Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Komunitas » Gratis Pendaftaran – ‘Caleg Photoshoot Competition’ Siap Digelar; Ayo Daftarkan Diri

Gratis Pendaftaran – ‘Caleg Photoshoot Competition’ Siap Digelar; Ayo Daftarkan Diri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 5 Des 2018
  • visibility 194
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Menjelang perhelatan pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu) pada 17 April 2019 mendatang, berbagai orang muda pekerja seni di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal menggelar lomba foto Calon Legislatif (Caleg) berhadiah uang tunai jutaan rupiah.

Berbagai pekerja seni itu diantaranya, Jamez Radar Photography (Fotografer Profesional – Sony Alpha Indonesia), M2 Enterprise (Wedding Organizer), Update Design (Desain Grafis) dan juga Komunitas Gerak Perempuan Kota Kupang (GPKK) bersama menginisiasi lomba foto bertajuk ‘CALEG PHOTOSHOOT COMPETITION’ yang akan digelar di Sotis Hotel Kupang, Sabtu (8/12/2018), pukul: 17.00 WITA.

Lomba dibuka untuk umum bagi para fotografer yang berdomisili di kota Kupang dan gratis alias tanpa biaya pendaftaran peserta lomba dan batas akhir pendaftaran lomba pada Jumat (7/12/2018), pukul: 12.00 Wita.

Jamez Radar, salah satu panita pelaksana yang juga seorang fotografer professional di Kupang, mengatakan dalam dunia fotografi, membidik sebuah objek tentu dibutuhkan sebuah kreativitas dan ketelitian, inilah hal terpenting alam dunia fotografi, apalagi dalam kompetisi ini para fotografer harus berusaha membidik seorang politisi, melainkan membidik seorang model fotografi yang sudah memiliki karakter dan pengalaman berpose di depan kamera.

“Tantangan yang sangat berbeda dengan foto model, kalau model tentu sudah punya karakter yang bagus dan sudah berpengalaman dalam menunjukan pose dan ekspresi dalam sebuah konsep foto yang dibuat oleh Photographer,” jelas Jamez kepada wartawan di M2 Enterprise, Jalan Cak Doko, Kupang, Rabu (5/11/2018) petang.

Dalam foto Caleg, perawat bertalenta fotografer ini juga menjelaskan, tantangan seorang fotografer harus mampu berinteraksi dan mampu mengeluarkan aura seseorang yang bukan model, tetapi harus menunjukan gambar sesorang pemimpin yang professional, berwibawa dan lainnya. “Pose dan ekspresi harus benar-benar terlihat relax,” sambung Jamez.

Dalam kesempatan yang sama, Mulyadi Abdullah, salah satu panitia sekaligus juri lomba dari sisi Desain Grafis ini mengatakan perbedaan photoshoot Caleg dan photoshoot model. Menurutnya, yang menjadi obyek adalah seorang politisi, tentu berbeda dengan seorang model professional, karena itu fotografer harus bisa mengarahkan pose dan ekspresi untuk mendapatkan hasil terbaik.

“Yang utama adalah foto yang dihasilkan fotografer harus kaya akan bahasa visual, sehingga foto tersebut bisa punya dampak terhadap personal brand dan elektabilitas si caleg,” ujar Nheztor sapaan akrab Mulyadi pada kesempatan tersebut.

Mantan mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) di Universitas Komputer (Unikom) Bandung ini juga mengatakan, tantangan dalam foto Caleg, setiap politisi berusaha mencitrakan diri mereka seunik mungkin, sehingga hasil foto harus bisa merepresentasi perjuangan, ideologi, gagasan dan juga sprit yang dikampanyekan.

Diketahui juga, obyek foto dalam kompetisi ini panitia mempersiapkan salah satu Calon Anggota DPRD NTT, Nomor Urut 6 dari Partai Golkar, R. Riesta Ratna Megasari, Mega sapaan akrabnya. Wanita berparas cantik ini akan siap menampilkan ekspresi dihadapan para fotografer dengan berbagai costum seperti gaun tenunan khas NTT, Kaos oblong GPKK dan juga jacket kuning Partai Golkar.

