Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Manajemen RSUD Gabriel Manek Sesalkan Sikap Arogansi PMKRI Belu

Manajemen RSUD Gabriel Manek Sesalkan Sikap Arogansi PMKRI Belu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 25 Apr 2021
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Kami, rumah sakit siap menerima keluhan apa pun dari pelanggan yang menerima pelayanan. Tapi, kita harus datang dengan sopan, baik – baik, tidak usah nada tinggi untuk menyelesaikan persoalan. Apalagi, ini ‘kan bawa nama organisasi (PMKRI,red.), alangkah baiknya bersurat,” ungkap Direktris Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr Gabriel Manek, SVD Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Batsheba Elena Corputty, MARS dengan nada sesal ketika dikonfirmasi wartawan pada Sabtu sore, 24 April 2021.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/04/23/diduga-bocah-28-tahun-jadi-korban-malpraktik-rsud-gabriel-manek/

Direktris Elena Corputty menjelaskan, setelah adanya dugaan malpraktik terhadap pasien bocah Gamaliel Salomo Pobas yang terjadi pada Kamis, 15 April 2021, dirinya dicari tiga kali oleh Ketua PMKRI Cabang Belu bersama sejumlah anggota pada Jumat, 16 April; Senin,19 April; dan Selasa, 20 April 2021.

Pada saat itu, Elena Corputty mengaku, pada tiga hari berbeda itu, dirinya sedang menghantar donasi ke Malaka, rapat internal di Ruang Direktris dan mengikuti Musrenbang RKPD di GOR L.A Bone Atambua. “Secara struktur, kalau saya tidak ada, bisa ketemu KTU atau kabid. Saat mereka bertemu ibu KTU, mereka paksa untuk telepon saya. Akhirnya saya ditelepon, tapi saya tidak angkat karena bapak wakil sementara bicara. Mereka terus memaksa untuk kasih kepastian kegiatan di GOR selesai jam berapa. Mereka bilang, kalau tidak bertemu saya jam 12, maka mereka akan datang lagi dengan jumlah yang lebih banyak dan melakukan tindakan anarkis,” cerita Direktris Elena Corputty.

Bahkan, lanjut Elena Corputty, di hadapan KTU, anggota PMKRI mengancam akan merusak fasilitas RSUD apabila keinginan untuk bertemu direktris tidak terpenuhi. “Ibu KTU telepon beritahu saya. Kalau ada ancaman seperti itu, kita lapor polisi. Setelah dilaporkan, polisi kasih nomor kontak dan berpesan, kalau mereka anarkis segera kontak,” ujar Elena Corputty.

Pada hari yang sama,  sekembalinya Elena Corputty dari GOR, pertemuan pun digelar sekitar pukul 13.00 WITA, dengan diawasi secara ketat oleh tenaga sekuriti RSUD. “Mereka bilang, kami sudah tunggu 20 menit, kami tidak dihargai. Omongnya juga dengan nada tinggi. Mereka tanya saya tentang manajemen pelayanan, saya sampaikan. Dokter Mega juga menjelaskan. Tim kerja yang hadir saat itu mau menjelaskan, tapi mereka bilang ‘lu siapa?’, lu diam! Ngomongnya tidak sopan. Saya bilang kalau datang di orang punya rumah omong baik – baik, tidak usah pakai nada tinggi. Malah mereka bilang, ini bukan rumah pribadinya direktur. Saya bilang, memang ini bukan rumah pribadi direktur, tapi kami yang bekerja di sini merasa, ini rumah kami. Ngomongnya kasar, pakai tunjuk – tunjuk. Itu, Okto yang jawab – jawab saya. Mereka tidak menghargai orang tua bicara, sekuriti sudah tahan – tahan dari awal. Sekuriti tidak terima, makanya sekuriti banting kursi. Itu yang mereka bilang diintimidasi,” aku Elena Corputty.

