Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Krisis Air Bersih, Forasga Himpun Dukungan Bangun Bendungan Kolhua

Krisis Air Bersih, Forasga Himpun Dukungan Bangun Bendungan Kolhua

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 21 Sep 2019
  • visibility 105
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Forum aspirasi warga Kota Kupang (Forasga) melakukan aksi simpatik galang tanda tangan meminta gubernur NTT menyetujui pembangunan Bendungan Kolhua sebagai solusi air bersih di Kota Kupang.

Aksi tersebut merupakan ajakan bagi seluruh Warga Kota Kupang untuk bersatu menyuarakan krisis air bersih yang selama ini menjadi kepelikan di Kota Kupang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Forasga, Ferdinand Pello, disela-sela aksi yang dilakukan di Car Free Day (CFD) depan rumah jabatan gubernur, pada Sabtu, 21 September 2019, dimulai pukul 07.00—09.00 WITA.

Ferdinand menyampaikan bahwa kebutuhan air bersih bagi 500 ribu warga Kota Kupang mencapai 812 liter per detik. Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, baru memenuhi 46 persen dari total kebutuhan air bersih tersebut.

“Dalam dua tahun terakhir, melalui proses panjang terjadi peningkatan dari debit air dari 90 liter per detik, PDAM Kota Kupang menyuplai 140 liter per detik,” jelas Ferdinand.

Sementara itu, lanjutnya Pemerintah Kabupaten Kupang hanya mampu mendistribusikan 230 liter per detik. Sehingga total ketersediaan air bersih sebanyak 370 liter per detik dan ini belum memenuhi kebutuhan warga Kota Kupang.

Ketersediaan air baku di Kota Kupang, menurut Ferdinand sangat terbatas. Beberapa langkah strategis telah diambil oleh Pemkot, diantaranya menjalin kerja sama pelayanan dengan PDAM Kabupaten Kupang, memaksimalkan beberapa sumber air hingga membangun reservoir di beberapa lokasi.

“Walau begitu, langkah-langkah ini nampaknya belum sanggup menjawab seluruh kebutuhan,” ujar Ferdinand.

Beberapa alternatif solusi yang ditawarkan oleh Pemkot, yakni mengelola Bendungan Tilong yang selama ini dikelola BLUD SPAM Provinsi NTT, jelas Ferdinand sampai saat ini belum terealisasi.

“Alternatif paling tepat adalah pembangunan Bendungan Kolhua. Anggarannya 550 miliar sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. Hanya saja terkendala persoalan lahan yang belum clear,” jelasnya.

Ferdinand menilai bahwa yang punya peranan penting dalam mengeksekusi rencana pembangunan tersebut adalah pemerintah Provinsi NTT, dalam hal ini Gubernur NTT.

“Jika bendungan Kolhua dibangun, maka kebutuhan masyarakat Kota Kupang 100 persen terpenuhi,” beber Ferdinand.

Dirinya menyebutkan bahwa Bendungan Kolhua mampu menyuplai air bersih sebanyak 671 liter per detik. Penambahan tersebut, lanjut Ferdinand mampu memenuhi bahkan Kota Kupang akan kelebihan air bersih dengan adanya Bendungan Kolhua.

“Saya minta gubernur untuk mengindahkan kepedulian masyarakat terhadap air bersih dan kami minta untuk bertemu langsung dengan Gubernur NTT,” tutup Ferdinand.

Sementara itu, Ketua Pemuda Klasis Kota Kupang, Ernest Blegur, S.E., M.M. juga turut memberi goresan tanda tangan diatas selebaran tersebut saat melakukan joging pagi di sepanjang arena tersebut.

Saat diwawancarai, Ernes menyampaikan apresiasi kepada Forum yang dipimpin oleh Ferdinan Pello itu, bisa menggelar suatu kegiatan yang kritis dalam menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah. “Pemerhati-pemerhati yang begini, saya bangga. Sehingga saya tulis Pemuda Kota Kupang dukung penuh,” katanya.

Dirinya menambahkan, Pemerintah Provinsi tidak perlu terkontaminasi soal politik, apabila ada rakyat yang mengalami kesulitan dan meminta pelayanan untuk disejahterakan, maka demikian harus dijawab serta di penuhi.

“Pemerintah tidak boleh terkontaminasi dengan situasi politik, kalau soal kepentingan rakyat. Saya berani bicara begini karena persoalan air yang ada di ibu kota ini, masih ada orang pikul air dengan jeriken,” pungkas Ernes.

