Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Harimau Rumah yang Menjengkelkan

Harimau Rumah yang Menjengkelkan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 4 Mei 2022
  • visibility 73
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Melkianus Nino 

“Hadapi mertua rumah, Ia hanya mampu sekadar menggonggong, sukar menggigit. Awalnya, para mertua sama begitu!”.

Setiap sore, ibu guru muda selalu pergi memberikan les musik pada anak bimbingannya. Memberikan latihan bermain musik, biar bisa jadi pemusik yang tulen, bila sewaktu sudah pandai. Jika, bisa semampu gitaris Slank, yang penting bisa membawa nama keluarga. Itu sudah rencana. Tapi,  jari Agung masih gemetar belajar piano. Karena Agung, bukan pemusik, terlahir dari olahragawan sejati. Keadaan demikian yang membuat niat sikapnya untuk membantu meringankan kekakuan Agung.

Ibu guru muda ini, karib disapa Ibu Inggrid. Ia tidak pernah tenang bila hari Selasa tiba, karena keesokan ia harus membesuk Agung yang rindu akan kelincahan bermain piano. Malah, ia harus memilih jalan diam-diam dari ‘Harimau Rumah’.

Harimau itu, ibunya yang melahirkan dan membesarkan sampai ia bisa pandai bermain piano, dan ketertarikan sekolah swasta di kota perbatasan itu, yang dijadikan ya!, sebagai Guru Musik di sana

Ibu, menjadi bahagia, dengan magnet talenta itu, sehabis wisuda dengan predikat memuaskan. Yang memuaskan lagi, jika sudah dewasa nanti, “Cari pasangan sejati yang tepat biar beragam secara ilmu,” pinta Harimau yang menyebalkan hatinya.

Guru muda mendengar dengan kuping kiri lalu keluar kuping kanan. “bila waktunya, yang makan enak dan tidaknya, hanya kami berdua, bukan mama (ibu),” bisikan dalam hati kecilnya sembari memikirkan pasangan hatinya, yang berbeda profesi.

Ibu guru muda sederhana, murah senyum yang super sibuk jelang pagi hingga siang di sekolah mengajarkan kebaikan demi masa depan para millenial yang menyukai musik dan juga ilmu musik, bakalan nanti, menyanyi sembari bermain musik. Apalagi zaman digital berubah , banyak insan cenderung menyiasati aplikasi kanal YouTube. Orang tua turut tertarik dan merencanakan Agung mengisi waktu les privat.

Rutinitasnya, tidak menghalangi untuk terus-menerus pergi-pulang sampai larut malam di antar kekasihnya, karibnya Harry, takut dicekal Harimau Rumah, sebagai alasan omel satu-satunya tempat berbagi kisah tentang, si Harimau, yang tiada hari tanpa omelan.

“hhhhhhhhae…” bunyi tawa yang sangat mengganggu anak-anak kecil kalau minta ditetek ASI.

Kadang memang demikian, terhadap nasib pun menentukan seseorang agar saat besar bisa berdiri pada kaki sendiri, tanpa harus mendengarkan banyak mulut yang membuat kita jatuh pada lubang yang sama. Harus melangkah beri senyum pada usik nyamuk pada telinga

Omel dikejutkan dengan sang Harimau yang ingin membatasi antara satu idaman, harapan dan status yang akur tiada sekat

“Mat sore!” Singkatnya, juga maksud penuh makna sembari membuang cerita-cerita kecil.

“Sore juga, dari?” Sedikit tanya, sore-sore sudah muncul. Tunjuk wajah senyum yang bermakna.

“Dari tetangga sebelah, ada bantu tanak nasi untuk orang-orang yang gantung Kain Merah” urai kisah si Harimau Rumah yang sudah menyadari seram dengan logat kampung.

” Oh, mantap biar cepat akur daripada pasang tampak tiada bedak,” kelakar Omel di hadapan liriknya,  bukan lirik mata tetapi lirik lantunan lagu masa lalu.

jangan suka marah-marah

Nanti tambah tua eee…

Tak percaya silakan bersaksi

Aduh mama eee….

Semua kemauan yang menjengkelkan makin memberikan warna, daripada `jengkel masuk bengkel, keluar tetap jadi Mama yang sama.

