Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Diduga, Bocah 2,8 Tahun Jadi Korban Malpraktik RSUD Gabriel Manek

Diduga, Bocah 2,8 Tahun Jadi Korban Malpraktik RSUD Gabriel Manek

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 23 Apr 2021
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bocah berumur 2,8 tahun Gamaliel Pobas berdomisi di Kompleks Kuburan China, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); diduga menjadi korban malpraktik dr. Mega dan dua perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek Atambua, pada Kamis malam, 15 April 2021, sekitar pukul 21.20 WITA. Demikian diutarakan perwakilan organisasi PMKRI Cabang Kabupaten Belu di Ruang Kerja Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Junior, pada Kamis siang, 22 April 2021.

Berdasarkan kronologis kejadian yang menimpa bocah nahas sebagaimana dibacakan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah anggota DPRD lintas fraksi itu, bahwa pada Kamis malam, 15 April 2021 sekitar pukul 21.20 WITA, bocah Gamaliel merintih sakit pada telinga bagian kanan. Karena itu, orang tuanya bergegas membawanya ke RSUD Atambua guna pemeriksaan dan pengobatan oleh petugas medis.

Setibanya di Ruang IGD, bocah malang itu diperiksa dr. Mega dan dua perawat yang saat itu sedang bertugas dengan  menggunakan alat Autoskop. Alat itu, kemudian ditekan keras oleh dr. Mega ke dalam kedua telinga bocah itu hingga menyebabkan si bocah menangis histeris kesakitan. Usai memeriksa bocah tersebut, dr Mega mendiagnosis mengalami peradangan/ infeksi pada liang telinga. Dokter Mega lantas memberi resep kepada orang tua bocah itu untuk membeli obat di apotek. Di saat hendak membeli obat, si bocah malah menangis sejadi – jadinya lantaran telinga kiri tampak telah  berdarah.

Ayah si bocah tampak tak puas melihat kondisi anaknya itu, lalu komplain ke dr. Mega dan dua perawat itu. Namun, jawaban  yang diterima malah membuat ayah bocah itu mendadak naik pitam. Saat itu, dr. Mega berkilah, alat Autoskop terbuat dari bahan karet sehingga tidak mungkin melukai liang telinga si bocah.

Orang tua si bocah lantas membawa anaknya ke Rumah Sakit Sito Husada yang jaraknya tidak jauh dari RSUD Mgr Gabriel Manek untuk dilakukan pemeriksaan. Ketika hendak meninggalkan ruang IGD menuju Sito Husada, terdengar suara teriakan oleh salah satu perawat pria bernada mengancam dan mengusir. “Keluar dari sini! Bapak mau melapor di mana, silakan!”.

Ketika diperiksa dengan menggunakan senter di RS Sito Husada, petugas menemukan semacam benda keras di dalam telinga kanan. Sedangkan, telinga kiri tidak sempat diperiksa karena sedang berdarah. Lalu, petugas menyarankan kembali ke dr. spesialis anak atau poli umum RSUD karena Sito Husada tidak tersedia alat periksa telinga. Tetapi, si bocah dan kedua orang tuanya memilih kembali ke rumah.

Ketua DPRD bersama anggota DPRD lintas fraksi saat RDP dugaan malpraktik oleh oknum dokter RSUD Gabriel Manek Atambua

Keesokan harinya, Jumat sore, 16 April 2021 pukul 16.00 WITA,  bocah Gamaliel dibawa orang tuanya ke RS Tentara. dr. Basri yang saat itu memeriksa bocah Gamaliel dengan alat Autoskop, menemukan gumpalan kotoran telinga yang sudah membatu pada telinga kanan. Sedangkan, pada telinga kiri, ditemukan gumpalan darah yang sudah mengering.

Basri menyarankan si bocah nahas itu untuk dibawa orang tuanya ke dr. spesialis THT di Kupang karena RS Tentara hanya menyediakan obat penghancur kotoran membatu dalam telinga, tetapi tidak memiliki alat penyedot kotoran telinga. dr. Basri juga mengungkapkan bahwa penggunaan Autoskop yang benar adalah cukup disenter dari luar untuk mengecek isi liang telinga, dan tidak untuk dimasukkan ke dalam telinga karena gendang telinga sangat lunak dan rawan terluka apabila ditusuk dengan menggunakan alat Autoskop. Dan saat ini, bocah Gamaliel sedang berada di Kupang bersama orang tuanya sesuai anjuran dr. Basri.

Berkaitan dengan dampak buruk yang timbul akibat adanya dugaan malpraktik tersebut, PMKRI Cabang Belu meminta anggota DPRD untuk segera menghadirkan pihak RSUD Mgr. Atambua guna memberikan klarifikasi sekaligus mempertanggungjawabkan kelalaian profesionalitas petugas medis, terutama dr. Mega, kedua perawat  yang memeriksa bocah Gamaliel dan seorang perawat pria yang mengusir.

