Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Doktor Twen dan PPL Latih Tani Organik Saat Musim Tanam II di Desa Kuanheun

Doktor Twen dan PPL Latih Tani Organik Saat Musim Tanam II di Desa Kuanheun

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 22 Sep 2020
  • visibility 125
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tak hanya mengandalkan musim tanam pertama (Oktober—Maret), para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Oemathonis di Desa Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya melakukan terobosan menanam pada musim kemarau atau musim tanam II (kedua) pada periode April—September.

Bermodalkan sebuah sumur bor, lahan kering seluas 2 hektar lebih milik Arnold Lassi tersebut yang sebelumnya hanya ditanam jagung; kini, mulai ditanam sayur mayur, tomat, dan bawang merah berbasis organik.

Keputusan bertani organik yang dilakukan oleh 22 petani yang sebelumnya hanya mengandalkan musim hujan tersebut, atas dorongan dari Doktor Twen Dami Dato dari Fakultas Peternakan Undana Kupang dan 2 (dua) Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yakni Jose de A. Freitas, S.Pt. dan Maria Kristela Tuames, S.P.

Panen perdana ketimun oleh Kelompok Tani Oemathonis di Desa Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang

Jose de A. Freitas, S.Pt. Koordinator Penyuluh Pertanian Provinsi NTT mengungkapkan bahwa Kelompok Tani Oemathonis merupakan kelompok baru (berdiri sejak Juli 2020, red) yang masih menerapkan teknik mengolah pertanian tradisional. “Kelompok Tani ini kami kenal saat memproduksi pupuk bokashi bersama doktor Twen Dami Dato dan para pemulung di TPA Alak, kemudian kami sarankan tak hanya berproduksi kompos, namun dapat diterapkan teknologi dengan memanfaatkan bahan organik sehingga dapat menghasilkan produk pertanian organik,” ujarnya.

Walaupun kelompok tani ini baru, imbuh Jose, dan belum melakukan pengaturan jarak tanam, termasuk belum diakomodir dan tercatat dalam Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kupang Barat, namun telah diupayakan dikomunikasikan sehingga ke depan dapat memperoleh bantuan pupuk. “Pada saat ada pupuk bersubsidi, maka mereka (Kelompok Tani Oemathonis, red) dapat memperoleh bantuan,” ungkapnya sembari mengatakan para petani lebih tertarik pada komoditi hortikultura.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Provinsi NTT, Jose Frietas dan Telda Tuames sedang memberikan arahan kepada para petani

Semoga, tambah Jose, bersama doktor Twen, Petani di Desa Kuanheun dapat lebih maju dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern untuk mendukung produksi mereka. “Termasuk pengolahan lahan yang baik dengan menggunakan banyak pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah dan membuat pertanian terintegrasi (terdapat ternak sehingga kotoran dari ternak dapat dijadikan pupuk bokashi),” tandasnya.

Senada, Maria Kristela Tuames, S.P. Penyuluh Pertanian Provinsi NTT mengungkapkan bahwa pola tanam yang dilakukan oleh para petani sudah baik, meski tanpa pendampingan telah dilakukan dengan baik. “Namun, masih ada kekurangannya adalah masih kurang penggunaan pupuk bokashi belum maksimal, dapat dilihat dari hasil panen dan tanah belum gembur,” urai Telda sapaan akrabnya.

Seperti dari budidaya bawang, jelas Telda, dapat dilihat dari hasil panen bawang. “Dari hasil panen bawang, ketika tanah gembur, maka 1 rumpum bawang dapat mencapai 12—14 siung dengan diameter bawang lebih besar,” tandasnya.

Kebahagiaan Doktor Twen Dami Dato  ( berbaju biru dan bertopi) saat panen perdana bawang merah varietas unggulan bersama Petani di Desa Kuanheun

Sementara itu, Arnoldus Lasi, pemilik lahan menyampaikan dirinya memberikan lahan seluas 2 hektar untuk diolah, namun sementara ini, hanya sekitar setengah hektar (5.000 meter persegi) yang diberdayakan sebagai lahan pertanian organik. “Saya memberikan lahan ini, agar para petani musiman dapat mengolah lahan ini dengan memanfaatkan air sumur bor yang dialirkan ke 6 (enam) penampungan buatan yang terbuat dari terpal,” urainya.

Bagi yang belum punya penampungan, ungkap Arnol, mereka mengambil air dari penampungan dengan cara dipikul lalu disiram ke masing-masing bedeng.

