Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Marak Rokok Ilegal di Manggarai NTT, Ancam Aktivitas Perdagangan

Marak Rokok Ilegal di Manggarai NTT, Ancam Aktivitas Perdagangan

  • account_circle Ferdy Daud
  • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
  • visibility 541
  • comment 0 komentar

Loading

Rokok-rokok ilegal ini biasanya tidak dilengkapi pita cukai resmi, sehingga bebas dari pajak dan dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan rokok legal.

 

Ruteng | Aktivitas perdagangan di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menghadapi tantangan serius akibat maraknya peredaran rokok ilegal yang semakin meluas. Fenomena ini tidak hanya terjadi di toko-toko ritel di pusat kota Ruteng, tetapi juga merambah hingga kios-kios kecil di pedesaan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran yang mendalam karena mengancam kelancaran perdagangan yang sehat serta menimbulkan dampak negatif terhadap berbagai lapisan masyarakat dan pemerintah daerah.

Rokok ilegal kian marak

Pada beberapa bulan terakhir, data pengawasan dari aparat terkait menunjukkan peningkatan signifikan dalam peredaran rokok ilegal di Kabupaten Manggarai.

Rokok-rokok ilegal ini biasanya tidak dilengkapi pita cukai resmi, sehingga bebas dari pajak dan dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan rokok legal.

Harga jual yang jauh lebih murah dibandingkan rokok legal membuat produk ini menjadi pilihan konsumen yang lebih mengutamakan aspek ekonomis, meskipun mengabaikan sisi legalitas dan kesehatan.

Minimnya pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal menimbulkan potensi risiko kesehatan yang serius. Rokok ilegal yang beredar umumnya tidak memenuhi standar kualitas dan keselamatan konsumen, sehingga berpotensi lebih berbahaya dibandingkan rokok yang diproduksi dan diedarkan secara resmi.

Risiko kesehatan ini menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat yang mengonsumsi produk tersebut secara tidak sadar.

Dampak ekonomi dan sosial

Dari sudut pandang ekonomi, peredaran rokok ilegal menyebabkan kerugian besar bagi negara. Pajak dan cukai rokok merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi pemerintah, yang sebagian besar digunakan untuk membiayai program pembangunan dan pelayanan publik, termasuk kesehatan dan pendidikan. Ketika produk rokok ilegal beredar bebas tanpa membayar cukai, negara kehilangan potensi pendapatan yang signifikan.

Selain itu, para pelaku usaha rokok legal yang menaati regulasi menghadapi persaingan tidak sehat dengan produk ilegal yang bisa menjual dengan harga jauh lebih murah.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan omzet dan bahkan keberlangsungan usaha mereka terancam. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat mengganggu stabilitas ekonomi lokal dan kesejahteraan pedagang serta pekerja yang bergantung pada industri rokok legal.

Temuan Bea Cukai dan Ombudsman NTT

Bea Cukai Labuan Bajo bersama Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan NTT telah merilis temuan terkait maraknya peredaran rokok ilegal, tidak hanya di Manggarai, tetapi juga di wilayah Flores dan Sumba. Dalam sejumlah razia dan pengawasan, ditemukan berbagai merek rokok tanpa cukai resmi, termasuk merek “Humer” yang diduga belum terdaftar pada Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kementerian Hukum dan HAM.

Keberadaan rokok ilegal ini, selain mengindikasikan lemahnya pengawasan, juga memunculkan kekhawatiran akan kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat tanpa perlindungan hukum yang memadai.

Sinergi penanggulangan

Menanggapi permasalahan ini, dibutuhkan langkah konkret dan sinergis dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat. Peningkatan intensitas pengawasan terhadap distribusi dan penjualan rokok ilegal harus diimbangi dengan edukasi publik mengenai bahaya konsumsi produk ilegal serta sanksi hukum bagi pelaku peredarannya.

Penegakan hukum yang tegas menjadi langkah kunci untuk memutus mata rantai distribusi rokok ilegal. Selain itu, pemerintah pusat maupun daerah diharapkan memperkuat sistem pengawasan dan regulasi, serta mendorong kerja sama lintas sektor dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang adil, sehat, dan berkelanjutan.

