Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Jokowi Soal Kereta Whoosh, Ini Tahun Pertama dan Bentuk Investasi Bangsa

Jokowi Soal Kereta Whoosh, Ini Tahun Pertama dan Bentuk Investasi Bangsa

  • account_circle melihatindonesia
  • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
  • visibility 352
  • comment 0 komentar

Loading

Selain mengurangi kemacetan, Jokowi menegaskan proyek Whoosh juga memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Jakarta | Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menanggapi polemik utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh yang menembus Rp116 triliun melalui konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Proyek yang diresmikan pada 2 Oktober 2023 ini sempat menuai sorotan setelah muncul usulan agar pelunasan utangnya dibayar menggunakan APBN, namun hal itu ditolak tegas oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebagai solusi, pemerintah memperpanjang tenor atau jangka waktu pelunasan hingga 60 tahun, tanpa memakai dana APBN.

Menanggapi isu tersebut, Jokowi menegaskan bahwa masyarakat seharusnya bersyukur atas kehadiran kereta Whoosh, bukan sibuk memperdebatkan soal untung atau rugi.

“Masyarakat patut bersyukur karena sudah ada pergerakan untuk berpindah dari kendaraan pribadi. Ini proses bertahap, tidak bisa langsung,” ujarnya di Mangkubumen, Banjarsari, Kota Solo, Senin, 27 Oktober 2025.

Ia mengakui bahwa mengubah kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum tidaklah mudah.

“Memindahkan masyarakat dari mobil pribadi dan sepeda motor ke transportasi umum tidak mudah. Mengubah karakter itu sulit,” kata Jokowi.

Presiden menilai dampak positif transportasi massal kini mulai terasa.

“MRT Jakarta, misalnya, telah mengangkut sekitar 171 juta penumpang sejak diluncurkan. Sementara Kereta Cepat Whoosh telah melayani lebih dari 12 juta penumpang,” ungkapnya.

Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan dan pengoperasian Whoosh dilatarbelakangi oleh kemacetan parah di Jabodetabek dan Bandung selama 20 hingga 40 tahun terakhir.

“Dari kemacetan itu negara rugi secara hitung-hitungan. Kalau di Jakarta saja sekitar Rp65 triliun per tahun. Kalau Jabodetabek plus Bandung kira-kira sudah di atas Rp100 triliun per tahun,” jelasnya.

Menurut Jokowi, kerugian akibat kemacetan itulah yang mendorong pemerintah membangun berbagai moda transportasi massal seperti KRL, MRT, LRT, Kereta Bandara, hingga Whoosh agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.

“Tujuannya agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal sehingga kerugian akibat kemacetan dapat ditekan,” tegasnya.

Jokowi juga mengingatkan bahwa pembangunan transportasi massal bukan proyek bisnis untuk mencari laba.

“Prinsip dasar transportasi massal itu layanan publik, bukan mencari laba. Jadi, transportasi umum tidak diukur dari keuntungan finansial, tetapi dari keuntungan sosial,” ujarnya.

Keuntungan sosial yang dimaksud meliputi penurunan emisi karbon, peningkatan produktivitas, pengurangan polusi, dan efisiensi waktu tempuh.

“Kalau ada subsidi, itu adalah investasi, bukan kerugian seperti MRT,” lanjut Jokowi.

Selain mengurangi kemacetan, Jokowi menegaskan proyek Whoosh juga memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Contohnya kereta cepat, yang menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru,” ucapnya.

Ia pun optimistis kondisi keuangan Whoosh akan membaik dalam beberapa tahun mendatang.

“Itu kalau setiap tahun naik, naik, naik, orang berpindah, ya kerugiannya akan semakin mengecil. Ini kan tahun pertama,” kata Jokowi.

Jokowi memprediksi dalam enam tahun ke depan, EBITDA Whoosh akan positif, seiring meningkatnya jumlah penumpang. “Mungkin diperkirakan EBITDA-nya juga sudah positif dan pergerakannya akan lebih turun lagi setelah enam tahun, karena ini tergantung perpindahan orang dari transportasi pribadi ke transportasi umum,” jelasnya.

Selain manfaat transportasi, Jokowi menuturkan Whoosh juga meningkatkan nilai ekonomi di sekitar jalur kereta cepat.

