Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Krisis Air Bersih, Forasga Himpun Dukungan Bangun Bendungan Kolhua

Krisis Air Bersih, Forasga Himpun Dukungan Bangun Bendungan Kolhua

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 21 Sep 2019
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Forum aspirasi warga Kota Kupang (Forasga) melakukan aksi simpatik galang tanda tangan meminta gubernur NTT menyetujui pembangunan Bendungan Kolhua sebagai solusi air bersih di Kota Kupang.

Aksi tersebut merupakan ajakan bagi seluruh Warga Kota Kupang untuk bersatu menyuarakan krisis air bersih yang selama ini menjadi kepelikan di Kota Kupang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Forasga, Ferdinand Pello, disela-sela aksi yang dilakukan di Car Free Day (CFD) depan rumah jabatan gubernur, pada Sabtu, 21 September 2019, dimulai pukul 07.00—09.00 WITA.

Ferdinand menyampaikan bahwa kebutuhan air bersih bagi 500 ribu warga Kota Kupang mencapai 812 liter per detik. Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, baru memenuhi 46 persen dari total kebutuhan air bersih tersebut.

“Dalam dua tahun terakhir, melalui proses panjang terjadi peningkatan dari debit air dari 90 liter per detik, PDAM Kota Kupang menyuplai 140 liter per detik,” jelas Ferdinand.

Sementara itu, lanjutnya Pemerintah Kabupaten Kupang hanya mampu mendistribusikan 230 liter per detik. Sehingga total ketersediaan air bersih sebanyak 370 liter per detik dan ini belum memenuhi kebutuhan warga Kota Kupang.

Ketersediaan air baku di Kota Kupang, menurut Ferdinand sangat terbatas. Beberapa langkah strategis telah diambil oleh Pemkot, diantaranya menjalin kerja sama pelayanan dengan PDAM Kabupaten Kupang, memaksimalkan beberapa sumber air hingga membangun reservoir di beberapa lokasi.

“Walau begitu, langkah-langkah ini nampaknya belum sanggup menjawab seluruh kebutuhan,” ujar Ferdinand.

Beberapa alternatif solusi yang ditawarkan oleh Pemkot, yakni mengelola Bendungan Tilong yang selama ini dikelola BLUD SPAM Provinsi NTT, jelas Ferdinand sampai saat ini belum terealisasi.

“Alternatif paling tepat adalah pembangunan Bendungan Kolhua. Anggarannya 550 miliar sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. Hanya saja terkendala persoalan lahan yang belum clear,” jelasnya.

Ferdinand menilai bahwa yang punya peranan penting dalam mengeksekusi rencana pembangunan tersebut adalah pemerintah Provinsi NTT, dalam hal ini Gubernur NTT.

“Jika bendungan Kolhua dibangun, maka kebutuhan masyarakat Kota Kupang 100 persen terpenuhi,” beber Ferdinand.

Dirinya menyebutkan bahwa Bendungan Kolhua mampu menyuplai air bersih sebanyak 671 liter per detik. Penambahan tersebut, lanjut Ferdinand mampu memenuhi bahkan Kota Kupang akan kelebihan air bersih dengan adanya Bendungan Kolhua.

“Saya minta gubernur untuk mengindahkan kepedulian masyarakat terhadap air bersih dan kami minta untuk bertemu langsung dengan Gubernur NTT,” tutup Ferdinand.

Sementara itu, Ketua Pemuda Klasis Kota Kupang, Ernest Blegur, S.E., M.M. juga turut memberi goresan tanda tangan diatas selebaran tersebut saat melakukan joging pagi di sepanjang arena tersebut.

Saat diwawancarai, Ernes menyampaikan apresiasi kepada Forum yang dipimpin oleh Ferdinan Pello itu, bisa menggelar suatu kegiatan yang kritis dalam menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah. “Pemerhati-pemerhati yang begini, saya bangga. Sehingga saya tulis Pemuda Kota Kupang dukung penuh,” katanya.

Dirinya menambahkan, Pemerintah Provinsi tidak perlu terkontaminasi soal politik, apabila ada rakyat yang mengalami kesulitan dan meminta pelayanan untuk disejahterakan, maka demikian harus dijawab serta di penuhi.

“Pemerintah tidak boleh terkontaminasi dengan situasi politik, kalau soal kepentingan rakyat. Saya berani bicara begini karena persoalan air yang ada di ibu kota ini, masih ada orang pikul air dengan jeriken,” pungkas Ernes.

Ia juga berharap dengan penggalangan tanda desakan rakyat Kupang lewat Forum yang dipimpin Ferdinan Pelo sesegera bisa didengar, di mana setiap tanda tangan yang terpampang ini, adalah ungkapan hati insan kota yang menginginkan ketulusan kebijakan pro rakyat dari Pemprov NTT.