Pada kesempatan yang sama, Mega mengatakan ketika diminta penyelenggara event menjadi model foto Caleg dalam kompetisi ini seminggu menjelang pelaksanaan kegiatan, politisi muda Partai Golkar NTT ini mengisahkan awalnya ia sempat merasa heran, sebab dirinya bukan seorang model professional fotografi, namun ia tetap menerimanya. Bagi Mega, ini merupakan sebuah tantangan dibalik bahasa visual foto itu bercerita.

“Senang, jujur beta (saya) bukan bukan model, jadi waktu ditawari jadi model foto caleg jadi happy dan merasa ini tantangan, ini bisa menjadi hal baru untuk foto caleg. Selain itu, foto ada nilai seni, karena beta percaya kalau dibalik setiap foto pasti ada ceritanya, dibalik setiap foto ada seni fotografer bercerita apa yang ada dibalik foto tersebut, istilahnya story telling dibalik foto tersebut,” kisah Mega.

Penulis (*/leader)
Editor (+rony banase )

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Bawang Merah Lokananta di Oesao, VBL : Pemda Terus Bantu Petani

    Panen Bawang Merah Lokananta di Oesao, VBL : Pemda Terus Bantu Petani

    • calendar_month Sel, 28 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Bupati Kupang, Korinus Masneno memanen perdana Bawang Merah varietas Lokananta dengan metode tanam True Seed Shallots (TSS) di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang pada Selasa, 28 September 2021. Hadir pada acara tersebut, Anggota DPRD Provinsi NTT,  Maria Nuban Saku, […]

  • Ketua KPID NTT Harap ‘Stakeholders’ Dukung Lembaga Penyiaran Daerah

    Ketua KPID NTT Harap ‘Stakeholders’ Dukung Lembaga Penyiaran Daerah

    • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna meningkatkan fungsi Lembaga Penyiaran Televisi dan Radio sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, perekat sosial, kebudayaan dan ekonomi; Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur (KPID NTT) menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) bersama pemerintah kabupaten/kota dan lembaga penyiaran se–NTT via zoom meeting pada Kamis, 22 Juli 2021. Ketua KPID NTT, […]

  • ‘TRADISI PENTI’ Personil PLN dan Warga Poco Leok Jadi Keluarga

    ‘TRADISI PENTI’ Personil PLN dan Warga Poco Leok Jadi Keluarga

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 1Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) turut menghadiri upacara adat Penti atau syukuran di Gendang Lale, Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT, pada Kamis, 28 September 2023. Tradisi Penti melibatkan seluruh pihak dalam satu kampung dan pihak lain yang mengelola aset (tanah) dalam wilayah gendang. […]

  • DPR Usul Hapus Kata “Gratis” di Program MBG, BGN Lapor Prabowo

    DPR Usul Hapus Kata “Gratis” di Program MBG, BGN Lapor Prabowo

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Loading

    Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Irma Chaniago mengusulkan agar nomenklatur Makan Bergizi Gratis diubah menjadi hanya Makan Bergizi, tanpa kata “gratis”. Menurutnya, istilah itu berkonotasi negatif.   Jakarta | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bakal melapor langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait usulan anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, […]

  • PIMA Indonesia Dukung TNI-AL Helat Bakti Sosial Persada 92

    PIMA Indonesia Dukung TNI-AL Helat Bakti Sosial Persada 92

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Memaknai 32 tahun pengabdian TNI AL (AAL38), maka Persaudaraan AKABRI 92 (Persada 92) dengan dukungan Perkumpulan Insan Maritim Andalan (PIMA) Indonesia menghelat bakti sosial di Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara pada Minggu, 25 Agustus 2024. Bakti sosial Persada 92 ini dalam rangka pengabdian AAL 38 selama 32 tahun, tak hanya memberikan bantuan […]

  • Aceh Resmi Minta Bantuan Dunia Internasional

    Aceh Resmi Minta Bantuan Dunia Internasional

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Loading

    Mualem sepertinya “geram” dengan pemerintah pusat. Para profesor Aceh sampai kirim surat terbuka ke Prabowo. Status darurat nasional dianggap masih belum penting. Dengan sikap gagah, Sang Gubernur Aceh secara resmi minta bantuan internasional. Aceh akhirnya melakukan sesuatu yang oleh sebagian orang disebut “berani”, oleh sebagian lain disebut “nekat”, dan oleh warga pengungsian disebut “alhamdulillah, akhirnya […]

expand_less