Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Masih Ada Tanda Tanya Itu di Papan Kuliah, In Memoriam Prof. Felyasianus Sanga

Masih Ada Tanda Tanya Itu di Papan Kuliah, In Memoriam Prof. Felyasianus Sanga

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
  • visibility 197
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Marsel Robot, Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FKP Undana

Berita duka itu datang sebelum matahari melengkung ke barat dan riuh di ruang rutin belum memiuh keadaan. Rabu, 27 September 2023, pukul. 11.12 Wita. Prof. Felysianuas Sanga, mantan dosen dan salah seorang pendiri Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Undana itu meninggal dunia di rumah sakit St. Boromeus (Kupang).

Berita pilu itu menghujam dan merajam rasa. Pun perlahan, memoar merimbun. Kisah semasa kuliah pada dekade 80-an. Prof. Sanga atau Pak Feliks lazim  disapa oleh murid-muridnya adalah dosen yang energik, visioner, filsuf, dan seniman.

Saya mengaguminya karena dua hal. Pertama, gaya mengajarnya yang dramturgikal, kadang sentimental. Ia mengonversi ruang kuliah menjadi panggung monolog atau pementasan. Semisal, ia memasuki ruang kuliah dengan teknik muncul tertentu. Memukau. Kami mengenalnya pula sebagai pengajar mata kuliah drama.

Mungkin saja, ia terinspirasi oleh dramawan Rendra yang pernah menulis, pemunculan di panggung memerlukan teknik tertentu. Sebab, teknik muncul merupakan kontak awal antara pemain dan penonton. Teknik muncul sangat menentukan sebuah pertunjukan.

Pak Feliks menata rambut ikalnya begitu tipis bagian samping kiri dan kanan, bagian belakang dibiarkan lebat, bagian depan menjulur ke depan. Ia bergerak dari satu tempat ke tempat lain di dorong oleh motivasi tertentu atau oleh karena pentingnya isi pembicaraan.

Mirip monolog.

Kedua, isi perkuliahannya mengalir deras di luar logika normatif. Ia memberi kuliah bukan untuk dimengerti, melainkan untuk tidak dimengerti. Dan dari sanalah murid-muridnya mulai bertanya, rajin berpikir, dan aktif dalam berdiskusi perihal yang dikuliahkannya. Bahkan, kami baru merasakan kuliah sesungguhnya justru setelah selesai kuliah dengannya.

Biasanya, kami memulai mendiskusikan secara serius perihal materi kuliah Pak Feliks. Dengan kata lain, Ia tidak memberikan materi “siap saji” (langsung dimengerti), melainkan ia mengajarkan bagaimana cara berpikir untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Ia memberikan pacul, bukan jagung.  Karena itu, Pak Feliks selalu berusaha memerosotkan murid-muridnya dalam pertanyaan yang melingkar. Pertanyaan memicu munculnya pertanyaan baru.

Murid-murid dibikin kapok dengan penjelasan yang selalu mengundang tanda tanya. Lagi-lagi, Ia tak  ingin muridnya menjadi konsumen ilmu yang pasif dan latah, tetapi menjadi murid yang atraktif berpikir untuk menemukan ilmu itu.

Satu hal yang mengafirmasi cara pandang itu ialah bahwa ujian tidak pernah dalam bentuk pilihan ganda. Selalu dalam bentuk esai. Menurutnya, soal pilihan ganda adalah cara akademik membodohkan mahasiswa. Cara demikian mematikan jentik pikiran cerdas dan waras.

Bayangkan, sepanjang perkuliahan jarang ada kata atau kalimat yang ditulisnya di papan. Kalaupun ada kata, ia singkirkan dengan tanda garis, lingkaran, tanda kurung, kurung akulade. Pada level itu, logika normatif mengalami kerusakan berat dalam memahami tanda-tanda itu.

Rupanya, ia sedang memberikan terapi berpikir kepada murid-muridnya. Berkuliah berarti berpikir. Dengan itu, pula ia memperlakukan murid-muridnya  bukan orang bodoh, melainkan orang cerdas. Karena itu, ia hanya bertugas menyiapkan  ruang untuk meraung sejumlah tanda seperti garis, lingkaran, tanda panah, kurung akulade, dan tanda lainnya.

Belakangan, ketahuan bahwa apa yang diajarkan Sang Profesor  ialah tentang “tanda”. Ilmu yang mempelajari secara khusus tentang tanda dan maknanya disebut semiotika. Ilmu tanda dikembangkan oleh Ferdinand de Saussure dan Charles Sander Peirce. Artinya,  Sesederhana apa pun sebuah tanda pasti mengandung makna tertentu.

Sang Profesor memang sangat giat mempelajari ilmu tanda. Bahkan, ia pernah melakukan riset arti ciuman dalam tradisi Orang Sabu. Ia menjelaskan, ciuman hidung adalah  tanda persaudaraan paling dalam dan dapat mengalahkan segala prasangka (kebencian). Hidung merupakan ikonik pernapasan yang mengandung arti  sehidup dan senafas.