“Adanya Whoosh juga bisa meningkatkan nilai properti. Saya kira kemanfaatannya seperti itu, dan itu bisa jadi pembanding,” katanya.

Ia menegaskan, proyek seperti Whoosh adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar proyek mencari keuntungan.

“Kalau kita lihat transportasi massal di negara lain juga sama. Hitungannya pasti adalah hitungan investasi, baik di Korea, di China, di Jepang, maupun di Eropa,” ujar Jokowi.

Bahkan, lanjutnya, negara maju juga tetap memberi subsidi besar untuk transportasi publik. “Seperti Metro Paris, itu subsidinya hampir 50 persen. Di London Underground, di metronya London juga sama, subsidinya hampir mencapai 50 persen,” pungkasnya.(*)

 

  • Penulis: melihatindonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keprihatinan Atas Sikap PKB terhadap NU

    Keprihatinan Atas Sikap PKB terhadap NU

    • calendar_month Sen, 19 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yucundianus Lepa Sikap PKB di bawah kepemimpinan Dr.HA. Muhaimin Iskandar, M.Si. yang cenderung berkonfrontasi secara terbuka dengan PBNU, melahirkan keprihatinan banyak pihak. Tidak hanya kalangan NU, tetapi para jajaran kepemimpinan hingga simpatisan PKB, bahkan masyarakat luas. Sejarah tidak akan pernah menafikan hubungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan NU. Semua mencatat itu sebagai hubungan […]

  • PLN Latih Warga Ende Olah Bambu Bernilai Ekonomis

    PLN Latih Warga Ende Olah Bambu Bernilai Ekonomis

    • calendar_month Sel, 18 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Ende, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui Program PLN Peduli menyalurkan bantuan berupa pelatihan dan pemberian alat kerajinan olahan bambu untuk dijadikan furnitur kepada kelompok masyarakat di Kelurahan Roworena Barat, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan dan pelatihan berlangsung di aula […]

  • Gubernur Viktor Laiskodat Perintah Sekda Panggil Pemkab Kupang

    Gubernur Viktor Laiskodat Perintah Sekda Panggil Pemkab Kupang

    • calendar_month Sen, 21 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Laiskodat Gubernur NTT memerintahkan Sekda Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk segera bersurat memanggil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang agar segera menangani persoalan sampah di wilayah Kabupaten Kupang yang berbatasan dengan Pemkot Kupang Perintah Gubernur Viktor tersebut disampaikannya usai melaksanakan kegiatan Gerakan Kebersihan menyeluruh bersama perangkat ASN lingkup Pemprov NTT dan Pemkot Kupang di […]

  • IMO-Indonesia Apresiasi Kominfo  Normalisasi Fitur Media Sosial

    IMO-Indonesia Apresiasi Kominfo Normalisasi Fitur Media Sosial

    • calendar_month Ming, 26 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kominfo melalui siaran pers No 107/HM/KOMINFO/05/2019 telah melakukan normalisasi atas pembatasan sebagian fitur platform media sosial dan pesan instan, Sabtu 25 Mei 2019 Pukul 13.00 WIB. Ikatan Media Online (IMO) – Indonesia mengapresiasi langkah Kominfo Normalisasi atau pengembalian fungsi fitur pengiriman gambar, foto dan video itu, oleh Kominfo diambil karena situasi […]

  • Pemprov NTT Raih Opini WTP 10 Tahun Berturut-turut

    Pemprov NTT Raih Opini WTP 10 Tahun Berturut-turut

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 1Komentar

    Loading

    “Laporan WTP adalah sebuah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja fiskal dan tata kelola pemerintahan. Opini WTP adalah pintu masuk bukan titik akhir sebab WTP mencerminkan kualitas kinerja keuangan” Ketua DPRD, Emilia Nomleni.   Kupang | Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) kembali memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan […]

  • E–KTP Bebaskan Pasien dari Biaya Mahal Operasi Seksio RSUD Atambua

    E–KTP Bebaskan Pasien dari Biaya Mahal Operasi Seksio RSUD Atambua

    • calendar_month Kam, 5 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Program unggulan pengobatan gratis Bupati dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M. yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 26 Juli 2021, ternyata sudah dinikmati masyarakat. Salah satu pasien operasi Seksio, Tiorisma Rumahorbo, warga Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur bebas dari total biaya […]

expand_less