Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Masalah Sampah di Kota Kupang, Gubernur VBL: Desain Penanganan Harus Jelas

Masalah Sampah di Kota Kupang, Gubernur VBL: Desain Penanganan Harus Jelas

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 30 Sep 2020
  • visibility 178
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Masalah penanganan sampah, menjadi perhatian serius Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), ia pun meminta Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan jajarannya untuk memperhatikan secara serius pengelolaan sampah. Sebagai Ibu Kota Provinsi NTT, Kota Kupang harus punya desain penanganan sampah yang jelas.

“Desainnya (penanganan sampah, red) dulu harus jelas. Kita perlu armada untuk pengumpulan sampah berapa? Bagaimana para lurah dan ketua RT/RW lakukan sosialisasi manajemen sampah rumah tangga? Titik-titik sampah ditempatkan di mana, itu menjadi tanggung jawab Lurah dan RT/RW. Ini dulu harus jelas,” jelas Gubernur VBL dalam sambutannya saat lakukan Kunjungan Kerja di Kota Kupang, pada Rabu, 30 September 2020.

Acara yang dilaksanakan di Pantai Lasiana tersebut dihadiri oleh Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore, Wakil Wali Kota, Dokter Herman Man, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Padron A.S. Paulus, Forkompinda Kota Kupang, Pimpinan Perangkat Daerah, para camat, Lurah dan Kepala puskesmas se-Kota Kupang, para staf khusus Gubernur, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, insan pers dan undangan lainnya.

Menurut Gubernur, sebagai ibu Kota Provinsi NTT, Kota Kupang harus menampilkan ciri khas sebuah kota. Yakni malam terang, siang bersih, parkirannya jelas dan sampahnya dikelola dengan baik. Pembangunan kota itu terutama berkaitan dengan aspek services atau pelayanan publik termasuk dalamnya manajemen pengelolaan sampah atau waste management harus didorong secara serius.

“Pungut sampah atau collecting itu hanya merupakan satu aspek dari manajemen pengelolaan sampah. Kalau soal ini saja sudah merupakan masalah berat, bagaimana kita bicara aspek lain seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan proses daur ulang. Termasuk di dalamnya bak-bak sampah harus ditempatkan di tempat yang sesuai, bukan di jalan-jalan protokol,” terang Gubernur VBL.

Lebih lanjut pria asal Semau tersebut mengungkapkan, persoalan sampah di Kota Kupang bukan hanya tanggung jawab pemerintah kota Kupang tapi juga pemerintah provinsi. Perlu ada kerja sama dan pembagian tanggung jawab yang jelas, mana yang jadi tanggung jawab provinsi dan juga termasuk pemerintah pusat. Harus dirumuskan secara tegas.

“Saya serius sekali bicara seluruh permasalahan di kota ini, bukan karena tidak suka atau punya maksud tertentu tapi karena ini kota provinsi. Yang malu kalau kota ini tidak tertata dengan baik dan kotor, bukan hanya wali kota tapi juga gubernur. Saya ingin kita menjadi pemimpin yang in charge, kerja terlibat dan sampai tuntas, tidak hanya omong saja. Hari ini saya datang bertemu pak wali (wali kota), kita bagi tugas, saya punya tugas apa dan pak wali punya apa,” ungkap Gubernur NTT.

Persoalan sampah, lanjut mantan Ketua Fraksi NasDem DPR tersebut, harus menjadi gerakan bersama seluruh komponen di Kota Kupang. Termasuk TNI/Polri, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dari SD sampai dengan SMA. Karena hal ini berkaitan dengan membangun peradaban dan mindset.

“Kalau kita bisa tanamkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sejak anak usia SD, pengaruhnya akan sangat besar. Guru-guru juga harus latih anak-anak hal ini. Ini sosialisasi dan gerakan yang harus dilakukan secara terus-menerus untuk bangun peradaban. Tinggal tiap pagi kita bisa atur, misalnya Gubernur selama beberapa menit sosialisasi di sekolah mana, Wali Kota masuk SD mana, Dandim masuk SMP mana dan Kapolres di sekolah mana. Termasuk melibatkan pihak swasta baik itu pemilik toko, restoran dan penanggung jawab hotel. Kalau ini kita lakukan dengan baik, saya yakin dalam tempo 6 bulan, masalah sampah bisa selesai,” ungkap Gubernur VBL.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Jefri yang telah memperjuangkan ke Presiden Jokowi untuk penataan trotoar di Kota Kupang. Juga untuk pembenahan taman-taman. Adanya predestrian yang baik untuk pejalan kaki menunjukkan kota makin maju.

“Presiden Jokowi sangat cinta NTT terutama Kota Kupang. Presiden sudah siapkan lagi dana tambahan untuk rapikan lagi jalan-jalan di Kota Kupang. Jadi seumpama kebutuhan air bersih direncanakan dengan baik, kita tinggal omong Kota tanggung berapa, provinsi buat apa dan minta juga di pusat mumpung Presidennya sangat perhatian dengan kita,” jelas Gubernur.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore mengakui, persoalan sampah memang menjadi momok bagi Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang terus berupaya untuk menangani permasalahan tersebut.

