Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Majelis GMIT Ebenhaezer Oeba Teken Kontrak dengan BPJS Kesehatan

Majelis GMIT Ebenhaezer Oeba Teken Kontrak dengan BPJS Kesehatan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 2 Okt 2019
  • visibility 93
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perdana di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Majelis Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Ebenhaezer Oeba memutuskan untuk teken Perjanjian Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Kupang untuk melindungi 100 jemaat melalui Program Diakonia.

Peserta BPJS Kesehatan Mandiri secara kolektif sebanyak 100 orang jemaat dari Ebenhaezer Oeba melalui Program Diakonia merupakan peserta perdana secara kolektif di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dapat dijadikan contoh bagi Program Kepesertaan BPJS Kolektif di lingkungan jemaat gereja lain.

Program Peserta Mandiri Kolektif ini telah diberlakukan BPJS Kesehatan sejak 1 September 2016 dengan memberlakukan sistem pembayaran 1 virtual account untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) atau peserta mandiri. ‎Dengan sistem ini, tagihan iuran bersifat kolektif untuk seluruh anggota keluarga yang terdaftar pada Kartu Keluarga (KK).

Penandatanganan PKS antara Majelis Jemaat GMIT Gereja Ebenhaezer Oeba dan BPJS Kesehatan Cabang Kupang

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan oleh Ketua Majelis Jemaat Ebenhaezer Oeba, Pdt.Salmon Agustinus Bees, STh. dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, dr.Fauzi Lukman Nurdiansyah, M.M. pada Selasa, 1 Oktober 2019 pukul 11.00 WITA—selesai di Aula Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kupang.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, dr.Fauzi Lukman Nurdiansyah, M.M. mengatakan bahwa PKS PBPU Kolektif sebagai bentuk peserta mandiri secara kolektif dengan filosofi gotong royong semua tertolong yakni orang yang sehat bantu orang sakit dan yang kaya bantu yang miskin.

“Mengapa kita harus ikut program JKN KIS karena terdapat proteksi untuk diri sendiri dan keluarga dan sharing atau gotong royong,” kata dr. Fauzi.

Karena dengan JKN KIS, jelas dr Fauzi, sebagai program nasional dengan sistem gotong royong sebagai budaya timur ini dapat mengurangi beban saat kita menderita sakit dengan beban biaya tinggi seperti cuci darah, operasi jantung, dan sakit kritis lainnya.

“Hari ini kita pecah rekor karena peserta kolektif sebanyak 100 orang dan ini dapat menjadi model atau contoh bagi jemaat lain,” tandas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang.

Foto bersama Majelis Jemaat GMIT Gereja Ebenhaezer Oeba dan BPJS Kesehatan Cabang Kupang

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat Ebenhaezer Oeba, Pdt. Salmon Agustinus Bees, STh. menyampaikan kepesertaan BPJS Kesehatan secara kolektif ini sebagai lompatan bagi jemaat dan untuk menjawab pertanyaan tersebut maka dirancang pola bantuan untuk menolong jemaat kurang beruntung dengan pola bantuan diakonia melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Kami berharap kedepan dapat menjangkau lebih dari 100 orang karena jemaat kami berjumlah sekitar 8.000 ribu orang,” tutur Pdt.Salmon Bees yang didampingi oleh Sekretaris, Penatua Timotius; Bendahara, Penatua Abraham; Penatua Rambu dan Penatua Tin.

Sedangkan menurut Penatua Tin yang fokus merancang dan melaksanakan program diakonia dengan dukungan UPP Diakonia dapat membantu anggota jemaat yang kurang mampu dengan dana yang sangat terbatas sehingga kapanpun saat jemaat sakit dapat dibantu.

“Kita sebagai badan pengurus UPP Diakonia bertugas membantu dan melihat jemaat kurang mampu yang sakit namun dengan dana yang terbatas kami hanya bisa membantu sekali setahun namun yang sakit banyak sekali. Namun kami bersyukur melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat menjangkau dan membantu lebih banyak jemaat,” ungkap Penatua Tin.