“Hehehe… biar senyum saja, nanti muntah tawa nanti dikata tersinggung lagi,” tawa Omel bersuara hati.

Harimau seram makin ramah dan pergi dari sisi rumah itu. Dengan langkah cepat dan pasti, sio mama, Harimau yang pura-pura malu padahal mau.

******

Keterangan Isi cerpen  :

Harimau Rumah : Ibu/Mama, Harry : kekasihnya Si Guru Muda, Omel : Paman, Inggrid : Ibu Guru Muda, Agung :  Siswa, Pencinta Piano. Gantung kain Merah : Rumah yang siap dipasang atap, tiang utama di gantung selembar kain berwarna merah.

Penulis merupakan Pegiat Literasi dan Mahasiswa STISIP Fajar Timur Atambua

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4 Pilar Pembangunan, Fondasi Mewujudkan Kab/Kota Layak Anak

    4 Pilar Pembangunan, Fondasi Mewujudkan Kab/Kota Layak Anak

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Lembaga masyarakat, perusahaan, dan media merupakan pembangunan dan menjadi kekuatan dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Pada hari ke dua pelaksanaan kegiatan Forum Internasional Berbagi Praktik Baik Implementasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) antara Indonesia dan Iran, kedua negara saling menginspirasi lewat peran 4 pilar pembangunan yakni dunia usaha, lembaga masyarakat, dan […]

  • Gibran Tekankan Evakuasi & Relokasi Warga Terdampak Erupsi Lewotobi

    Gibran Tekankan Evakuasi & Relokasi Warga Terdampak Erupsi Lewotobi

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Wapres Gibran pun berpesan harus dilakukan perencanaan yang matang melalui survei lapangan dalam menentukan lokasi relokasi yang akan dibangun untuk warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.   Larantuka | Warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur bersukacita atas kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka pada Kamis siang, 14 November 2024. Tampak ekspresi […]

  • Cerita Agus Rahardjo: Marahnya Jokowi Atas Kasus Setya Novanto

    Cerita Agus Rahardjo: Marahnya Jokowi Atas Kasus Setya Novanto

    • calendar_month Sab, 2 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Ada dua hal yang jelas. Hal pertama adalah cerita dari Agus Rahardjo di tahun 2023 ini (dalam acara Rosi di Kompas.TV), dan hal kedua adalah fakta hukum yang telah terjadi di tahun 2017 lalu. Pertama, cerita Agus Rahardjo di tahun 2023: katanya Jokowi pernah memanggilnya lalu meminta ia (dengan marah) menghentikan […]

  • TERBIT! Sertifikat Tanah PLTP Ulumbu 5—6 Poco Leok Manggarai

    TERBIT! Sertifikat Tanah PLTP Ulumbu 5—6 Poco Leok Manggarai

    • calendar_month Jum, 28 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 1Komentar

    Loading

    Mataram | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) telah resmi mengantongi sertifikat tanah untuk lokasi wellpad D, E, dan F proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 (2×20 MW) di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lahan yang kini menjadi hak guna bangunan PT PLN (Persero) […]

  • Mahasiswa Indonesia di Beijing Senang Bisa Bertemu Prabowo

    Mahasiswa Indonesia di Beijing Senang Bisa Bertemu Prabowo

    • calendar_month Ming, 10 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Jumat malam, 8 November 2024, disambut antusias oleh mahasiswa dan warga yang menunggu di lobi hotel tempatnya bermalam.   Beijing | Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Jumat malam, 8 November 2024, disambut antusias mahasiswa dan warga yang menunggu […]

  • Kementerian PPPA: Survei AADC-19 Sebagian Besar Anak Waspada Covid-19

    Kementerian PPPA: Survei AADC-19 Sebagian Besar Anak Waspada Covid-19

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menemukan fakta bahwa sebagian besar anak menjadi waspada terhadap wabah Covid-19. Hal tersebut diperoleh berdasarkan survei Ada Apa Dengan Covid-19 (AADC-19) yang digagas melalui “Forum Anak Nasional”. Beberapa respons yang ditunjukkan tiap anak […]

expand_less