Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Doktor Twen dan PPL Latih Tani Organik Saat Musim Tanam II di Desa Kuanheun

Doktor Twen dan PPL Latih Tani Organik Saat Musim Tanam II di Desa Kuanheun

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 22 Sep 2020
  • visibility 126
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tak hanya mengandalkan musim tanam pertama (Oktober—Maret), para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Oemathonis di Desa Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya melakukan terobosan menanam pada musim kemarau atau musim tanam II (kedua) pada periode April—September.

Bermodalkan sebuah sumur bor, lahan kering seluas 2 hektar lebih milik Arnold Lassi tersebut yang sebelumnya hanya ditanam jagung; kini, mulai ditanam sayur mayur, tomat, dan bawang merah berbasis organik.

Keputusan bertani organik yang dilakukan oleh 22 petani yang sebelumnya hanya mengandalkan musim hujan tersebut, atas dorongan dari Doktor Twen Dami Dato dari Fakultas Peternakan Undana Kupang dan 2 (dua) Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yakni Jose de A. Freitas, S.Pt. dan Maria Kristela Tuames, S.P.

Panen perdana ketimun oleh Kelompok Tani Oemathonis di Desa Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang

Jose de A. Freitas, S.Pt. Koordinator Penyuluh Pertanian Provinsi NTT mengungkapkan bahwa Kelompok Tani Oemathonis merupakan kelompok baru (berdiri sejak Juli 2020, red) yang masih menerapkan teknik mengolah pertanian tradisional. “Kelompok Tani ini kami kenal saat memproduksi pupuk bokashi bersama doktor Twen Dami Dato dan para pemulung di TPA Alak, kemudian kami sarankan tak hanya berproduksi kompos, namun dapat diterapkan teknologi dengan memanfaatkan bahan organik sehingga dapat menghasilkan produk pertanian organik,” ujarnya.

Walaupun kelompok tani ini baru, imbuh Jose, dan belum melakukan pengaturan jarak tanam, termasuk belum diakomodir dan tercatat dalam Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kupang Barat, namun telah diupayakan dikomunikasikan sehingga ke depan dapat memperoleh bantuan pupuk. “Pada saat ada pupuk bersubsidi, maka mereka (Kelompok Tani Oemathonis, red) dapat memperoleh bantuan,” ungkapnya sembari mengatakan para petani lebih tertarik pada komoditi hortikultura.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Provinsi NTT, Jose Frietas dan Telda Tuames sedang memberikan arahan kepada para petani

Semoga, tambah Jose, bersama doktor Twen, Petani di Desa Kuanheun dapat lebih maju dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern untuk mendukung produksi mereka. “Termasuk pengolahan lahan yang baik dengan menggunakan banyak pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah dan membuat pertanian terintegrasi (terdapat ternak sehingga kotoran dari ternak dapat dijadikan pupuk bokashi),” tandasnya.

Senada, Maria Kristela Tuames, S.P. Penyuluh Pertanian Provinsi NTT mengungkapkan bahwa pola tanam yang dilakukan oleh para petani sudah baik, meski tanpa pendampingan telah dilakukan dengan baik. “Namun, masih ada kekurangannya adalah masih kurang penggunaan pupuk bokashi belum maksimal, dapat dilihat dari hasil panen dan tanah belum gembur,” urai Telda sapaan akrabnya.

Seperti dari budidaya bawang, jelas Telda, dapat dilihat dari hasil panen bawang. “Dari hasil panen bawang, ketika tanah gembur, maka 1 rumpum bawang dapat mencapai 12—14 siung dengan diameter bawang lebih besar,” tandasnya.

Kebahagiaan Doktor Twen Dami Dato  ( berbaju biru dan bertopi) saat panen perdana bawang merah varietas unggulan bersama Petani di Desa Kuanheun

Sementara itu, Arnoldus Lasi, pemilik lahan menyampaikan dirinya memberikan lahan seluas 2 hektar untuk diolah, namun sementara ini, hanya sekitar setengah hektar (5.000 meter persegi) yang diberdayakan sebagai lahan pertanian organik. “Saya memberikan lahan ini, agar para petani musiman dapat mengolah lahan ini dengan memanfaatkan air sumur bor yang dialirkan ke 6 (enam) penampungan buatan yang terbuat dari terpal,” urainya.