“Kami membayar iuran BPJS untuk kelas 3 saja untuk 10 bulan kedepan (Oktober 2019—Juli 2020), kami juga membantu membayar yang menunggak iuran dan kami berterima kasih telah dibantu oleh BPJS Kesehatan,” tandas Penatua Tin.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPK : Sirih Pinang Kapur Selalu Bersama Masyarakat NTT

    SPK : Sirih Pinang Kapur Selalu Bersama Masyarakat NTT

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Loading

    Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki ragam budaya khas, salah satunya yaitu budaya atau tradisi Oko Mama. Bukan nama orang, namun nama tempat sirih pinang, barang khas Suku Dawan di Pulau Timor, sering  digunakan sebagai wadah untuk memberikan siri pinang kepada tamu. Siapa pun yang bertamu ke rumah warga Suku Dawan (Atoin Meto) di Pulau […]

  • Mantan Pejabat Mahkamah Agung Simpan Uang 920 Miliar

    Mantan Pejabat Mahkamah Agung Simpan Uang 920 Miliar

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah menceritakan tim penyidik hampir pingsan kala menemukan uang tunai senilai Rp920.000.000.000,- (sembilan ratus dua puluh miliar rupiah) di rumah mantan pejabat Mahkamah Agung (MA), Zarof Ricar.   Jakarta | Penemuan uang bernilai fantastis di rumah mantan pejabat Mahkamah Agung (MA), Zarof Ricar oleh tim penyidik Kejaksaan Agung menjadi salah satu […]

  • Petugas Partai, Lumpuhnya Pancasila Tidak Kurang Tidak Lebih!

    Petugas Partai, Lumpuhnya Pancasila Tidak Kurang Tidak Lebih!

    • calendar_month Rab, 2 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Petugas partai atau petugas rakyat? Begitu pertanyaan Prof. Franz Magnis-Suseno beberapa tahun yang lalu. Lantaran bukankah seseorang (yang berasal dari kader partai mana pun) saat dilantik jadi presiden, gubernur, bupati/wali kota, atau pejabat apa pun, maka saat itu ia sudah jadi petugas rakyat? Rakyat mana? Ya, rakyat Indonesia, yang berfalsafah dan […]

  • Naik Perahu Nelayan ke Desa Pukuafu, Bupati Rote Bantu Warga Terdampak

    Naik Perahu Nelayan ke Desa Pukuafu, Bupati Rote Bantu Warga Terdampak

    • calendar_month Kam, 22 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, S.E. mengunjungi dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Badai Seroja di Desa Pukuafu, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 21 April 2021. Bertolak dari Ba’a (Ibu Kota Kabupaten Rote Ndao) dengan menempuh perjalanan darat sekitar 1 jam 30 […]

  • PLN UIW NTT Ajak Media ‘On The Spot’ PLTU Timor

    PLN UIW NTT Ajak Media ‘On The Spot’ PLTU Timor

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    PLN UIW NTT memaparkan berbagai upaya yang dilakukan untuk memastikan operasional pembangkit berjalan dengan aman, andal, dan berkelanjutan di tengah tantangan geografis NTT.   Kupang | PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) memperkuat sinergi dengan media melalui kegiatan media gathering yang dilanjutkan dengan kunjungan langsung (site visit) ke Pembangkit Listrik Tenaga […]

  • Presiden Jokowi: 2045, Indonesia Diprediksi Masuk Empat Besar Ekonomi Dunia

    Presiden Jokowi: 2045, Indonesia Diprediksi Masuk Empat Besar Ekonomi Dunia

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada tahun 2045, Indonesia diperkirakan telah bertransformasi menjadi kekuatan besar ekonomi dunia. Namun tidaklah mudah mewujudkan hal tersebut karena memerlukan kesiapan sejak dini. “Kita memiliki peluang besar untuk menjadi negara ekonomi terkuat. Bisa masuk lima atau empat besar ekonomi terkuat dunia di 2045. Tetapi untuk masuk ke sana juga tidak mudah. […]

expand_less