Salah satu petani yang memperoleh air dari pemilik lahan, Agustinus Besie yang memiliki lahan sendiri sekitar 1.200 m2 yang memberdayakan lahannya berkat dukungan air, maka dapat dimaksimalkan untuk ditanam sayuran organik, bawang, dan tomat. “Ini tahun pertama kami menanam di sini. Kalau ada bantuan pemerintah, kami sangat bersyukur, namun jika tak ada, ya kami usahakan sendiri,” ujar ayah dari enam orang anak tersebut.

Penulis, editor, foto, dan video (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bongkar Sindikat Uang Asing Palsu 4,5 Triliun, LaNyalla Dukung Polri Tumpas

    Bongkar Sindikat Uang Asing Palsu 4,5 Triliun, LaNyalla Dukung Polri Tumpas

    • calendar_month Jum, 5 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keberhasilan Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, membongkar sindikat pemalsu uang asing antarpulau, lengkap dengan barang bukti uang palsu senilai Rp 4,5 triliun, diapresiasi Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia pun berharap Polri bisa menumpas kejahatan ini karena telah merugikan keuangan negara. “Kita harus memberikan apresiasi kepada Polresta Banyuwangi atas keberhasilan […]

  • Soal Salah Ketik UU Cipta Kerja, Mahfud MD: Tujuannya Baik, Patut Diperbaiki

    Soal Salah Ketik UU Cipta Kerja, Mahfud MD: Tujuannya Baik, Patut Diperbaiki

    • calendar_month Jum, 6 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi soal salah ketik yang terjadi pada UU Cipta Kerja, menurutnya kesalahan ada yang sifatnya klerikal dan ada yang sifatnya substansial, yang sifat klerikal jalurnya dibicarakan di DPR, kalau substansi ke Mahkamah Konstitusi. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/10/26/salah-ketik-typo-senjata-utama-tangkal-kritikan-publik/ Terlepas dari itu, menurutnya UU ini memiliki tujuan baik dan […]

  • Rembuk Rakyat PSI : Mahfud MD Layak Jadi Calon Presiden

    Rembuk Rakyat PSI : Mahfud MD Layak Jadi Calon Presiden

    • calendar_month Sel, 7 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Dalam mengelola bangsa ini, nilai kebangsaan itu nomor satu. Dan kebangsaan yang dipikirkan almarhum Gus Dur adalah kebangsaan berbasis pada konstitusi dan citizenship principle. Kalau kita lihat secara intens, Pak Mahfud selalu mengedepankan citizenship ini. Nah, itu adalah kunci Indonesia untuk mengatasi kesemrawutan di tengah ancaman politik identitas,” kata pengamat politik […]

  • Dinamika Usai, Pemkot dan DPRD Kota Kupang Sepakat Lanjutkan Sidang

    Dinamika Usai, Pemkot dan DPRD Kota Kupang Sepakat Lanjutkan Sidang

    • calendar_month Rab, 25 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sempat mengalami jeda beberapa hari karena dinamika dalam persidangan, akhirnya Pemerintah Kota Kupang dan DPRD Kota Kupang sepakat untuk melanjutkan agenda sidang I tahun 2020/2021. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/11/23/dprd-kota-kupang-batalkan-anggaran-sepihak-pemkot-tak-mau-bersidang/ Kepastian tersebut disampaikan oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dan Ketua DPRD Kota Kupang, Yezkiel Loudoe dalam jumpa pers […]

  • Petugas KPK Lecehkan Wartawati, Kepala Pemberitaan Mohon Maaf

    Petugas KPK Lecehkan Wartawati, Kepala Pemberitaan Mohon Maaf

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga melecehkan seorang jurnalis saat meliput agenda permintaan keterangan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada Senin, 19 Juni 2023. Peristiwa itu terjadi ketika si pewarta tengah melakukan doorstop terhadap Yasin Limpo di gedung lama KPK. Suasana doorstop berdesak-desakan lantaran Yasin Limpo menyampaikan keterangannya sembari berjalan […]

  • Wapres Gibran Dua Hari di Kupang, PLN UIW NTT Siaga Listrik Berlapis

    Wapres Gibran Dua Hari di Kupang, PLN UIW NTT Siaga Listrik Berlapis

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    PLN UIW NTT pun memastikan saat kunjungan kerja Wapres Gibran selama dua hari di Kupang, seluruh infrastruktur kelistrikan diperiksa secara menyeluruh guna memastikan tidak ada potensi gangguan.   Kupang | Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming ke Kota Kupang, menjadi momen penting yang disambut dengan penuh kesiapan oleh PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara […]

expand_less