Kepala bidang Pelayanan, Sipri Mali juga menjelaskan, pada Jumat 16 April 2021, dirinya yang menerima Ketua PMKRI, Okto Tefa dan dua anggota di ruang kerjanya. Saat itu, Sipri Mali merasa lucu saat mendengarkan penyampaian Ketua PMKRI terkait kondisi telinga bocah Gamaliel Pobas. “Saya tertawa karena pak Okto bilang, setelah orang tua bawa anaknya periksa di Sito Husada, dokter senter dari sebelah tembus di sebelah, lihat ada batu di dalam. Saya tertawa, ada ilmu baru. Saya bilang pak Okto, saya bukan dokter, tapi saya tanya dulu dokter di sini. Apa benar senter telinga bisa tembus? Saat itu Okto langsung diam,” kisahnya.

Ketika ditanya Okto, kenapa dokter tidak merawat – inapkan bocah Gamaliel?, cerita lanjut Sipri Mali, alasannya ada dua kemungkinan, dokter memberikan resep obat untuk rawat jalan dan dokter memikirkan risiko terjelek bagi anak di masa Covid.

Selanjutnya, sesuai salinan klarifikasi yang diterima wartawan, dr. Mega menguraikan, pasien anak atas nama Gamaliel Salomo Pobas yang mengeluh sakit telinga, dihantar orang tuanya ke IGD RSUD Atambua, pada Kamis malam, 15 April 2021, tepat pukul 21.30 WITA. Orang tuanya sudah memeriksa menggunakan senter di rumah dan melihat seperti ada batu di kedua liang telinga.

Sesuai prosedur, dua perawat mengukur tanda – tanda vital pasien, laju denyut nadi 115 kali per menit, laju pernapasan 24 kali per menit, suhu aksila 36,7 derajat Celsius, saturasi oksigen 94,4 dan berat badan 10 kg. Perawat mulai memeriksa bocah itu di Ruang Triase, menemukan cairan minyak yang dioles orang tuanya semasih di rumah, bukan batu seperti yang disampaikan orang tua pasien.

Pemeriksaan dilanjutkan oleh dr. Mega yang bertugas jaga IGD malam itu dengan menggunakan alat periksa telinga (otoskop), setelah terima laporan dari kedua perawat. Pasien diperiksa dalam keadaan digendong ayahnya. Hasilnya, tidak ditemukan batu; membran timpani utuh; dinding telinga tampak merah (iritasi); dan sisa minyak di ujung corong otoskop. Dokter Mega melihat ada infeksi sehingga menulis resep obat tetes dan diserahkan ke orang tua pasien untuk membeli di apotek.

Akan tetapi, orang tua pasien yang melihat telinga anaknya telah berdarah, menuduh dr. Mega telah melukai telinga anak itu dengan memasukkan otoskop, yang disebut orang tua bocah itu sebagai jarum.

Mega dan kedua perawat berusaha meyakinkan orang tua pasien sembari menunjukkan otoskop, bahwa alat itu terbuat dari plastik, bukan benda tajam sehingga tidak mungkin melukai telinga anak. Orang tua pasien tidak mau terima penjelasan, marah – marah dan akhirnya ditinggalkan dr. Mega untuk periksa pasien gawat lain di IGD.

Seorang perawat pria yang datang untuk memeriksa ulang dengan otoskop dan membersihkan darah di telinga pun tetap tidak diizinkan orang tua pasien. Bahkan, orang tua pasien mengancam akan melapor. Perawat pria itu pun mempersilakan, jika berniat melapor sembari berkata, “kalau bapak mau lapor, silakan lapor sekarang, jangan tunggu sampai besok!”.

Ancaman melapor itu pun diungkapkan ibu pasien sambil menunjuk ke arah dokter lain yang berada di ruangan IGD itu. Diajak berulang – ulang untuk tenang oleh petugas malam itu dan dibantu sekuriti agar anak itu dibawa masuk lagi ke Ruang Triase untuk pemeriksaan lanjut, tetapi ditolak.

