Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Keren Tanpa Rokok, Ini Manfaat Berhenti Merokok Hari Demi Hari

Keren Tanpa Rokok, Ini Manfaat Berhenti Merokok Hari Demi Hari

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
  • visibility 262
  • comment 0 komentar

Loading

Tahukah kamu kalo berhenti merokok selama 20 menit tekanan darah membaik, denyut jantung melambat, dan aliran darah kembali lancar?

Kalau manfaat sebesar itu bisa terjadi dalam waktu singkat, bayangkan perubahan yang bisa kamu rasakan kalau benar-benar berhenti merokok?

Tentu bukan cuma untuk tubuhmu, tapi juga untuk orang-orang terdekat yang ingin kamu tetap sehat dan hadir lebih lama di hidup mereka.

Berhenti merokok memang tidak mudah, tapi kamu pasti bisa. Kalau masih merasa kesulitan, ada bantuan profesional yang siap mendampingi.

Kementerian Kesehatan menyediakan layanan Quitline.INA di 0800-177-6565 dan layanan konseling gratis berhenti merokok via telepon dengan jadwal konseling via telepon pada Senin–Jumat: 07.00–22.00 WIB dan Sabtu: 07.00–21.00 WIB. Atau lebih nyaman lewat chat? Quitline juga hadir di WhatsApp, Telegram, dan Facebook pada Senin–Sabtu: 08.00–17.00 WIB

Mulai langkah kecilmu hari ini. Demi dirimu. Demi mereka.

Merokok membahayakan tubuh

Merokok bisa membahayakan kesehatan tubuh. Pasalnya, dalam satu batang rokok tembakau setidaknya terkandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan beragam jenis penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan kanker.

Dilansir dari Alo Dokter, ini yang terjadi pada tubuh ketika berhenti merokok. Hingga saat ini, berbagai studi telah membuktikan bahwa merokok, baik rokok elektrik atau rokok tembakau, memiliki dampak yang jauh lebih buruk bagi kesehatan jika dibandingkan manfaatnya.

Karena lebih banyak hal negatif yang bisa didapatkan, para perokok sangat dianjurkan untuk berhenti merokok tembakau atau rokok jenis apa pun agar kesehatan tubuh terjaga dengan baik.

Berhenti merokok memang membutuhkan kesabaran dan konsistensi dalam melakukannya. Apalagi bila kamu sudah sangat ketagihan pada rokok. Berikut adalah beberapa perubahan yang bisa kamu dapatkan dari berhenti merokok:

• 8−12 jam setelah berhenti merokok. Detak jantung akan lebih teratur, tekanan darah bisa kembali stabil dan lebih terkontrol, kadar karbon monoksida dalam darah menurun dan oksigen dalam darah mulai meningkat.

• 24 jam setelah berhenti merokok. Kadar nikotin dalam darah akan menurun drastis. Nikotin merupakan zat yang dapat menimbulkan efek candu pada rokok tembakau.

• 48 jam setelah berhenti merokok. Kemampuan untuk mencium aroma dan mengecap akan meningkat. Ini karena saraf-saraf indera perasa dan penciuman yang fungsinya terganggu karena rokok akan kembali pulih dan dapat berfungsi dengan baik.

• 2 minggu hingga 3 bulan setelah berhenti merokok. Organ-organ di dalam tubuh akan berangsur pulih dan risiko kamu untuk terkena penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke, akan menurun.

• 1−9 bulan setelah berhenti merokok. Batuk, sesak napas, dan hidung tersumbat yang disebabkan oleh rokok akan mulai berkurang. Kamu pun akan lebih energik dibandingkan sebelum berhenti merokok.

• 1−5 tahun setelah berhenti merokok. Risiko kamu untuk terkena penyakit, misalnya serangan jantung dan stroke akan berkurang sebanyak sekitar 50 persen, jika dibandingkan saat kamu aktif sebagai perokok.

• 10 tahun setelah berhenti merokok. Risiko untuk mengalami kanker paru-paru akan berkurang. Risiko ini dianggap sama dengan seseorang yang tidak pernah merokok sebelumnya. Risiko terkena penyakit kanker lainnya pun akan semakin menurun.