Ia pun rajin membeberkan mitos di balik motif tenun ikat di Nusa Tenggara Timur.

Sang Profesor terkesan anti terhadap konsep atau defininsi normatif. Ia malah  berusaha mempertemukan dua ujung spektrum yang ekstrem. Katakan, berlari itu kumpulan perhentian atau diam itu ekspresi riuh.

Kuat dugaan saya, Profesor Feliks penggemar Jaques Derrida yang menganjurkan paham Dekonstruksi bahwa teks tidak lagi sebagai tatanan yang utuh melainkan arena perhelatan yang terbuka. Toh, kadang kebenaran muncul dari kesalahan.

Mungkin pula, sebagai dramawan, Sang Profesor dipengaruhi oleh watak tokoh antagon dan protagon. Kedua tokoh itu sama pentingnya. Perbedaan pada cara membawakan pesan. Tokoh protagon membawa pesan positif dengan cara positif, sedangkan tokoh antagon membawa pesan positif dengan cara yang negatif.

Hem! Itulah fitur khas pemikiran Profesor Felysianus Sanga, saya kenal dan paham  sebagai muridnya.

Kini Sang Profesor telah pergi menuju Ibunda Kesunyian

Ia tinggalkan tanda tanya di papan kuliah

Sebagian terendam air mata

karena daun cinta berderai di pusara

Di atas gundukan kesedihan ini

Tanda tanya itu berjalan dari papan tulis menuju pikiran

Profesor! Engkau kah Tanda Tanya itu?

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum ASN Polda NTT Sebar Video Pasien Covid Meninggal, Ini Reaksi RSUD Naibonat

    Oknum ASN Polda NTT Sebar Video Pasien Covid Meninggal, Ini Reaksi RSUD Naibonat

    • calendar_month Kam, 28 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Beredar, viral dan dibagikan berkali-kali di berbagai platform media sosial dan menjadi konsumsi publik, sebuah video berdurasi 2 menit 24 detik yang dibikin pada Rabu pagi, 27 Januari 2021 tentang penanganan pasien Covid-19 di RSUD Naibonat dan disebarkan oleh seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) Polda NTT yang melontarkan pernyataan bahwa […]

  • Kendalikan Banjir Jakarta, Proyek Sodetan Ciliwung Dilanjutkan

    Kendalikan Banjir Jakarta, Proyek Sodetan Ciliwung Dilanjutkan

    • calendar_month Sel, 24 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menekankan bahwa penanganan banjir di Jakarta harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Setelah di hulu pemerintah membangun Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi, di hilir pemerintah tengah menyelesaikan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT). “Sebentar lagi akan selesai. Ini mungkin April insya Allah sudah selesai,” […]

  • Polri Siap Posko Aduan Penipuan ‘Robot Trading’

    Polri Siap Posko Aduan Penipuan ‘Robot Trading’

    • calendar_month Jum, 11 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mengutip Investopedia, robot trading atau automated trading system adalah sistem perdagangan otomatis, juga disebut sebagai sistem perdagangan mekanis, perdagangan algoritma, yang memungkinkan trader menetapkan aturan khusus untuk masuk dan keluar perdagangan yang setelah diprogram bisa dieksekusi secara otomatis. Sementara, trading merupakan proses transaksi finansial jangka panjang atau istilahnya adalah aktivitas perdagangan dalam bentuk mata uang. Kabaharkam […]

  • Satgas Damai Cartenz- Tembak Mati 1 Anggota KKB di Papua

    Satgas Damai Cartenz- Tembak Mati 1 Anggota KKB di Papua

    • calendar_month Kam, 25 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Mimika, Garda Indonesia | Pada Selasa, 23 Januari 2024 sekitar pukul 16.27 WIT telah terjadi kontak tembak antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan personil Satgas Damai Cartenz-2024 di pos tower Tigamajigi, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Satgas Damai Cartenz-2024 Kembali berhasil menembak mati 1 (satu) anggota KKB wilayah Intan Jaya atas nama Harisatu Nambagani. Kasatgas […]

  • PREDIKSI BMKG!, Kemarau Kering Selesai Akhir Oktober Ini

    PREDIKSI BMKG!, Kemarau Kering Selesai Akhir Oktober Ini

    • calendar_month Kam, 5 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan berakhir di sebagian besar wilayah Indonesia mulai akhir Oktober 2023 ini, dan awal musim hujan secara bertahap, dimulai awal November 2023. Namun, akibat tingginya keragaman iklim, maka awal musim hujan tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Sementara puncak musim […]

  • BEM FISIP Undana : “Menangkal Dinamika Sosial dengan Ideologi Pancasila”

    BEM FISIP Undana : “Menangkal Dinamika Sosial dengan Ideologi Pancasila”

    • calendar_month Ming, 16 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana Kupang mengadakan seminar nasional pada Sabtu, 15 Juni 2019, bertempat di Aula FISIP Undana Kupang. Seminar nasional yang dilakukan sebagai salah satu kegiatan non program dari BEM FISIP dibawah naungan bidang penalaran dan keilmuan Sebagai wujud tanggapan dari mahasiswa […]

expand_less