Bagi yang belum punya penampungan, ungkap Arnol, mereka mengambil air dari penampungan dengan cara dipikul lalu disiram ke masing-masing bedeng.

Salah satu petani yang memperoleh air dari pemilik lahan, Agustinus Besie yang memiliki lahan sendiri sekitar 1.200 m2 yang memberdayakan lahannya berkat dukungan air, maka dapat dimaksimalkan untuk ditanam sayuran organik, bawang, dan tomat. “Ini tahun pertama kami menanam di sini. Kalau ada bantuan pemerintah, kami sangat bersyukur, namun jika tak ada, ya kami usahakan sendiri,” ujar ayah dari enam orang anak tersebut.

Penulis, editor, foto, dan video (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Belu Belum Terima Bukti Registrasi MK dari Paket SAHABAT

    KPU Belu Belum Terima Bukti Registrasi MK dari Paket SAHABAT

    • calendar_month Sen, 21 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu, hingga Senin, 21 Desember 2020 belum menerima bukti registrasi dari Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHP Kada) Belu 2020 yang dilaporkan paket SAHABAT, Wilibrodus Lay – JT Ose Luan, nomor urut 1 bersama tim hukumnya, sejak 17 Desember 2020 lalu. Hal […]

  • Gubernur NTT Ajak Perbankan Kolaborasi Bangun Ekonomi Rakyat

    Gubernur NTT Ajak Perbankan Kolaborasi Bangun Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Rab, 17 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) minta agar Bank Artha Graha ikut berperan dalam membangun potensi -potensi yang saat ini ada di NTT. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur VBL saat memberikan sambutan pada acara peresmian Kantor Bank Artha Graha Internasional Cabang Kupang, pada Selasa, 16 Maret 2021. Saat ini […]

  • Apa Penting Mengecek Tekanan Darah Anda?

    Apa Penting Mengecek Tekanan Darah Anda?

    • calendar_month Ming, 6 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Banyak orang yang jarang mengecek tekanan darah, sehingga tak tahu bahwa dirinya memiliki hipertensi. Bahkan, tidak sedikit pula yang belum menyadari pentingnya manfaat cek tekanan darah dalam tubuh. Semakin tinggi tekanan darah, semakin besar pula peluang Anda untuk terserang berbagai macam penyakit dan masalah kesehatan. Jika tekanan darah Anda meningkat, pembuluh arteri dan jantung Anda […]

  • Labuan Bajo Tuan Rumah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021

    Labuan Bajo Tuan Rumah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2021

    • calendar_month Kam, 17 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI) dihelat pada Jumat, 18 Juni 2021 pukul 08.00—11.00 WITA di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadirkan pameran ‘expo’ usaha mikro kecil menengah (UMKM) secara dalam jaringan ‘daring’ atau ‘online’ dan luar jaringan ‘luring’. Mengusung tema “Kilau Digital […]

  • Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 Bertepatan Hari Raya Waisak

    Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021 Bertepatan Hari Raya Waisak

    • calendar_month Rab, 26 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Beragam hasil potret Gerhana Bulan Total atau Super Blood Moon beredar di berbagai platform media sosial, mulai dari menggunakan ponsel hingga Camera DSLR. Beruntung, saat gerhana yang terjadi bertepatan dengan perayaan Waisak 2565 atau 2021 tersebut, kondisi cuaca mendukung karena cuaca cerah, namun di beberapa tempat terhalang awan. Di Kota Kupang, […]

  • Listrik Menyala 24 Jam di Lelogama, Upaya PLN Menerangi Kabupaten Kupang

    Listrik Menyala 24 Jam di Lelogama, Upaya PLN Menerangi Kabupaten Kupang

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang, Garda Indonesia | Masyarakat Desa Fatumetan, Leloboko, Oelbanu, Oh Aem dan Kelurahan Lelogama Kecamatan Amfoang Selatan Serta Desa Fatumonas, Binafun, Bonmuti dan Bitobe Kecamatan Amfoang Tengah, dalam waktu dekat akan menikmati listrik 24 jam, di mana sebelumnya listrik menyala hanya 12 jam. PLN UPPK (Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan) Kupang telah berhasil melakukan komisioning test […]

expand_less