“Kami malu pak Gub (Gubernur) karena sampah masih bertebaran di mana-mana. Sampai saat ini, kami baru bisa angkut sekitar 87 persen sampah. Karena beberapa kendala seperti bin kontainer yang hanya 6 unit saja saat kami memimpin. Sejak tahun 2019, kami adakan 40 bin kontainer untuk penataan kota. Mobil sampah ada sekitar 30 unit, 23 unit sudah tua. Periode ini kita tambah 8 unit mobil baru. Dalam dua tahun terakhir kita juga adakan 2.000 unit tong sampah. Kami berterima kasih atas bantuan satu unit mobil penyapu jalan dari pemerintah provinsi,” jelas Wali Kota Jefri.

Wali Kota Kupang memberikan apresiasi atas motivasi dan perhatian dari Gubernur NTT terhadap berbagai permasalahan di Kota Kupang. Jefri berjanji akan mengambil langkah-langkah strategis dan lebih tegas untuk mengelola sampah di kota Kupang.

“Terima kasih banyak Bapak Gubernur atas semua masukan dan catatan yang luar biasa. Kasih tanggung jawab kepada kami untuk kami berubah dalam enam bulan ini khususnya dalam penataan kebersihan ini. Kita akan kerjakan dengan lebih sungguh,” pungkas Jefri Riwu Kore.(*)

Sumber berita dan foto (*/Aven Rame—Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyebar Seruan Jihad Lawan Densus 88-Bakar Polres Ditangkap

    Penyebar Seruan Jihad Lawan Densus 88-Bakar Polres Ditangkap

    • calendar_month Sen, 22 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri menangkap AW (35), penyebar seruan jihad melawan Densus 88 Antiteror Polri dan memprovokasi agar membakar polres-polres yang ada di Indonesia. AW ditangkap di kediamannya di wilayah Bandung, Jawa Barat. “Terkait provokasi melalui media sosial yang telah di-posting dan beredar viral di media sosial di mana pelakunya adalah atas nama inisial […]

  • Sri Mulyani Tegaskan Gaji PNS Tak Naik Tahun 2026

    Sri Mulyani Tegaskan Gaji PNS Tak Naik Tahun 2026

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Loading

    Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah saat ini lebih memfokuskan perhatian pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang telah disepakati.   Jakarta | Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan mengenai kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) pada tahun 2026. Menurutnya, ruang fiskal dalam APBN 2026 sebagian besar telah dialokasikan […]

  • Aram Kolifai Kembali Jabat Ketua DPW FK PKBM NTT Periode 2021—2026

    Aram Kolifai Kembali Jabat Ketua DPW FK PKBM NTT Periode 2021—2026

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pengurus DPW FK PKBM NTT periode 2015—2020 dinyatakan demisioner pada Sabtu, 11 September 2021 usai penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) oleh Ketua DPW FK PKBM NTT, Aram Kolifai, S.H. Kemudian dilanjutkan ke sidang pemilihan ketua DPW baru. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/09/11/muswil-iii-fk-pkbm-ntt-via-virtual-pilih-pengurus-dpw-periode-2020-2025/ Ketua Majelis Sidang Pemilihan Pengurus FK PKBM NTT periode 2021—2026, Alberto […]

  • Normal Lagi, Operasional Wings Air pada Penerbangan Luwuk Tujuan Palu

    Normal Lagi, Operasional Wings Air pada Penerbangan Luwuk Tujuan Palu

    • calendar_month Sel, 18 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Luwuk-Sulawesi Tengah, Garda Indonesia | Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group memberikan keterangan resmi sehubungan layanan penerbangan yang melayani dari Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk, Sulawesi Tengah (LUW) ke Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (PLW), bahwa telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Corporate Communications Strategic […]

  • Pj Gubernur NTT: Hentikan Status NTT Sebagai Sumber Human Trafficking

    Pj Gubernur NTT: Hentikan Status NTT Sebagai Sumber Human Trafficking

    • calendar_month Kam, 19 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Penjabat Gubernur NTT, Robert Simbolon saat acara ramah tamah bersama Pimpinan Perangkat Daerah NTT dan Awak Media di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Rabu/18 Juli 2018 siang, menyampaikan keinginannya untuk dapat menghentikan status NTT sebagai sumber Human Trafficking. Penjelasan tersebut disampaikan terkait adanya pertanyaan wartawan tentang status NTT sebagai penyumbang terbesar Human Trafficking […]

  • Anak Kandung Eks Wamenaker Noel Terima Rp3 Miliar dari Pemerasan Sertifikat K3

    Anak Kandung Eks Wamenaker Noel Terima Rp3 Miliar dari Pemerasan Sertifikat K3

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Loading

    Jaksa menyebut pungutan tersebut dibagi berdasarkan jabatan dan digunakan untuk mempermudah proses penerbitan sertifikat dan lisensi K3. Apabila pemohon tidak memberikan uang, proses sertifikasi disebut akan dipersulit.   Jakarta | Jaksa penuntut umum mengungkapkan anak kandung mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel, Divian Ariq, menerima uang hasil pemerasan pengurusan sertifikat K3 sebesar Rp […]

expand_less