“Saya berharap Pak Viktor menggandeng orang-orang dan masyarakat Kolhua, dan tanggalkan kepentingan pribadi untuk memajukan Kupang sebagai ibu kota provinsi,” tandasnya.

Pantauan media Garda Indonesia, antusiasme masyarakat mendukung aksi tersebut sangat tinggi. Masyarakat mulai dari anak-anak usia SMP hingga orang tua, turut serta dalam aksi tersebut sebagai bentuk prihatin terhadap krisis air bersih di Kota Kupang.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Fokus Kendalikan Covid-19, Presiden : Kurva Harus Turun di Juli

    Pemerintah Fokus Kendalikan Covid-19, Presiden : Kurva Harus Turun di Juli

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh jajarannya bahwa fokus kerja yang paling utama saat ini adalah menangani dan mengendalikan Covid-19 secepat-cepatnya. Presiden berpandangan, negara yang akan menjadi pemenang adalah negara yang berhasil cepat mengatasi Pandemi Covid-19. Untuk itu, Presiden meminta semua jajaran mengerahkan tenaga, energi, dan kekuatan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dan […]

  • Mulai 2023, Pengaduan Karya Jurnalistik Via Aplikasi Elektronik

    Mulai 2023, Pengaduan Karya Jurnalistik Via Aplikasi Elektronik

    • calendar_month Sel, 1 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perkembangan teknologi semakin mempermudah kontrol terhadap karya jurnalistik media massa di tanah air. Hal ini dilakukan Dewan Pers dengan membuat terobosan lewat aplikasi pengaduan berbasis elektronik. Untuk itu, peran masyarakat penting dalam mewujudkan hasil karya pers yang berkualitas. Plt. Ketua Dewan Pers, M. Agung Dharmajaya pada Senin, 31 Oktober 2022; mengatakan […]

  • Ayo ‘Aware’ Lakukan ‘Medical Check Up’ Untuk Deteksi Penyakit Kanker

    Ayo ‘Aware’ Lakukan ‘Medical Check Up’ Untuk Deteksi Penyakit Kanker

    • calendar_month Sab, 30 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Kanker selalu diturunkan?, Kanker bisa dicegah?, Kanker tidak bisa disembuhkan?, Kanker kalau kena pisau bisa menyebar? Inilah beberapa pertanyaan dan rumor yang beredar di masyarakat Kupang-NTT, Garda Indonesia | Zaman dahulu pasien kanker datang ke rumah sakit pasti saat sudah ada keluhan, padahal kanker sendiri tidak ada gejala khusus pada stadium awal dan jika telah […]

  • Lagi, 20 Calon TKI Asal Kab Kupang, TTS & Malaka Dicekal KP3 Laut Tenau

    Lagi, 20 Calon TKI Asal Kab Kupang, TTS & Malaka Dicekal KP3 Laut Tenau

    • calendar_month Sab, 27 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id |Jumat tanggal 26 Oktober 2018 sekitar pukul 18.30 WITA, sebanyak 20 calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) dicegah keberangkatan di Pelabuhan Tenau Kupang. Jubir Satgas Anti Human Trafficking Partai Golkar NTT, Riesta Megasari kepada media ini Sabtu/27/10, mengatakan 20 calon TKI/PMI asal Kabupaten Kupang, TTS dan Malaka yang hendak menuju Balikpapan via Surabaya dengan menumpang […]

  • Gelombang Laut Adang Komisioner Selayar Saat Monitor Rekap Suara Pilkada

    Gelombang Laut Adang Komisioner Selayar Saat Monitor Rekap Suara Pilkada

    • calendar_month Sel, 15 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Kepulauan Selayar, Garda Indonesia | Logistik kotak suara dari 5 (lima) wilayah kecamatan kepulauan, tiba di gudang logistik, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin siang, 14 Desember 2020, bertepatan dengan berakhirnya rapat pleno terbuka perhitungan suara hasil Pilkada pemilihan bupati dan wakil bupati tingkat PPK. Kegiatan rapat pleno […]

  • Pasca Gempa Maluku Utara, Dua Tewas & Lebih dari 2.000 Orang Mengungsi

    Pasca Gempa Maluku Utara, Dua Tewas & Lebih dari 2.000 Orang Mengungsi

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku Utara, Garda Indonesia | Gempa bumi dengan magnitudo 7.2 pada Minggu, 14 Juli 2019, pukul 18:10:51 WIT. Lokasi berada pada 0.59 LS,128.06 BT (62 km Timur Laut Labuha-Malut ) dengan kedalaman 10 Km. Goncangan kuat gempa dirasakan kuat di Kabupaten Halmahera selatan selama 2—5 detik dan masyarakat panik berhamburan keluar rumah. Plh. Kepala Pusat […]

expand_less