Ia juga berharap dengan penggalangan tanda desakan rakyat Kupang lewat Forum yang dipimpin Ferdinan Pelo sesegera bisa didengar, di mana setiap tanda tangan yang terpampang ini, adalah ungkapan hati insan kota yang menginginkan ketulusan kebijakan pro rakyat dari Pemprov NTT.

“Saya berharap Pak Viktor menggandeng orang-orang dan masyarakat Kolhua, dan tanggalkan kepentingan pribadi untuk memajukan Kupang sebagai ibu kota provinsi,” tandasnya.

Pantauan media Garda Indonesia, antusiasme masyarakat mendukung aksi tersebut sangat tinggi. Masyarakat mulai dari anak-anak usia SMP hingga orang tua, turut serta dalam aksi tersebut sebagai bentuk prihatin terhadap krisis air bersih di Kota Kupang.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah 138 Tahun, Wajah Baru Kantor Lurah Oeba Bakal Ada di Desember 2019

    Setelah 138 Tahun, Wajah Baru Kantor Lurah Oeba Bakal Ada di Desember 2019

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kantor Lurah Oeba Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal mempunyai wajah baru berupa konstruksi bangunan 2 (dua) lantai dan dipastikan bakal ada dan tampak pada Desember 2019. Hal itu disampaikan oleh Lurah Oeba, kepada media pada Jumat, 6 September 2019 pukul 10.00 WITA di sela-sela pembersihan […]

  • Tinjau Dampak Gempa di Mamuju, Presiden Ujud Doa Dukacita dan Beri Bantuan

    Tinjau Dampak Gempa di Mamuju, Presiden Ujud Doa Dukacita dan Beri Bantuan

    • calendar_month Sel, 19 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Mumuju, Garda Indonesia | Selepas meninjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak karena gempa dan mengakibatkan berhentinya pelayanan pemerintahan daerah, Presiden Joko Widodo tiba di Stadion Manakarra, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Di lokasi tersebut, Kepala Negara ingin memastikan langsung bahwa evakuasi dan pertolongan yang diberikan kepada warga kena dampak gempa telah berjalan dengan baik. “Saya […]

  • Literasi Media Sosial dan Partai Politik

    Literasi Media Sosial dan Partai Politik

    • calendar_month Ming, 13 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh : Antonius Ratu Gah Kemajuan teknologi digital yang makin hari makin canggih mempengaruhi dunia politik. Ini dibuktikan pengaruh kehadiran media sosial (medsos) yang menjadikan dunia maya sekaligus ruang publik. Semuanya ada di sana, pemerintah, politisi dan publik selalu berinteraksi secara virtual tetapi riil. Tentu saja medsos menjadi pilihan lantaran lebih murah, praktis dan semuanya […]

  • Aksi Diaspora TTS Berbagi Untuk Saudara TTS di Tengah Pandemi Covid-19

    Aksi Diaspora TTS Berbagi Untuk Saudara TTS di Tengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Depok – Jabar, Garda Indonesia  | Sektor swasta terutama perusahaan, banyak yang mengalami penurunan produksi serta penjualan yang mengakibatkan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PMK). Masyarakat luas sangat terdampak atas kondisi tersebut, terlebih masyarakat perantau mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup makan/minum & susu anak, biaya hidup serta sewa kontrakan. Saudara kita, warga Kabupaten Timor […]

  • Listrik PLN Tanpa Kedip Siap Tunjang MotoGP Mandalika 2024

    Listrik PLN Tanpa Kedip Siap Tunjang MotoGP Mandalika 2024

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) telah menuntaskan sistem transmisi ring Lombok demi menunjang keandalan sistem kelistrikan Pulau Lombok. Kompletnya sistem transmisi ini menandai kesiapan PLN dalam memasok listrik tanpa kedip atau zero down time (ZDT) sepanjang perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, 27—29 September 2024 mendatang. Sistem transmisi […]

  • Tak Diakomodir Golkar,Bobby Hartono Tantoyo Hengkang Ke Partai Hanura

    Tak Diakomodir Golkar,Bobby Hartono Tantoyo Hengkang Ke Partai Hanura

    • calendar_month Rab, 18 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Akibat tidak diakomodir oleh Partai Golkar dibawah kepemimpinan Melki Laka Lena, kader Partai Golkar, Bobby Hartono Tantoyo sebagai Wakil Ketua Infrastruktur dan Prasarana Fisik Partai Golkar 2 Periode sejak Golkar dinahkodai oleh Ibrahim Medah, memutuskan hengkang /pindah ke Partai Hanura dibawah kepemimpinan Drs Refafi Gah. Bobby Hartono Tantoyo yang diwawancarai usai ikut […]

expand_less