• 15 tahun setelah berhenti merokok. Risiko kamu untuk terkena penyakit jantung sama rendahnya dengan orang yang tidak pernah merokok. Selain itu, kamu juga akan memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah yang lebih stabil. Risiko terjadinya penggumpalan darah atau darah kental juga menurun drastis.

• 20 tahun setelah berhenti merokok. Risiko kamu untuk mengalami kanker mulut, kanker pankreas, kanker tenggorokan, dan kanker pita suara sama rendahnya dengan orang yang tidak pernah merokok. Bahkan pada wanita, 20 tahun setelah berhenti merokok bisa menurunkan risiko terjadinya kanker serviks.

Sumber (*/Kemenkes + Alo Dokter)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua APEKSI Ajak Wali Kota se-Indonesia Sosialisasikan RUU Cipta Kerja

    Ketua APEKSI Ajak Wali Kota se-Indonesia Sosialisasikan RUU Cipta Kerja

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) pastikan bakal berperan aktif untuk melakukan komunikasi terhadap masyarakat terkait dengan RUU Cipta Kerja. Belakangan RUU ini ditolak oleh seluruh karyawan swasta karena diduga akan membuat sentralisasi. Ketua Apeksi, sekaligus Wali Kota Tangerang Selatan , Airin Rachmi Diany menjelaskan bahwa kekawatiran masyarakat yang saat ini […]

  • HUT Ke-55 Golkar, DPD I NTT Berziarah & Doa Bersama di TMP Dharmaloka

    HUT Ke-55 Golkar, DPD I NTT Berziarah & Doa Bersama di TMP Dharmaloka

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai salah satu Partai Politik besar di Indonesia, kehadiran Partai Golongan Karya (Golkar) pun tentu sudah tidak muda lagi. Tepat pada 20 Oktober 2019, Partai berlambang pohon beringin tersebut genap berusia 55 tahun. DPD I Golkar NTT, menggelar upacara dan doa bersama di Taman Makam Pahlawan Dharmaloka Kupang, Senin 21 Oktober […]

  • Ini Alasan Jokowi Pilih dr. Terawan, Tito, Burhanudin & Yasonna Jadi Menteri

    Ini Alasan Jokowi Pilih dr. Terawan, Tito, Burhanudin & Yasonna Jadi Menteri

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada Kamis, 24 Oktober 2019 sore, didampingi Mensesneg Pratikno, Presiden Jokowi membuka alasan pemilihan anggota Kabinet Indonesia Maju kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta. Usai memanggil satu persatu dan memperkenalkan kepada wartawan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada telah mengangkat dan mengambil sumpah para menteri Kabinet Indonesia Maju, di Istana Negara, Jakarta, […]

  • Banjir Landa 53 Kecamatan di Sulsel, 8 Tewas, 4 Hilang & Ribuan Warga Mengungsi

    Banjir Landa 53 Kecamatan di Sulsel, 8 Tewas, 4 Hilang & Ribuan Warga Mengungsi

    • calendar_month Rab, 23 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Sulsel, gardaindonesia.id | Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang dan gelombang pasang telah menyebabkan sungai-sungai meluap sehingga banjir di wilayah Sulawesi Selatan pada Selasa, 22/1/2019 siang. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan data sementara tercatat 53 kecamatan di 9 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang mengalami banjir yaitu di […]

  • PLN Sukses Uji Coba Perdagangan Emisi Karbon di Pembangkit Listrik

    PLN Sukses Uji Coba Perdagangan Emisi Karbon di Pembangkit Listrik

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) sukses mengeksekusi emission trading ‘perdagangan emisi’ melalui pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pertama kalinya di Indonesia. Eksekusi perdagangan emisi merupakan bagian dari uji coba jual beli karbon di sub sektor ketenagalistrikan oleh pemerintah melalui Kementerian ESDM yang dimulai pada Maret sampai dengan Agustus 2021. Sebanyak 80 PLTU milik […]

  • Tsunami Selat Sunda: 43 Meninggal, 584 Luka-Luka & 2 Orang Hilang

    Tsunami Selat Sunda: 43 Meninggal, 584 Luka-Luka & 2 Orang Hilang

    • calendar_month Ming, 23 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda pada 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.27 WITA, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Hingga 23/12/2018 pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 40 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang […]

expand_less