Harapan ke depan

Berbekal penanganan yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan aktivitas perdagangan di Manggarai dapat kembali berjalan dengan normal, memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, serta menjaga masyarakat dari paparan produk tembakau ilegal yang membahayakan.

Persoalan rokok ilegal ini juga menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memperkuat pengawasan terhadap peredaran barang ilegal secara umum demi menjaga stabilitas ekonomi nasional dan melindungi hak-hak konsumen.(*)

  • Penulis: Ferdy Daud

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Kunjungan ke NTT, Jokowi Tinjau Tanggul Sungai Citarum di Bekasi

    Usai Kunjungan ke NTT, Jokowi Tinjau Tanggul Sungai Citarum di Bekasi

    • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Bekasi, Garda Indonesia | Usai melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 23 Februari 2021, kemudian keesokan harinya, Presiden Joko Widodo meninjau langsung tanggul Sungai Citarum yang terletak di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 24 Februari 2021. Tanggul tersebut jebol pada Sabtu malam, 20 Februari 2021 sehingga […]

  • Wagub Nae Soi Salut Perjuangan Atlet NTT di PON XX Papua

    Wagub Nae Soi Salut Perjuangan Atlet NTT di PON XX Papua

    • calendar_month Kam, 14 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Jayapura, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT,  Josef Nae Soi (JNS) memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap perjuangan para atlet NTT yang berlaga di PON XX Papua. Selaku Chief de Mission (CdM) NTT, Wagub Nae Soi senantiasa menyaksikan langsung perjuangan para atlet dari arena ke arena. Wagub Nae Soi merasa sangat bangga dengan kegigihan dan […]

  • Catatan Akhir Tahun KPK, Menyongsong Tahun Baru 2022

    Catatan Akhir Tahun KPK, Menyongsong Tahun Baru 2022

    • calendar_month Jum, 31 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tidak terasa, kita akan meninggalkan tahun 2021, tahun penuh cobaan serta perjuangan yang banyak memberikan teladan serta pelajaran hidup, bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tahun 2021 adalah tahun yang sarat sejarah bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, mengingat di tahun inilah KPK yang dibentuk sebagai lembaga penegak hukum untuk menangani […]

  • Penguatan Diri Anak Terhadap Penggunaan Internet Aman

    Penguatan Diri Anak Terhadap Penggunaan Internet Aman

    • calendar_month Kam, 26 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id – Berdasarkan data BPS hasil Susesnas tahun 2016, anak Indonesia berjumlah 87 juta jiwa atau 34% dari total penduduk Indonesia. Sebagai aset negara, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat perlu menjamin tumbuh kembang mereka agar terhindar dari segala ancaman, termasuk dari internet. Terlebih lagi, anak-anak Indonesia mulai aktif menggunakan internet. Menurut survey yang dilakukan Asosiasi […]

  • Dedi Mulyadi Sentil Karakter Serakah Rakyat dan Pejabat

    Dedi Mulyadi Sentil Karakter Serakah Rakyat dan Pejabat

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Selain menyinggung karakter masyarakat, Dedi juga menekankan pentingnya pembenahan serius di badan usaha milik daerah (BUMD). Ia menyoroti kasus yang melibatkan sejumlah mantan petinggi hingga menimbulkan kerugian daerah.   Bandung | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menyoroti persoalan korupsi di Indonesia. Tidak hanya pejabat, menurutnya masyarakat pun sering tanpa sadar melakukan praktik serupa, karena […]

  • Ini Nama 9 Orang Tewas Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

    Ini Nama 9 Orang Tewas Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Pemda Flores Timur menyebutkan korban luka-luka lebih kurang 63 orang (dari desa Dulipali, Klatanlo dan Hokeng Jaya) dirawat di Puskemas Boru dan Puskesmas Lewolaga, serta yang dirujuk ke BLUD RS. dr. Hendrikus Fernandez Larantuka sebanyak 3 (tiga) orang.   Larantuka | Pemda Flores Timur telah mengumumkan nama-nama korban tewas atau meninggal dunia akibat erupsi Gunung […]

expand_less