Ketua DPRD bersama anggota DPRD lintas fraksi yang hadir dalam RDP itu tampak geram dan menanggapi secara serius terhadap persoalan ini, karena buruknya pelayanan RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua sudah terjadi berulang – ulang. Bahkan, salah satu anggota DPRD Belu Eduardus Mauboy sendiri pernah mengalami langsung pelayanan serupa yang tidak profesional.

Tindak lanjut anggota DPRD Belu terhadap  pengaduan PMKRI tersebut, disepakati bersama dalam forum untuk menunggu kembalinya si bocah Gamaliel Pobas bersama orang tuanya dari Kupang sekaligus memastikan hasil pemeriksaan terbaru.

Selain itu, tuntutan PMKRI untuk segera dihadirkan pihak RSUD Atambua itu belum bisa langsung dieksekusi, lantaran bertepatan dengan kesibukan persiapan pelantikan Bupati/ Wakil Bupati Belu terpilih yang akan dihelat di Kupang, pada Senin, 26 April 2021 dan dilanjutkan dengan acara penjemputan serta acara serah terima jabatan dari penjabat Bupati Belu Zakarias Moruk, M.M. kepada Bupati/ Wakil Bupati terlantik Agustinus Taolin – Aloysius Hale Serens di Ruang Sidang utama DPRD Belu, pada Selasa, 27 April 2021. (*)

Penulis + foto: (*/ Herminus Halek)

Foto utama oleh shutterstock

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paus Fransiskus Dikubur 26 April, Jokowi Hadir Wakili Indonesia

    Paus Fransiskus Dikubur 26 April, Jokowi Hadir Wakili Indonesia

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Beberapa kepala negara dan pemerintah mengumumkan kehadiran mereka untuk memberi penghormatan kepada almarhum Paus Fransiskus. Dari Indonesia, selain Jokowi, turut hadir Natalius Pigai dan dua tokoh lainnya.   Jakarta | Presiden Prabowo Subianto mengutus Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), untuk mewakili Indonesia dalam upacara pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan. Keputusan tersebut diumumkan pada Rabu, […]

  • Budaya Inovasi PLN Ciptakan Produk-produk Inovasi Unggulan

    Budaya Inovasi PLN Ciptakan Produk-produk Inovasi Unggulan

    • calendar_month Sel, 23 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Budaya inovasi telah menjadi bagian dari seluruh proses bisnis ketenagalistrikan yang dikelola oleh PLN. Setiap tahun para inovator dari unit PLN dan anak perusahaan berkompetisi agar karya-karyanya menjadi yang terbaik. Ajang lomba ini dikenal dengan LIKE PLN (Learning, Innovation, Knowledge, & Exhibition). Untuk tahun 2018, sebanyak 439 karya inovasi terlibat dalam ajang […]

  • PMI Markas Belu Vaksin Warga Atambua, Luar Biasa Antusias Masyarakat

    PMI Markas Belu Vaksin Warga Atambua, Luar Biasa Antusias Masyarakat

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Palang Merah Indonesia (PMI) Markas Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), didanai oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menghelat vaksinasi tahap I bagi masyarakat umum di Kantor Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak pada Sabtu, 2 Oktober 2021. Ketua Markas PMI Belu, Yance Taek mendeskripsikan PMI sebagai salah satu lembaga yang […]

  • Lantik Direksi PD Pasar, Wali Kota Kupang Minta Rancang Terobosan Kreatif

    Lantik Direksi PD Pasar, Wali Kota Kupang Minta Rancang Terobosan Kreatif

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, melantik jajaran direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kupang masa bakti tahun 2020—2025 pada Selasa sore, 4 Agustus 2020 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang. Direksi yang dilantik antara lain, Kardinad Leonard Kale Lena, S.H. sebagai Direktur Utama PD Pasar, Kretisana Jagi, S.E., […]

  • Dr. Ragu : Tak Ada Kejadian Pasca-Imunisasi Covid-19 di Poltekkes Kemenkes Kupang

    Dr. Ragu : Tak Ada Kejadian Pasca-Imunisasi Covid-19 di Poltekkes Kemenkes Kupang

    • calendar_month Jum, 26 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pos pelayanan Vaksinasi Covid-19 dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Kupang dengan 4 (empat) pos layanan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang, Keperawatan Gigi, Keperawatan Kupang, dan Kebidanan telah melaksanakan Vaksinasi Covid-19 Tahap I dan II bagi petugas pelayanan publik di wilayah Kota Kupang. Baca juga: http://gardaindonesia.id/2021/03/12/inisiasi-gubernur-ntt-ratusan-pekerja-media-dapat-vaksinasi-covid-19/ Demikian disampaikan oleh […]

  • PLN Group Raih 11 Penghargaan Inovasi Digital 2023

    PLN Group Raih 11 Penghargaan Inovasi Digital 2023

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo kembali dianugerahi penghargaan The Best CEO for Corporate Digital Transformation of The Year. Hal ini merupakan buah transformasi perusahaan yang dilakukannya melalui digitalisasi proses bisnis dari hulu hingga hilir yang membuahkan efisiensi dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Melalui kepemimpinan tersebut, PLN Group juga meraih […]

expand_less