan ke sembarang tempat, termasuk ke jalan raya ketika kendaraan melintas. Diungkapkan warga bahwa tindakan itu sebagai bentuk protes warga terhadap pemerintah yang kurang memperhatikan kondisi mereka.(*)

  • Penulis: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belum Dapat Dibuktikan, Polres Belu Lepas Dua Terduga Pencuri Sapi 19 Ekor

    Belum Dapat Dibuktikan, Polres Belu Lepas Dua Terduga Pencuri Sapi 19 Ekor

    • calendar_month Sel, 4 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia| Satreskrim Kepolisian Resor (Polres) Belu melepas dan wajib lapor bagi dua orang terduga pencurian sapi 19 ekor yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Lawalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar kepada Garda Indonesia melalui layanan WhatsApp pada […]

  • Ahok Dapat Bebas Bersyarat tapi Tidak Diambil, Kenapa?

    Ahok Dapat Bebas Bersyarat tapi Tidak Diambil, Kenapa?

    • calendar_month Kam, 12 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id – Setelah mendekam 1 tahun 2 bulan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sebentar lagi bisa menikmati udara bebas. Ahok akan mendapatkan bebas bersyarat pada Agustus mendatang. Kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie, saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (11/7/2018), menyatakan, selama masa bebas bersyarat ini […]

  • PDUI Cabang NTT Bagi 2.400 Telur kepada Warga di Empat Puskesmas

    PDUI Cabang NTT Bagi 2.400 Telur kepada Warga di Empat Puskesmas

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang NTT menyerahkan bantuan makanan tambahan berupa 2.400 butir telur atau 80 rak telur kepada warga di 4 Puskesmas yaitu Puskesmas Sikumana, Puskesmas Bakunase, Puskesmas Alak dan Puskesmas Oesapa, pada Selasa, 26 Mei 2020. Turut hadir bersama […]

  • Dana Bantuan Rumah Sederhana Sehat di Belu, Nama Janda Tua Tak Diusulkan

    Dana Bantuan Rumah Sederhana Sehat di Belu, Nama Janda Tua Tak Diusulkan

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia| Nasib malang menimpa Kristina Hoar, seorang janda tua di Dusun Siarai, Desa Raifatus, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Informasi yang dihimpun Garda Indonesia di rumah ibu tua berdinding seng bekas pada Jumat, 24 Juli 2020; menyebutkan bahwa Kristina Hoar hidup seorang diri di gubuk reyot itu lantaran tidak […]

  • Ultah Ke-57 Partai Golkar, DPD II Belu Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD 2024

    Ultah Ke-57 Partai Golkar, DPD II Belu Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD 2024

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Partai Golongan Karya (Golkar) ulang tahun ke–57 pada Rabu, 20 Oktober 2021. Bertepatan usia partai di atas setengah abad ini, Dewan Pimpinan Daerah tingkat II Belu, Provinsi NTT bersama segenap kader dan pengurus mengisinya dengan menyelenggarakan tiga jenis kegiatan utama, di antaranya melayani  7.600 dosis vaksinasi Covid–19 bagi masyarakat umum di […]

  • IMO-Indonesia Kukuhkan Delapan Dewan Pimpinan Wilayah di Tengah Pandemi

    IMO-Indonesia Kukuhkan Delapan Dewan Pimpinan Wilayah di Tengah Pandemi

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kembangkan organisasi di tengah pandemi Covid-19, IMO-Indonesia melangsungkan pengukuhan 8 (delapan) wilayah secara kolektif via aplikasi zoom di Auditorium Sekretariat DPP IMO-Indonesia pada Kamis siang, 1 Oktober 2020 siang. Kedelapan dewan pimpinan wilayah (DPW) IMO yakni Banten, Jatim, Lampung, Bengkulu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tengah (Sulteng), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Maluku. […]

expand_less