“Kami tidak mau lagi di sini, kami mau ke RS Sito Husada. Kalau andainya di Sito ditemukan batu, kami mau tuntut. Perawat baju biru itu bodoh!” ujar Ibu bocah Gamaliel Salomo Pobas. (*)

Penulis + foto: (*/ Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastor Paroki Halilulik Apresiasi Kinerja Polsek Tasbar Saat Bulan Rosario

    Pastor Paroki Halilulik Apresiasi Kinerja Polsek Tasbar Saat Bulan Rosario

    • calendar_month Sel, 1 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Paroki Roh Kudus Halilulik, Keuskupan Atambua, yang terletak di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pastor paroki Rm. Febronius Fenat, Pr. mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto atas keterlibatan aktif pihak kepolisian melalui Kapolsek Tasifeto Barat, IPDA Sam Ihim bersama para […]

  • STATUS BANK DEVISA, Bank NTT Telah Miliki Izin OJK

    STATUS BANK DEVISA, Bank NTT Telah Miliki Izin OJK

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengizinkan Bank NTT menekuni pasar valuta asing (valas). Izin ini sesuai keputusan anggota Dewan Komisioner OJK pada 31 Agustus Nomor KEP62/D.3/2023 tentang pemberian izin kegiatan usaha dalam valuta asing. Demikian disampaikan oleh Ketua OJK Provinsi NTT, saat menyampaikan sambutan dalam sesi launching Bank Devisa Bank NTT pada […]

  • Jika Presiden Jokowi ke Sabu Raijua, Niko Rihi Heke: Kami Siapkan Nama Sabu

    Jika Presiden Jokowi ke Sabu Raijua, Niko Rihi Heke: Kami Siapkan Nama Sabu

    • calendar_month Ming, 4 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Sabu-NTT, Garda Indonesia | Beragam respons bermunculan dari beberapa warga Sabu Raijua di platform media sosial (grup facebook) usai publikasi berita telah 13 kali kunjungan Presiden Jokowi ke Provinsi NTT (simak http://gardaindonesia.id/2020/10/01/hingga-kini-telah-13-kali-jokowi-ke-ntt-5-kali-dalam-kepemimpinan-vbl-jns/ Menanggapi kondisi tersebut, Nikodemus Rihi Heke pada Jumat, 2 Oktober 2020, menyampaikan bahwa Pemda Sabu Raijua telah bersurat ke Gubernur NTT, dan Sekretaris […]

  • Merajut Persaudaraan di El Tari Memorial Cup

    Merajut Persaudaraan di El Tari Memorial Cup

    • calendar_month Jum, 23 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Jondry Siki, CMF Kericuhan dan kegaduhan selama ajang El Tari Memorial Cup (ETMC), terus berlanjut. Ajang bergengsi se-NTT ini beberapa kali dicoreng oleh oknum suporter yang kurang berakhlak. Tingkat kepercayaan kepada wasit melemah, dan suara suporter menjadi penentu dalam sebuah pertandingan. Ada upaya untuk memukul wasit baik oleh pemain, suporter maupun oleh pelatih. […]

  • Garuda Indonesia Siap Beli 50—75 Pesawat Boeing

    Garuda Indonesia Siap Beli 50—75 Pesawat Boeing

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Fokus utama dari investasi ini juga diarahkan ke Citilink sebagai anak usaha yang terus tumbuh di segmen penerbangan berbiaya rendah.   Jakarta | Garuda Indonesia sementara mempertimbangkan pembelian 50–75 unit pesawat Boeing sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang. Rencana ini mencakup tipe Boeing 737 dan 787, dengan sebagian pendanaan berasal dari fasilitas pembiayaan senilai […]

  • Jingle CBP Rupiah Tercipta pada Hari Musik Nasional 2023

    Jingle CBP Rupiah Tercipta pada Hari Musik Nasional 2023

    • calendar_month Jum, 10 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Guna menjaga kestabilan nilai Rupiah, Bank Indonesia mengajak masyarakat Indonesia turut mengampanyekan Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Simak video juara I–V Jingle Cinta Bangga dan Paham Rupiah Bank Indonesia:  https://vt.tiktok.com/ZS8Cmo9RK/ Cinta Rupiah – keaslian & merawat Rupiah merupakan perwujudan dari kemampuan masyarakat untuk mengenal karakteristik dan desain Rupiah, memperlakukan Rupiah secara tepat, […]

expand_less